dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
dua bulan yang di sepakati antara Rana dan Aska sudah terlewati bahkan saat ini sudah berjalan di bulan ke tiga, dan ini sukses membuat hati Aska ketar ketir, dia takut Rana memilih putus ketimbang menikah.
tepat hari ini Aska akan menemui Rana di dermaga dekat rumah Rana, kemarin Rana mengirim pesan untuk Aska menemui nya di dermaga,
hati Aska risau bahkan keringat sebesar biji jagung sudah bercucuran, dia takut kehilangan Rana, selama pacaran tiga bulan ini perasaan cinta Aska tumbuh subur di sanubari nya, semua kereteria istri idaman semua ada pada Rana,
Aska takut kehilangan Rana sebab walaupun banyak yang tau mereka pacaran masih saja banyak cowok yang masih berharap cinta nya di balas oleh Rana.
.
.
di ujung dermaga Aska dapat melihat punggung Rana yang menghadap lautan,
langkah Aska sedikit goyah, bukan karna angin laut tapi karna rasa yang entah lah sulit untuk di Jabar kan, yang pasti kerja jantung Aska begitu kencang, berdebar tak karuan bahkan telapak tangan nya sudah basah oleh keringat dingin,
dalam hati Aska" andaikan aku di putus kan Rana boleh kah aku langsung terjun saja kelautan?, ah konyol sekali rasa nya, tapi se andai nya Rana memutuskan untuk menikahi ku, aku berjanji Rana akan ku jadikan mu ratu di rumah tangga kita.
kini Aska berdiri di belakang Rana lalu memanggil
" Rana "
perlahan Rana memutar tubuh nya, dan di mata Aska gerakan itu seperti slow motion sangat lambat
kini mereka sudah berhadapan, Rana tersenyum begitu melihat Aska,
" Rana apa keputusan mu" tanya Aska dengan tidak sabar
Rana hanya tersenyum bahkan senyum nya lebih lebar lagi dari yang tadi
" ih gak sabaran amat sih" kata Rana sambil senyum malu malu" lalu lanjut berkata
" Aska aku mau kita lanjutan kan hubungan kita jenjang berikut nya"
Rana menatap mata Aska dengan intens karna semenjak Rana mengatakan itu Aska justru diam saja terbengong beberapa detik menatap Rana tak percaya dengan apa yang dia dengar
hening sesaat Aska maju selangkah dan tiba tiba saja Aska langsung memeluk Rana dengan erat
dalam pelukan Rana, Aska bertanya,
" apa kita akan menikah"?
" iya, kalu kamu mau" jawab Rana
kemudian Aska mengurai pelukan nya lalu menggenggam kedua tangan Rana
" iya aku Ingan kita menikah, kapan kamu siap?"
" aku sih kapan kamu lamar aku siap saja" ucap Rana sambil tersenyum simpul
" baik lah secepat nya aku akan lamar kamu"
" baik kasih tau aja kapan waktu nya, aku akan bilang Sam ayah untuk siap siap"
"ya udah aku pulang dulunya mau sampai kan berita bahagia ini sama emak sama Abah aku" ucap Aska dengan senyum lebar
"iya" kata Rana
Aska berlalu berjalan menuju tepi dermaga di daratan, dan Rana masih berdiri di tempat nya sambil memandangi punggung Aska yang berlalu.
" semoga ini keputusan yang terbaik untuk ku" batin Rana
.
.
esok hari nya Rana dapat kabar dari Aska bahwa Minggu depan dia akan datang melamar, lalu Rana pun memberi tahukan pada keluarga nya
kini keluarga Rana berkumpul di ruang keluarga
" ayah ibu Minggu depan Aska mau melamar"
apa ayah sama ibu kasih restu kalau kami menikah" tanya Rana berhati hati
hening untuk sesaat, mungkin ayah dan ibu sedang memikirkan jawaban nya
lalu ayah angkat bicara" ayah sih setuju saja, ayah merestui, Karan selama kalian berhubungan ayah liat Aska anak nya baik sopan dan tidak neko neko dan terlihat tulus semoga ini yang terbaik untuk kamu dan pernikahan terakhir Utuk kamu
lalu ibu menimpali perkataan ayah
" iya ibu juga merestui, Aska pekerja keras dan terlihat sekali dia sayang sama kamu" yang terpenting kamu juga sayang sama dia. dan.... maaf kan ibu ya?" dulu ibu terburu buru menikah kan mu dengan paksa tanpa memikirkan perasaan mu suka apa tidak nya dan berujung nestapa, menjadikan mu janda diusia muda"
" jangan di ingat lagi bu itu udah masa lalu, aku sudah memaafkan ibu, doa kan saja pernikahan kali ini aku bisa bahagia, karna ini pilihanku sendiri"
" Bu ayah, terimakasih untuk restu nya" lalu Rana memeluk kedua orang tua nya bergantian
" nak apa mau kita buat pesta meriah sepeti pernikahan mu yang pertama? tanya ibu "nanti ibu siapkan semuanya"
" kalau keinginan Rana ingin nikah sederhana aja, tak usah pesta yang meriah cukup sederhana aja, yang penting semua ornag di lingkungan kita tau kalau udah menikah lagi"
" eh jangan gitu nak' ini memang pernikahan ke dua kamu tapi buat Aska kan pernikahan pertama nya!" kata ibu
" iya ya, nantilah bu nanti kita runding kan saja pas acara lamaran nanti, kita rebukan kedua belah pihak, jangan sampai mengecewakan siapa pun" . keputusan ayah
semangat