Kultivator setengah abadi Yan Biluo harus hidup sebagai Beatrice Nuo Vassal, karakter kecil dalam novel erotika yang seharusnya mati di awal cerita. Karena hal ini, ia pun merayu tunangan lisannya—Estevan De Carlitos, Grand Duke paling kejam dalam cerita tersebut.
Tujuannya sederhana—memperbaiki plot yang berantakan sambil terus merayu tunangannya yang tampan. Namun semuanya berubah saat tokoh utama antagonis tiba-tiba saja meninggal. Sejak itu, fragmen ingatan asing dan mimpi-mimpi gelap mulai menghantuinya tanpa henti.
Beatrice mengira tidur dengan tunangan tampannya sudah cukup untuk menikmati hidup sampai akhir cerita. Namun ia malah terseret dalam emosi, ingatan, dan trauma dari pemilik tubuh aslinya.
Apakah dunia ini benar-benar hanya novel?
Atau sebenarnya ia sedang menghidupi tragedi yang pernah dialami oleh karakter yang ia gantikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Camilla Grunette?
Estevan tidak berkata apa-apa lagi. Namun wajahnya menunjukkan ia tengah memikirkan banyak hal. Beraninya wanita bernama Camilla itu menyebarkan informasi bahwa Beatrice sudah mati.
“Kamu bilang dia tampak takut saat mendengar nama Othelo?” tanyanya.
“Ya. Dari hasil penyelidikanku, dia hanya wanita biasa. Tidak pernah memiliki hubungan dengan kuil mana pun. Tapi beberapa tahun lalu dia sakit keras, kemudian sembuh setelah beragam pengobatan.”
"Bukankah kondisinya mirip dengan Beatrice yang sakit-sakitan?" Estevan menerka.
Estevan ingat jika saat sakit dulu, Beatrice tidak tahan dengan cuaca dingin, sering pingsan dan sulit makan. Tubuhnya selalu menolak berbagai obat-obatan. Bisa hidup hingga hari saja seperti sebuah keajaiban.
Tidak heran seluruh anggota keluarga Duke Vassal sangat senang saat Beatrice sembuh dan berat badannya kembali seperti semula.
"Kalau masalah itu, aku tidak tahu. Lagi pula, aku tidak pernah bertemu dengan tunanganmu. Ngomong-ngomong, apakah tunanganmu tinggal di sini?"
Estevan menggelengkan kepala. "Tidak. Dia masih di Kastil Vassal."
"Ck, padahal aku ingin dia menyambutku juga." Julio terlihat sedikit menyesal.
Estevan mendengus. Daripada membicarakan hal itu, ia bertanya tentang sesuatu yang lebih penting. “Selama satu tahun terakhir, apakah Othelo pernah datang ke Istana Kekaisaran?”
“Tidak. Dia masih menolak untuk mengunjungi Istana Kekaisaran. Aku juga tidak tahu apa alasan pastinya.” Julio mengerutkan alis. “Jangan bilang kamu masih kesal dengannya? Bagaimanapun juga, dia masih kerabat jauh keluarga kekaisaran.”
Julio memang tidak begitu paham silsilah kekaisaran terdahulu. Tapi menurut ayahnya, Othelo masih termasuk sepupu jauh.
“Kau tidak berpikir dia ada hubungannya dengan Camilla, kan?” tebak Julio.
“Tidak mungkin. Hanya saja Othelo jelas mengetahui sesuatu dan mungkin membuat wanita itu ketakutan. Apa pun yang ia takuti, aku tidak peduli.”
Julio menghela napas. “Baiklah, kesampingkan saja pembahasan ini. Bagaimana kalau kita bicara soal persiapan perburuan musim semi?”
Pada akhirnya, keduanya beralih membicarakan perburuan musim semi yang akan datang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beatrice yang merasa seperti terkurung di rumah selama berhari-hari, akhirnya menerima kabar—bahwa rombongan putra mahkota telah tiba di wilayah Northern dan kini tinggal di Istana Adipati Agung.
Angelo dan Leonidas pun sudah kembali. Mereka baru saja selesai mengatur tempat tinggal sementara untuk rombongan putra mahkota sampai perburuan musim semi berakhir.
“Ayah, Kakak, kalian akhirnya pulang,” sambut Beatrice di depan pintu.
“Ya. Kamu sudah makan malam?” tanya Leonidas.
“Sudah. Ibu memintaku makan duluan karena kalian pulang terlambat.”
“Bagus.” Leonidas menatap putrinya dengan serius. “Karena putra mahkota tinggal di Istana Grand Duke saat ini, tetaplah di rumah sampai perburuan musim semi dimulai.”
“Aku tahu, Ayah.” Beatrice mengangguk patuh.
Dia hanya tahu Julio dari novel aslinya. Menurut Paula, sebelum kelahiran kembali terjadi, Julio adalah pria penyayang yang tak pernah melirik wanita lain selain Alicia.
Tidak heran Paula begitu mengincarnya—bahkan rela menghancurkan Alicia demi menjadi putri mahkota.
Julio sendiri bukan orang bodoh. Namun kelicikan Paula yang memanfaatkan pengetahuan regresi membuatnya tak terkalahkan sampai akhir cerita.
......................
