NovelToon NovelToon
Dear Unforgettable Story

Dear Unforgettable Story

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.

Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.

langsung baca aja dear😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gairah yang berujung Mual

Suasana di apartemen itu berubah menjadi medan pertempuran antara nafsu yang membakar dan kebencian yang meracuni jiwa. Meskipun kata-kata Kate tadi menghujam harga dirinya, Alarick tidak bisa menahan gravitasi yang menariknya kembali pada tubuh wanita itu. Baginya, menyentuh Kate adalah sebuah candu yang sekaligus menjadi hukuman bagi mereka berdua.

Alarick menghempaskan Kate ke atas ranjang luas yang menjadi saksi bisu masa lalu mereka. Ia tidak peduli lagi dengan martabat, ia hanya ingin membuktikan bahwa kata-kata Kate soal pria lain adalah bohong besar.

"Kita lihat sesukses apa pria-pria itu melatihmu, Kate," desis Alarick di tengah deru napasnya.

Tanpa kelembutan, Alarick menyingkap gaun hitam Kate, membiarkan kulit putih yang dulu ia puja terpampang di bawah remang lampu. Ia mulai menyerang pusat gairah Kate dengan jarinya, melakukan gerakan yang jauh lebih menuntut dan kasar dari dua tahun lalu. Namun, tubuh tidak bisa berbohong. Kate melengkungkan punggungnya, jemarinya mencengkeram sprei hingga buku jarinya memutih, dan sebuah desahan panjang yang menyayat lolos dari bibirnya.

Alarick, yang didorong oleh obsesi untuk menandai kembali miliknya, kemudian merendahkan tubuhnya. Ia menggunakan mulutnya untuk memberikan stimulasi yang begitu intens, sebuah tindakan yang dulu jarang ia lakukan namun kini ia gunakan sebagai alat untuk menaklukkan Kate.

"Alarick... ahh! Cukup...!" teriak Kate, suaranya parau antara nikmat dan perih. Ia merasa tubuhnya bereaksi hebat, ia basah, ia bergetar, dan ia kembali terbang ke puncak kenikmatan yang hanya bisa diberikan oleh Alarick.

Namun, tepat saat gairah itu mencapai puncaknya dan Alarick sudah bersiap untuk melepaskan segala ketegangannya, tepat saat ia ingin menyatukan tubuh mereka dan benar-benar memasuki Kate untuk mengklaim apa yang seharusnya menjadi haknya sejak dulu sebuah kilasan memori menghantam otaknya.

Ia membayangkan foto-foto dari ibunya. Ia membayangkan pria lain menyentuh kulit ini. Ia membayangkan bibir yang baru saja ia cium juga telah mencium pria lain.

Tiba-tiba, rasa mual yang luar biasa hebat melonjak dari perutnya hingga ke tenggorokan. Alarick menjauhkan dirinya dengan kasar dari tubuh Kate. Ia berlari ke arah kamar mandi, jatuh berlutut di depan wastafel, dan mulai muntah dengan parah. Tubuhnya gemetar hebat, keringat dingin membanjiri keningnya.

"Ugh... sialan!" geram Alarick di sela mualnya. Ia merasa jijik, bukan pada Kate, tapi pada kenyataan yang ada di kepalanya. Setiap kali ia membayangkan Kate disentuh orang lain, jiwanya menolak. Ia merasa mual karena menyesal, mual karena benci pada dirinya sendiri yang tetap menginginkan wanita yang menurutnya telah berkhianat.

Di atas ranjang, Kate terduduk dengan pakaian berantakan dan rambut kacau. Mendengar suara Alarick yang mual-mual parah di kamar mandi, hatinya hancur berkeping-keping. Ia merasa seperti sampah. Ternyata, kebohongannya dan rencana Victoria telah berhasil membuat Alarick merasa jijik secara fisik padanya.

Al... tidak ada orang lain, jerit Kate dalam hati. Air matanya jatuh tanpa suara. Tubuhku hanya milikmu. Tidak ada yang pernah menyentuhku selain jarimu, bibirmu, dan cintamu.

Kate ingin berlari ke sana, memeluk punggung Alarick yang gemetar, dan mengakui semuanya. Ia ingin bilang bahwa dia masih suci, bahwa dia pergi untuk menyelamatkan masa depan mereka. Namun, bayangan wajah dingin Victoria Valerius muncul di benaknya, mengingatkannya bahwa satu kata jujur saja bisa menghancurkan semua orang yang dicintainya.

Alarick keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat dan mata yang sayu namun penuh kebencian. Ia menatap Kate yang sedang menangis, namun ia menganggap tangisan itu sebagai air mata buaya.

"Jangan menangis di depanku," ucap Alarick, suaranya bergetar karena rasa sakit yang amat dalam. "Rasanya benar-benar menjijikkan... mengetahui aku harus berbagi milikku dengan sampah-sampah di luar sana. Kenapa, Kate? Kenapa bukan aku yang kamu pilih dari awal?"

Alarick membuang muka, tidak tahan melihat wajah Kate. "Pakai bajumu dan pergi. Aku tidak bisa melihatmu sekarang tanpa merasa ingin muntah."

Kate berdiri dengan kaki yang lemas, membetulkan gaunnya dengan tangan gemetar. Ia berjalan keluar dari apartemen itu tanpa sepatah kata pun, meninggalkan Alarick yang hancur dalam mual dan penyesalan, membawa rahasia besar yang perlahan mulai membunuhnya dari dalam.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

happy reading😍

1
anggita
ikut ng👍like aja+iklan☝. moga novelnya lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!