NovelToon NovelToon
Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Fantasi / Harem
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan mahasiswa elite jurusan bisnis, hukum dan manajemen tanpa sadar memasuki dunia novel kultivasi yang baru saja dibacanya, bukan sebagai mc, bukan juga villain, tapi menjadi karakter pendukung yang akan mati pada arc awal. Dengan bantuan sistem, Wu Xuan berusaha mengubah cerita.

Ia masuk ke tubuh patriark tua, namun karena sistem membantunya menerobos, tubuh tuanya berubah menjadi muda dan tampan.

Dia melamar wanita (Villain) yang harusnya menjadi menantunya, karena pembatalan pertunangan sepihak yang dilakukan oleh anaknya.

Demi menghindari masalah di masa depan, ini adalah jalan yang harus di ambil oleh Wu Xuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Avatar Dharma Ashura

Tiga hari tiga malam berlalu di dalam Paviliun Timur, waktu seolah kehilangan maknanya di bawah pusaran gairah dan asimilasi energi murni yang menembus batas alam semesta.

Pintu giok berukir naga di kamar utama Paviliun Timur perlahan bergeser terbuka. Wu Xuan melangkah keluar, menghirup udara fajar yang segar. Di belakangnya, di atas ranjang sutra yang luar biasa berantakan, Yan Melin tertidur lelap dengan wajah yang memancarkan kelelahan sekaligus kebahagiaan. Kultivasi wanita itu telah sepenuhnya stabil di Ranah Kuno tahap menengah.

Namun, fokus Wu Xuan bukan lagi pada wanita. Ia menatap telapak tangannya sendiri.

Di bawah kulitnya, energi dari Ranah Primordial Suci Puncak mengalir deras layaknya sungai galaksi yang kehilangan bendungannya. Lompatan kultivasi yang terlalu cepat—dari tahap awal, menembus tahap menengah, dan langsung ke tahap puncak dalam waktu kurang dari sebulan—membuat fondasinya terasa seperti besi panas yang baru saja dikeluarkan dari tungku peleburan. Besi itu kuat, tetapi belum padat sempurna. Ia membutuhkan palu godam untuk menempanya. Ia membutuhkan tekanan ekstrem, sebuah sparring (latih tanding) mematikan yang tidak bisa diberikan oleh siapa pun di Wilayah Selatan ini.

Kecuali satu orang.

Wu Xuan menyipitkan mata ke arah pegunungan perbatasan selatan. Tanpa membuang waktu, ia melangkah maju. Ruang di depannya robek, dan sang Archduke melesat masuk ke dalam retakan dimensi.

Di area perkemahan sementara Kekaisaran Fajar Suci yang terletak di lembah Pegunungan Selatan.

Perkemahan itu tidak berupa tenda-tenda kain, melainkan paviliun-paviliun pualam putih yang dibangun secara instan menggunakan formasi arsitektur tingkat dewa. Di tengah lapangan utama, Tetua Agung Shen Boaxi sedang duduk bersila melayang di udara, membaca sebuah gulungan Sutra Kebijaksanaan. Di bawahnya, seratus prajurit elit Ranah Kuno sedang berlatih menyalurkan Qi mereka, memusatkan energi keemasan di telapak tangan mereka.

"Kendalikan niat kalian. Telapak Tangan Buddha Emas bukanlah teknik penghancur, melainkan teknik penindas, yang merusak jiwa dan mental lawan. Kalian harus menggunakan berat dari keyakinan kalian untuk menekan iblis di dalam hati musuh," ajaran Shen Boaxi mengalun tenang, suaranya meresap langsung ke lautan spiritual para prajurit muda itu.

Tiba-tiba, ruang di atas lapangan itu melengkung. Retakan spasial terbuka, dan Wu Xuan melangkah keluar, jubah sutra hitamnya berkibar ditiup angin pegunungan.

Sebelum Wu Xuan sempat menyapa, Shen Boaxi telah menutup gulungan sutranya. Pria berkacamata putih itu menatap Wu Xuan dengan mata yang menyipit di balik lensa, sudah sepenuhnya membaca niat sang penguasa lokal dari riak energinya yang meluap-luap.

