Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ais
Hari yang melelahkan
Ketika pagi menyapa hati Ais saat ini tidak sabar untuk segera menjalani hari .
Dimana hari ini adalah hari pertama Ais kerja.
Yah meskipun kerja di tanah rantau di negri orang . Yang lebih sering di sebut negri Upin Ipin.
Pagi pagi para pekerja sudah poling pagi ( apel pagi sekalian absen)
" Ok . Pagi kita nak mula kan kerja dekat blok """jadi makcik pakcik kena siap" ee . " Ucap salah 1 staf kami . Yang biasa disebut dengan keranik .
Saya bekerja di salah 1 perusahaan yang ada di negri Jiran
Tiba-tiba teman satu Genk ku memanggil .
"Ais cepat lha tuan dah tunggu dah tu." Teriaknya ketika saya lagi di kamar mandi.
" Oya iya tunggu saya lagi siap " Jawab Ais dari dalam kamar nya
Dengan langkah setengah berlari Ais menyusul mereka.
Singkat cerita
'''
Sampai nya Ais di tempat kerja sontak kaget' karena pekerjaan nya diluar dugaannya. ' kok kerjanya di hutan sih .?? Pikir Ais dalam hati.
Kok saya di sini sendiri ya Allah kuatkan aku.'
Doanya dalam hati .
Setelah sampai di blok yang dituju Ais bingung mau kerja apa . Ais duduk seperti orang lagi linglung .
Bayangkan aja Ais berada ditempat asing . Di tengah hutan sendiri pula.
"Huft kenapa nasibku miris amat yah .?? "
Guman Ais dalam hati. " Saya pikir mi juga kerja enak . Eehh malah ditingalkan di hutan sendiri lagi. Hemmmm" sambil melamun tak sadar mata Ais berkaca-kaca .
Beberapa jam kemudian datanglah pengawas kerja kami yang di panggil tuan .
" amoy kenapa seorang je .? Mana yang lain? " Tanya nya . Lalu dia berkata lagi " sini mari saya hantar dekat kawan-kawan kamu dekat blok sebelah , jom!!".
Amoy ( panggilan untuk anak gadis)
Akhirnya lega lha perasaan Ais ketika staf datang .
Ais pikir akan nyasar .
Waktu terus berlalu tak terasa sampai lha jam akan pulang ke basecamp .
Untuk pulang harus menempuh jarak sekitar lima kilo meter . Sampai di basecamp pun Ais tidak langsung istirahat. Karena harus ikut lori (truk pengangkut buah sawit ) menuju sungai untuk mandi.
Mandi beramai ramai .
Dan seru seruan bersama teman yang berasal dari negara yang sama dengannya (Indonesia) hanya beda suku. Ais jadi merasa risih bila harus mandi bersama .
" Ihk ada ada saja masa mandi sama sama dengam laki-laki .? " Gumannya dalam hati.
Masih larut dalam pikiran tiba tiba ada yang tegur ." Mandi lha mbak ee . Ndak apa apa kok mandi aja .. kita Ndak gangguin kok mbak. . " Lanjut nya lagi .
" Malu mas ., Masa mandi gitu amat ?? " Kata Ais
Diapun menjawab " yah memang gitu kalau disini mbak . Kalau Ndak hujan mandi yah disungai kaya gini " dia lalu mengulurkan tangannya sambil berucap " aku Dedy . Orang Jawa . Mbak dari mana ? Kendari apa Jawa juga?" Tanya nya.
Ais menoleh lalu menjawab" Ais . Orang muna . " Tanpa menyambut uluran tangannya
" Oh baru berapa hari emangnya mbak kesini? Sendiri aja gitu Ndak ada keluarga ? "
" Iya mas , saya kesini sendiri tanpa keluarga . Bahkan Ndak minta ijin Sama keluarga . Hehehe " jawab Ais sambil nyengir malu.
Karena keasyikan ngobrol ais tidak jadi mandi. .
Setelah itu kami semua pulang . Karena ais tidak jadi mandi . Sampai di kamar badan ais gatal- gatal . Sampai tidak bisa tidur.
" Ya Allah gini amat nasibku . Sudahlah kerjanya sulit amat . Mandinya susah
Sekarang badanku pada gatal gatal lagi.
" Guman Ais lagi .
Ditengah malam tiba- tiba hujan turun.
" Alhamdulillah ya Allah akhirnya aku bisa mandi juga" Guman Ais sambil tersenyum .
Keesokan harinya pagi-pagi ada pemberitahuan bahwa orang yang baru sampai harus di medical check up.
Tiba-tiba Ais berpikir " berarti ke klinik di ambil darahku nanti pakai jarum ?"
