Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.
Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.
"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.
"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16 - Pergi Ke Klub Lagi
Nathan dengan senang hati menerima ciuman Nabila. Namun sayangnya ciuman itu tak bisa bertahan lama.
"Apa ini artinya kau menerima cintaku?" tanya Nathan.
Nabila menarik sudut bibirnya ke atas. "Pikir saja sendiri," jawabnya sembari beranjak dari ruangan Nathan. Saat itu Indy langsung menyambut. Managernya itu mendekatinya.
"Ada apa, Mbak? Kok tiba-tiba cari Nathan?" bisik Indy.
"Bukan apa-apa. Aku hanya menanyakan tentang dialog kami," sahut Nabila sembari melangkah menuju ruangannya.
Tak lama syuting kembali dilakukan. Kali ini Nabila dan Nathan hanya berakting adegan biasa penuh drama saja. Mereka juga berusaha bersikap profesional meski sesuatu yang spesial sudah terjalin di antara keduanya.
Ketika syuting selesai, Nabila segera kembali ke hotelnya. Namun saat di mobil, dia mendapat pesan dari Nathan.
'Sepertinya malam ini kita harus minum bersama lagi. Mau ke bar atau klub?'
Senyuman mengembang di wajah Nabila. Dia memilih untuk pergi ke klub. Nabila berniat ingin bersenang-senang sepuasnya tanpa harus mencemaskan apapun lagi.
Nabila sengaja menunggu Indy tidur. Setelah memastikan manager sekaligus sahabatnya itu tidur, barulah dia bersiap. Nabila mengenakan make up di toilet. Ia sengaja hanya mengenakan make up tipis karena tak mau terlalu berlebihan.
Nabila juga sengaja mengenakan dress polos berwarna navy yang dilengkapi dengan jaket kulit hitam. Tanpa diduga, pintu toilet terbuka. Nabila kaget sampai berjingkat.
"Astaga, Indy!" seru Nabila sambil memegangi dada.
"Mau kemana, Mbak?" tukas Indy sembari melipat tangan di depan dada. Memicing penuh curiga pada Nabila.
Nabila mendengus kasar. Meskipun begitu dia tetap tenang dan memberitahu Indy semuanya. Lagi pula Nabila bisa mempercayai Indy sepenuhnya. Bisa dibilang Indy adalah orang terpercaya Nabila.
"Apa?! Mbak yakin? Gimana kalau Pak Lukman tahu?" tanggap Indy cemas.
"Selama dia nggak tahu, ya nggak apa-apa. Lagi pula aku sedang mencari rencana untuk menceraikan Mas Lukman. Aku udah capek, Dy..." jelas Nabila.
"Tapi, Mbak--"
"Sudah! Kau tidak usah cemas. Kau mau melihatku bahagia kan? Maka dari itu, aku butuh dukunganmu. Oke?" potong Nabila.
"Ya udah kalau itu mau Mbak Nabila. Aku pasti mendukung," kata Indy.
"Kalau begitu, cepat siap-siap, kau sepertinya harus ikut denganku," ajak Nabila.
"Hah? Aku? Tapi aku nggak pernah ke tempat begitu. Aku--"
"Udah, sekali-kali nggak apa-apa kan? Ngomong-ngomong di sana banyak cowok ganteng loh," ujar Nabila.
Pupil mata Indy membesar. Dia sontak merasa bersemangat dan bergegas bersiap untuk ikut Nabila. Sementara Nabila segera mengirim Nathan pesan dan menyarankan untuk mengajak Zidan juga ikut.
Di sisi lain, Nathan sedang berada di kamar. Dia baru menceritakan perihal ketertarikannya terhadap Nabila pada Zidan.
"Kau gila! Benar-benar gila! Nabila itu istri orang, suaminya seorang Lukman Bramantyo lagi. Apa kau tahu, tantenya itu ketua dewan rakyat!" tukas Zidan dengan eskpresi cemas.
"Sudah aku duga reaksimu akan begini. Berlebihan," komentar Nathan sambil menyandarkan punggung ke sofa.
"Terus, kau juga punya tunangan! Kalau semua orang tahu kalian berselingkuh, karir kalian bakalan hancur!" ujar Zidan histeris.
"Mau ikut ke klub malam? Aku akan traktir kau minum sampanye," tawar Nathan.
"Oke, aku ikut!" Zidan langsung menyahut. Dia tidak akan pernah menolak dengan sesuatu yang gratisan.
Nathan terkekeh geli. "Dasar! Dengar ditraktir langsung berubah pikiran!" timpalnya.
"Sebagai teman dan managermu, aku akan melindungimu," balas Zidan antusias.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti