NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlempar ke dunia Hybrida?!

...----------------...

Saat ia menutup mata, Yuna pasrah akan kematian yang akan menjemputnya, tapi saat membuka mata ia tiba-tiba bingung, air di sekelilingnya berbeda, permukaan keramik kolam biru berubah menjadi sebuah pemandangan air yang begitu dalam dikelilingi tumbuhan di dasarnya.

"Apa?"

Yuna terdiam bingung bertanya-tanya apa yang terjadi mengapa tiba-tiba semuanya berubah, suara riuh pesta berubah menjadi suara damai alam disertai suara ramai binatang bersahutan, dam sekeliling permukaan air kolam berubah menjadi sungai, seketika dengan sisa tenaganya ia berusaha berenang naik ke permukaan.

"Dimana ini?!" ia berseru kaget saat melihat ke atas seketika sadar di sekelilingnya bukan tempat pesta dan orang-orang berkumpul sebelumnya tapi disini hutan dengan para pohon yang dua kali lipat lebih besar dari yang pernah ia lihat selama hidup.

Seketika ia menggigit bibir memastikan ia tidak bermimpi atau mungkin sedang di alam baka, tapi tiba-tiba meringis kesakitan saat bibirnya berdarah.

"Benar-benar nyata... Sebenarnya aku dimana? Apa yang terjadi.."

Saat ia memikirkan kemungkinan ia disini mungkin tertangkap dan di buang ke tengah hutan sendiri, tapi merasa mustahil teringat ia terakhir kali berada di kolam renang dan saat itu ia sadar untuk terakhir kali.

Ia melihat sekeliling dengan ngeri, melihat sungai begitu dalam membuatnya bertanya-tanya apakah kemungkinan ada ular atau buaya menghuni air ini, membuatnya seketika dengan dengan cepat berenang ke untuk naik ke daratan.

Tapi ia tidak memerhatikan tatapan mata kuning keemasan yang mengawasi dari kejauhan sembari mendesis.

"Sstt.."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Yuna akhirnya berjalan menyusuri hutan beberapa kali ia meringis ngeri hampir jadi santapan binatang kecil, mulai dari lintah yang begitu besar hingga ulat bahkan ular di sekeliling dahan pohon yang hampir memangsanya dan menggigitnya.

"Menakutkan,..... Aku tidak suka." Matanya berkaca-kaca bingung dengan apa yang terjadi ditambah ketakutan sadar sendiri di hutan begitu lebat, ia terus berjalan berharap menemukan manusia di dalamnya.

Saat kakinya melangkah ia tanpa sengaja terpeleset masuk ke semak-semak belukar, ia berseru kaget saat begitu banyak batang tanaman tersebut melilitnya seolah makhluk hidup menjeratnya semakin dalam.

"Apa ini?! Tidak mengapa terus mengikat, tanaman apa ini!"

Namun tanaman tersebut seolah abai dengan ucapannya, membelitnya terus-menerus bahkan cabang-cabang tebalnya masuk ke dalam pakaiannya dengan agresif.

Seketika Yuna menggigil ngeri merinding merasuki kulitnya, ia sekuat tenaga memberontak tapi malah menyebabkan jeratannya semakin kuat dan ujung tanaman itu masuk sama-sama ke dalam celana dalamnya.

"Tidak!"

Tali tiba-tiba bayangan sekelibat berlari muncul di hadapannya, sekumpulan Hyena datang bergerombol mengelilinginya.

Yuna sekali lagi bingung bertanya-tanya mengapa hewan domestik Savana dengan iklim tropis sepertinya ada di hutan lebat seperti ini, tapi semua pikirannya terhenti melihat para Hyena mendekat dengan sama-sama mengigit dahan yang melilit tubuhnya berusaha melepaskannya.

Para Hyena berkerja sama, dengan taringnya mengigit dahan batang tanaman ramai-ramai, sekuat tenaga menarik membuat jeratannya melonggar, dan seketika tanaman itu akhirnya memberontak seolah kesakitan mulai melepaskan tubuh Yuna.

Yuna yang menyadari hal itu tersenyum bahagia walaupun bingung mengapa ia ditolong binatang-binatang karnivora ini, namun saat badannya terlepas ia hanya bisa bersyukur sembari bernafas lega tersenyum menatap para Hyena yang menolongnya.

"Terima kasih."

Namun para Hyena tersebut diam menatapnya, saling terengah-engah dan nafas mereka mulai memberat, air liurnya menetes saat melihat tubuh Yuna, tiba-tiba salah satu dari mereka berjalan mendekati Yuna, mengelilingi tubuhnya dan mengintainya, tapi tiba-tiba ia maju langsung menerkamnya.

Membuat Yuna yang tadinya tersenyum mulai linglung sadar bahwa ia baru saja terbebas dari sangkar ular dan ternyata masuk ke sangkar harimau, membuat senyuman luntur berubah jadi ketakutan.

.

.

.

.

.

.

Itulah terakhir kali Yuna ingat berhari-hari lalu mengapa semua itu terjadi sebelum ia bisa datang ke dunia ini, ia sadar sekarang kembali ke dunia asalnya akan terdengar mustahil saat dunia yang ia tempati ternyata berbeda.