"Salam, Tetua Agung Shen Boaxi," sapa Wu Xuan dengan senyum tipis yang elegan, mendarat dengan ringan di atas pilar batu tak jauh dari sana.

"Salam, Yang Mulia Archduke Xuan," balas Shen Boaxi ramah, mengibaskan debu imajiner dari jubah putihnya. "Ada angin apa yang membawa penguasa Selatan ini datang menemuiku di pagi yang damai ini?"

"Hanya mencari udara segar. Dan mungkin... sedikit diskusi," jawab Wu Xuan diplomatis.

"Aha?" Shen Boaxi tiba-tiba memukulkan kepalan tinjunya ke telapak tangannya sendiri, seolah-olah baru saja menyadari sesuatu yang sangat jelas. "Biar kutebak. Energi di dalam dantianmu sedang berontak? Kau baru saja menelan sesuatu yang luar biasa besar dan kau butuh tekanan ekstrem untuk menyalurkan energi itu ke dalam fondasimu yang baru, benar?"

Wu Xuan tertawa pelan, tawanya berat dan berwibawa. "Tepat sekali, Tetua Shen. Dan kebetulan... sepertinya aku sangat cocok menjadi samsak tinju hari ini."

Bagi orang biasa, menyebut seorang ahli Primordial Suci sebagai 'samsak tinju' adalah kalimat yang setara dengan meminta keluarga mereka dibantai.

"Hahahah... Samsak tinju ya?", Shen Boaxi justru tertawa terbahak-bahak.

Mata di balik kacamata putih itu memancarkan kekaguman yang tidak ditutup-tutupi. Shen Boaxi dapat melihat dengan jelas bahwa aura Wu Xuan kini telah mencapai tingkat Primordial Suci Puncak. Baru beberapa hari yang lalu saat mereka bertemu di Kota Wu Agung, pria ini masih berada di tahap menengah baru. Peningkatan secepat ini adalah monster! Di Kekaisaran Fajar Suci sekalipun, bakat yang mampu mencapai puncak Primordial Suci sedekat ini sangatlah langka.

Shen Boaxi adalah seorang pragmatis. Memberikan sedikit bimbingan melalui latih tanding dengan jenius sekaliber ini adalah investasi sosial yang sangat murah untuk mendapatkan persahabatan seorang penguasa wilayah.

"Baiklah, Archduke," ucap Shen Boaxi, berdiri dan merentangkan tangannya. "Anggap saja aku sedang melakukan peregangan tulang."

Shen Boaxi kemudian menoleh ke bawah, menatap seratus prajuritnya yang kini memandang Wu Xuan dengan campuran antara kewaspadaan dan rasa penasaran yang luar biasa. "Anak-anak muda! Hentikan meditasi kalian. Buka mata kalian lebar-lebar dan perhatikan. Hari ini, aku akan memberikan kalian demonstrasi langsung bagaimana sebuah teknik ortodoks digunakan dalam pertarungan tingkat tinggi."

Para prajurit elit Ranah Kuno itu seketika menahan napas. Mereka sangat penasaran, seperti apa sebenarnya kekuatan mutlak dari teknik yang baru saja di ajarkan oleh seorang ahli Tribulasi Dunia dan bagaimana cara melepaskan serangannya untuk menghadapi lawan.

"Tempat ini terlalu sempit," gumam Wu Xuan. Ia melirik ke arah barat laut. "Kita pindah ke sudut pegunungan mati di sana."

Dengan satu kedipan mata, tubuh Wu Xuan lenyap menjadi seberkas cahaya keemasan. Ia berpindah ke sebuah hamparan pegunungan tandus yang berjarak jutaan kilometer dari perkemahan Fajar Suci.

Namun, di dunia kultivasi tingkat elit ini, jarak jutaan kilometer tidaklah berarti. Bagi mata para prajurit Ranah Kuno yang telah diperkuat oleh energi spiritual, jarak sejauh itu tidak lebih dari jarak pandang minimal yang masih terlihat sejelas melihat panggung teater di depan mata.

