NovelToon NovelToon
Sang Penjinak Semut: Evolusi Raja Naga Merah

Sang Penjinak Semut: Evolusi Raja Naga Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

​Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Keheningan di Balik Serangan

​Udara di dalam gubuk yang sempit itu seketika menjadi berat. Cahaya obor yang dibawa oleh dua kaki tangan Han Wei menari-nari liar di dinding kayu yang lapuk, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang tampak seperti monster yang sedang mengintai. Han Wei berdiri dengan angkuh, wajahnya yang tampan terdistorsi oleh kebencian yang mendalam. Baginya, harga diri adalah segalanya, dan fakta bahwa dia merasa terintimidasi oleh "sampah" seperti Lu Chen di Aula tadi pagi adalah noda yang harus dihapus dengan darah.

​"Kenapa diam saja, Lu Chen? Mana keberanianmu yang tadi?" Han Wei menyeringai, melangkah maju hingga ujung sepatunya yang mahal bersentuhan dengan kaki Lu Chen yang telanjang. "Apa kau baru sadar bahwa di dunia ini, semut tetaplah semut, tak peduli seberapa keras ia mencoba merayap ke atas?"

​Di bahu Lu Chen, Ignis—sang Raja Naga Merah dalam wujud mungil—merasakan gejolak emosi lawannya. Antenanya bergetar hebat. "Manusia kerdil ini... dia membandingkanku dengan serangga biasa lagi? Lu Chen, jika kau tidak membiarkanku menghanguskannya sekarang, aku bersumpah akan menggigit telingamu sampai putus!"

​Lu Chen tetap tenang. Di bawah pengaruh sistem SSS+, penglihatannya berubah. Dunia di sekitarnya seolah melambat. Dia bisa melihat setiap pori-pori di wajah Han Wei, bahkan dia bisa melihat aliran energi spiritual biru yang tidak stabil di dalam meridian lengan Han Wei. Itu adalah aliran energi yang kasar dan penuh celah.

​"Aku hanya berpikir, Kakak Han," suara Lu Chen terdengar tenang, hampir seperti bisikan. "Apakah bijaksana bagi seorang jenius peringkat A seperti Anda membuang-buang waktu di gubuk pelayan seperti ini? Jika penatua tahu Anda menggunakan kekuatan untuk menindas orang biasa, reputasi Anda mungkin akan sedikit... ternoda."

​"Reputasi?" Han Wei tertawa terbahak-bahak, diikuti oleh kedua temannya. "Di sekte ini, yang kuat adalah hukum! Penatua tidak akan peduli jika aku membunuhmu sekalipun. Mati!"

​Han Wei tidak lagi menahan diri. Dia melayangkan sebuah pukulan telak yang dilapisi dengan teknik Telapak Pemecah Batu. Udara di sekitar tinjunya berdesing, tanda bahwa serangan itu cukup kuat untuk mematahkan tulang rusuk manusia biasa.

​[Ding! Analisis Serangan Terdeteksi.]

[Nama Teknik: Telapak Pemecah Batu (Peringkat Perunggu - Rendah).]

[Kelemahan: Titik tumpu pada pergelangan kaki kiri saat rotasi.]

[Opsi: Aktifkan 'Refleks Naga' (Penggunaan Energi 0.01%).]

​Lu Chen tidak menghindar dengan gerakan besar. Dia hanya menggeser kakinya beberapa sentimeter ke samping. Tinju Han Wei meleset tipis, hanya melewati helai rambut Lu Chen. Namun, Lu Chen tidak berhenti di situ. Dengan gerakan yang sangat halus sehingga terlihat seperti kecelakaan, dia menyenggol siku Han Wei menggunakan telapak tangannya yang telah dialiri sedikit energi naga dari Ignis.

​Brak!

​Han Wei kehilangan keseimbangan. Aliran energinya yang sedang memuncak tiba-tiba berbalik arah karena gangguan kecil tersebut. Dia tersandung dan jatuh tersungkur ke tumpukan kayu bakar di sudut ruangan.

​"Kau... kau berani melawan?!" Han Wei merangkak bangun dengan wajah penuh debu dan amarah yang memuncak. "Tangkap dia! Patahkan tangannya!"

​Dua murid lainnya segera maju. Mereka tidak menggunakan teknik, melainkan hanya mengandalkan kekuatan fisik sebagai kultivator tahap awal. Lu Chen tahu dia tidak boleh menunjukkan kemampuan bertarung yang sebenarnya. Jika dia menjatuhkan mereka dengan satu pukulan, sistem penyamarannya akan goyah.

​"Ignis, lakukan sekarang. Tapi ingat, jangan ada api," perintah Lu Chen dalam hati.

​"Hmph, kau terlalu banyak mengatur! Tapi baiklah, aku akan menggunakan 'Tekanan Mental' saja," balas Ignis.

​Saat kedua murid itu hendak menerjang, Ignis melepaskan sebuah gelombang aura yang sangat tipis. Bagi mata telanjang, tidak ada yang terjadi. Namun, di tingkat spiritual, kedua murid itu tiba-tiba merasa seolah-olah mereka sedang berdiri di hadapan seekor predator raksasa yang tingginya mencapai langit. Jantung mereka berdegup kencang secara tidak wajar, dan kaki mereka terasa lemas seperti jelly.

​"Ugh... ada apa ini?" salah satu murid jatuh berlutut, napasnya tersengal-sengal.

"Rasanya... rasanya seperti ada gunung yang menindihku..." gumam yang lainnya, wajahnya pucat pasi.

​Han Wei yang baru saja berdiri tertegun melihat kedua pengikutnya tumbang tanpa disentuh. Dia tidak merasakan tekanan itu karena Ignis secara spesifik mengarahkan auranya. Di mata Han Wei, Lu Chen hanya berdiri di sana dengan wajah ketakutan yang dibuat-buat.

​"Dasar tidak berguna! Minggir!" Han Wei berteriak frustrasi. Dia menarik sebuah belati perak dari pinggangnya. "Aku akan mencungkil matamu sendiri!"

​Namun, saat Han Wei hendak melompat, Lu Chen bergerak lebih cepat. Kali ini, dia menggunakan kecepatan murni dari sinkronisasi jiwanya. Dia menangkap pergelangan tangan Han Wei yang memegang belati.

​Krak.

​Bukan suara tulang patah, melainkan suara sendi yang terkilir. Lu Chen menekan titik saraf tertentu di lengan Han Wei sambil menyalurkan sedikit rasa panas yang menyengat.

​"Aaakhhh! Panas! Tanganku terbakar!" Han Wei menjerit. Belatinya jatuh berdenting ke lantai. Dia melihat lengannya, tidak ada api, tidak ada luka bakar fisik, tapi rasa sakitnya seolah-olah dagingnya sedang dipanggang dari dalam.

​Lu Chen segera melepaskan genggamannya dan mundur, memasang wajah panik. "Kakak Han! Anda kenapa? Apa Anda sakit? Tolong jangan menakutiku, aku tidak menyentuh Anda dengan keras!"

​Han Wei memegangi tangannya yang gemetar. Dia menatap Lu Chen dengan pandangan yang kini bercampur dengan ketakutan yang mendalam. Dia merasa ada sesuatu yang salah, sangat salah dengan pemuda di depannya ini. Tapi egonya menolak untuk percaya bahwa seorang F-Rank bisa menyakitinya.

​"Kau... kau dikutuk! Kau membawa sial!" teriak Han Wei dengan suara parau. Dia tidak berani menyerang lagi. Dengan tangan yang masih terasa seperti terbakar, dia berbalik dan lari keluar dari gubuk, diikuti oleh dua temannya yang merangkak ketakutan.

​Keheningan kembali menyelimuti gubuk itu. Lu Chen menghela napas panjang, bahunya yang tegang akhirnya rileks. Dia menutup pintu gubuknya yang rusak dan menguncinya dengan palang kayu seadanya.

​"Kau terlalu lembut, Nak," suara Ignis terdengar di telinganya saat semut itu merayap kembali ke puncak kepalanya. "Jika itu aku sepuluh ribu tahun yang lalu, gubuk ini sudah akan penuh dengan tumpukan abu mereka."

​"Kita sedang bersembunyi, Ignis. Jika mereka mati di sini, penatua akan melakukan investigasi besar-besaran. Dan saat ini, kita belum cukup kuat untuk melawan seluruh sekte," jawab Lu Chen sambil duduk kembali di tempat tidurnya yang keras.

​[Ding! Konflik Selesai.]

[Anda memperoleh 200 Poin Pengalaman Penyamaran.]

[Bonus: Hubungan dengan Hewan Kontrak meningkat (Loyalitas: 5%).]

[Pesan Sistem: Kekuatan Anda saat ini setara dengan Tahap Pengumpulan Roh - Level 5. Tetap pertahankan profil rendah.]

​Lu Chen melihat tangannya. Meskipun terlihat biasa saja, dia bisa merasakan energi yang berdenyut di bawah kulitnya. Dia memejamkan mata dan mulai melakukan teknik 'Napas Naga Tak Terlihat'. Di dalam kegelapan batinnya, dia melihat sesosok naga merah raksasa yang terbelenggu oleh rantai emas, dan di depan naga itu, berdiri sebuah topeng putih polos yang bercahaya.

