NovelToon NovelToon
Pilot'S Barbaric Triplets

Pilot'S Barbaric Triplets

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Konglomerat berpura-pura miskin / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Office Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💞💞Ini kisah remaja si triple dari "Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan"💞💞

______________________________________________

"Akankah 'Pilot's Barbaric Triplets' terbang tinggi, atau jatuh berkeping-keping ketika identitas mereka terungkap?

Alvaro Alexio Nugroho (Varo): di mata dunia, ia adalah pewaris ketenangan sang pilot Nathan. Namun, di balik senyumnya, Varo menyimpan pikiran setajam pisau, selalu selangkah lebih maju dari dua saudara kembarnya. Ia sangat protektif pada Cia.

Alvano Alexio Nugroho (Vano): dengan pesonanya memikat, melindungi saudara-saudaranya dengan caranya sendiri. Ia juga sangat menyayangi Cia.

Alicia Alexio Nugroho (Cia): Ia mendominasi jiwa Bar-bar sang ibunya Ratu, ia tak kenal rasa takut, ceplas-ceplos dan juga bisa sangat manja di saat-saat tertentu pada keluarganya namun siap membela orang yang dicintai.

Terlahir sebagai pewaris dari dua keluarga kaya raya dan terkenal, triplets malah merendahkan kehidupan normal remaja pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Di ruang BK. Bu Fani langsung memberikan ultimatum pada keempat siswanya yang melanggar aturan. "Ibu sangat kecewa dengan kalian!" ujar Bu Fani, suaranya bergetar menahan emosi. "Kalian murid baru, punya potensi, tapi kenapa harus melanggar peraturan seperti ini?" Lalu atensinya beralih pada sosok senja yang menunduk.

"Senja, Ibu lebih kecewa lagi padamu. Kamu itu murid teladan, selalu patuh dan disiplin. Kenapa kamu ikut-ikutan mereka? Kamu tahu jika ini akan mempengaruhi beasiswa kamu? Dan terancam di cabut!" lanjutnya kecewa tapi juga perhatian.

Senja menunduk dalam, ia tahu jika beasiswa itu sangat penting buat dirinya untuk bisa melanjutkan sekolahnya hingga tamat.

"Maaf, Bu," jawabnya lirih, nyaris tak terdengar. "Saya janji nggak akan mengulangi kesalahan ini lagi." janjinya penuh harap.

Bu Fani menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. Ia menatap Cia, Vano, dan Varo dengan tatapan yang sulit diartikan. "Baiklah, kali ini kalian ibu maafkan. Ibu harap kalian semua benar-benar menyesal. Dan tidak akan mengulanginya lagi. Meskipun begitu bukan berarti kalian lolos dari hukuman, kalian tetap harus dihukum atas perbuatan kalian hari ini!"

"Hukuman?" tanya Varo, dengan nada terkejut yang dibuat-buat. Dalam hati, ia menggerutu, "Sial! Human lagi hukuman lagi!"

Cia juga mendengus dalam hati, merasa kesal. "Kenapa gue merasa kena sial terus ya?"

"Kalian semua akan menghormati tiang bendera selama jam pelajaran pertama berakhir," jawab Bu Fani, tegas tak terbantahkan membuat suasana yang sempat hening kini kembali tegang.

"Dan kalian tidak boleh mengeluh atau protes. Jika kalian melanggar, hukuman kalian akan Ibu tambah. Saya akan memantau kalian semua jangan coba-coba untuk lari dari hukuman!" Ancaman itu membuat keempat remaja itu bungkam seketika.

Dengan langkah gontai, Cia, Vano, Varo, dan Senja berjalan menuju lapangan sekolah. Matahari pagi sudah mulai terasa menyengat, membakar kulit mereka. Tiang bendera yang menjulang tinggi di tengah lapangan tampak seperti menara siksaan.

"Sial banget dah gue hari ini! Dah di hukum Mama dan Papa jadi anak kos! Tanpa kartu kredit dan potongan jajan, kini harus hormat bendera pula!" Gerutunya dalam hati sambil memutar bola matanya malas.

"Mana panas banget lagi. Kulit gue bisa gosong nih!" lanjutnya memasang wajah cemberut.

