Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 Membela
Tamu penting yang dikatakan Richard sudah pulang. Tanggal pernikahan Vanila bahkan sudah ditentukan. Saat ini Letisha terlihat baru saja mengangkat telepon dan ingin kembali memasuki rumah tetapi tiba-tiba saja Liana menghalangi jalannya.
"Apa maksud kamu berbicara seperti itu tadi hah! Kamu ingin mempermalukan saya?" tanya Liana.
"Tidak! Aku hanya merasa apa yang aku katakan adalah benar dan aku tidak tahu di mana letak mempermalukan jika semua itu semua itu adalah kebenaran," jawab Letisha dengan santai.
"Kamu jangan kurang ajar kepada saya Letisha. Saya harus menegaskan kepada kamu, bahwa saya tidak menjadi selingkuhan ayah kamu dan melainkan ayah kamu yang mengejar-ngejar saya karena ibu kamu tidak berguna!"
"Jadi kamu sebaiknya menjaga sikap kamu sebagai seorang istri karena saat ini kamu sudah menikah. Karena jika wanita yang sudah menjadi istri tidak berguna, maka laki-lakinya akan mencampakkannya dan jangan sampai semua itu terjadi kepada kamu yang akan mengikuti jejak ibu kamu!" tegas Liana penuh penekanan.
Mendengar perkataan itu cukup menyakitkan bahkan sampai tangan Letisha terkepal.
"Jangan pernah mengatakan bahwa ibu saya tidak berguna, dia selama ini menjadi istri yang baik dan selalu memenuhi semua kebutuhan suaminya, tapi kehadiran kamu yang mengacaukan semuanya dan membuatnya kehilangan kendali dan kehancuran ibu saya itu berasal dari kamu!" tegas Letisha.
"Hah! jangan menutup mata Letisha, jika apa yang terjadi pada ruang tamu kedua orang tua kamu bukan kesalahan saya tetapi kesalahan ayah kamu yang tidak pernah bijak dan menginginkan keduanya. Jadi jangan menyerahkan saya dan salahkan laki-lakinya, lagi mau tidak pernah puas untuk satu wanita!" tegas Liana.
"Kamu juga harus hati-hati, karena wanita pecicilan dan tidak berguna seperti kamu sebentar lagi juga akan dicampakkan oleh Rakash, karena saat ini saya juga sudah melihat aura-aura ingin membuang kamu di wajahnya!" tegas Liana.
"Jangan menyamakan Rakash dengan laki-laki manapun dan termasuk suamimu!" tegas Letisha terlihat tidak terima.
"Itu adalah kenyataan!" tegas Liana.
Letisha tersenyum getir mendengar semua pernyataan yang diberikan Liana kepadanya.
"Ibu sambungku bermuka dua, jangan terlalu mengkhawatirkan bagaimana rumah tanggaku, apakah suamiku nanti akan berselingkuh dariku dan apakah nasibku akan sama seperti ibuku? alangkah baiknya sekarang memikirkan bagaimana rumah tangga putrimu, bukankah baru saja Anda mengatakan bahwa semua pria itu sama dan artinya Anda juga sudah siap jika suatu saat nanti putri kesayangan Anda akan datang kepada Anda dan mengeluhkan semua rasa sakitnya akan penghianatan!" tegas Letisha.
"Karena setahu saya karma itu tabur tuai dan mungkin bukan Anda yang akan menerima resiko dari perbuatan Anda, tetapi biasanya itu akan diwakilkan oleh orang lain!" tegas Letisha tersenyum penuh ejekan dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Liana.
"Kurang ajar!" umpat Liana dipenuhi dengan kemarahan melihat tingkah Letisha.
Ketika saling memberi penegasan dengan ibu sambungnya. Letisha saat ini sedang berada di ruang tamu bagaimana dia hanya duduk terlihat santai sembari memainkan kukunya di saat Richard kembali menegurnya.
"Apa satu hari saja kamu tidak bisa membuat Papa senang? Apa menurut kamu kata-kata yang baru saja keluar dari mulut kamu adalah hal penting? Letisha kamu paling tidak bisa menjaga sikap kamu dan jangan bersikap seperti ini!" tegas Richard.