​Ini baru hari pertama. Dia telah diusir, dihina, dan diserang. Namun, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Lu Chen tidak merasa takut. Dia menatap semut kecil di mejanya yang kini sedang asyik mengunyah sisa belati perak milik Han Wei—menghancurkan logam keras itu dengan rahang kecilnya seolah-olah itu hanyalah biskuit rapuh.

​"Makanlah yang banyak, Ignis," bisik Lu Chen sambil tersenyum. "Besok, di kandang binatang buas, kita akan mulai mengambil apa yang seharusnya menjadi milik kita."

...****************...

...RILIS SETIAP HARI...

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Ignis betul mereka pasti butuh pelayan dan Yue Bing orang yang tepat karena mempunyai energi es buat mendinginkan proses evolusi 🐜🐲🔥🤭
Kaka's: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥 RRRRAAAORR🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pangeran Zhao kau terlambat Kaisar Yue Jian sudah bebas dari kutukan alias bebas dari racun Es Hitam siap siap terima hukuman iya kasian deh luuu 🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
baru juga di tiup 🐜🐲🔥sudah muntah darah itu Han Mo dari sekte Es Hitam 🤭🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Ignis bukan semut kecil lagi tapi jadi 🐜🐲🔥Semut Naga Api selain keren kekuatan Ignis makin mengerikan ini
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
huwaaaaa aku suka aku sukaaaa 🤭pengawal Yue Bing pingsan 🤣🤣🤣kasian deh luuu makanya jangan memandang orang dari tampilan luarnya kata pepatah kuno gini nih Don't just book by the cover 🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️😋
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
keren Lu Chen disaat mau detik akhir hitungan langsung lempar angka 500.000 batu roh tingkat menengah 🔥🔥👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Sang pembantai penegak keadilan itu julukan yang tepat buat Lu Chen dan 🤭🐜🐜🐜
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pelayan sampah sudah tidak ada lagi yang ada sekarang penguasa menyala 🔥🔥🔥Lu Chen tegakkan keadilan berantas kejahatan buat mereka yang suka semena mena
Kaka's: 🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ini baru awal mari berkeliling pelayan sampah dan semut🐜🐜🐜 🤭 bakar semua orang atau sekte yang suka menindas orang 🔥🔥🔥
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
berakhir sudah kejayaan sekte langit biru yang selama ini berdiri diatas penderitaan seekor naga Azure dan juga Lu Chen membebaskan binatang buas yang dikurung selama ini
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
setuju hapus dan hanguskan saja ini sekte gak guna banget dari penatua sampai tetua tidak ada yang baik sama sekali 😏😠
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wuahhhhh asikkkk makin seruuuu ayo Lu Chen dan 🐜🐜🐜 Naga 🐲 Api 🔥 hancurkan sekte langit biru dan orang orangnya biar tau kalo pelayan sampah yang mereka kira Nol F-Rank ternyata seseorang yang tidak bisa di tindas begitu saja🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
hancurkan dan hempaskan manusia2 di sekte langit biru ini ternyata selama ini berdiri megah memeras dari naga Azure selama puluhan tahun apa ribuan tahun ya tadi biar tahu rasa para penatua dan semua murid sekte ini hancurkan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
menang lagi seperti keberuntungan iya harus biar tidak ada yang curiga kalo Lu Chen hanya seorang F-Rank alias Nol apa kabarnya itu Han Wei sama Han Feng nanti aduh ga sabar rasanya🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
🐜🐜🐜Ignis ini kalo tak dilarang sama Lu Chen sudah dihabisi semua ini orang orang yang menindas Lu Chen
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayo semangat kalian berdua eh Lu Chen kalo Ignis kan jadi penonton aja aja secara ini semut 🐜🐜🐜🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah makin seru aku suka nih mau ada turnamen berikan pelajaran lagi buat Han Wei dan kawannya 🐜🐜🐜
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kalian tunggu saja nanti saat Lu Chen mulai menunjukkan taringnya huh 😏 kalo dia mau sudah mati kalian semuanya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah berhasil dan Phoenix Es masuk ke ruang dimensi milik Lu Chen dan Ignis memakan habis rantai apa tadi pemutus jiwa apalah itu jadi kultivasinya Li Chen ikut lompat sampai level 8 good job 👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
good Lu Chen pemikiran bagus tuh sekalian kuasai semua saja biar tau rasa itu penatua Feng dan juga Han Wei dan kawannya 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!