NovelToon NovelToon
Antara Dua Pilihan Hati

Antara Dua Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Misteri / Perjodohan / Romantis / Pengantin Pengganti / Komedi
Popularitas:617
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Jadi Luna mau nih jadi pacarnya mas?." tanya Prasha yang masih dalam pelukan Aluna saat itu. Aluna yang masih memeluk erat Prasha main langsung mengangguk saja tanpa sadar karena saking paniknya.

"Iya mas Aluna mau yang penting mas jangan tinggalin Luna, jangan meninggal dulu, apalagi matinya dikolam ikan kesayangan Luna."

mendengar hal itu tentu saja Prasha yang awalnya semangat empat lima langsung meleyot lagi. Tapi Prasha belum menyerah. Ia langsung menekankan memastikannya lagi dan lagi.

Sedangkan yang ada di lantai atas sedang heboh taruhan dan merekam kehebohan diarea taman catur itu. "Ayo Luna buruan jawab lagi itu haish gemes banget sama ni orang." celetuk Arden sampai sedikit kesal sekaligus gregetan hingga tanpa sadar menggigit tangan Lola.

"ARDEEN SAKIT IKH!, lu kate tangan gue daging sapi apa main gigit aja!, lihat tuh sampai bertapak gini." kesal Lola memaki ARDEN.

"Sorry sorry La, gue gemes liat mereka tadi, gue kira si Darto." ucap Arden Sanjaya meminta maaf atas kekhilafannya pada Lola saat itu. Sambil mengusap lembut dan meniup bekas gigitannya.

Diarea taman, Lun seriusan nggak kamu terima saya jadi pacar kamu?."

"Iya mas yang penting mas jangan mati dulu apalagi dikolam ikan Luna."

"Yang penting kamu terima mas ya."

"Iya mas."

"Wei, Diterima siprasha di terima."

"Berarti happy ending ya, manadl yang tadi bilang bakal berakhir sedih, sini duitnya ke guein gue menang Wei!."

Darto langsung reflek sujud syukur saat itu dan bilang "Alhamdulillah bis Prasha tidak jomblo lagi ya Allah."

"Sumpah sih ini keren abis sekaligus penembakan terkocak yang gue liat ngakak abis patut di viralkan nggak nih guys?." ucap Lola.

"Sudah gue viralkan dong ini lihat gue lagi live streaming."

"Dasar dodol, pantesan lu anteng banget dari tadi Arsen hahaha."

"Sayang Den, moment langka Bos besar nembak cinta romantis berakhir tragis tapi akhirnya malah manis hahaha."

"Anjay Ea ea hahaha." semua langsung ngakak berjamaah.

Namun setelah melonggarkan pelukannya itu, melihat pada heboh dilantai atas, seketika Aluna terdiam membeku. Sambil mengingat apa.yamg barusan ia katakan.

"Mas tadi Luna bilang apa ya sama mas?."

"Please Lun, jangan tarik lagi ya, tadi kamu bilang kamu sayang sama mas, dan terima mas jadi pacar kamu."

"Masa sih mas?."

"Iya, seriusan, tuh saksi banyak, bener nggak temen temen?."

"Lun bukti ada nih rekaman, sama postingan dan live streaming semua orang tau Lun."

"Jadi resmi ya kita jadian."

"Ah iya Luna ingat sekarang."

"So berarti fix kita jadian ya?, kamu seriusan kan sayang sama saya?."

"Iya mas, Luna sayang sama mas?".

"Jadi diterima ya?."

"iya mas." jawab Luna menunduk malu. Dan tak lama,.."GUYS GUE DITERIMAAA!. GUE UDAH ENGHAK JOMBLOOO!."

Ia pun langsung menarik tangan Aluna dan kembali memeluknya. "Makasih ya Lun, tapi kencan pertama kita gagal Lun." "Enggak apa apa mas yang penting mas selamat." Semua langsung pada bersorak, dan Lola sibuk mengabadikan momen langka tersebut.

Sedangkan Rendra, tersenyum tipis dan mendekat ke arah Prasha menepuk bahunya. "jaga dia baik baik, kalo sampe sakitin dia gue bakal rebut dia."

"Pasti Dra,."

"Kalo si Prasha nyakitin sebelum elo yang ngejar bakal gue ambil lagi bro hahaha."

