NovelToon NovelToon
TENTANG KAMU DAN DIA

TENTANG KAMU DAN DIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Cintapertama
Popularitas:736
Nilai: 5
Nama Author: MAMI ADRIELLA20

Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak disangka

"Berdua sama Abang" jawabku mengubah topik pembicaraan, aku paham mau kemana pembahasan ini dibawa.

"Bukan... Gimana ya, maksudnya sekarang single?" WTF ini bang Dean gak lagi mabuk kan? Matanya juga kelihatan segar enggak kayak biasanya,plenger gitu.

"Iya begitulah." Jawabku jutek sambil meraba keberadaan handphone ku. "Pacar mu yang lama dimana ?" ia semakin penasaran dengan jawaban ku, Gilak ini cowok kenapaa bikin aku salting brutal.

"Mi." Tanganku di tahan bang Dean, kini wajahnya begitu dekat dengan ku. "Olo do ho tu au?" Katanya pake bahasa Batak, artinya mau kah kau menjadi pacar ku/ kekasih ku. Detak jantung ku enggak beraturan.

"Ahh apalah Abang ini, enggak tau aku bahasa Batak." bukannya menolak atau

juga memang aku tak tau bahasa Batak

hanya saja itu jalan keluar agar aku tidak memberi jawaban sekarang.

Bang Dean enggan mengulang pertanyaan itu,malah artinya dia plesetan menjadi kata-

kata lain. "Hati-hati ya dek," artinya. Katanya melepaskan genggaman tangan ku; aku membalas genggaman tangan itu dengan tepukan bahu seraya mengucapkan terimakasih. Ia tersenyum canggung kami berpisah.

Eh kok dia gak pergi, padahal aku sudah mau sampai di kost Lista... Oh iya astagaa plastik jajan masih tinggal di mobilnya, terpaksa aku kembali. Disitu tatapan bang Dean dingin dan serius mukanya memerah seperti seorang habis minum...

"Aku mau ambil ini," ku angkat plastik berisi makanan dekat dengan ku. Terus dengan pandangan saling bertemu bang Dean mengucapkan kata-kata yang seharusnya ku dengar dari Josua "Bagaimana caranya aku memiliki mu," katanya dingin tapi penuh keyakinan. Ia terus mempertahankan tatapan itu.

Kini giliran aku mati kutu karena pembahasan seperti ini, tapi dengan penuh keberanian aku beri ia jawaban yang enggak mungkin terjadi. "Kalau memang mau temanan ayok. Tapi kalau Abang mau serius bisa datang kerumah minta aku ke orang tua ku pasti aku mau." Astaga itu keluar dari mulut ku kah, ya ampun bodohnya Miwa, kalau bang Dean cuman bercanda gimana.

Udah tutup pintunya, aku malu banget jadinya. Daripada aku semakin berbuat

tanpa aku sadari apa akibatnya. "Lista"

Ketukan pintu lama sekali di buka.

Bang Dean juga belum pergi mungkin

tunggu aku masuk ke dalam soalnya

barang-barang sudah ditangan ku

semuanya.

"Lama banget," Lista sudah lengkap dengan piyama nya, aku langsung masuk tanpa menjelaskan apa pun, biarlah kami cerita

dikamar. "Mi, aku bakalan pulang. Hemm maaf ya selama ini aku repotin kamu," tangan

Lista amat dingin, benar-benar dingin karena sesuatu tersimpan bukan karena cuaca.

Tidak biasanya Lista nyaman memeluk ku begini,apa mungkin dia ingin pulang kampung

jadi takut kehilangan momentum seperti ini.

Aku sedih banget harus berpisah dengan Lista, yang bikin sedih lagi pertemuan antara aku dan Lista sudah diatur dalam beberapa tahun kedepannya, sudah tidak bisa seperti sedia kala.

"Aku minta maaf ya Mi, aku dengerin kamu."

Aku diam jadinya, padahal aku mau kasih nasehat. Mengingat kondisi seperti ini enggak mungkin aku banyak bicara kan.

"Emang aku orang tua mu? Harus di dengerin kata-kata nya, aku cuman teman mu kalii Lis. Kamu punya pikiran sendiri untuk hidup mu, kalau aku mah bisa kasih jalan, yang ciptakan jalan kehidupan kan kamu dan takdir mu. Semangat," ke balas pelukan itu dengan elusan lembut di rambutnya nya.

