When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vs Jörmungandr (15)
Jauh didaratan, tempat Given, Raamez dan Ingrid bersiaga.
"Hei bagaimana bang? apakah tembakanmu kena Jörmungandr ?" Ingrid tidak bisa melihat apa yang terjadi jauh di tengah laut sana.
"Ya. Aku yakin sekali tembakanku mengenainya, tapi Kai belum memberikan sinyal lanjutan untuk menyerang."
Given tampak gelisah, "Aku akan menyusul mereka. Bang Raamez bersiaplah untuk tembakan kedua, Ingrid ayo ikut aku !'
"BAIK !" Dengan bersemangat Ingrid menyetujui.
"Berhati-hatilah kalian, berdasarkan kecepatan anak panahku hingga mengenai target, lokasi Jörmungandr berada 100 km dari pesisir. Jangan lengah, segera kembali jika keadaan berbahaya."
"Siap Bang."
"Ayo kita berangkat dengan kecepatan penuh, Ingrid !"
Mereka pun berangkat masuk kedalam wilayah lautan penuh racun itu.
Disisi lain..
"Apa maksud dari ucapan ular itu Kai?"
Kai tampak shock setelah mendengar cerita Jörmungandr.
"A-apakah itu semua benar..?" Tanyanya.
Ya. Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri saat ini. Para Dewa yang mengendalikannya, oleh karena itu.. Bocah.. Cepat bunuh saja aku. Aku sudah hidup terlalu lama bagi dunia ini.
"Apakah Dewa-Dewi memang seburuk itu..?"
"Berhenti mengocehnya ular tua, meskipun kau tidak menyuruhku, aku akan tetap membunuhmu !" Teriak Kai.
Kai saat ini berusaha mencari celah, apa yang menjadi titik lemah Jörmungandr. Dimana Intinya, bagaimana pola serangannya.
Namun Jörmungandr menyadari usaha Kai itu dan memberitahu semua informasi yang dia butuhkan secara percuma.
Leher. Cepat penggal leherku, dan aku akan mati.. Bocah. Aku akan terus menciptakan badai besar dilaut ini dan menyebarkan racun mematikan. Mungkin akan sulit bagimu untuk mendekatiku.
"Dia memberitahukan kelemahannya sendiri?!" gumam Kai.
"Kenapa?! Kenapa kau membantu musuhmu?!" Tanya Kai.
Aku memang tidak menyukai manusia, tetapi aku lebih membenci para Dewa. Aku tidak akan membiarkan mereka menang ! CEPATLAH ANAK MANUSIA, BUNUH AKU !
ROAAARR !
Jörmungandr berteriak, Badai dilautan semakin besar, petir menyambar disegala sisi, ombak besar bermunculan. Tingkat racun diudara semakin pekat, kabut racun menutupi wilayah sejauh 10 km dari lokasi Jörmungandr berada.
Kini, Kai dan Bella terjebak dipusaran badai beracun yang mematikan itu. Terus bergerak berpindah ruang, menghindari petir dan ombak. Namun yang tidak bisa mereka hindari adalah.. Racun. Racun tingkat tinggi ini hampir merusak pakaian dan masker mereka.
"SIALAN ! KITA TERJEBAK BELLA !'
"KAII BAGAIMANA INII, PAKAIAN DAN MASKER KITA JUGA SUDAH DIAMBANG BATASNYA ! SUDAH TERLAMBAT UNTUK KITA BISA PERGI DARI SINI !"
Kai sadar, mereka sudah tidak bisa keluar. Kabut beracun menghalangi pandangan Kai. Ia tidak bisa menggunakan Zeno Steps dengan baik karena penglihatannya yan terbatas. Jika memaksa, ia akan berakhir berputar putar diwilayah kabut beracun tanpa pernah keluar.
Dengan kata lain.. Rencana 3 hari mereka telah gagal. Mereka harus segera mengalahkan Jörmungandr pada hari pertama ini.
MENGALAHKAN ATAU DIKALAHKAN.
2 jam berlalu tanpa disadari.
[17:00]
Matahari sudah mulai terbenam, Raamez masih menunggu sinyal dari 4 rekannya. Namun kegelisahan mulai timbul dalam hatinya.
"Ingrid ! Ayo lebih cepat lagi ! Kabut racunnya sudah ada didepan, ayo ! Kai dan Bella saat ini sedang terjebak, Kai tidak bisa menggunakan Zeno Steps ketika pandangannya terbatas."
"Aku sudah melaju secepat yang kubisa Given ! Pergilah dahulu, aku akan menyusulmu ! Cepat selamatkan Kai dan Bella !"
"Baiklah, jaga dirimu Ingrid !
"Ya, Kau juga !"
*SWOOOSH !!
Given mempercepat lajunya dengan 'Light Steps' membuatnya bisa terbang dengan kecepatan yang hampir menyamai cahaya.
"Kai.. Sudah 5 jam kita terjebak dalam badai ekstrim dan kabut beracun ini.. Energi spiritualku sudah hampir habis.." Ucap Bella lirih.
"Sial.. Aku tidak bisa membiarkan Bella tumbang disini.." Gumamnya dalam hati.
