Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.
Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.
Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.
"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 : Sebuah Ilusi
Kabut di lereng Gunung Qingyun terasa semakin dingin, seolah menusuk hingga ke tulang. Guru Baiyun menunjuk ke sebuah jalan setapak sempit yang menanjak curam menuju puncak tebing yang tertutup awan hitam.
"Ingat, Nona Muda," suara Guru Baiyun menggema. "Di Tebing Jiwa, musuh terbesarmu bukanlah binatang buas atau pedang tajam, melainkan dirimu sendiri. Apa yang kau lihat adalah apa yang paling kau takuti atau apa yang paling kau sesali."
Wu Lian menahan lengan Qinqin. "Aku akan menunggumu di batas tebing. Jika dalam satu jam kau tidak kembali, aku akan menjemputmu, peduli setan dengan aturan gunung ini."
Qinqin menatap mata Wu Lian yang menunjukkan kekhawatiran nyata. Ia tersenyum tipis, mencoba mencairkan ketegangan. "Waduh, Jenderal Kaku mulai perhatian ya? Tenang saja, aku ini wanita tangguh. Tunggu aku di sini, jangan selingkuh sama pohon bambu."
Dengan langkah mantap, Qinqin mulai mendaki. Semakin tinggi ia berjalan, udara terasa semakin tipis. Tiba-tiba, kabut di sekelilingnya berubah warna menjadi abu-abu pekat. Suara angin yang tadinya menderu, kini berubah menjadi bisikan-bisikan yang sangat ia kenal.
"Qinqin , kenapa kau meninggalkan kami?"
Langkah Qinqin terhenti. Suara itu... itu suara ibunya dari dunia modern.
Pemandangan di depannya berubah drastis. Ia tidak lagi berada di gunung, melainkan di sebuah ruangan rumah sakit yang serba putih. Di atas ranjang, ia melihat tubuhnya sendiri terbaring kaku dengan berbagai kabel menempel di dada. Alat deteksi jantung berbunyi datar---piiiiiiip.
"Kembalilah nak! Kami merindukan mu. Tolong jangan mati." Histeris dari ibu Qinqin di dunia modern.
"Ini cuma ilusi," bisik Qinqin pada dirinya sendiri. Jantungnya berdegup kencang. "Ini bukan nyata."
Namun, ilusi itu berganti lagi. Kini ia berada di sebuah taman yang indah di wilayah Timur. Ia melihat seorang pria tua---ayahnya, Xu Manchu---sedang terbatuk darah sementara Nyonya Bai berdiri di sampingnya dengan senyum kemenangan sambil memegang botol racun.
"Putrimu yang bodoh itu sudah membusuk di gudang Jenderal Wu, Suamiku," ucap Nyonya Bai dalam ilusi itu. "Tidak akan ada yang datang menyelamatkanmu."
"Ayah!" teriak Qinqin spontan. Ia berlari ingin memukul Nyonya Bai, namun tangannya hanya menembus udara.
Qinqin jatuh terduduk. Rasa sakit di dadanya terasa sangat nyata. Perasaan bersalah karena meninggalkan orang tuanya di dunia modern dan perasaan tidak berdaya pemilik tubuh asli bercampur menjadi satu, menghimpit napasnya.
Tunggu... Qinqin memejamkan mata rapat-rapat. Ia teringat latihan tenaga dalamnya bersama Wu Lian. Fokuskan pikiranmu pada satu titik. Ketenangan adalah kunci.
"Kalian tidak nyata," gumam Qinqin. Ia berdiri perlahan, meskipun kakinya terasa berat seperti timah. "Masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan ada di tanganku sekarang. Jika aku terjebak di sini, maka ayahku yang sebenarnya di Timur benar-benar akan mati!"
Ia menghunus belati peraknya. Bukan untuk menyerang bayangan itu, melainkan untuk menggores telapak tangannya sendiri sedikit. Rasa perih yang nyata menyentaknya kembali ke realitas.
"Aku bukan Xu Qinqin yang lemah. Aku adalah Qinqin yang akan mengacak-acak takdir ini!" teriaknya lantang.
Seketika, bayangan rumah sakit dan Nyonya Bai pecah seperti cermin yang dipukul. Kabut hitam memudar, menyisakan pemandangan puncak tebing yang diterangi cahaya bulan yang pucat. Di ujung tebing, tumbuh sebuah tanaman dengan daun berwarna perak dan akar yang putih berkilau, Akar Naga Putih.
Qinqin segera mendekat dan mencabut tanaman itu dengan hati-hati menggunakan kain sutra.
Di bawah tebing, Wu Lian sudah mondar-mandir dengan gelisah. Tangannya berkali-kali menyentuh hulu pedangnya. Tepat saat ia hendak melangkah maju melanggar janji, sosok Qinqin muncul dari balik kabut.
Pakaiannya sedikit kotor dan ada noda darah di telapak tangannya, tapi matanya bersinar lebih terang dari sebelumnya.
"Dapat!" seru Qinqin sambil mengangkat tanaman itu tinggi-tinggi.
Wu Lian segera menghampirinya, meraih tangan Qinqin yang terluka dengan cepat. "Kau terluka? Apa yang terjadi di atas sana?"
Qinqin tertawa kecil, meskipun wajahnya tampak lelah. "Hanya sedikit 'debat' dengan hantu masa lalu, Jenderal. Ternyata hantunya tidak seseram wajahmu kalau lagi marah."
Mendengar celotehan itu Wu Lian merasa lega dan marah secara bersamaan. Wanita itu pikir bahwa Jenderal perang hebat ini mirip hantu?
Guru Baiyun muncul dari balik pepohonan, mengangguk hormat. "Kau memiliki jiwa yang sangat kuat, Nona Muda. Jarang ada orang yang bisa keluar dari Tebing Jiwa dalam waktu sesingkat itu tanpa kehilangan kewarasan."
"Terima kasih, Guru. Sekarang, aku harus segera pulang. Ayahku tidak punya banyak waktu," ujar Qinqin serius.
Wu Lian menatap Qinqin dengan tatapan yang kini penuh dengan rasa kagum yang tak lagi bisa ia sembunyikan. Ia melepaskan jubah hitamnya dan menyampirkannya ke bahu Qinqin yang kedinginan.
"Ayo. Kita kembali ke kediaman," ujar Wu Lian pelan. "Huo Lu, siapkan kuda. Kita akan memacu secepat mungkin."
Saat mereka mulai menuruni gunung, Qinqin menyandarkan kepalanya sejenak di punggung tegap Wu Lian saat dibantu naik ke kuda. Ia tahu, perjalanan ke Timur untuk menghadapi Nyonya Bai akan jauh lebih berbahaya, tapi sekarang ia tidak lagi takut, karena ini bukanlah Qinqin yang dulu.
***
Happy Reading ❤️
Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️
semoga tuh rencana mertua gagal total.....
😡
aku menunggu kelanjutan nya thor😍😍
semangat up trus thor😍
bar bar gak ya ne MC nya.. suka kali klo dia bisa war😂😂😂😂