NovelToon NovelToon
REINKARNASI ISTRI TERBUANG: Balas Dendam Sang Cleaning Service

REINKARNASI ISTRI TERBUANG: Balas Dendam Sang Cleaning Service

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

"Dulu aku membangun tahtamu dengan cinta, sekarang akan kuruntuhkan kerajaanmu dengan sisa tenaga sebagai tukang sapu!"
Clarissa mati sebagai istri yang dikhianati. Namun, dia bangun kembali sebagai Lestari, seorang cleaning service yang dianggap sampah oleh mantan suaminya, Kenzo, dan adiknya yang licik, Angelica.
Rencananya sederhana: Menyusup, sabotase, dan hancurkan!
Tapi rencana itu kacau saat Devan Mahendra—CEO tampan yang merupakan musuh bebuyutan suaminya—tiba-tiba menarik kerah seragamnya.
"Gadis pelayan sepertimu tahu apa soal pencucian uang pajak? Ikut aku!" seru Devan angkuh.
Kini, Clarissa terjebak di antara misi balas dendam yang membara dan bos baru yang sangat menyebalkan tapi selalu pasang badan untuknya. Bagaimana jadinya jika sang rival jatuh cinta pada "si tukang sapu" yang ternyata adalah otak jenius yang pernah mengalahkannya dulu?
"Kenzo, selamat menikmati hari-harimu di puncak. Karena aku sedang menyiapkan jurang terdalam untukmu... dibantu oleh musuh terbesarmu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Pesta Topeng di Sarang Serigala

​Eropa menyambut mereka dengan suhu di bawah nol derajat. Salju tipis mulai turun di kota Wina, Austria, menyelimuti gedung-gedung klasik dengan warna putih yang dingin. Namun, bagi Clarissa, dinginnya cuaca tak sebanding dengan gejolak di hatinya.

​"Kau yakin rencana ini akan berhasil?" tanya Clarissa sambil menatap gaun yang tergeletak di atas ranjang hotel The Ritz-Carlton.

​Gaun itu berwarna biru safir dengan ribuan kristal kecil yang menjuntai, sangat kontras dengan topeng perak berbentuk wajah rubah yang terletak di sampingnya.

​Devan, yang sedang merapikan jam tangan Patek Philippe-nya, menoleh. "Keluarga Grey adalah penganut tradisi lama. Mereka tidak akan melewatkan Gala Masquerade tahunan ini. Ini adalah satu-satunya kesempatan kita untuk masuk ke lingkaran mereka tanpa memicu perang terbuka di tanah asing."

​Devan mendekati Clarissa, lalu melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu dari belakang. Luka di bahunya sudah mengering, menyisakan bekas luka yang ia banggakan sebagai "tanda perlindungan" untuk Clarissa.

​"Ingat, kau adalah Nona Claire dari Lyon, seorang sosialita yang ingin berinvestasi di tambang berlian mereka. Jangan biarkan insting CEO-mu keluar terlalu cepat, Ratu Naga," bisik Devan sambil mengecup bahu Clarissa yang terbuka.

​Clarissa memutar bola matanya. "Aku tahu, Tuan Posesif. Sekarang cepat keluar, aku butuh waktu dua jam untuk berubah menjadi 'Claire' yang menyebalkan itu."

​Istana Schönbrunn malam itu tampak magis. Ratusan mobil mewah berderet di depan gerbang utama. Para tamu masuk dengan mengenakan topeng mewah, menyembunyikan identitas di balik kemewahan kain sutra dan permata.

​Clarissa melangkah masuk dengan tangan menggandeng lengan Devan. Devan mengenakan topeng hitam berbentuk elang yang menonjolkan garis rahangnya yang tegas. Kehadiran mereka langsung mencuri perhatian. Aura keduanya terlalu kuat untuk disembunyikan oleh topeng sekalipun.

​"Lihat itu," bisik Clarissa di balik topeng rubahnya. "Pria tua di sudut sana dengan topeng serigala emas. Itu adalah Baron von Grey, kepala keluarga mereka."

​"Tetap tenang," sahut Devan. "Kita akan berdansa menuju ke arahnya."