Saat ia terdiam memikirkan semua itu tiba-tiba Yuna mendengar langkah kaki mendekat menyadari itu Leopard yang menolongnya dari sekumpulan para Hyena, ia sadar ternyata di dunia ini hanya dihinggapi manusia binatang, membuatnya waspada takut tiba-tiba insting binatangnya menyala dan tiba-tiba dimangsa jadi makanannya.

Macam tutul itu masuk sembari menggigit kelinci yang sudah mati di dalam giginya, tanpa basa-basi melepaskan, melemparkan ke arahnya seolah memberikannya sebagai hadiah.

Yuna yang melihat itu terbelalak ngeri sekaligus kasihan hewan imut seperti ini mati di tangannya membuat ketakutannya menguat, tidak sadar maksud tujuannya dan malah menganggapnya mengancam jika lari dari guanya akan dibuat seperti kelinci tersebut.

"Apa...? Apa yang kau lakukan..."

Ashen sadar ketakutannya, mengerti betinanya takut pada wujud binatangnya mungkin trauma dengan kejadian hampir dimangsa para Hyena, ia perlahan berubah tanpa basa-basi mendekatinya, menampilkan tubuh berototnya terpampang jelas berwarna kecoklatan dengan tongkat berbentuk baseball di antara kedua kakinya bergerak seolah ikut berjalan.

Bukan sapaan hangat melainkan tamparan pada pipinya membuat Ashen semakin bingung menatapnya ciut dan polos.

"Apa yang kau lakukan?! Mengapa masih telanjang!" teriak Yuna sembari menutup matanya dengan tangannya menutupi wajahnya memerah malu, karena lagi-lagi melihat alat kelamin pria itu terpampang tanpa tertutupi apapun hampir menyentuh wajahnya.

Ashen bingung bertanya-tanya mengapa ia tidak suka, tapi ia hanya berpikir wanita yang ada di hadapannya ini mungkin pemalu dan belum siap melihat tubuhnya, ia tidak berkomentar apapun akhirnya mengambil kulit binatang yang ia letakan di pojok gua, mulai mengikatnya pada pinggangnya untuk menutupi alat kelaminnya.

"Sudah, apa ada yang salah lagi Yuna? Aku tidak sadar, maafkan aku." tanyanya lembut menatapnya memohon tanpa berani berjalan lagi bahkan untuk mendekatinya.

Seketika Yuna membuka mata akhirnya menghela nafas sembari memainkan rambut, pipinya memerah akibat tersipu tapi ia berusaha terlihat biasa menyikapinya. "Lain kali jangan diulangi, kau bukan binatang, maksudku kau masih manusia, paham?"

Walaupun masih bingung Ashen hanya mengangguk menurut ucapannya, mendekatinya ragu-ragu duduk di sampingnya.

"Paham."

Yuna meliriknya lagi, seketika wajah memerah melihat tatapannya yang begitu polos terlihat baik menatapnya, membuat ia sadar ia salah paham maksudnya, apalagi teringat ia beberapa kali sudah tertolong olehnya.

"Namamu Ashen kan?" tanya Yuna untuk memastikan, ragu-ragu bicara.

Ashen tersenyum mendengar suara lemah lembut yang memanggil namanya membuat seketika mengangguk semangat, mendengar suara tersebut seolah melodi indah yang akan jadi favoritnya.

"Ya benar."

Yuna seketika terdiam kemudian akhirnya mulai bertanya lagi memastikan niatnya.

"Mengapa kau memberikan hewan mati, apalagi kelinci padaku?"

"Untuk kau makan, apakah kau tidak suka?"

Seketika Yuna menepuk kepalanya heran, menyadari awal masalah ini ternyata yang ia kira-kira, ia baru sadar Ashen sama-sama mempunyai insting binatang walaupun bisa berubah wujud jadi manusia normal, menengok lagi menatapnya tegas.

"Aku ini manusi---

Tapi ucapannya berhenti seketika ia sadar masalah yang timbul jika identitas aslinya terbongkar, mungkin ia jadi santapannya jika Ashen tau ia satu-satunya manusia yang ada disini, ia mulai berubah pikiran, menganti perkataannya.

"Aku ini manusia hewan seperti Rusa, aku Herbivora tapi hanya suka buah-buahan saja, mungkin suka daging juga tapi harus dimasak dulu, kau mengerti?"

Awalnya Ashen bingung tapi seketika ia tersadar mungkin wanita di depannya ialah ras lain bukan karnivora sepertinya, ia hanya mengangguk semangat kemudian tersenyum tidak enak.

"Maafkan aku,..aku janji setelah ini akan lebih memastikan dengan seksama."

Rasanya Yuna bersalah dan malu saat melihat rasa bersalahnya, seketika ia bertanya-tanya apakah ia salah memanfaatkannya, tapi hatinya berkata lain bahwa ini ide yang bagus agar dia terlindungi di dunia ini dan dirawat.

"Bagus!"

"Sekarang bersihkan hewan itu, dan masak di atas api, bawakan juga buah-buahan dari hutan, bawakan secepatnya! Aku lapar."

"Baik!"

"Jangan kembali jika belum dapat dan jangan lupa pastikan semuanya aman untukku."

"Siap!"

1
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!