Shen Boaxi tersenyum tipis. "Perhatikan ini, anak-anak muda."

Dalam sekejap, pria berkacamata itu juga menghilang, membelah ruang dengan kecepatan yang melampaui logika waktu, dan muncul tepat di hadapan Wu Xuan di atas deretan pegunungan tandus tersebut.

Sementara itu, di tempat yang sangat jauh, fluktuasi energi yang sengaja tidak ditutupi oleh Wu Xuan dan Shen Boaxi mulai menarik perhatian.

Para tetua agung Keluarga Wu yang sedang berpatroli, serta beberapa tetua sekte netral yang tersisa di Selatan, mendadak menghentikan aktivitas mereka. Mereka terbang ke angkasa, memfokuskan pandangan spiritual mereka melintasi jarak jutaan kilometer jauhnya. Ketika mereka melihat Archduke mereka sedang berhadapan dengan utusan dari benua wilayah dalam, kepanikan sempat melanda, hingga transmisi telepati dari intelijen militer menyebar: Ini hanya sparring persahabatan. Meski begitu, menyaksikan pertarungan setingkat ini adalah pencerahan gratis yang bernilai jutaan batu spiritual.

Di perbatasan hutan paling ujung, tiga pemuda bersimbah darah baru saja selesai membersihkan sisa-sisa markas kultivator iblis. Mayat-mayat bergelimpangan di sekitar mereka. Namun, ketiga pemuda itu mendadak mendongak ke arah langit barat.

"Itu ayah," ucap Wu Shan, matanya yang tajam menyipit menembus jarak kosmik. Tanpa memedulikan sisa darah di pedangnya, ia langsung memadatkan Qi-nya dan terbang ke langit, disusul oleh dua saudaranya, Wu Ling dan Wu Guan.

Mereka bertiga melayang di atas awan, memandangi dua siluet dewa yang sedang berhadapan di kejauhan.

Wu Ling, yang kini memancarkan aura racun hijau dari Ranah Roh tahap awal, mengerutkan kening dengan ekspresi luar biasa serius. "Orang yang memakai kacamata itu... tekanannya tidak masuk akal. Bahkan dari jarak sejauh ini, aku merasa meridianku nyaris beku. Kakak Guan, apa kau tahu ranah orang yang melawan Ayahanda?"

Wu Guan, Sang Pangeran Mahkota yang memancarkan ketenangan absolut, menjawab dengan suara berat. "Itu adalah Ranah Tribulasi Dunia. Dan Ayahanda... Ayahanda baru saja menunjukkan aura aslinya. Beliau telah mencapai Ranah Primordial Suci Puncak. Secara resmi, Ayahanda kini menyandang gelar seorang Saint (Orang Suci)."

Mendengar itu, mata Wu Shan membelalak lebar, harga dirinya sebagai jenius muda sedikit tertampar oleh realitas. "Bagaimana mungkin?! Belum ada sebulan sejak Ayahanda mengumumkan terobosannya ke Primordial Suci tahap awal. Apa meningkatkan ranah kultivasi di tingkat Primordial memang semudah meminum air?!"

"Dasar tolol," decih Wu Ling, melirik sinis ke arah Wu Shan. "Ayahanda pasti mendapatkan pencerahan besar, atau menyerap sumber daya tingkat tinggi. Tapi perubahannya yang tiba-tiba ini memang terlalu mengerikan."

"Kenapa kau berani memanggilku tolol, anak haram sialan! Kau yang tolol!" bentak Wu Shan, amarahnya mudah tersulut jika berhadapan dengan saudara tirinya ini. Urat-urat di dahinya menonjol.

"Kalian berdua, diamlah!!" bentak Wu Guan, suaranya mengandung aura penekan dari seorang pemimpin masa depan, membuat kedua adiknya seketika mengatupkan rahang. "Perhatikan baik-baik pertarungan Ayahanda. Jangan berkedip. Menonton pertarungan di tingkat hukum alam semesta ini, mungkin kita bisa mendapat peluang untuk memahami salah satu tekniknya dan menstabilkan fondasi kita."