​Musik waltz mulai mengalun. Devan menarik Clarissa ke tengah lantai dansa. Mereka berputar mengikuti irama musik. Gerakan Devan begitu luwes, memimpin Clarissa dengan dominasi yang halus.

​"Kau cukup pandai berdansa untuk seorang pria yang biasanya hanya tahu cara menodongkan pistol," sindir Clarissa saat mereka berputar di tengah ruangan.

​"Aku punya banyak bakat tersembunyi yang belum kau jelajahi, Clarissa," balas Devan dengan seringai nakal.

​Saat musik mencapai puncaknya, mereka berhenti tepat di depan Baron von Grey.

​"Sebuah kehormatan bisa berdansa di dekat Anda, Baron," ucap Devan dengan aksen Eropa yang sempurna.

​Baron von Grey, seorang pria tua dengan mata yang licik, menatap mereka tajam. "Aku tidak ingat mengundang pengusaha dari Asia ke pesta pribadiku, Tuan Mahendra."

​Suasana mendadak tegang. Jadi sang Baron sudah tahu identitas mereka?

​"Saya tidak datang sebagai pengusaha, Baron. Saya datang sebagai seorang pria yang ingin mengembalikan koin perak yang terjatuh di kamar rumah sakit saya kemarin malam," Devan mengeluarkan koin serigala perak dari sakunya dan meletakkannya di tangan Baron.

​Wajah Baron von Grey mengeras. "Kau punya nyali besar datang ke sini setelah membunuh pembunuh bayaranku."

​"Bukan membunuh, Baron. Hanya memberinya pelajaran tentang sopan santun," timpal Clarissa dengan suara yang manis namun tajam. "Sebagai calon investor, saya merasa keamanan di sini jauh lebih baik daripada kualitas orang-orang yang Anda pekerjakan."

​Baron von Grey tertawa terbahak-bahak, suara tawanya terdengar kering. "Wanita yang menarik. Jadi ini yang membuat Julian dan Naga Hitam berlutut?"

​"Kami tidak datang untuk bertarung, Baron," ucap Devan, suaranya kini dingin. "Kami datang untuk kesepakatan. Berhenti mengganggu aset Mahendra di Eropa, atau aku akan memastikan seluruh jalur distribusi serigala kalian menjadi debu dalam satu minggu."

​"Kau mengancamku di rumahku sendiri?" Baron memberi isyarat kecil, dan tiba-tiba beberapa pria bertopeng dengan tangan di balik jas mengepung mereka.

​Clarissa tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Ia justru mendekati Baron dan membisikkan sesuatu di telinganya. "Tahukah Anda bahwa putra bungsu Anda, Marcus, sedang berada di sebuah kasino di Macau sekarang? Dan tahukah Anda bahwa dia baru saja kehilangan sepuluh juta euro milik keluarga Grey dalam satu malam di meja judi milik aliansi Wijaya?"

​Baron von Grey membeku. Matanya melotot menatap Clarissa. "Kau... bagaimana kau tahu?"

​"Saya adalah Clarissa Wijaya. Tidak ada rahasia di dunia bisnis yang tidak sampai ke telinga saya," Clarissa tersenyum di balik topengnya. "Berikan kami data tentang siapa yang menyewa Keluarga Grey untuk menyerang Devan lima tahun lalu, dan Marcus akan pulang dengan selamat. Jika tidak... Anda akan menerima jarinya satu per satu dalam paket kilat."

​Baron von Grey gemetar karena amarah dan ketakutan. Setelah keheningan yang panjang, ia mendesis, "Ikut aku ke ruang kerja."

​Di dalam ruang kerja yang kedap suara, Baron menyerahkan sebuah amplop cokelat yang sangat tua.

​"Bukan aku yang merencanakan kecelakaan itu, Mahendra. Aku hanya menyediakan eksekutornya," ucap Baron dengan nada rendah. "Orang yang membayar kami adalah orang yang sangat dekat dengan ayah Clarissa. Seseorang yang ingin menghancurkan Wijaya dari dalam agar bisa membangun kekaisaran baru."

