NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

menceritakan perjalanan waktu saka,yang berusaha mengubah masa depan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9 Aliansi dari Garis Waktu yang Hancur

Saka tidak bisa pulang. Baginya, rumah itu kini dihuni oleh "Saka lain" yang hidup tanpa beban, sementara dirinya hanyalah bayangan yang membawa beban ribuan tahun dalam satu tubuh remaja. Ia kini tinggal di lantai atas toko jam Ki Ganda yang tersembunyi di Jalan Braga, sebuah ruang yang tidak terdeteksi oleh radar waktu The Eraser.

"Kamu butuh lebih dari sekadar keberanian, Saka," ucap Luna saat mereka sedang mempelajari peta aliran kronos di meja kayu tua. "The Eraser sudah mulai merobek fondasi tahun 2014. Kalau kamu cuma bertahan, kamu akan habis."

"Lalu aku harus apa? Ingatanku hampir habis, Luna," sahut Saka sambil menatap kosong tangannya yang mulai terlihat transparan di bawah sinar lampu.

"Kita harus menemui Si Gagal," jawab Luna pendek.

Luna membawa Saka ke sebuah gudang tua di pelabuhan yang terbengkalai. Di sana, di tengah tumpukan kontainer berkarat, udara terasa sangat dingin dan berat. Di tengah ruangan, duduk seorang pria dengan pakaian lusuh, wajahnya ditutupi tudung hitam.

Saat pria itu mendongak, Saka terjungkal ke belakang. Pria itu adalah dirinya sendiri. Tapi bukan Saka remaja, dan bukan pula Saka usia 30 tahun yang tewas di lorong. Pria ini terlihat berusia sekitar 50 tahun, dengan rambut putih dan satu mata yang buta, ditutupi bekas luka bakar permanen.

"Selamat datang, Sang Penjaga," suara pria itu berat dan penuh kepahitan. "Aku adalah Saka dari Garis Waktu G-7. Garis waktu di mana aku memilih menyelamatkan ibuku daripada Anita. Hasilnya? Dunia tetap hancur, dan aku hidup abadi dalam penyesalan."

Saka dewasa dari masa depan alternatif itu berdiri. Ia memegang sebuah tongkat logam yang sebenarnya adalah senjata pemadat waktu.

"Kamu ingin merebut kembali tempatmu di rumah? Kamu ingin ingatanmu kembali?" pria itu tertawa getir. "Satu-satunya cara adalah dengan melakukan Chronos-Sync. Kamu harus masuk ke pikiran Saka 'normal' yang ada di rumahmu sekarang, dan menyatukan kesadaran kalian tanpa menghancurkan otaknya."

"Itu berbahaya!" potong Luna. "Kalau gagal, keduanya akan mengalami mati otak!"

"Tidak ada pilihan lain," ucap Saka G-7. "The Eraser sedang membangun Menara Paradoks di pusat kota. Begitu menara itu aktif, ia akan menyedot semua kemungkinan masa depan menjadi satu titik hitam. Kamu butuh identitas yang utuh untuk bisa masuk ke sana."

Saka G-7 mulai melatih Saka. Ia tidak mengajarkan cara memukul, melainkan cara "Mengingat Paksa". Ia memaksa Saka untuk masuk kembali ke dalam sisa-sisa memorinya yang paling menyakitkan—saat ia ditusuk di lorong gelap dulu—dan menggunakannya sebagai jangkar untuk menarik kembali memori yang telah dicuri arloji saku.

"Rasa sakit adalah satu-satunya hal yang tidak bisa dihapus oleh waktu, Saka!" teriak Saka G-7 sambil memukul dada Saka dengan tongkatnya. "Gunakan rasa sakit itu untuk memanggil namamu sendiri!"

Di tengah latihan yang menyiksa itu, arloji saku Saka bergetar hebat. Layar kristalnya menampilkan gambar Anita. Gadis itu tampak sedang diseret oleh bayangan hitam di dalam aula sekolah yang kini berubah menjadi sarang hitam.

"Dia menyerang lagi," desis Saka.

"Pergilah," ucap Saka G-7. "Tapi ingat, untuk mengalahkan The Eraser, kamu harus berhenti menjadi 'Saka yang baik'. Kamu harus menjadi Waktu itu sendiri."

Saka G-7 memberikan sebuah chip memori kristal kepada Saka. "Ini adalah ingatanku tentang teknologi The Eraser. Gunakan ini untuk menyusup ke Menara Paradoks. Dan Saka... jika kamu bertemu denganku yang lebih muda di sana, jangan ragu untuk memukulnya jika dia mulai ragu."

Saka mengangguk. Dengan energi baru yang ia dapatkan dari "dirinya yang gagal", ia melesat menuju pusat kota.

Di tengah alun-alun kota, sebuah menara hitam yang tidak terlihat oleh orang biasa mulai menjulang tinggi menembus awan. Orang-orang berjalan di bawahnya tanpa sadar, namun Saka bisa melihat petir ungu menyambar-nyambar di puncaknya.

Di depan gerbang menara, berdiri The Eraser, namun kali ini ia tidak sendiri. Di sampingnya berdiri Rian, sahabat Saka, yang kini sepenuhnya dikendalikan oleh parasit. Dan di tangan Rian, terdapat rantai cahaya yang mengikat leher Anita.

"Pilihan yang sulit, Saka," suara The Eraser bergema. "Masuk ke menara ini dan selamatkan duniamu yang tidak mengenalmu, atau selamatkan gadis ini dan biarkan waktu berhenti selamanya?"

Saka berdiri tegak. Ia tidak lagi gemetar. Ia menyentuh arloji sakunya, dan kali ini, jarumnya tidak hanya berputar, tapi menyatu ke dalam kulit tangannya.

"Aku tidak akan memilih salah satu," ucap Saka dengan suara yang kini terdengar ganda—suara remaja dan suara pria dewasa. "Karena hari ini, aku akan menghapusmu dari setiap detik yang pernah ada!"

1
Fadhil Asyraf
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!