Ketiga pangeran itu pun terdiam, menatap cakrawala dengan konsentrasi penuh.

Kembali ke medan pertarungan di pegunungan tandus.

Shen Boaxi berdiri melayang, mengusap debu dari kacamatanya dengan santai. "Mari kita mulai, Archduke. Aku akan memberimu tekanan yang kau minta."

TRANG!

Seketika, suara rantai tak kasat mata bergema di udara. Shen Boaxi mengunci ruang dalam radius jutaan kilometer persegi di sekitar Wu Xuan. Udara mendadak menjadi sepadat baja. Hukum spasial dihentikan total; Wu Xuan tidak bisa menggunakan teleportasi atau merobek dimensi untuk menghindar. Ia dikunci dalam arena fisik absolut.

"Bagus. Inilah yang kucari," gumam Wu Xuan, senyum tirannya mengembang. Zirah emas otomatisnya kembali bermanifestasi, menyelimuti tubuhnya dengan cahaya ilahi, dan jubah putihnya berkibar menahan gravitasi yang mulai mengamuk.

Shen Boaxi mengangkat tangan kanannya ke udara. Niat spiritual dari ahli Tribulasi Dunia itu meledak. Ia menggunakan teknik yang baru saja ia ajarkan kepada para prajuritnya.

"Teknik Peratama Fajar Suci: Telapak Tangan Buddha Emas!"

Langit di atas pegunungan itu langsung berubah menjadi lautan emas murni. Awan-awan menguap seketika. Dari balik atmosfer wilauah selatan Great Yan, sebuah manifestasi telapak tangan raksasa yang terbuat dari esensi cahaya suci turun dengan perlahan namun mematikan.

Ukuran telapak tangan itu tidak masuk akal. Ia memiliki panjang mencapai empat juta kilometer! Melihat telapak tangan seukuran gugusan planet fana yang perlahan turun ke arahnya, batin asli di dalam tubuh Wu Xuan terkekeh geli.

'Efek visual yang begitu megah,' monolog Wu Xuan dengan humor gelapnya. 'Ini benar-benar mengingatkanku pada adegan film Sun Wukong yang ditekan oleh Buddha di bawah Gunung Lima Jari. Bedanya, aku bukan monyet. Dan Aku adalah naga yang akan menelan tangan Buddha itu!'

"HAAAH!"

Wu Xuan melepaskan aumannya. Ia tidak menghindar. Ia mengaktifkan Avatar Dharma miliknya.

Sebuah pilar cahaya biru dan emas meledak dari titik pijakannya, menghancurkan pegunungan tandus di bawahnya menjadi debu sub-atomik. Tubuh Wu Xuan membesar dengan kecepatan gila. Avatar Dharma-nya bermanifestasi sepenuhnya, sesosok avatar berzirah emas yang tingginya mencapai tiga juta kilometer.

Avatar raksasa Wu Xuan mengangkat kedua tangannya ke atas, menyambut turunnya Telapak Tangan Buddha Emas yang satu juta kilometer lebih besar darinya.

BLLLLAAAAAMMM!!!

Benturan pertama terjadi! Gelombang kejut sonik merobek atmosfer benua, menciptakan badai elektromagnetik yang menyapu ke segala penjuru. Kekuatan telapak tangan itu memaksa lutut Avatar Dharma Wu Xuan sedikit menekuk. Tekanan dari kultivasi Tribulasi Dunia benar-benar di luar nalar. Ia merasa otot-otot energi pada Avatarnya dipaksa memadat, di-press layaknya besi di bawah palu godam raksasa.

Pondasi kultivasi Wu Xuan yang tadinya mengambang liar, kini mulai terkompresi dan mengeras akibat tekanan ini. Ini adalah rasa sakit yang nikmat bagi seorang kultivator.

