Seruni (20 tahun) adalah kembang desa cantik, lugu dan polos yang tinggal di wilayah terpencil daerah Tapal Batas.
Pernah bertunangan dengan salah satu pemuda dari kampung sebelah. Berujung putus dan gagal menikah karena ditikung adik tirinya bernama Rasti.
Suatu hari, Seruni dijodohkan dengan seorang pria dari kota. Musibah datang menerpa, di mana rombongan bus calon pengantin laki-laki mengalami kecelakaan, lalu terbakar hebat. Semua penumpang tewas di TKP termasuk calon suami Seruni.
Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi Seruni.
Pak Tono selaku Kades yang berstatus sebagai ayah kandung Seruni, terpaksa menerima laki-laki asing bernama Bastian Fernando Malik yang mendadak bersedia menjadi suami Seruni. Tanpa diketahui semua orang bahwa Bastian tengah lari dan bersembunyi dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.
Bagian dari Novel : Maafkan Mama, Pa🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Penyesalan Pak Tono
Pak Tono dan Bu Dewi kala itu langsung kaget setengah mati karena Siti menggerebek mereka berdua di pondok.
Otomatis kegiatan melenakan yang tengah dinikmatinya mendadak buyar seketika. Bahkan Siti yang emosi, langsung menjam_bak rambut Bu Dewi.
Pak Tono begitu terkejut melihat aksi sang istri yang di luar kendali. Biasanya Siti adalah sosok wanita lemah lembut dan cenderung pasrah. Mendadak berubah jadi kuntilanak merah pencabut nyawa pela_kor.
"Lepasin, Ti. Kita bisa bicara baik-baik," ujar Pak Tono berusaha melerai sang istri dengan janda selingkuhannya.
"Aku benci kamu, Mas! Teganya kalian berdua melakukan hal kotor begini di belakangku! Kamu sama sekali gak mikirin anak dalam kandunganku!" bentak Siti seraya tangannya masih menggenggam kasar rambut Bu Dewi.
"Mas Tono itu gak pernah cinta sama kamu! Dasar pembantu miskin!" balas Bu Dewi.
Siti semakin naik pitam mendapati Bu Dewi yang terus menghinanya. Keduanya sampai terlibat adu tampar wajah hingga akhirnya Bu Dewi mendorong kencang Siti keluar kamar hingga jatuh tersungkur ke area depan pondok.
Di mana posisi pondok tersebut ada undakan tangga karena posisi bangunan lebih tinggi daripada tanah.
"Aaaaa !!" jerit Siti yang tubuhnya terjatuh akibat dorongan dari Bu Dewi
"SITI !!" pekik Pak Tono begitu terkejut mendapati Siti mengadu kesakitan di area perutnya usai terjatuh.
Da_rah pun seketika mengalir di bagian sela paha hingga kakinya.
☘️☘️
Pak Tono segera membawa Siti ke bidan desa. Namun saat datang, si bidan tidak berada di rumah. Ia sedang berada di kota karena ada acara hajatan kerabatnya dan baru kembali besok siang.
Di desa tersebut hanya ada satu bidan desa saja. Pak Tono juga tak mungkin menyusul bidan desa ke kota. Jarak tempuh dari desanya ke kota terdekat saja sudah memakan waktu setengah hari lebih.
Pak Tono akhirnya terpaksa menyewa perahu guna membawa Siti ke bidan lain yang tinggal di desa seberang sungai. Setelah menempuh perjalanan baik di sungai maupun darat selama hampir tiga jam, Siti berhasil melahirkan Seruni dengan susah payah di sisa tenaganya.
Tentunya Siti melahirkan secara normal dan harus menge_jan untuk mengeluarkan Seruni dari perutnya. Hanya rumah sakit besar yang bisa melakukan prosedur operasi caesar.
Sedangkan jarak tempuh rumah Pak Tono ke rumah sakit besar yang ada di kota bisa lebih dari 12 jam perjalanan alias setengah hari. Pasti sangat beresiko tinggi pada Siti dan bayi mereka.
Segala usaha telah dilakukan Pak Tono guna menyelamatkan istri dan buah hatinya. Akan tetapi, takdir berkata lain. Penda_rahan yang terjadi sehingga Siti harus melahirkan lebih awal dari HPL akibat benturan yang dilakukan Bu Dewi di ladang, nyawanya tak tertolong.
Sebelum menutup mata untuk selamanya, Siti sempat berpesan sesuatu pada Pak Tono.
"Aku udah maafin, Mas."
"Sit," sahut Pak Tono yang kedua matanya berkaca-kaca menatap wajah pucat sang istri. Ia terus menggenggam erat telapak tangan Siti.
"To_long saya_ngi dan cintai a_nak kita dengan ba_ik. Ja_ngan sa_kiti dia yang tak tau apa-apa hanya karena Mas tak men_cintai ibu_nya yang miskin ini. Ber_janjilah Mas," pinta Siti dengan suara terbata-bata dan nafas yang seakan sudah berada di ujung tenggorokannya.
"Aku janji, Sit. Ma_" ucap Pak Tono yang hendak meminta maaf pada sang istri, tapi sayang belum sempat tersampaikan. Siti keburu pergi untuk selama-lamanya.