Tanpa basa basi Ais langsung bertanya" tuan kalau medical check up itu pakai jarum kan tuan?"
" Iya lah amoy " jawabanya santai
****
Ais gelisah bahkan sampai gemetar memikirkan bagaimana medical cek up.
Ais langsung ketakutan . Karena phobia dengan jarum suntik. Namun mau tak mau Ais harus menjalani nya . Karena itu sudah prosedur .
Pada saat itu Ais berangkat berlima . Hanya Ais satu satunya perempuan.
Sampai di klinik mereka mengantri menunggu giliran
Tak lama kemudian sampailah giliran Ais. .
" Aisha Putry khanaya " perawat itu memanggil namanya
Ais berdiri dan di arahkan menuju ruangan Radiologi.
Sampai didalam Ais ketakutan dan berkeringat dingin kalah melihat jarum itu.
Ais berkata .," Dok. Bolehkah saya keluar dulu .? "
Dokter itupun menjawab . " Kalau puan belum siap, esok ajalah sekali. Tapi kena bayar , kompeni tak nak tanggung lagi ." ucap nya dengan nada datar.
Ais jadi berpikir uang dari mana coba . Kerja baru sehari .
Dengan terpaksa Ais pun menyetujui nya.
" Baiklah dok. " jawabannya dengan pasrah" hari ini saja . Esok aku kerja ."
Ais pun mk
Menutup mata tak ingin melihat jarum suntikan yang di tusukan di lengan kirinya
Beberapa waktu kemudian dokter itu berkata
" Puan boleh bukan mata puan. Dah siap" ujarnya.
Ais sedikit terkejut dan merasa heran " kok tidak sakit yah ,?" Tanya Ais dengan wajah polosnya
Dokter pun menjawab dengan sabar. " Mana ada sakit puan. Inikan jarum kecil sangat . "
Dengan hati lega Ais keluar dari ruangan itu
Tidak lama kemudian semuanya sudah selesai dari cek darah , dan cek urin bila lulus medical . Maka 5 hari kedepan akan di lakukan radiologi . ( X-ray )
Jika lulus tahap ini maka kami semua dinyatakan lulus tahap ini.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam sebelas siang. Maka kami siap siap untuk pulang lagi keladang .
*********
Pagi pun menyapa aktifitas seperti biasanya
Bangun jam 4 pagi untuk membuat bekal untuk dibawa ketika bekerja .
Menunggu lory (truk pengangkut buah sawit)
Di depan rumah untuk mengantarkan kami berangkat bekerja .
Karena ada beberapa teman yang bekerja di tempat yang sama . Jadi mereka menunggu di depan rumah.(basecamp)
Sedang asyik melamun Ais di kagetkan denga suara tiba tiba dia berkata "mbak Ndak usah melamun begitu mbak!
Beginilah nasib anak rantau . . Harus sabar mbak. Yang kuat, memang begitu kalau merantau . Harus kuat tahan rindu. " Ucapnya
Lalu duduk di samping Ais tanpa permisi
" Iya mas . Makasih " jawab Ais pelan tanpa menoleh padanya.
" Orang baru yah"? Lanjutannya lagi.
Ais hanya menganggukkan kepala.
" Iya mas , baru pertama kali merantau " jawab Ais apa adanya.
" Emang keluarga ijinin gitu?"
" Ndak ada yang tau aku disini mas" jawab Ais dengan nada sendu
" Lho kok bisa mbak"? Dia menatap Ais dengan pandangan yang sulit di artikan.
Lalu dia berucap " memang keluargamu tidak menghawatirkanmu ?"
Ais hanya menggeleng kan kepala pelahan.
. Tak lama kemudian orang yang mengantarkan mereka pun tiba. Tanpa mengatakan apapun Ais langsung bergegas naik.
Sampai di tempat kerja Ais melakukan kerja seperti biasa . Mengumpulkan biji sawit yang rontok dari tandannya .
Tak terasa sudah waktunya pulang .
" Alhamdulillah banyak yang aku dapatkan . Lumayan lha " ucap Ais dengan wajah berseri-seri
*******
Setelah beberapa hari kerja Ais sudah mulai terbiasa dengan aktivitas nya .
Yang awalnya ais merasa berat menjalankan nya. Sekarang seakan terbiasa .
Bahkan majikan nya sangat mengapresiasi hasil kerja Ais . Karena memenuhi target .
Hari hari Ais lewati tanpa terasa sudah sebulan Ais tinggalkan keluarga .
Rasa rindu pun mulai hadir dalam hati.
Hello guys
Ini Novel ke 3 rilis di novel toon.
Silahkan tinggalkan komentar,, untuk mendukung author.
Jika ada kata kata yang tidak tepat,,, silahkan beri tahu 🥰🥰🥰🥰