"Teruskan, Tetua Shen! Ini belum cukup!" teriak Wu Xuan, suaranya bergema menembus langit, menciptakan badai di telinga mereka yang mendengarnya dari kejauhan.

Mendengar provokasi itu, Shen Boaxi mendengus pelan, sebuah senyuman tertantang muncul di bibirnya. "Pak tua yang sombong. Baiklah, mari kita lihat seberapa keras tulang punggungmu, jangan salahkan aku jika kau nanti tidak bisa berdiri tegak."

Shen Boaxi memutar pergelangan tangannya di udara.

WUUUNGGG!

Telapak Tangan Buddha Emas di langit itu membesar secara gila-gilaan, menyerap energi ortodoks dari alam semesta. Dari empat juta kilometer, telapak tangan itu membengkak menjadi sepuluh juta kilometer! Beratnya kini tidak bisa diukur oleh matematika dunia ini. Saat telapak tangan itu menekan lebih ke bawah, ruang di sekitarnya melengkung. Gunung-gunung di kejauhan yang ukurannya sebesar matahari alam bawah hancur berkeping-keping hanya karena tekanan spiritual yang bocor. Para beast spiritual dalam radius jutaan mil melolong ketakutan, meringkuk di dasar daratan, mengira kiamat telah tiba.

Adegan itu terlihat sangat jelas dari kejauhan. Ketiga putra Wu Xuan nyaris lupa bernapas melihat langit sepenuhnya digantikan oleh tangan emas raksasa yang menekan Avatar Dharma ayah mereka.

Di bawah telapak tangan 10 juta kilometer itu, Avatar Dharma Wu Xuan mulai retak. Tekanannya sudah mencapai batas kritis. Namun, di titik inilah kejeniusan Wu Xuan dalam memanipulasi elemen akar spiritualnya bersinar.

'Air tidak memiliki bentuk baku. Ia mengalir, ia membelah, dan ia beradaptasi,' batin Wu Xuan dengan kejernihan absolut. 'Jika dua tangan tidak cukup untuk menahan langit, maka aku akan menciptakan tangan yang baru!'

Wu Xuan memusatkan Akar Spiritual Samudra Terdalam-nya. Ia tidak memanggil sihir baru, melainkan memanipulasi komposisi padat dari Qi yang membentuk Avatar Dharma-nya.

CRAAAK! CRAAAK!

Dari bagian punggung Avatar Dharma berzirah emas setinggi tiga juta kilometer itu, energi biru lautan meledak keluar. Energi itu memadat, membeku, dan mengkristal dengan kecepatan cahaya, membentuk empat lengan raksasa tambahan!

Kini, Avatar Dharma Wu Xuan memiliki enam lengan, memanifestasikan wujud Dharma Ashura!

Keenam lengan raksasa itu mengepal menjadi tinju, menarik energi dari alam mikro di dalam dantiannya. Seluruh ruang di sekitar tinju-tinju itu retak.

"PECAH!" raung Wu Xuan.

Keenam tinju Dharma Asura itu meninju ke atas secara serempak, menghantam tepat di pusat Telapak Tangan Buddha Emas yang seukuran 10 juta kilometer.

KABOOOOOOOOOOOOMMM!!!

Ledakan masif yang terjadi membutakan mata seluruh makhluk di belahan wilayah tersebut. Cahaya keemasan dan biru laut dalam bertabrakan, menciptakan ledakan supernova di atmosfer Tianlan.

Di bawah kekuatan brutal dan fokus dari enam tinju Asura yang ditenagai oleh esensi air terpadat, Telapak Tangan Buddha Emas milik Shen Boaxi—yang merupakan teknik dari ahli Tribulasi Dunia—mulai retak. Retakan itu menyebar layaknya jaring laba-laba raksasa di langit, dan akhirnya... hancur berkeping-keping menjadi hujan cahaya emas yang mengguyur daratan!

Shen Boaxi terhuyung mundur setengah langkah di udara. Mata di balik kacamata putihnya terbelalak lebar, dipenuhi oleh keterkejutan yang nyata.