Malam berikutnya, meski Beatrice tidak berniat menemui Estevan di Istana Adipati Agung, pria itu justru datang sendiri ke Kastil Vassal untuk berbicara empat mata. Beatrice membawanya ke kamar.
Selain menyampaikan bahwa pertunangan telah disetujui, dia juga membawa kabar buruk sementara.
“Permohonan pernikahan ditunda? Dan selama setahun? Kenapa?” Beatrice jelas tidak senang.
Duduk di sampingnya, Estevan memeluk bahu gadis itu. “Aku juga mempertanyakannya. Tapi ini bukan kehendak Kaisar.”
Dia pun menceritakan apa yang Julio katakan hari itu. Estevan ingin memastikan Beatrice tidak salah paham terhadap Kaisar Theodore.
Setelah mendengarkan penjelasannya yang panjang, Beatrice terdiam lama. Seseorang di sisi Permaisuri Melvada mengetahui bahwa dirinya meninggal pada malam jamuan ulang tahun Duke Vassal?
Artinya … ada orang lain yang terlahir kembali selain Paula Perrone. Dan orang itu kini berada dekat Permaisuri.
“Siapa nama pelayan itu?” tanya Beatrice pelan.
“Katanya Camilla Grunette.”
“Camilla Grunette …,” gumam Beatrice. Setelah berpikir keras, dia akhirnya mengingat nama itu.
Camilla Grunette. Anak dari keluarga Count Grunette. Wanita yang dijodohkan dengan Estevan dalam novel aslinya.
Penulis tidak pernah menjelaskan seperti apa wajah orang itu. Hanya disebutkan namanya beberapa kali saat Grand Duchy diambil alih para pengkhianat kekaisaran.
Jadi … Camilla adalah istri asli Estevan.
Menyadari hal itu, Beatrice merasakan sedikit kecemburuan. Dalam teks asli, keduanya menikah dan memiliki seorang anak. Bahkan ada beberapa adegan ranjang di mana Estevan digambarkan begitu … menikmati hubungan itu meski bersikap canggung.
Jika Camilla kembali ke sisi Estevan … apa yang harus ia lakukan?
Gadis itu memeluknya erat, suasana hatinya merosot.
“Ada apa?” Estevan bingung melihat perubahan ekspresinya yang tiba-tiba.
“Tidak apa-apa. Aku hanya … tidak suka kalau ada orang sok tahu.”
Estevan mengusap rambutnya dengan lembut. “Ini hanya setahun. Tahan sedikit lagi. Setelah pesta pertunangan, kamu bisa pindah ke Istana Grand Duke bersamaku.”
Beatrice menahan napas. Sekarang dia tahu siapa istri asli Estevan dalam buku. Mana mungkin dia bisa tenang? Camilla menggunakan Permaisuri Melvada sebagai tameng—Beatrice mengerti.
Dalam setahun, Estevan akan pergi ke perbatasan untuk menghadapi monster. Di sana, seorang pengkhianat menyamar di rombongannya dan bertugas membunuh sang pedang kekaisaran.
Penundaan pernikahan selama setahun … hanyalah alasan. Camilla tahu Estevan akan mati dalam kurun waktu itu dan menunggu hari itu tiba.
Wanita itu … mungkinkah ia tak ingin Estevan menikah dengan siapa pun selain dirinya?
Beatrice juga ingat Camilla menyebut seorang pria ketika dia dan bayinya tidak jadi dibunuh. Tapi siapa nama pria itu? Mengapa Beatrice tidak bisa mengingatnya?
“Bee? Kamu memikirkan apa lagi?” Estevan mengecup pipinya ringan.
“Tidak ada … hanya tidak senang.”
Estevan memperhatikannya dengan saksama. Gadis ini selalu berubah sikap ketika nama Camilla disebut. Dia tahu Beatrice menyimpan rahasia. Dan dia berharap suatu hari Beatrice bisa berbagi semua rahasia dengannya.
“Kamu pernah mendengar nama Camilla sebelumnya?” tanyanya hati-hati.
Beatrice menggelengkan kepala. “Aku bahkan belum pernah bertemu dengannya. Apakah kamu yakin dia yang memberi tahu Permaisuri Melvada?”
“Aku sebenarnya juga tidak yakin. Permaisuri Melvada seharusnya tidak tahu apa pun tentangmu.”
Ibu dan kakeknya meninggal saat Estevan berusia sepuluh tahun—hanya setahun setelah pertunangan lisannya dengan Beatrice. Tidak mungkin ibunya memberi tahu Permaisuri tentang gadis itu.
Kakeknya pun merahasiakan kondisi Beatrice yang sakit-sakitan. Karena itu, satu-satunya kemungkinan— Camilla lah yang memberi tahu Permaisuri tentang Beatrice. Agar lebih pasti, Estevan harus menyelidikinya perlahan.
“Kesampingkan dulu masalah ini. Aku tidak keberatan kalau pernikahan ditunda. Toh, aku masih muda,” kata Beatrice akhirnya.
Daripada memikirkan hal itu, dia lebih memilih merayu pria tampan di sampingnya. Sudah beberapa hari mereka tidak bertemu berdua. Beatrice sangat merindukannya.
Dan … mungkin malam ini, dia dan Estevan bisa melakukan sesuatu yang lebih berani di kamar, kan?