"Kamu pasti sengaja bukan? Karena Kamu iri denganku dan ingin membatalkan pernikahan kami, tetapi untung saja keluarga mereka bukanlah keluarga yang memiliki dendam dan tidak mempermasalahkan pernikahan kami karena ucapan kamu tadi," sahut Vanila.
Letisha sama sekali tidak menggubris apapun yang dikatakan Vanila dan juga ayahnya.
"Papa benar-benar sangat kecewa kepada kamu Letisha! Kamu harus melakukan hal ini. Kenapa kamu begitu keras kepala!" tegas Richard.
"Ini hanya sebuah kesalahpahaman, apa yang terlontar dari mulut Letisha mungkin adalah spontan yang disimpan selama ini, mungkin apa yang dikatakan tidak tepat dengan tamu yang sedang hadir, saya bukan bermaksud untuk membelah istri saya. Tetapi menurut saya apa yang di lakukan ini tidak harus dipermasalahkan," sahut Rakash baru berkomentar di saat istrinya benar-benar di pojokkan.
"Rakash, kamu pasti mengalami kesulitan karena memiliki istri seperti dia, bagaimana tidak karena kamu seperti seorang pria yang merawat anak kecil," sahut Liana.
"Tidak sama sekali! Saya justru sangat bersyukur ketika Tuhan memberi saya kesempatan dan satu bonus kepada saya ketika istri yang saya dapatkan adalah seperti Letisha, saya tidak pernah keberatan atas kehadirannya di dalam kehidupan saya dan seperti apa yang saya katakan bahwa saya sangat bersyukur," jawab Rakash terdengar begitu santai membuat Liana terdiam.
Letisha tersenyum, dengan suaminya yang benar-benar saat ini berpihak kepadanya, bagaimana tidak suaminya saat ini benar-benar membela dirinya di depan semua orang.
******
Letisha dan Rakash akhirnya sudah pulang ke rumah. Wajah Letisha tidak sama seperti biasanya dan tetap saja terlihat murung, mungkinkah karena ini ada kaitannya dengan apa yang dia dengar tadi dari Liana.
"Kamu langsung saja istirahat," ucap Rakash.
"Aku ingin membahas sesuatu dengan kamu," ucap Letisha tampak terlihat begitu serius.
"Katakan!" jawab Rakash.
"Kenapa sampai saat ini kamu tidak memberitahuku bahwa kamu sudah tahu siapa sebenarnya orang yang membuat kekacauan di acara pelelangan itu?" tanya Letisha.
"Jadi kamu juga sudah tahu siapa orangnya?" tanya Rakash.
"Tidak! awalnya aku tidak tahu siapa orangnya? tetapi tadi pagi aku berada di kantor kamu dan sebelum semua terjadi diantara kita berdua, aku mendengar pembicaraan kamu dengan Maudy dan siapa sangka ternyata dialah pelaku utamanya," jawab Letisha.
"Benar! dia adalah orangnya, Letisha, pada saat semua orang menuduh kamu dan menjatuhkan fitnah kepada kamu, Saya tidak pergi dan mencari..."
"Aku sudah mendengar semuanya dan mengetahui kebenarannya," Letisha memotong kalimat suaminya.
"Maafkan aku, aku sudah menuduh kamu yang tidak-tidak. Aku terus-terusan bersikap orang dewasa, aku juga minta maaf karena aku menerima uang itu tanpa menyelesaikan masalah terlebih dahulu," ucap Letisha benar-benar tidak merasa malu jika harus meminta maaf.
"Saya juga mau minta maaf kepada kamu, karena sikap saya kemarin kepada kamu yang berlebihan, seharusnya kita bisa berbicara dengan baik yang tidak perlu ada nada tinggi, tetapi saya bersikap sangat melebihi batas," ucap Rakash yang akhirnya mengakui kesalahannya kepada Letisha.
Letisha saat ini benar-benar merasa lega karena apapun pembicaraan di antara mereka berdua sudah bisa terselesaikan dengan baik, akhirnya keduanya saling berbicara satu sama lain dan tidak ada lagi perselisihan yang mengakibatkan pertengkaran dalam rumah tangga mereka
Bersambung.....