NovelToon NovelToon
GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cintamanis / Tamat
Popularitas:811.2k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Dipaksa menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam untuk menggantikan Kakak tirinya yang pergi melarikan diri menjelang pernikahan, Gia tak bisa menolak.

Gia berdiri di samping Tuan Ardiansyah yang berkuasa, dengan seluruh tubuh gemetar dan air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Dia takut kalau Tuan Ardiansyah tau yang ada di balik kain veil itu adalah dirinya, bukan Siska Kakaknya.

Tapi tangan hangat dengan jari yang besar justru menggenggam tangannya.

"Bernapaslah, ikuti kataku. Semua akan baik-baik saja!"

Bagaimana jadinya jika Tuan Ardiansyah yang terkenal kejam itu justru tak seperti yang orang katakan. Dia justru begitu hangat dan perhatian, apa Siska akan menyesal telah meninggalkan pernikahan waktu itu?
Apa Siska akan kembali dan merusak kebahagiaan yang baru saja Gia dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam yang begitu panjang

​Aula utama Fakultas Seni Rupa malam itu disulap menjadi ruang pameran yang megah. Lampu-lampu sorot kekuningan diarahkan presisi ke deretan kanvas yang berjajar, menciptakan bayangan artistik di atas lantai kayu yang dipoles mengilap. Udara dipenuhi aroma wine, parfum mahal, dan gumaman rendah dari para kolektor seni, kritikus, serta keluarga mahasiswa yang hadir.

​Gia berdiri di samping karyanya yang paling besar, lukisan kolaborasi dengan Satria yang akhirnya selesai. Namun, perhatiannya terus teralih pada sudut ruangan yang lebih privat, tempat lukisan rahasianya yang berjudul “The Guardian” dipajang atas izin khusus Profesor Handoko. Lukisan itu tidak dijual, hanya untuk dipamerkan.

​Gia mengenakan gaun off shoulder berwarna biru dongker yang elegan, hadiah dari Ares. Rambutnya disanggul modern, memperlihatkan leher jenjangnya yang dihiasi kalung berlian pemberian mertuanya. Ia tampak seperti bintang malam itu, bukan lagi sekadar mahasiswa baru yang pemalu.

​“Gia, kau benar-benar melakukannya” Bisik Satria yang berdiri di sampingnya, mengenakan kemeja rapi yang membuatnya tampak lebih dewasa.

“Lihat orang-orang itu. Mereka tidak berhenti membicarakan teknik pisau paletmu di lukisan perak itu"

“Terima kasih, Satria. Tapi aku sedang menunggu seseorang” Gia tersenyum tipis atas pujian itu.

​“Suamimu?” Satria mendengus pelan, ada nada cemburu yang gagal ia sembunyikan.

“Dia pria yang sibuk, Gia. Jangan kecewa jika pria seperti Aresta Ardiansyah lebih memilih rapat dewan direksi daripada pameran mahasiswa”

​Tepat saat kalimat itu selesai diucapkan, pintu aula terbuka lebar. Seluruh ruangan mendadak hening. Langkah kaki yang mantap dan berwibawa menggema. Ares masuk dengan setelan jas hitam custom made yang membalut tubuh tegapnya sempurna. Di belakangnya, dua asisten pribadi mengikuti dengan jarak yang dijaga. Kehadiran sang CEO Ardiansyah Group seolah menyedot oksigen di ruangan itu semua mata tertuju padanya.

​Ares tidak menoleh ke kiri atau ke kanan. Tujuannya hanya satu. Begitu matanya menemukan Gia, garis wajahnya yang kaku melunak. Ia berjalan mendekat, mengabaikan beberapa kolektor yang mencoba menyapanya, dan berhenti tepat di depan istrinya.

​“Mas datang tepat waktu" Bisik Gia, matanya berbinar haru.

​Ares meraih tangan Gia, mengecup punggung tangannya di depan semua orang, termasuk Satria yang kini hanya bisa mematung.

“Mas tidak akan melewatkan momen di mana dunia akhirnya melihat apa yang Mas lihat setiap hari, Gia”

​Ares kemudian beralih menatap lukisan “The Guardian”. Ia berdiri diam selama beberapa menit, menyerap setiap goresan perak dan biru tua yang merepresentasikan dirinya. Keheningan Ares membuat Gia cemas, namun kemudian Ares berbisik pelan, hanya untuk telinga Gia.

“Mas tidak pernah merasa semengerti ini oleh siapapun, sampai Mas melihat lukisan ini”

​Malam pameran itu adalah malam paling membahagiakan bagi Gia. Berada di pameran itu dan bukan hanya sebagai tamu undangan melainkan menjadi salah satu seniman yang berpartisipasi di sana, adalah hal paling besar dalam hidup Gia.