"Bella.. Sebentar lagi pakaian dan masker kita akan rusak.. Tolong lepaskan saja buffmu padaku, gunakan untuk dirimu sendiri." Ucap Kai mengambil keputusan.
"Tapi Kai.. Kamu nanti-"
"Sudah sudah.. aku tidak bisa membiarkanmu mati disini Bella. Aku akan baik-baik saja woi ! Cepat pindahkan buffmu pada dirimu sendiri ! Pakaian kita akan segera rusak !"
"Baiklah Kai.. Maaf.." Bella meneteskan air matanya.
"Heh.. Ngapain maaf, aku ini kuat loh WKAKA!"
*Swift. (buff berpindah ke Bella)
*Crack!
Tepat setelah Buff dalam tubuh Kai menghilang; tubuhnya terasa remuk, pembuluh darah dimatanya pecah karena efek tekanan penggunaan Zeno Steps, otaknya berdarah. Darah mulai keluar dari mata, mulut, hidung dan telinga Kai.
*Crashh!!
Pakaian dan masker mereka berdua juga rusak. Racun memasuki tubuh Kai dengan jumlah yang besar, memperparah infeksi dan luka dalam tubuhnya.
*Cough!
Kai memuntahkan darahnya, tangannya gemetar namun harus tetap menggendong Bella agar tidak terjatuh.
"K-KAI.. KAMU GAPAPA??" Tanya Bella khawatir melihat Kai terdiam.
"Apaan ini mah bukan apa-apa !" Balas Kai pada Bella dengan senyuman. Sementara kulitnya semakin membiru.
"KAAIIII !!!"
Suara Given terdengar dari kejauhan.
"Given ya.." Ucap Kai menyadari, "AKU DISINI GIVEN ! CEPAT TAHAN TUBUH ULAR INI DENGAN RANTAI CAHAYAMU !"
*SWOOSHH!!
*CRANCK!!
Rantai cahaya raksasa turun dari langit menembus tubuh Jörmungandr, melilitnya dan menghentikan pergerakannya.
"Yosh bagus !"
Kai menyalakan sinyal untuk Raamez, sinyal untuk menyerang leher Jörmungandr.
Ultimate Sol Dominus: Divine Arrow!!!
*JBOOOOMMMMM!!!
ROAAARRRR! Jörmungandr berteriak kesakitan, lubang besar tercipta dilehernya. Membuat regenerasinya melambat.
"OH DEWA ! Apa yang terjadi padamu Kai ?!" Tanya Given panik melihat Kai dalam kondisi yang mengerikan.
"Perubahan rencana. Kita akan kalahkan Jörmungandr hari ini ! Aku sudah tamat, Aku menyuruh bella memindahkan buffnya pada dirinya sendiri. Dan juga Given.. Potong leher Jörmungandr dan kita akan menang." Jawab Kai menjelaskan situasi.
"Hah? Kau sudah tahu titik lemahnya? Baiklah aku akan meneruskan untuk menyerang lubang yang sudah diciptakan bang Raamez ! Kau mundur saja Kai !!" Balas Given.
"YA. Aku akan membawa Bella ke tempat yang aman, dia sudah sangat lemas.." Kai melihat Bella yang terdiam lemas dipunggungnya.
Kai pun pergi menjauh dari medan perang, dengan sisa tenaga dan energi spiritual yang sedikit, ia memaksa dirinya menggunakan Zeno Steps untuk bisa kabur dari pusaran badai dan kabut beracun milik Jörmungandr.
Pandangannya mulai memudar, sama seperti saat melawan Typhon.. Tidak, bahkan lebih parah. Organ dalam Kai juga telah rusak karena racun Jörmungandr, ia mengalami pendarahan hebat luar dalam.
"Jangan sekarang.. Aku mohon.. Aku harus membawa Bella.. Setidaknya sampai daratan.." Gumamnya lirih.
*Set! Tepat saat keluar dari pusaran badai itu, Kai berpapasan dengan Ingrid.
"KAII?!?" Teriak Ingrid panik melihat kondisi Kai.
Water Protection v.3
*SWOOSHHH!
Ingrid langsung membungkus Kai dan Bella dengan gelembung air. Ingrid bisa memfilter racun dalam gelembung itu, sehingga paparan racunnya menurun bagi Kai dan Bella yang ada didalamnya.
"Kai ! Apa yang terjadi !?? Bertahanlah Kai !"
Ingrid panik dan bingung akan apa yang sebenarnya terjadi.
"Bawa aku ke bang Raamez secepatnya.. Given perlu bantuan untuk mengalahkan Jörmungandr." ucap Kai pelan.
"Mengalahkan Jörmungandr? Bukannya masih hari ke-3 nanti ya kai?!"
"Perubahan rencana Ingrid. Jörmungandr semakin mengamuk.. Selain itu, Dia (Jörmungandr) juga butuh diselamatkan.." Balas Kai.
"A-apa.. Maksudmu.. Jörmungandr.. Juga perlu diselamatkan..?"
Tanpa pikir panjang, Ingrid membawa Kai dan Bella dalam gelembung air itu ke daratan. Namun jarak yang sangat jauh membuat Ingrid khawatir akan keselamatan Kai. Akan kah Kai selamat sampai daratan sebelum racun dan pendarahan hebat membunuhnya ?