Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Memperkenalkan Aleta
Sudah lebih dari seminggu Aleta selalu di antar jemput oleh Elang. Dia sudah mulai risih , tapi ķetika ia menanyakan di mana motornya , ada saja jawaban dari Elang.
Seperti kali ini , Aleta kembali mendatangi Elang di ruangannya.
" Permisi Pak ".
" Ya , kamu tidak istirahat AL ?".
" Setelah ini Pak , saya cuma mau nanya tentang motor saya Pak ".
" Tenang saja , motor kamu aman ".
Aman dari hongkong.....maunya apa sih , masa iya orang kaya doyan sama motor jelek milik ku , mau beli yang baru kan pasti bisa...
" Iya aman , tapi di mana Pak , saya tidak enak numpang mobil Pak Elang terus ".
" Tapi aku enak....eh maksudnya anggap saja kamu menemani aku berangkat dan pulang kerja sebagai ganti aku traktir kamu nakan ". ujar Elang. pokonya apapun akan ia lakukan agar Aleta bisa jadi miliknya.
Itu semua ia lakukan juga demi menjauhkan Aleta dengan laki - laki yang sedang mengincarnya , termasuk Bayu dan Bastian.
" Mau sampai kapan Pak sedangkan tiap pulang , Pak Elang selalu mengajak saya untuk mampir ke tempat makan ......utang saya jadi tidak lunas - lunas dong , bisa jadi saya akan menemani Pak Elang terus sampai seumur hidup ". Ucap Aleta mulai tidak bisa mengontrol emosinya karena Elang seperti sedang mempermainkannya .
" Memang itu yang aku mau " . Elang keceplosan.
" Maksud Pak Elang apa ???"
" Enggak ada AL ,lagian kamu juga mau aku ajak makan "
" Saya sudah menolak ya kalau Pak Elang lupa , anda yang selalu memaksa saya Pak ".
" Perut kamu yang tidak bisa menolaknya AL " Elang terkekeh , teringat suara perut Aleta yang keroncongan.
" Ih yang itu jangan di ingat ". Aleta mulai tidak sopan...." Please Pak , jangan permainankan saya ".
" Aku tidak main - main AL, aku serius ".
" Hah ". Aleta makin tidak paham apa maksud dari perkataan Elang.
Belum Aleta bertanya lagi , Elang sudah bangkit dari duduknya, menyambar tangan Aleta , menggegamnya erat agar tidak lepas.
" Eh....eh...Pak.....mau kemana ini ?".
" Ke KUA ". jawab Elang asal.
Mata Aleta membulat, kelakuan Bos nya sudah di ambang kewajaran.
" Pak...lepasin, nanti banyak yang lihat ". usaha Aleta percuma ....Bayu sudah melihat melihatnya .
Elang tersenyum tipis bahkan sengaja memperlihatkan tautan tangannya dengan Aleta.
Aleta sama Pak Elang.......apa mereka ????? ah tidak , kalau saingannya Pak Elang, aku jelas kalah telak.
" Pak ...lepas , kita bukan muhrim , jangan asal pegang Pak....". Di dalam Lift , Aleta masih memohon pada Elang.
" Baik , aku lepas tapi kamu harus janji ikut aku !".
" Iya iya , saya ikut Bapak ".
" Pakkkkkkk...". rengek Aleta, tapi Elang belum melepasnya juga.
" Tunggu sebentar AL ". Aleta pasrah.
Begitu keluar dari lift, mereka bertemu dengan Bastian , dan ini yang Elang mau. Setelah melewati Bastian , Elang baru melepaskan genggaman tangannya , Aleta lega tapi juga bingung.
Bastian meremas tangannya, kesal marah cemburu jadi satu , tapi ia tidak bisa berbuat apa -apa.
" Istigfar Bas....ambil nafas , enggak usah baper gitu , kamu kan sudah tidak punya hak lagi atas Aleta , ingat istri di rumah Bas ". Seperti biasa , ucapan Tommy menyadarkan Bastian akan kenyataan yang sesungguhnya.
" Apaan sih Tom , aku biasa saja kok ".
" Mulut mah iya bilang biasa saja , tapi sorot mata kamu tidak bisa membohongiku Bas , kayak aku nih Bas , aku ikhlas kalau Aleta beneran jadian sama Pak Elang, dari pada sama aku apalagi sama kamu, lebih enggak mungkin lagi ".
" Sialan kamu Bas ". Bastian melangkah meninggalkan Tommy yang membuang nafasnya pelan.