Tapi kalau bukan karena Ares, bukan karena dia berdiri di sisi Ares sebagai mempelai pengganti waktu itu, Gia tidak akan pernah menjadi dirinya yang sekarang.

🌹🌹🌹

​Suasana mansion terasa begitu hening dan intim, kontras dengan keriuhan pameran tadi. Setelah malam yang melelahkan namun membahagiakan, Ares dan Gia melangkah masuk ke dalam kamar utama mereka. Pintu kamar tertutup, mengunci dunia luar dan menyisakan hanya mereka berdua dalam ruangan yang remang oleh lampu meja.

​Ares melepaskan jasnya, melemparkannya ke kursi panjang di sudut ruangan, diikuti dengan dasinya. Ia berjalan mendekati Gia yang masih berdiri terpaku di dekat tempat tidur, keanggunan gaun biru dongkernya membuat Ares terpesona.

Ares menatap istrinya dengan tatapan yang dalam, intens, dan penuh dengan rasa ingin memiliki yang sudah tak terbendung lagi.

​"Lukisan itu..." Suara Ares serak, terdengar berat di keheningan malam.

"saat kamu menunjukkan itu pada Mas, Mas sadar kalau Mas tidak bisa lagi menahan diri"

​Gia menahan napasnya, merasakan jantungnya berdebar kencang saat Ares melangkah mendekat. Ia bisa merasakan kehangatan tubuh suaminya meski belum bersentuhan. Ares mengulurkan tangannya, menyentuh pipi Gia dengan punggung jarinya, menelusuri garis rahangnya dengan lembut.

Ia kemudian menyelipkan anak rambut Gia ke belakang telinga, memberikan kecupan ringan di pelipisnya. Sentuhan itu terasa seperti sengatan listrik lembut yang membuat lutut Gia lemas.

​Ares menundukkan kepalanya, menyatukan kening mereka. Napasnya yang hangat menerpa wajah Gia, membuat aroma vanila tubuh istrinya bercampur dengan wangi maskulin dirinya.

"Malam ini, Gia" Bisik Ares, suaranya kini terdengar seperti janji sekaligus tuntutan.

"Mas ingin kamu benar-benar menjadi milik Mas. Sepenuhnya. Tanpa ada lagi keraguan"

​Gia mendongak, matanya berkilat dengan gairah dan kasih sayang yang sama besarnya. Ia mengangguk pelan, memberikan izin tanpa suara.

​Ares perlahan mendekatkan wajahnya, bibir mereka bertemu dalam ciuman yang lambat namun penuh tuntutan. Itu bukan ciuman yang tergesa-gesa.

Ares menikmatinya, menuntut lebih banyak, mengeksplorasi setiap sudut bibir Gia seolah itu adalah harta karun yang baru ia temukan. Gia membalasnya dengan intensitas yang sama, tangannya meremas kemeja bagian bahu Ares, menariknya lebih dekat.

​Ciuman itu turun ke leher Gia, membuat gadis itu mendesah pelan. Tangan Ares bergerak ke resleting belakang gaun Gia, menurunkannya perlahan. Gaun itu meluncur jatuh ke lantai, menyisakan pakaian dalam sutra yang membuat napas Ares tertahan. Ia mengangkat tubuh Gia ke dalam pelukannya, gaya bridal style, dan membawanya ke tempat tidur.

Ares menurunkan Gia dengan begitu pelan, seolah takut menyakiti istrinya itu. Tapi tatapannya tak lepas dari mata Gia. Dia terus mengunci mata coklat itu hingga Gia berbaring sempurna di atas ranjang dengan tubuhnya yang mengungkung Gia dibawahnya

Ares benar-bener memuja Gia, dia meneliti setiap inci wajah cantik Gia, mengusapnya dan menciumnya dengan begitu lembut.

Gia hanya bisa memejamkan mata menikmati sentuhan sensasional dari suaminya untuk pertama kali.

Ada rasa takut di dalam hatinya karena ini pertama kali untuknya. Tapi dia percaya pada Ares, Ares tidak akan mungkin menyakitinya. Pria itu adalah pelindung baginya. Pria itu selalu memperlakukannya dengan begitu lembut.

"Emmhhh.." Lenguh Gia saat lehernya dihisap oleh Ares. Tidak sakit sama sekali karena Ares melakukannya dengan pelan, namun itu adalah titik sensitifnya, ditambah Ares sengaja menggunakan lidahnya di sana.

Ares merasa seperti ingin meledak. Napasnya semakin berat ketika menyusuri tubuh Gia lebih dalam lagi. Tubuh kecil itu benar-benar masih begitu ranum mengingat usia Gia yang masih dua puluh tahun.