Meskipun ia sama sekali tidak menggunakan kekuatan penuh atau niat membunuh, tekniknya baru saja dihancurkan secara paksa oleh seorang kultivator yang berada satu ranah penuh di bawahnya! Wu Xuan tidak hanya menahannya, ia menghancurkannya!

Avatar Dharma Wu Xuan perlahan menyusut dan lenyap. Zirah emas otomatisnya kembali menutupi tubuh manusianya. Ia melayang santai di udara, menarik napas panjang. Seluruh energinya yang tadinya liar kini telah padat dan stabil sempurna. Pondasi Primordial Suci Puncak-nya kini sekokoh inti galaksi.

"Benar-benar bakat yang sangat langka," gumam Shen Boaxi, terbang perlahan mendekati Wu Xuan sambil menepuk tangannya, memberikan tepuk tangan yang tulus. "Kekuatan fondasimu dan adaptasi elemenmu sangat unik namun mengerikan. Berapa umurmu sebenarnya, Archduke Xuan?"

Wu Xuan yang kini auranya stabil, membersihkan sedikit debu dari bahunya dan menjawab dengan santai.

"Usiaku? Ah... mungkin sekitar empat ratus dua puluh atau empat ratus tiga puluh tahun. Aku berhenti menghitung sejak terobosan terakhirku puluhan tahun lalu." Sebuah kebohongan yang wajar bagi pemilik tubuh asli, meskipun jiwa di dalamnya baru berumur 24 tahunan.

Langkah Shen Boaxi di udara terhenti sejenak. "Empat ratus... dua puluh?!"

Bahkan bagi ahli ortodoks yang selalu menjaga ketenangan, angka itu adalah sebuah tamparan kultivasi. "Kau hampir mencapai titik sentuh Ranah Tribulasi Dunia di usia kurang dari lima ratus tahun?! Itu bukan sekadar bakat langka, Archduke. Bahkan di Kekaisaran Fajar Suci kami—para Saint yang mencapai puncak biasanya berusia antara tujuh ratus hingga delapan ratus tahun. Bahkan banyak yang baru mencapainya di usia seribu tahun!"

Shen Boaxi memandang Wu Xuan dengan tatapan yang sepenuhnya berubah. Pria ini bukan lagi sekadar raja lokal baginya; pria ini adalah bos monster yang ditakdirkan untuk mengguncang puncak rantai makanan.

Tanpa basa-basi, Shen Boaxi merogoh cincin spasialnya dan melemparkan sebuah plat giok emas murni yang diukir dengan lambang matahari dan pedang bersilang milik Kekaisaran Fajar Suci.

Wu Xuan menangkap plat itu dengan dua jari.

"Masa depanmu sangat cerah, Archduke," ucap Shen Boaxi dengan nada yang jauh lebih akrab dari sebelumnya. "Aku memberimu plat itu sebagai tanda persaudaraan pribadi. Jika suatu saat kau berkunjung ke benua dalam dan memasuki wilayah Fajar Suci, plat itu akan membuka banyak pintu. Lagi pula, umur kita tidak berbeda jauh... hanya selisih sekitar dua ratus tahunan. Tidak perlu terlalu formal padaku."

Di dalam hati, sifat asli Wu Xuan itu langsung memberikan komentar sarkastik yang luar biasa humoris.

'Tidak berbeda jauh matamu, kakek tua!' gumam Wu Xuan dalam hatinya, menahan tawa geli. 'Umurmu pasti sudah enam ratus tahun lebih, kau bilang tidak beda jauh dengan pria berumur empat ratus tahun? Di duniaku, perbedaan dua ratus tahun itu adalah selisih antara revolusi industri dan era smartphone, sialan! Dasar boomer kultivasi.'

Namun, di luar, Wu Xuan menampilkan wajah seorang bangsawan yang sangat tersentuh oleh kehormatan tersebut. Ia menyimpan plat giok itu ke dalam jubahnya dan membungkuk sedikit dengan elegan.