"Aku takut Mi, kalau ada apa-apa kamu jadi orang pertama yang ku telepon ya. Aku enggak punya siapa-siapa lagi, mungkin raga banyak yang dekat tapi kalau dukungan aku butuhnya dari kamu." Tanpa sadar air mataku menetes untuk perpisahan ini, aku enggak nyangka dan tidak pernah membawakan nya kedalam mimpi perpisahan kami seperti ini adanya.

"Ia." kataku pasrah namun tidak menyerah untuk Lista,"Kau masih punya foto ini Mi?" Lista mengeluarkan foto kami berdua ketika SMA, ia masih menyimpan nya rapi sementara milikmu sudah entah dimana keberadaannya.

"Ih masih kau simpan," Kata ku bersemangat.

Kami hanya tersenyum dengan cerita-cerita aneh, terus entah kenapa batinku ingin cerita tentang bang Dean ke Lista. "Lis, bang Dean itu baik enggak sih?" Lista melepaskan pelukan nya dari tubuh ku, kini kami sama berbaring dikasur lista. Menutup pintu menatap langit-langit rumah sembari berbicara. "Bang Dean lamar kamu?" Hah Lista kok bisa nebak? Apa bang Dean sudah cerita ke Ijonk. Memang laki-laki biang gosip handal ya, bisa-bisanya satu cerita di sebar luaskan.

"Ia." Kata ku mempercepat cerita. "Hemm, aku enggak bilang iya, enggak juga nolak. Intinya aku bilang kalau temenanan doank ya ayok tapi kalau dia mau serius ya datang ke orang tua ku."

"Sudah bener sih Mi kamu jawab nya gitu, tinggal bang Dean aja mau nya gimana. Tapi ini perasaan ku aja ya, kamu itu ada miripnya dengan mantan bang Dean yang sudah meninggal, ehh saran ku sih sebelum kalian ke jenjang serius cari tahu dulu deh, bang Dean itu masih gagal move on atau memang dia ngelihat kamu ya sebagai Miwa," fakta baru dari Lista menjenjang kan bukan? Harusnya demikian langkah ku selanjutnya.

"Emang semirip itu?" Pertanyaan dari ku membuat Lista membuka kembali laman media sosial grup, disana ada satu video dimana bang Dean membawa kue' untuk seorang wanita didalam komunitas itu disebuah pondok taman, senyum itu tidak pernah terlihat oleh melainkan di nikmati oleh perempuan itu. "Happy birthday to mi wife." Teriak bang Dean penuh cinta. Disana perempuan itu menikmati cinta tulus bang Dean dengan penuh suka, aku takut melihat video itu. Ketakutan ku ketika aku sudah tau seberapa besar cinta bang Dean ke wanita itu tidak diberikan setengahnya kepada ku. Atau bahkan aku menerima sisa-sisa nya.

"Tadi kami ketemu di gerbong kereta, dia dari mana gitu aku lupa, terus kami singgah ke rumah bang Dean yang di Bekasi. Bukannya dia kost ya?"

"Hemm rumah itu, itu dulu bang Dean sama kak Irma nyicil buat rumah masa depan lah, tapi belum lama di ambil udah enggak ada aja pemilik tahtanya."

"Bang Dean mungkin mau pindah ya, soalnya di perbaiki tadi."

"Mungkin... Tidur yuk, kamu mau mandi dulu?"

"Aku sudah mandi" Tangan ku meraih handphone Lista, Lista tertidur. Ku cek

laman media sosial perempuan itu, dia manis

mungkin sekilas dilihat dia mirip dengan ku terutama stayle kami. Kalau dari body/ badan jauh lebih menarik aku, dia sedikit pendek dan gemuk sementara aku tinggi dan sedikit kurus. Jaraknya berada di bawah ketiak bang Dean sementara tinggi ku sudah dekat bahunya, bang Dean termasuk tinggi orang nya. Badannya sedikit kurus namun bukan yang langsing gitu.

Foto-foto mesra mereka bermula di awal perempuan itu bekerja, sepertinya dia juga

supel anaknya, terlihat dari komunitas dan

juga beberapa kemenangan yang ia raih, aku insecure dengan kepintaran nya. Mengimbangi bang Dean banget cara mereka menghabiskan waktu, seperti itu naik gunung, makan, dan juga motoran bareng sayang nya aku tidak bisa mendapatkan masa itu kalau pun dekat sekarang. Sekarang bang Dean sudah layaknya bapak-bapak usia 38 Tahun apalah mau dinikmati selain rumah tangga yang indah.

1
Zanahhan226
aku mampir nih, Kak..
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
MAMI ADRIELLA20: woke kak, terima kasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!