Senja, yang tidak terbiasa dengan hukuman, hanya bisa pasrah mengikuti apa yang diperintahkan Bu Fani. Ia harus mempertahankan beasiswanya tetap berjalan Jika ia ingin menamatkan pendidikan SMA ini.

Ini juga alasannya mengapa ia selalu menyendiri dan menghabiskan waktunya dengan belajar dan belajar. Ia nggak punya waktu untuk bermain-main dengan teman-teman. Ia sangat bergantung pada beasiswa itu. Karena ia hidupnya yang sebatang kara setelah kedua orang tuanya meninggal dunia pada kecelakaan tragis dua tahun lalu. Namun kehadiran Vano, Cia dan Varo sedikit mengusiknya pertahanannya yang selama ini ia bangun. Ia merasa tertarik dengan dunia luar yang bebas seperti remaja pada umumnya.

Varo mencoba menenangkan Cia dengan cara yang lembut dan penuh perhatian. "Sabar, Cia. Nggak lama kok," ujarnya, sambil mengipasi wajah Cia dengan tangannya. Ia berusaha membuat Cia merasa nyaman, meskipun ia sendiri merasa panas dan gerah.

"Iya, Cia. Anggap aja ini latihan biar kulit lo kebal sama matahari," timpal Vano, dengan nada bercanda yang datar. Ia berusaha untuk mencairkan suasana yang tegang, meskipun ia sendiri tidak pandai dalam hal humor. Ia lebih suka bertindak daripada berbicara.

"Enak aja lo ngomong!" balas Cia, ketus, meskipun sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas melihat usaha Vano untuk menghiburnya. "Lo kira gue onta, bisa tahan panas?" cicit Cia.

Tanpa mereka sadari, ada beberapa pasang mata yang menatap mereka dengan berbagai ekspresi.

Dari kejauhan, Aksa tersenyum tipis melihat tingkah Cia yang mengemaskan menurutnya. Ekspresi kesal di wajahnya, ia tahu wanita itu sedang menggerutu kesal saat ini, tapi caranya berinteraksi dengan kedua pria di sampingnya, membuat hati Aksa mendidih meskipun ia tak tahu kenapa ia harus cemburu tanpa alasan begini.

Sedangkan di kelas Cia. Viona dan dayang-dayangnya tersenyum puas melihat Cia, dihukum di bawah terik matahari. Mereka senang melihat Cia menderita, karena mereka ia merasa iri dengan Cia yang selalu mendapatkan perhatian dari cowok-cowok tampan dari sekolah ini, termasuk Aksa cowok populer di SMA Garuda. Ia sudah berusaha keras menarik perhatiannya tapi tak sedikitpun Aksa meliriknya.

Reno dan teman-temannya, juga menyeringai puas. Mereka senang melihat musuh mereka dihukum, dan merasa bahwa mereka telah menang. Mereka merasa dendam terhadap Cia, karena ia telah membuat masalah dengan Viona kekasihnya akhirnya kena hukum.

Aksa masih bertanya-tanya apa hubungannya kedua pria itu dengan Cia, kenapa mereka selalu bersama Cia dan selalu melindunginya. Ia merasa cemburu dan tidak suka melihat Cia dekat-dekat dengan cowok lain.

Dengan gerakan cepat, Aksa berdiri dari duduknya, keluar dari kelas, tanpa permisi. gerakan Aksa yang tiba-tiba membuat Galang, yang duduk di sampingnya, terkejut. Bima dan Arya, yang duduk di bangku belakang, ikut menoleh dan menatap Galang dengan tatapan penuh tanya. Galang hanya mengangkat bahunya, memberi isyarat bahwa ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ia juga merasa bingung dan penasaran dengan sikap Aksa yang aneh.

Guru yang sedang menulis di papan tulis hanya menggelengkan kepalanya pelan. Ia sudah sangat hafal dengan tabiat Aksa yang suka seenaknya. Ia tahu bahwa Aksa adalah murid yang pintar dan berbakat, tetapi ia juga sering melanggar peraturan. ia membiarkan Aksa selagi itu tak menganggu murid lain. Toh melarangnya juga percuma.