​Clarissa membuka amplop itu dengan tangan gemetar. Di dalamnya terdapat sebuah foto dokumen transaksi bank. Nama pengirimnya tertera dengan jelas: Handoko Wijaya.

​"Paman Handoko?" Clarissa terperanjat. "Tapi... dia sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat setahun sebelum aku celaka!"

​"Benarkah?" Baron menyeringai. "Cek kembali manifes pesawat itu. Dia tidak pernah ada di sana. Dia memalsukan kematiannya untuk menjadi bayangan yang mengendalikan Naga Hitam dan mendorong Hendrawan sebagai bonekanya."

​Dunia Clarissa serasa berputar. Jadi musuh utamanya bukanlah Hendrawan, bukan pula Julian... melainkan pamannya sendiri yang selama ini ia anggap sebagai figur ayah kedua?

​"Clarissa, kita harus pergi sekarang," ajak Devan, menyadari kondisi mental Clarissa yang mulai goyah.

​Namun, saat mereka hendak keluar dari istana, alarm darurat berbunyi.

​"Ada penyusupan! Seseorang meledakkan gudang senjata!" teriak salah satu pengawal.

​Tiba-tiba, lampu istana padam total. Dalam kegelapan, Clarissa merasakan seseorang menarik tangannya dengan kasar.

​"Devan!" teriak Clarissa.

​"Clarissa! Di mana kau?!" suara Devan terdengar menjauh di tengah kepanikan tamu pesta.

​Clarissa diseret masuk ke dalam sebuah lorong rahasia. Saat lampu darurat menyala redup, ia melihat sosok pria bermuka terbakar—Bram—berdiri di depannya dengan napas tersengal.

​"Nona, Anda harus lari! Tuan Handoko ada di sini! Dia tidak ingin Anda tahu kebenaran ini!" ucap Bram panik.

​"Bram! Di mana Devan?!"

​"Tuan Mahendra sedang terjebak di aula utama! Cepat, ikut saya!"

​Clarissa ragu. Namun suara tembakan yang bertubi-tubi dari arah aula membuatnya tak punya pilihan. Ia mengikuti Bram melewati lorong-lorong gelap istana. Namun, di ujung lorong, Bram berhenti.

​Ia berbalik dan menatap Clarissa dengan pandangan yang aneh.

​"Maafkan aku, Nona. Tapi Tuan Handoko membayar lebih tinggi daripada kesetiaanku pada ayahmu," bisik Bram.

​Sebelum Clarissa sempat bereaksi, sebuah jarum suntik menusuk lehernya. Pandangan Clarissa mengabur. Hal terakhir yang ia lihat adalah sosok pria tua yang sangat ia kenali melangkah keluar dari kegelapan, tersenyum padanya.

​"Selamat datang kembali di keluarga yang sebenarnya, Clarissa," suara Paman Handoko terdengar sebelum kegelapan total menjemputnya.

1
Mommy Ayu
masak iya secepat itu bakal terungkap siapa lestari sebenarnya
Mommy Ayu
sepertinya insting Devan lebih tajam dari pada mantan suami Clarissa
Mommy Ayu
aku mampir Thor ..
Leebit
hehe.. nggak apa-apa.. makasih ya udah berkunjung ke novel ku, masih juga untuk komentarnya😁
shabiru Al
apa anak kecil yang dcoret itu adalah pria dengan wajah yang terbakar ? bara... adik dari clarissa... ? benar2 membingungkan,, dan organisasi naga hitam,, apa sebelumnya lestari membuat perjanjian ya...
shabiru Al
hadeuh perebutan harta dan kekuasaan yang bikin pusing
shabiru Al
dan laki2 misterius itu adalah anak yang wajahnya dcoret dala foto lama,, ya kaan
shabiru Al
ceritanya bagus,, sayang belum bisa ngasih poin,, ntar ya thor besok ta kasih vote
shabiru Al
nah ini baru ceweknya badas gak menye menye gak selalu berlindung d bawah ketiak laki2
Leebit
Makasih.. jangan hanya mampir, singgah juga boleh, hehe😁😊
shabiru Al
mampir ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!