NovelToon NovelToon
The Adgof

The Adgof

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romantis / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Setelah kecelakaan tragis empat tahun lalu, Lyodra Taylor terbangun dari koma panjang di Chicago dalam keadaan amnesia total. Keluarganya, yang menyimpan dendam dan mengira kecelakaan itu adalah sabotase bisnis, memilih memalsukan kematian Lyodra dan menghapus seluruh masa lalunya—termasuk rahasia bahwa ia sempat hamil dan keguguran saat kecelakaan terjadi.
Di sisi lain, Archello Dominic, sang kekasih yang hancur karena mengira Lyodra telah tiada, berubah menjadi pria yang dingin dan menutup diri. Di bawah tekanan ibunya, Archello terpaksa bertunangan dengan Oliver Bernardo, seorang gadis baik hati yang tidak tahu apa-apa tentang konspirasi besar di balik perjodohan mereka.
Tanpa mereka sadari, kecelakaan itu sebenarnya adalah skenario manipulatif kakek Oliver demi ambisi bisnis keluarga. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang membeku dan kebohongan yang rapi tersusun, Archello mulai berjuang antara kesetiaannya pada memori Lyodra atau membuka hati bagi ketulusan Oliver.

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

Mansion Dominic yang biasanya tenang oleh aturan-aturan kaku, malam ini berubah menjadi medan perang. Suara perdebatan di lantai atas menggema hingga ke aula utama, membuat para pelayan menunduk ketakutan, tak berani mengangkat wajah.

Pemicunya adalah sebuah perintah mutlak dari Nenek Hera. Dengan dalih "keamanan janin" dan "kesehatan reproduksi trimester pertama", ia telah memerintahkan empat pelayan pria untuk memindahkan barang-barang pribadi Archello ke kamar di sayap kanan, tepat di seberang kamar utama yang kini ditempati Lyodra sendirian.

"Ini demi kebaikan pewarisku, Archello!" suara Hera meninggi, tidak goyah meski cucunya menatapnya dengan mata yang berkilat penuh amarah. "Kau terlalu agresif. Dokter bilang Lyodra butuh istirahat total, dan kehadiranmu di ranjang yang sama hanya akan memicu gairah yang membahayakan kandungan itu. Tidurlah di kamar sebelah sampai masa rawan ini lewat."

Archello berdiri di depan pintu kamar istrinya yang kini dikunci dari luar oleh pengawal pribadi Hera. Wajahnya yang biasanya sedingin es kini memerah, rahangnya mengeras hingga otot-otot lehernya menonjol.

"Buka pintunya, Nek," desis Archello. Suaranya rendah, namun mengandung ancaman yang sanggup membekukan darah siapa pun.

"Tidak sebelum kau berjanji untuk pindah ke kamarmu sendiri," sahut Hera sambil melipat tangan di dada.

Kesabaran Archello habis. Segala protokol, hormat, dan tata krama yang selama ini ia junjung tinggi demi nama besar Dominic menguap begitu saja. Baginya, memisahkan dia dari Lyodra di saat istrinya sedang mengandung adalah penghinaan terbesar terhadap perannya sebagai suami dan pelindung.

BRAKK!

Archello menghantamkan tinjunya ke pintu kayu jati yang kokoh itu. Bunyinya begitu keras hingga membuat pot bunga di koridor bergetar. Tidak berhenti di situ, Archello menendang bagian bawah pintu dengan kekuatan penuh, menciptakan retakan pada panel kayu yang mahal tersebut.

"Archello! Hentikan kegilaan ini!" teriak Beatrice yang baru saja naik ke lantai atas, tampak pucat melihat putranya yang sudah seperti kesurupan.

Archello tidak mendengar. Ia kembali menghantamkan bahunya ke pintu, mencoba mendobrak paksa kunci elektronik yang dipasang neneknya. Lyodra di dalam kamar mulai terisak, memanggil nama Archello dengan suara gemetar, yang justru semakin membakar kemarahan Archello.

"BUKA PINTUNYA SEKARANG, ATAU AKU AKAN MEMBAKAR SELURUH MANSION INI!" raung Archello.

Nenek Hera yang tadinya tampak sangat berkuasa, mendadak terdiam. Ia mundur satu langkah saat melihat Archello berbalik menatapnya. Mata cucu kesayangannya itu tidak lagi menunjukkan kasih sayang; yang ada hanyalah kemurkaan yang murni dan gelap.

Archello melangkah mendekati Nenek Hera. Para pengawal yang berdiri di samping Hera ragu-ragu untuk maju; mereka tahu Archello bukan pria yang bisa dihentikan dengan mudah jika sudah dalam kondisi seperti ini.

Archello berhenti tepat beberapa inci di depan wajah neneknya. Napasnya memburu, memburu aroma permusuhan yang pekat.