"Terima kasih banyak atas bimbingan dan pelajaran berharganya hari ini. Saya, Wu Xuan, merasa berhutang budi pada kebaikan Tetua Shen Boaxi," ucap Wu Xuan diplomatis.

"Ah, Saudara Xuan, tidak perlu sekaku itu," Shen Boaxi tertawa hangat, merasa berhasil mengikat hubungan dengan jenius masa depan. "Kita tidak berbeda jauh. Panggil saja aku Saudara Shen."

"Kalau begitu, aku tidak akan sungkan, Saudara Shen," balas Wu Xuan dengan senyum mematikan andalannya. "Aku masih memiliki banyak urusan administrasi wilayah yang harus diselesaikan setelah terobosanku. Jadi, aku mohon undur diri terlebih dahulu. Semoga perkemahanmu di selatanku terasa nyaman."

"Tentu, silakan, Saudara Xuan."

Wu Xuan memutar tubuhnya, merobek ruang dimensi, dan menghilang dari pandangan, meninggalkan Shen Boaxi yang masih berdecak kagum menatap langit kosong.

Sementara diplomasi dan unjuk kekuatan yang elegan terjadi di Selatan, di tempat lain, ketakutan sedang memakan kewarasan sebuah kekaisaran.

Pepatah mengatakan: Gerbang yang tertutup rapat tidak menutup kemungkinan adanya semut yang menyusup.

Meskipun Wu Xuan telah menutup akses informasi dan memonopoli kekuasaannya, faksi Kekaisaran Great Yan bukanlah organisasi buta. Melalui jalur para pedagang keliling, serikat mata-mata bayaran, dan riak-riak dari pertarungan Dharma Avatar yang baru saja terjadi, potongan-potongan informasi krusial akhirnya menyusup masuk ke Ibukota Pusat.

Di dalam Istana Musim Dingin Ibukota, di ruang rahasia milik Ibu Suri Yan Mei'er.

Ruangan itu sangat redup, hanya diterangi oleh lampion berdarah. Ibu Suri Yan Mei'er duduk di balik tirai mutiara, jemarinya yang lentik dan dipenuhi cincin pusaka gemetar saat ia membaca gulungan laporan dari kepala jaringan mata-mata kekaisaran yang berlutut di luar tirai.

Informasi itu telah disaring kebenarannya, dan setiap kalimatnya adalah mimpi buruk.

"Kau yakin dengan laporan ini?" suara Ibu Suri bergetar, kehilangan nada angkuhnya yang biasa. "Wu Xuan... belum genap satu bulan sejak ia melangkah ke ranah Primordial Suci tahap awal... dan kini ia telah menembus hingga ke tahap Puncak?!"

"Benar seratus persen, Yang Mulia Ibu Suri," jawab agen mata-mata itu dengan dahi menyentuh lantai. "Saksi mata kami melihat sendiri fluktuasi tribulasinya tadi malam. Dan yang lebih mengerikan... pagi ini, ia terlihat melakukan sparring dengan Tetua Agung dari Kekaisaran Fajar Suci. Utusan faksi raksasa itu seolah... sedang memberikan bimbingan dan perlindungan padanya!"

Laporan mata-mata selalu rentan terhadap interpretasi yang salah. Melihat Shen Boaxi menahan diri dan tertawa bersama Wu Xuan setelah pertarungan, para mata-mata menyimpulkan bahwa Kekaisaran Fajar Suci mendukung dan mem- backing Keluarga Wu!

Itu adalah kesimpulan yang salah, tetapi sangat mematikan bagi psikologis musuh.

"Bimbingan dari Fajar Suci..." Ibu Suri Yan Mei'er bergumam kosong. Tasbih giok di tangannya nyaris retak karena cengkeramannya. "Binatang buas dari Selatan itu tidak hanya bertumbuh taring, dia kini telah menemukan tuan baru dari benua dalam."