" Bas...Bas....kasihan kamu, pasti nyeselnya enggak ketulungan ". gumam Tommy.
Elang ternyata membawa Aleta ke rumahnya. Tadi ia di telpon Mama Kamila untuk makan siang di rumah .
" Pak...ini....?".
" Ayo turun !".
" Haiissh , jawab dulu kek ini di mana , malah nyuruh turun "
Di pecat bodo amatan lah......sebel banget aku...
Karena tak kunjung turun , Elang membuka pintu mobil di mana Aleta duduk.
" Ini rumah orang tuaku AL ".
" Maksud Pak Elang , ini rumah Pak Gunawan?". Elang mengangguk.
" Yang benar saja , mau ngapain saya di ajak kesini Pak , saya balik ke kantor saja ya ". Aleta tidak bisa turun karena Elang menghalanginya , ia malah mencondongkan badannya ke arah gadis itu.
" Kamu sudah janji loh AL , ayolah....hanya makan siang, aku sudah bilang ke Mama mau mengajak teman ku ". ....Calon istriku maksudnya...
" Saya bukan teman Pak Elang ".
Memang bukan....kamu calon ibu dari anak - anakku....
" Lalu kamu maunya aku kenalkan sebagai apa ??? pacar ?? atau.....?".
" Pakkkkk.....".
" Apa AL?".
" Saya kan malu Pak , nanti pasti ketemu sama Pak Gunawan juga ".
" Tentu saja akan ketemu AL , kan dia Papa ku , sudah ....tenang saja , Mama dan Papa baik , mereka tidak makan orang AL ".
Aleta turun dengan malas , " Lagian Pak Elang ada - ada saja ". gerutunya , Elang hanya tersenyum tipis, misinya berhasil membawa Aleta bertemu kedua orang tuanya.
Elang masuk di ikuti Aleta yang mengekor di belakangnya.
" Kak Elang....". sambut seorang gadis berlari mendekat dan langsung memeluk Elang....Tapi dengan cepat Elang menjauhkan badannya dari Risa.
Elang tidak suka dengan kelakuan Risa yang sok terlalu akrab begitu ,sampai peluk - peluk segala, Elang sangat risih , di tambah pakaian Risa yang terbuka. Bukannya suka....Elang malah ilfil.
" Eh....Risa , kamu kapan datang ?". Itu Clarisa, anak dari Tante Maya , saudara jauh Mama Kamila
Mata Risa yang berbinar saat melihat Elang , langsung redup ketika matanya bertemu dengan mata Aleta.
" Siapa dia Kak ?".
" Oh dia Aleta ....AL , kenalkan dia saudaraku , anak Tante Maya ".
" Aleta ". Aleta mengulurkan tangannya, tapi Risa hanya menyentuh ujung jari Aleta seakan jijik pada gadis itu.
" Risa ". ucapnya ketus sambil memindai penampilan Aleta yang tertutup.
Aleta tak ambil pusing , ia sudah bisa menebak bagaimana sifat Risa , mungkin Risa menganggap Aleta tidak selevel dengannya....begitu pikir Aleta.
" Ayo AL, aku kenalkan dengan Mama " Elang kembali meraih tangan Aleta meninggalkan Risa yang mengeram marah karena merasa di cueki oleh Elang .
Risa merasa sudah berdandan secantik mungkin untuk menarik perhatian Elang. Pakaian yang ia pakai saja sampai Risa pesan khusus di butik.
Pakaian yang pas di tubuhnya, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi.
" Ma......aku bawa Aleta ". Elang memperkenalkan Aleta pada Mama Kamila.
" Siang Tante ". Aleta menyalami Mamanya Elang dengan takzim.
" Akhirnya , kayaknya kita pernah bertemu ya AL....waktu itu di rumah sakit ". ujar Mama Kamila.
" Iya ya Tan , maaf kalau saya lupa ".
" Tidak apa - apa , ayo duduk, kita langsung makan saja ".
" AL ". panggil Pak Gunawan.
" Pak Gun , apa kabarnya..sehat Pak ".
" Alhamdulillah sehat , kamu sendiri?".
" Alhamdulillah saya sehat juga Pak ".
Saat mau duduk.....Risa langsung menyerobot tempat duduk Aleta yang ada di samping Elang.
" Maaf AL....aku duduk di sini ya".
Aleta hanya mengangguk dan pindah posisinya.
Bersambung....
*******