"Arsen, mau duel Luh sama gue hah!."

"Santai bro hahaha, belum apa apa udah panik duluan haha."

"Akhirnya Miss tidak peka ini sadar juga ya guys." celetuk Arden. Semua pada tertawa. Namun ditengah kehebohan dan keceriaan bersatu padu, diam diam Arden Sanjaya melirik ke arah Lola, sambil sesekali merapikan rambutnya agar terlihat tetap cool.

Ia pun berjalan perlahan ke arah Lola. "La, masih sakit nggak tangannya?."

""Sedikit mas."

""yaudah sebagai tanda permintaan maaf gue, gimana kalo besok kita shoping mau nggak?."

"widih, banyak duit nih, boleh lah enggak nolak Lola, tapi sebelum kesana boleh nggak Lola ajak adek Lola."

"Boleh dong la."

Alih alih hanya satu orang Ade, Arden malah tertampar kenyataan yang dimaksud Lola adalah Adek adek yang dia anggap adik sendiri di sebuah panti asuhan. Arden memijat pelipisnya rencana kencannya gagal total. Ia hanya bisa elus dada dan menarik nafas pasrah.

"Aluna Mss ga peka sudah tak ada, terbitlah Lola, yang juga bikin elus dada." batin Arden.

Sedangkan Lola hanya tersenyum tanpa dosa dan memilah banyak barang maupun makanan dan kebutuhan lainnya yang diperlukan anak anak panti asuhan tersebut.

Dan mereka begitu bahagia menerima barang belanjaan Dnegan senyum ceria, sementara Arden menatap Lola dengan perasaan takjub. "La, gimana gue enggak naksir sama elo coba, dibalik gaya tomboy nyablak kayak elo tapi elo punya hati yang tulus, heran gue kok bisa Aluna dapetin teme setulus kayak elu la, limited edition." ucapnya dalam batin sambil iya tersenyum sambil tangannya sibuk membagikan belanjaan itu.

Sesekali Arden melirik Lola, dan keduanya pun sempat saling menatap singkat dan tak lama keduanya tersenyum bersamaan.

"Oke anak anak kak Lola sama kak Ardennya pamit dulu ya semoga kalian semua suka sama hadiah dari kak Arden."

"Terima kasih kak Arden, kak Lola kami jadi bisa sekolah dengan baju baru kami dan alat sekolah."

"Iya sama sama, dadah yang rajin belajarnya ya." Arden dan Lola melambaikan tangannya salam perpisahan pada anak panti dan berpamitan lebih dulu pada kepala yayasannya. keduanya pun menaiki mobil, Arden dengan sigap membukakan pintu pada Lola. "Thanks ya Mas, elo udah ajak mereka seneng seneng, meskipun bikin jebol duit elo haha."

"Enggak apa apa lLa, gue seneng malah, jadi dengan begitu gue bisa bantu mereka juga kan." ucap Arden sambil menyetir mobilnya.

Lola hanya mengangguk senyum. Namun tak lama, Ponsel Lola bergetar berkali kali. Ternyata yang menghubungi ialah Ayah Lola.

Seketika ekspresi Lola berubah, tidak ada ceria tidak ada tawa hanya rasa takut yangbarden lihat saat ini.

"I,..iya pak, ada apa telpon Lola?." tanya Lola pada sambungan telpon.

Entah ayahnya itu bilang apa padahal Lola, sampai akhirnya Lola panggilan berakhir, ia langsung banyak diam dan beberapa kali menyeka air matanya saat itu.

Seketika Arden dibuat khawatir, sebenarnya ada apa dengan Lola dan ayahnya, mengapa Lola sampai menangis dan ketakutan seperti itu. Banyak pertanyaan diotak Arsen saat itu. Dan tanpa sepengetahuan Lola, Arden mengirim pesan pada Arsen untuk menyelidiki keluarga Lola.

"Sen, urgent!, bales gue cepet!."✓®

"Kenapa brother?."✓®

"Selidiki keluarga Lola, ada yang aneh."

"Hah maksud loe, gue jadi intel di daerah rumahnya Lola gitu."✓®

"Serah elo lah pokoknya kasih info ke gue cepetan."✓®

Chat pun berakhir, bersamaan dengan sampainya mereka di rumah catur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!