Kepanikan absolut melanda wanita paling berkuasa di Great Yan itu. Wu Xuan yang berada di Ranah Kuno adalah ancaman politik. Wu Xuan di tahap awal Primordial adalah bibit pemberontak yang berbahaya. Tetapi Wu Xuan di tahap Puncak Primordial, yang didukung oleh faksi benua dalam? Itu adalah kehancuran perlahan bagi dinasti Yan.

Ibu Suri bangkit berdiri, napasnya memburu. Ia tidak bisa lagi mengandalkan Kaisar Yan Tian yang terlalu berhati-hati dan lembut.

Ia berjalan menuju meja kerjanya yang terbuat dari kayu kuno, mengambil kuas yang dicelupkan ke dalam tinta darah naga bumi. Dengan tangan yang sedikit bergetar karena teror akan masa depan, ia mulai menulis sebuah surat rahasia.

Surat itu tidak ditujukan kepada jenderal atau menteri mana pun. Surat itu ditujukan kepada Leluhur Agung Great Yan—monster tua dari garis keturunan keluarga Yan yang telah mengasingkan diri di dasar jurang kekaisaran selama ratusan tahun yang telah menembus Tribulasi Dunia.

Dalam kaligrafi yang dipenuhi keputusasaan, Ibu Suri menulis baris kalimat terakhirnya:

"...Anjing Selatan itu tidak bisa lagi dikendalikan. Jika kita tidak segera keluar dan mendisiplinkannya sekarang juga, Wu Xuan tidak hanya akan merusak hierarki kekaisaran yan agung... dia akan membentuk kekaisaran di dalam kekaisaran ini. Kumohon, Leluhur, bantulah keturunanmu."

Bersambung.....

Perbandingan avatar dharma : Bumi

1
Fajar Fathur rizky
cepat bikin bab 48 bikin wuxuan dapat hadiah besar thor protagonis itu gagal
Fajar Fathur rizky
thor gambar yan meli mana thor
EGGY ARIYA WINANDA: Nanti kalau wu xuan udah pulang ke selatan dinasti.
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 46
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 45 thor
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan licik orang yang mau meracuni klanya bikin bantai bikin orang yang mau meruntuhkan tambang spritual juga di bantal semua sampai tak tersisa bikin faksi ibu kota ketakutan bikin wuxuan meracuni semua anggota Kekaisaran great yan termasuk kedua leluhur itu bikin ranah kultivasi mereka turun sampai ranah primordial suci tahap awal bikin mereka menua
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan bikin pil racun yang menurunkan ranah kultivasi kedua leluhur itu sampai ranah primordial suci tahap awal thor bikin wuxuan licik
Fajar Fathur rizky
bikin semua orang yang di suruh itu mati oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
yan maier yang ada elu yg bakal di taklukkan oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
bikin Kekaisaran great yan bangkrut thor
Fajar Fathur rizky
bikin nanti bantai leluhur itu dan kaisar Kekaisaran great yan dengan cara paling kejam thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin wuxuan bantai para pembunuh itu dengan cara paling kejam thor bikin tubuh mereka jadi makanan hewan kontraknya
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor bab 44 thor
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 43 thor
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi wuxuan sampai ranah tinggi thor pengen liat dia bantai kaisar Kekaisaran great yan termasuk dua leluhur itu dan taklukin ibu suri itu thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin ranah kultivasi yan dobu dan yan chaoran turun sampai ranah primordial suci tahap awal
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 43 thor
Fajar Fathur rizky
nanti jika wuxuan jika sudah berada di ranah tribulasi dunia tahap puncak bantai kedua leluhur Kekaisaran great yan itu dengan cara paling kejam Dan keji thor
Fajar Fathur rizky
chapter 42 bikin wuxuan kejam kepada musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yantian dengan cara paling kejam mati di tangan rakyatnya sendiri
Fajar Fathur rizky
cepat bikin wuxuan bantai kaisar dan kedua leluhur Kekaisaran great yan dengan cara licik memberikan racun yang membuat ranah kultivasi kedua leluhur Kekaisaran great yan turun begitu juga ranah kultivasi kaisar yan turun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!