"Apa nenek benar-benar ingin menguji kesabaranku sejauh ini?" tanya Archello dengan nada yang sangat tajam. "Nenek bilang ini demi keamanan janin? Nenek ingin menjaganya dengan cara menyiksa ibunya secara psikologis?"

Hera mencoba membuka mulutnya untuk membela diri, namun Archello memotongnya dengan kalimat yang membuat seluruh orang di koridor itu mematung.

"Katakan padaku, Nek... Apa nenek mau melihatku meniduri istriku di depan mata nenek langsung sebagai pembuktian bahwa tidak ada satu pun orang di dunia ini—termasuk nenek—yang bisa melarangku menyentuh milikku sendiri?"

Wajah Nenek Hera mendadak pucat pasi. Ia terbelalak, kehilangan kata-kata. Keberanian Archello untuk mengucapkan kata-kata sevulgar dan seberani itu di depan sang matriark keluarga adalah tanda bahwa otoritas Hera telah runtuh sepenuhnya.

"Archello! Jaga bicaramu!" Beatrice berseru ngeri.

"Aku tidak bercanda, Mom," Archello menoleh ke arah ibunya tanpa melepaskan tatapan tajamnya dari Hera. "Jika malam ini pintu ini tidak terbuka, besok pagi kalian akan menemukan kami sudah pergi dari sini. Dan aku bersumpah, kalian tidak akan pernah melihat cucu itu lahir, karena aku akan membawanya sejauh mungkin hingga ke ujung dunia yang tidak bisa kalian jangkau."

Hera terdiam seribu bahasa. Ia melihat api di mata Archello dan ia sadar: jika ia terus memaksakan kehendaknya, ia akan kehilangan segalanya—cucunya, pewarisnya, dan kehormatan keluarganya.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Hera merogoh saku gaunnya dan mengeluarkan kartu akses kunci kamar tersebut. Ia memberikannya kepada Archello tanpa berani menatap mata cucunya lagi.

"Ambil ini," bisik Hera parau. "Lakukan sesukamu. Tapi jika terjadi sesuatu pada anak itu..."

Archello menyambar kartu itu dengan kasar. "Tidak akan terjadi apa-apa padanya selama orang-orang di rumah ini berhenti mencampuri urusan ranjangku."

Archello segera menempelkan kartu itu ke sensor. Begitu pintu terbuka, ia langsung masuk dan membantingnya kembali hingga tertutup rapat. Ia menemukan Lyodra yang sedang duduk meringkuk di atas tempat tidur, wajahnya basah oleh air mata.

Tanpa berkata apa-apa, Archello menghampirinya dan menarik istrinya ke dalam pelukan yang sangat erat. Ia membelai rambut Lyodra, mencoba menenangkan detak jantung istrinya yang berpacu cepat karena ketakutan.

"Sstt... tenanglah, Ay. Aku di sini. Tidak ada yang akan memisahkan kita," bisik Archello lembut, sangat kontras dengan suaranya yang menggelegar beberapa menit lalu.

Lyodra memeluk leher Archello dengan sangat kencang. "Aku takut, Ello... Nenek terlihat sangat marah."

"Biarkan dia marah," Archello mencium kening Lyodra dengan penuh janji. "Mulai malam ini, tidak akan ada pengawal di depan pintu kita. Tidak ada aturan konyol. Kita akan menjaga bayi ini dengan cara kita sendiri."

Archello merebahkan tubuhnya di samping Lyodra, menarik selimut untuk menutupi mereka berdua. Ia memegang perut Lyodra yang masih rata dengan posesif, seolah-olah tangannya adalah perisai yang paling kuat di dunia.

Di luar, koridor Mansion Dominic kembali sunyi, namun semua orang tahu bahwa keseimbangan kekuasaan di rumah itu telah berubah selamanya. Sang pewaris telah menunjukkan taringnya, dan ia tidak akan ragu untuk menghancurkan apa pun demi melindungi cinta dan buah hatinya.

🌷🌷🌷🌷

1
Meris
suka dgn karakter Alexander Dominic
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Meris
Suka dgn ketegasan Ello...sbg suami yg bertanggungjawab.
winpar
gmna yh pertemuan mreka????
winpar
smkin seru thor 🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya selalu aj bgus 🥰😍
ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
winpar
seru🥰😍
winpar
kk cerita ini msih lnjut kn kk????
ros 🍂: masih kak🙏
total 1 replies
winpar
smga cinta elo dan lyodra kuat mnghdpi neneknya yg jhat
Amy Chacha
sangat suka dengan alur ceritanya gk bertele2 dan kasian lyodra thor pertemukan dengan ello thor kasian lyodra thor
ros 🍂: Sabar kak ini ujian 🤭🥰
total 1 replies
Amy Chacha
lanjut lagi thor up yang banyak
Amy Chacha
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!