NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Langkah kaki Cassie terdengar berat saat menyusuri lorong apartemennya. Begitu pintu tertutup dan kunci berbunyi klik, pertahanan yang ia bangun di depan Zion runtuh seketika. Ia melempar tasnya ke atas sofa dan menyandarkan punggungnya di balik pintu, napasnya masih memburu.

"Bodoh! Bodoh! Bodoh!" Cassie memaki dirinya sendiri, suaranya tertahan di tenggorokan. "Bisa-bisanya kau keceplosan seperti itu, Cassie Vorcan? Di depan pria itu? Di depan si brengsek yang menukar mu dengan taruhan mobil balap?!"

Ia memejamkan mata, masih merasa panas di pipinya saat mengingat bagaimana Zion menatapnya tadi. Kalimat konyol itu, perintah untuk berhenti bicara saat mereka sedang memadu kasih—adalah kode rahasia yang seharusnya ia kubur dalam-dalam. Namun, bayangan Zion yang bercerita tentang balapan dan Mommy-nya sambil menggempurnya di apartemen sepuluh tahun lalu justru muncul di saat yang paling tidak tepat.

"Dia hanyalah pria yang lebih mencintai adrenalin aspal daripada dirimu," gumam Cassie, mencoba menenangkan jantungnya. "Ingat itu, Cassie. Dia brengsek. Dia pembohong."

"Mommy? Kenapa Mommy marah-marah pada pintu?"

Suara kecil yang jernih itu membuat Cassie tersentak. Logan berdiri di sana, memegang sebuah buku tentang robotika, menatap ibunya dengan tatapan dewasa yang selalu berhasil membuat Cassie merasa telanjang.

"Oh, Logan... sayang. Mommy hanya... hanya lelah karena pekerjaan," Cassie segera menghampiri anaknya, mengusap rambut cokelat gelap itu dengan penuh kasih.

Logan tidak bertanya lebih lanjut. Ia adalah anak yang sangat peka. Sejak kecil, ia tahu ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya, tapi ia juga tahu betapa keras ibunya bekerja untuk menutupi celah itu.

Di dalam laci kecil di meja belajar Logan, ada sebuah foto yang sudah agak usang. Foto Zion Mateo Lopez saat masih SMA, mengenakan jaket balap dengan senyum angkuh namun menawan. Cassie sering memperlihatkan foto itu sejak Logan berusia empat tahun.

Setiap kali Logan bertanya, "Di mana Daddy?", Cassie selalu memberikan jawaban yang sama: "Daddy-mu sedang fokus membangun masa depan untuk kita, sayang. Dia sedang mengurus perusahaan besar di Chicago. Kita harus bersabar sampai dia siap menjemput kita."

Bagi anak lain, jawaban itu mungkin akan menimbulkan ribuan pertanyaan. Tapi tidak bagi Logan. Dia adalah anak yang dewasa sebelum waktunya. Dalam logikanya yang tajam, ia menyimpulkan sendiri, Mungkin Daddy dan Mommy sedang bertengkar hebat, atau Mungkin Daddy memang sedang mempersiapkan istana untuk kami agar kami tidak lagi hidup berpindah-pindah.

Ia tidak pernah merajuk. Ia tidak pernah menangis di hari ayah di sekolah. Ia mengerti bahwa setiap kali ia bertanya tentang ayahnya, ada gurat kesedihan yang mencoba disembunyikan ibunya di balik senyuman. Bagi Logan, melindungi perasaan ibunya jauh lebih penting daripada rasa penasarannya pada pria di foto itu.

"Tadi aku melihat foto Daddy lagi di laci," ucap Logan tenang saat mereka duduk di meja makan. "Wajahku memang sangat mirip dengannya ya, Mom?"

Cassie tertegun, sendoknya tertahan di udara. "Iya... matamu, rahangmu... kau adalah jiplakannya, Logan."

"Kalau dia sangat sibuk di perusahaan, apa dia tahu kalau aku sudah menang lomba robotik kemarin?" tanya Logan lagi.

Cassie menelan ludah, dadanya sesak. "Dia... dia pasti akan sangat bangga kalau tahu, sayang. Daddy-mu itu orang yang kompetitif. Dia suka kemenangan."

Logan mengangguk, menyuap makanannya dengan tenang. "Aku tidak marah padanya karena tidak datang, Mom. Aku tahu orang sukses itu sibuk. Seperti Mommy yang pulang malam terus. Aku hanya berharap... semoga dia tidak lupa jalan pulang ke rumah kita."

Kalimat itu seperti sembilu yang menyayat hati Cassie. Lupa jalan pulang? Zion bahkan tidak pernah tahu bahwa di rumah-nya anaknya sedang duduk di sini, memakan pasta sambil membicarakan dirinya dengan penuh rasa hormat yang tidak pantas ia dapatkan.

Malam itu, setelah Logan tertidur, Cassie duduk di balkon apartemennya, menatap kerlip lampu Chicago. Ia teringat kembali pada permintaan Zion di telepon saat mabuk: "Bisa pertemukan aku dengan anakmu?"

Hati Cassie bimbang. Di satu sisi, ia ingin Zion menderita, ingin pria itu selamanya mengira ia sudah menikah dan bahagia dengan pria lain. Namun di sisi lain, melihat Logan yang begitu dewasa dan penuh pengertian... Cassie merasa egois.

Logan berhak tahu bahwa Daddy yang ia puja-puja dalam foto itu sedang berada di kota yang sama. Dan Zion... Zion berhak tahu bahwa kesalahan tanpa pengaman di malam terakhir itu telah membuahkan sebuah mahakarya yang jauh lebih berharga daripada semua mobil Lamborghini-nya.

"Masa depan, katamu?" Cassie berbisik pada angin malam. "Kau memberikan masa depan padaku melalui anak ini, Zion. Tapi kau sendiri yang membuat dirimu tidak punya tempat di dalamnya."

Cassie kembali teringat momen di ruang rapat tadi. Cara Zion menatapnya setelah ia keceplosan. Pria itu tampak begitu rapuh, begitu ingin mencari celah untuk masuk kembali.

"Kau bukan lagi pangeran balap yang bisa memerintah ku, Zion Mateo Lopez," gumam Cassie tegas. "Jika kau ingin melihat Logan, kau harus membuktikan bahwa kau bukan lagi bocah yang menjadikan wanita sebagai barang taruhan."

Tanpa sadar, Cassie mengambil ponselnya dan menatap foto Logan yang ia jadikan wallpaper, foto bayi yang membuat Zion menangis tersedu-sedu pagi tadi.

"Dia bukan bayi satu tahun, Zion. Dia sudah sembilan tahun. Dia sudah bisa menilai mu. Dan aku tidak yakin kau siap menghadapi penilaian dari anak sekecil dia."

Di dalam kamar, Logan sebenarnya belum sepenuhnya tidur. Ia mendengar isakan kecil ibunya dari balkon. Anak laki-laki itu hanya bisa memeluk gulingnya erat-erat, berjanji dalam hati bahwa suatu hari nanti, jika ia bertemu dengan pria di foto itu, ia akan bertanya satu hal: Kenapa kau membuat Mommy menangis begitu lama?

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!