Katanya sakit hati seseorang itu adalah ketika dia diam dan pergi tanpa banyak bicara. Itu yang di lakukan Anjas, dia sakit hati pada istrinya yang selingkuh, tapi bukan pergi untuk menata hati yang hancur, dia justru pergi ke dukun untuk membalas sakit hati.
"Saya ingin dia mati Mbah"
"Ada penyiksaan yang lebih mematikan dari kematian"
"Apa itu Mbah?"
"Rasa cinta yang tak berbalas"
"Bagaimana saya melakukannya?"
"Teluh... Pelet mati"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
satu gosip
Apa yang di khawatirkan Anjas terjadi, dua hari setelah kejadian dia dan Juno makan bersama artis itu, beberapa pemberitaan media tiba tiba saja mengabarkan gosip kalau Anjas dan Mariska memiliki hubungan karena terlihat makan berdua di sebuah kafe, bahkan Juno di katakan sudah akrab dengan Mariska karena terlihat tertawa di samping Mariska yang tersenyum manis.
"Apa aku tidak punya tampang setampan kak Anjas, kenapa mereka hanya menggosipkan Mariska dengan kak Anjas bukan denganku" gerutu Juno melempar handphone miliknya ke atas sofa.
"Kenapa Om? di putusin lagi ya?" tanya Adisti polos
"Kamu benar, Om Juno sepertinya harus membuat papa kamu menikah dulu baru bisa memiliki seorang pacar calon Tante kamu" jawab Juno
"Papa akan menikah dengan ibu gulu" jawab Adisti
"Tapi setelah melihat berita Ini Om yakin, ibu guru kamu itu akan berpindah pada Om, papa kamu di gosipkan punya pacar artis" ucap Juno membuatnya di tatap tajam Anjas yang sedang membaca koran
Hari itu hari libur jadi mereka punya banyak waktu di rumah, Aisyah bahkan sedang memasak bersama para asisten rumah tangga karena dia di jemput Anjas untuk makan siang bersama di rumahnya.
"Jangan percaya pada dia Om, Juno sering mengada ngada, saya tidak pernah pacaran sejak bercerai, lagipula saya sudah bukan di usia yang akan main main dengan perempuan" ungkap Anjas
"Iya lah, Kak Anjas kan sudah tua, sudah kepala tiga sementara Aisyah masih kepala dua, cocok dengan Juno" jawab Juno
"Papa tampan, iya kan Opa?" tanya Adisti
"Iya, papanya Adis tampan, Opa percaya padanya" jawab Marwan mengusap rambut Adisti.
"Tapi Anjas, Aisyah pernah di khianati karena perselingkuhan, jadi kalau Aisyah melihat berita itu, dia mungkin akan percaya, sekarang saja dia masih berusaha percaya pada kamu karena masih tidak percaya ada seorang lelaki yang tiba tiba ingin melamar padahal baru beberapa kali bertemu" ungkap Marwan
"Anjas akan melakukan sesuatu Om" jawab Anjas
Marwan juga di bawa Anjas, bahkan Marwan senang karena Adisti terlihat begitu menyayangi Aisyah bahkan sopan pada Marwan yang belum pernah Adisti temui, keduanya begitu dekat dan Marwan senang Adisti juga di didik dengan baik oleh Anjas meskipun dia hanya punya peran seorang ayah dalam hidupnya.
"Jadi hari itu kami baru selesai mengunjungi pabrik, kami makan siang di kafe itu Om, tiba tiba saja artis Mariska Mariana itu datang dan menumpang duduk karena meja lain sudah penuh, kak Anjas sudah menolak tapi saya mengijinkan dia untuk duduk karena kasihan, di tambah dia juga sepertinya memang sedang lapar, siapa yang tahu kalau ternyata berita ini akan tiba tiba muncul" ungkap Juno
"Pasti di sana sudah ada yang sengaja memotret kita, tapi foto kamu di buat seolah tidak punya hubungan apapun dengan dia karena dia terus melirik kak Anjas" ucap Anjas
"Jangan ditegaskan begitu dong kalau Mariska hanya melirik kak Anjas, dia juga sesekali melirik Juno, henya Pelet Juno saja yang kurang mantap" gerutu Juno
"Pakai kecap bial mantap Om" celetuk Adisti membuat mereka tertawa
"Kamu pikir Om ini telur ceplok yang sering kamu makan dengan kecap" gerutu Juno
"Kan kalau Om kasih makan ikan Adis seling pakai pelet, bukan pakai telul ceplok" jawab Adisti yang mengira Pelet yang di maksud Juno adalah pakan ikan.