Sebenarnya Ares merasa bersalah karena harus melakukannya dengan Gia mengingat umurnya yang terpaut begitu jauh. Tapi dia tak tahan lagi, dia ingin memiliki Gia seutuhnya.

Gia hanya pasrah saat tak ada lagi kain yang menutupi tubuhnya. Mereka sudah benar-benar polos. Milik Ares juga sudah sangat siap untuk masuk ke dalam sana, memiliki Gia seutuhnya, hanya untuknya.

"Akkhhhh!" Gia memeluk kesakitan saat milik Ares menerobos dengan paksa sebuah pintu yang sangat sempit.

"Maafkan Mas sayang, ini tidak akan sakit lagi setelah ini!" Ares mengusap air mata bercampur peluh di wajah Gia.

Malam ini benar-benar menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua. Mereka sudah menjadi suami istri yang sesungguhnya mulai malam ini. Tak ada lagi jarak, mereka benar-benar menyatu dalam peluh dan kenikmatan surga dunia.

1
Visencia Alingga
👍👍👍💪💪💪
Mamah Dini11
ahhhh tamat di kira blm,, makasih author ceritanya keren dn menghibur 🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍💪💪
⋆.˚mytha🦋
selalu baguuussss ceritanya ❤️
Mamah Dini11
tuh kan gi ketakutanmu berbuah maniskan ,
Liana Simon
Ceritanya ringan Dan menarik
Mamah Dini11
akhir nya hati gia udh mencair alhdulilah ,ayo res jemput istrimu
Mamah Dini11
iya gia jgn lama2 marahnya nanti habis ke sabaran ares diakan orang sibuk ,pulanglah bersama suamimu , perusahaan membutuhkan ares kalau di tinggal lama gimana ayo mikir gi pulang ya pulang ke mansion
Mamah Dini11
marah boleh gia kecewa udh pasti sm suasmimu itu wajar. tpiii kmu juga sekarang lgi berbadan dua gi dn butuh sosok sares di dekatmu. ya mungkin untuk saat ini kmu blm bisa maafin ares gk apa2 , tpiii jgn lama ya gi ares kan sibuk orang nya , dn dia menyesali semua kesalahannya ,,percayakan gi
Mamah Dini11
alhmdulilah akhirnya mereka udh di pertemukan lgi , justru aku suka karya author ini gk bertele2 cerita nya, lasnjut semangat💪💪💪💪💪👍👍👍
Mamah Dini11
naashhh baru nyesel kan , cemburu di piara ,cepet cari bkn nangis aspal gk salah jgn di pukul , kepalamu tuh getok mh
Mamah Dini11
mengalah dulu gi jgn di paksakan , diam itu lbh baik , nanti dia sendiri yg akan menemuimu , sabarrr ya gi
Mamah Dini11
bagus giiii itu ke putusan yg trbaik 👍👍👍💪💪 jgn beri celah orang lain masuk
Mamah Dini11
siska juga blm ketemu udh muncul lgi si satria yg mulai menggangu ketenangan rumah tangga gia dn aris , ayo res gimana udh blm mencari informasi tentang si satria lama banget orang2mu kan banyak , jgn lelet dn lemot ares gercep doong jgn kalah dgn orang2 yg mau menggangumu .
Mamah Dini11
aduh si satria cari penyakit , hati2 gia ,hati2 ares ayo cepat cari tau. tentang si satria,,apa maksud di blk semua itu
Mamah Dini11
kalau yg jahat slalu lolos , aduhhh butuh ke adilan niii
Mamah Dini11
dasar laki2 gk punya pendirian mana janji2mu ares ,baru segitu aja udh percaya dasar laki2 pinplan ,kecewa sekali aku sm si ares dn mama nya gampang sekali terhasutnya 😙😙😙😙😙
Mamah Dini11
kasian gia sekali serangan sisksa lgsung jatuh ,padahal udh banyak penderitaan hidupnya,,jgn kasih kesempatan untuk menang perempuan ular model si siska thor 🙏🙏
Mamah Dini11
tolong thor slamatkan gia jgn ada luka. sdikitpun ,, enak bener si licik siska sekali muncul lgsung berhasil apa2an coba. ,gia lgsung di serang dgn lancar ,beri kekuasaan buat aris untuk membuktikan kalau gia gk bersalah. pliiiiisssss thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mamah Dini11
akhirnya yg di tunggu2 tiba juga belah duren nya , slamat menikmati ares semoga malpernya gk terganggu ,💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
Mamah Dini11
banyak adegan romantisnya , cmburunya tpii untuk apa romantis dan cemburu kalau gk ada adegan penyatuan , itukan tanda nya ke pemilikan,, itu mh kayak TTM
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!