Di tengah lapangan yang panas, Cia menggerutu dengan nada kesal. "Sialan! Kenapa hukuman mendadak lengket banget sama gue baru-baru ini? Di mansion harus bersihin taman selama seminggu, di sekolah eh malah suruh hormat tiang bendera. Apa ini kutukan?!" Ia merasa seperti sedang dikejar-kejar karma.

Vano, dengan sigap, pindah posisi dari sebelumnya berdiri di sisi Al Varo, kini pindah ke sesi Cia, menghalangi sebagian sinar matahari yang menyengat. Ia tidak mengatakan apa-apa, tapi tindakannya menunjukkan kepeduliannya terhadap Cia.

Cia, yang menyadari kehadiran Vano di sampingnya, mendongak dan menatapnya dengan tatapan penuh terima kasih. "Makasih, Vano," ujarnya, pelan. Ia merasa sedikit terhibur dengan perhatian Vano.

Tiba-tiba, sebuah tubuh menutupi dirinya dari sinar matahari dengan gaya yang cool dan mempesona. Cia mendongak terkejut melihat Aksa berdiri tepat di depannya dengan posisi berhadapan, menghalangi sinar matahari yang menyengat. Aksa menatap Cia dengan tatapan yang lembut dan penuh perhatian.

Sesaat, Cia terpana melihat wajah tampan Aksa di bawah sinar mentari. Cahaya matahari membuat kulitnya terlihat semakin berkilau, dan senyum tipis yang menghiasi bibirnya terlihat sangat menawan. Ia merasakan jantungnya berdebar kencang, dan pipinya merona merah. Aura misterius yang mengelilingi Aksa semakin membuatnya penasaran.

Namun, tak lama kemudian, Cia kembali pada dirinya yang semula memasang wajah datar dan menggerutu dengan ketus. "Ngapain lo di sini?" tanyanya, dengan nada kesal yang dibuat-buat. Ia mencoba menyembunyikan rasa gugup yang tiba-tiba merayap di hatinya.

Bersambung ....

1
Muft Smoker
waah waah ad yg cemburu nii ,,
🤭🤭

kak dtggu next bab ny yx ,,
cerita ny baguuuus ,,
Surya
ya Thor lebih tegas lagi Cianya
Surya
lanjut kak keren banget ceritanya
Juli Restiarini
lanjutnya jangan lama2 lgi seru ni
riniandara: mohon maaf belum bisa up rutin karena, author lagi berduka ayah author meninggal dunia.
total 1 replies
Surya
Cerita yang menarik untuk di baca.. karakter yang kuat aku sih suka kak terima kasih
Surya
Varo kebagian juga, aku mu juga dong di angkat jadi cucunya Opa Anggara/Facepalm//Grin/
Surya
ancaman pamungkas buat Cia kocar kacil /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Surya
wah bab pertama sih udah keliatan seru banget karakter utamanya dapat bangat. semoga kedepannya lebih seru semangat kak./Heart//Heart//Heart//Rose//Rose//Rose/
mimi
gak tau aja Bu Fani kalau ini triplenya Ratu dan Nathan /Facepalm//Facepalm/
mimi
lanjut kak, semakin menarik kak triple Alatas dan Nugroho ini mah di lawan./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
_bunda@dlan_
thour karakter x cia lebih ditegassin lgi donk, kyak ibunya 🤣
mimi: setuju lebih greget lagi Thor
total 2 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
mimi
salah cari lawan ini mah
mimi
seru banget aku suka
mimi
wah triple bereaksi nih pasti seru banget... semangat ya thor awalnya sudah menarik dan penasaran aku suka karakter tokoh yang kuat.
riniandara
Jangan lupa tinggalkan jejak yang teman-teman/Applaud//Pooh-pooh/
riniandara
Hay semua! apa kabarnya. Semoga semua dalam keadaan sehat dan mudah rejeki ya. terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karya sederhana author semoga menghibur. jika kalian suka jangan lupa like dan kasih vitamin yang banyak buat author supaya rajin dan semangat untuk up/Applaud//Applaud/ terimakasih.
Muft Smoker: siap kak author ,,
semangat truus ,,
total 3 replies
Mama lilik Lilik
ini kisah anak² ratu dan Nathan ya KK author, hmmm sepertinya menarik 👍💪semangat kk, terimakasih 🙏
riniandara: iya kakak. terima kasih supportnya/Applaud//Applaud//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!