"Astagfirullah, kak anak kamu ini nih celetukannya sering buat geregetan" keluh Juno
"Salah sendiri membahas hal seperti itu di depan anak kecil" ledek Anjas
"Pak.. eh mas Anjas makanan sudah siap" panggil Aisyah
"Iya" jawab Anjas
Mereka segera ke ruang makan, Adisti saking senangnya sampai berlari lebih dulu dan duduk di samping Aisyah juga Anjas, bahkan Anjas mengambilkan makanan untuk Marwan juga karena Marwan masih dalam tahap pemulihan jadi dia tidak bisa makan sembarangan.
"Enak pa, masakan Bu gulu enak" ucap Adisti makan dengan lahap
"Iya, masakan Bu guru enak, Adis makan yang banyak ya" jawab Anjas
Setelah makan Anjas meminjam handphone Aisyah, dia memotret dirinya dan Aisyah juga beberapa foto dirinya bersama Adisti, Marwan dan Juno juga, setalah itu Anjas mengupload foto foto itu ke sosial media Aisyah, tidak lupa dia juga memfollow akun miliknya supaya orang orang tahu kalau mereka sudah bertunangan, bahkan cincin yang di pakai Anjas dan Aisyah juga dia upload.
"Tinggal di kirim ke nomorku, setelah ini semoga tidak ada lagi yang mengaku sebagai pacarku ataupun pacar kamu" ungkap Anjas juga mengupload di sosial media miliknya dengan judul, keluarga kecilku.
"Memangnya ada apa mas?" tanya Aisyah
"Ada berita yang mengatakan aku dekat dengan seorang artis, aku tidak mau itu jadi gosip liar jadi aku klarifikasi lebih dulu, aku tidak mau ada gangguan apapun sampai hari pernikahan kita nanti" jawab Anjas
"Juno juga mau upload kak, sini kalian lihat ke arah kamera" ucap Juno juga tak mau kalah, bahkan Juno membuat judul yang lebih parah, CEO pabrik cimol sudah punya istri, jangan ganggu!.
"Astagfirullah, kamu buat judul apa ini Juno!" gerutu Anjas
"Kan dia tahunya kak Anjas pemilik pabrik Cimol" jawab Juno
"Ini yang membuat kakak tidak bisa membiarkan kamu sembarangan memilih perempuan, kamu percaya saja di bohongi perempuan seperti Mariska, dia itu tahu siapa kak Anjas, karena dia kemarin membahas tentang mobil sama kamu" ucap Anjas
"Begitu ya, jadi Juno tertipu akting dia yang meyakinkan?" tanya Juno shok
"Bukan akting dia yang meyakinkan, tapi kamu yang tidak bisa menilai orang, kamu terlalu baik, biar nanti kak Anjas yang carikan balon istri untuk kamu, kamu gampang di tipu" keluh Anjas
"Jangan, nanti dia malah naksir kak Anjas seperti si Olivia" protes Juno
"Nak Juno ini tulus, makanya tidak pernah berpikiran buruk pada orang yang tidak dia kenal" ungkap Marwan
"Om benar, mau ganti calon suami Aisyah tidak Om, saya lebih muda dan masih perjaka Om" bujuk Juno langsung di geplak Anjas
"Sekali lagi kamu menggoda calon istri kakak, kakak akan menikahkan kamu dengan Lilis!" ancam Anjas
"Jangan kak, Lilis sekarang sudah masuk perkumpulan penggemar Anjas di singkat PenJas" ledek Juno
Aisyah penasaran dengan apa yang di bicarakan Anjas, dia lalu mengintip berita gosip di handphone miliknya dan yang muncul adalah gambar Anjas yang sedang makan di kafe bersama Juno dan Mariska, tapi Aisyah bisa melihat kalau Anjas sama sekali tidak bicara ataupun menatap Mariska, Anjas hanya fokus pada makanan yang dia makan saja.
"Tenang ndoro putri, suami kamu itu lelaki setia, dia anakku yang baik dan yang paling baik" bisik suara di telinga Aisyah