"SITI !!" jerit Pak Tono pilu. Ia menangis sesenggukan sembari memeluk tubuh Siti yang sudah terbujur kaku.
Penyesalan. Yang kini bercokol di hatinya.
Begitulah, penyesalan selalu datang terlambat. Sungguh, ia benar-benar menyesali atas segala perbuatannya.
Akibat tak mampu menahan hawa naf_su nya hingga tergoda kemolekan tubuh Bu Dewi membuat Pak Tono khilaf.
Pak Tono sebenarnya bukan pria playboy atau hobi jajan wanita. Ia sibuk bekerja sedari muda membantu orang tuanya dan tak pernah pacaran atau dekat dengan wanita mana pun di desanya.
Ia sendiri juga tak paham dengan gai_rah di dalam tubuhnya. Libi_do nya selalu meningkat tajam ketika bersama Bu Dewi sehingga suka berfan_tasi liar dalam berhubungan in_tim berbagai gaya.
Jika dirinya melakukan bersama Siti, seakan tampak pasif dan hanya menggugurkan kewajibannya sebagai suami untuk memberi nafkah batin pada sang istri.
Namun pada dasarnya semua itu tak bisa dibenarkan. Perselingkuhan hanya untuk memuaskan dahaga bi_rahi hingga menyakiti istri sahnya. Sungguh minim iman sehingga mudah dihasut godaan se_tan.
☘️☘️
Hari kelahiran Seruni bukan hanya rasa bahagia karena seorang anak telah lahir ke dunia, tapi juga kesedihan mendalam bagi Pak Tono.
Ia harus kehilangan dua orang berharga di hidupnya dalam waktu sekejap. Siti dan ayahanda Pak Tono.
Ya, ayah Pak Tono terkena serangan jantung setelah mendapat kabar dari pembantu kepercayaannya bahwa putranya semata wayangnya itu berselingkuh dengan seorang janda desa seberang sehingga sang menantu terpaksa melahirkan lebih awal dan berujung meninggal dunia usai penda_rahan hebat.
Ibu kandung Pak Tono juga syok mendengar kabar buruk tersebut. Wanita paruh baya itu pun terkena stroke. Ia hanya mampu bertahan hidup sampai Seruni berusia setahun. Setelah itu, ia pun pergi menyusul mendiang suami dan Siti kembali pada Sang Pencipta.
Tak berselang lama setelah kedua orang tua Pak Tono meninggal, Bu Dewi mendesak pria itu untuk menikahinya.
"Ya ampun, Wi. Belum genap tujuh hari ibuku meninggal, kamu sudah minta dinikahin!" protes Pak Tono.
"Pokoknya kalau Mas menolak, aku beberkan semua aibmu ke warga dan pihak dinas terkait kalau kepala desa mereka ini tukang selingkuh!" ancam Bu Dewi.
"Nama baikmu dan keluarga besar pasti tercoreng. Apa kamu gak kasihan sama putrimu yang masih kecil itu?" sambungnya.
"Apa buktinya?"
"Aku masih menyimpan dengan baik celana dalam Mas yang sempat kotor terkena cai_ran cinta kita sewaktu melakukannya di rumahku. Lalu, kamu pulang tanpa memakai celana dalam itu karena mau ku cuci. Aku sengaja tak mencucinya sampai sekarang. Kamu juga tak pernah meminta barang penting mu itu kembali. Apa kamu lupa?"
"Dasar sial!" batin Pak Tono kesal.
Ia benar-benar lupa akan hal penting itu.
Pak Tono kala itu baru saja menjabat sebagai kepala desa. Rasa bersalah pada mendiang kedua orang tuanya, Siti dan Seruni yang masih kecil, membuat Pak Tono tak punya pilihan lain.
Pernikahan Pak Tono dan Bu Dewi akhirnya diresmikan secara sah baik agama dan negara. Pernikahan tersebut dilakukan setelah peringatan 40 hari meninggalnya ibu kandung Pak Tono.
Sampai detik ini, Seruni tak tau tentang perselingkuhan Pak Tono dan Bu Dewi tersebut yang menyebabkan ibu serta kakek-neneknya sampai jatuh sakit hingga meninggal dunia.
Rahasia itu tersimpan begitu rapat. Pak Tono tak ingin menyakiti perasaan Seruni atas kesalahannya di masa lalu.
Namun, Pak Tono sudah menyampaikan cerita perselingkuhan ini pada Bastian-menantunya. Walaupun hanya secuil kisahnya, tak sampai menyeluruh. Pak Tono sungguh malu pada sang menantu.
Bersambung...
🍁🍁🍁
*Next kita bertemu Seruni-Bastian.
hei laki-laki inget baik baik ya wanita modal ngangkang merebut suami orang bukan wanita baik2 sehina hina nya wanita adalah modelan begitu semoga para pelaku perselingkuhan kalau tidak bertobat azab dunia dan akhirat menimpanya dengan sangat tragis Aamiin
Sungguh ngeri kalo baca sepak terjang pelakor zaman ini....,,