NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Sistem / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Gila

Keesokan paginya, suasana ruang VIP terasa lebih terang. Matahari pagi menembus tirai jendela, sementara Naomi sudah duduk di tepi ranjang dengan pakaian rapi. Ia bersiap untuk pulang.

Max berdiri di dekat sofa, membereskan barang-barang Naomi satu per satu ke dalam tas. Gerakannya rapi dan efisien, nyaris tanpa suara. Naomi memperhatikannya diam-diam.

Meski sikap Max selalu terlihat dingin dan kaku, Naomi tahu betul perlakuan kakak angkatnya itu padanya selalu lembut. Bahkan terlalu protektif, meski sering dibungkus dengan nada ketus.

Sejak Naomi beranjak dewasa, Max memang mulai menjaga jarak, dan Naomi tidak tahu mengapa Max melakukan hal itu. Mereka terpaut sepuluh tahun, Naomi dua puluh tahun, Max tiga puluh. Jarak usia itu terasa makin nyata seiring waktu.

“Sudah lengkap?” tanya Naomi pelan.

“Hampir,” jawab Max singkat tanpa menoleh. “Jangan banyak bergerak.”

Naomi mendengus kecil. “Aku sudah sembuh, Kak.”

Max melirik sekilas. “Itu menurutmu.”

Naomi hampir membalas ketika tiba-tiba.

Ding!

Sebuah layar transparan muncul di hadapannya.

["Misi jangka panjang terdeteksi. Hadiah besar tersedia."]

Naomi mengerutkan kening. Misi lagi?

“Apa misinya?” tanyanya pelan, hampir berbisik agar Max tidak dengar.

Layar berkilau.

["Misi: Buat Max jatuh cinta padamu. Semakin tinggi poin kesukaan, semakin besar hadiah. Ruang portabel akan diperluas."]

Naomi membeku.

Matanya membelalak tajam. “Dasar gila!” serunya spontan.

Max langsung mengangkat wajahnya. “Siapa yang gila?” tanyanya datar.

Naomi tersentak, wajahnya langsung memerah. “Eh—bukan! Maksudku … anu … drama,” katanya terbata-bata. “Drama yang kutonton. Alurnya gila.”

Max menatapnya beberapa detik, lalu mengangguk singkat. “Kurangi nonton yang aneh-aneh.”

“Iya,” jawab Naomi cepat.

Naomi menghela napas lega. Dalam hati, ia mendesis kesal. Sila! Apa-apaan itu?!

Ia segera berbisik dalam hati, “Sila, hentikan. Misi ini tidak masuk akal.”

Layar muncul lagi, lebih kecil.

["Apa salahnya menikah dengan kakak angkat, Tuan? Kalian tidak memiliki hubungan darah. Posisi Anda di keluarga Atlas akan semakin kuat."]

Naomi mendesis pelan. “Cukup. Hentikan.”

Ia menutup matanya sejenak, lalu berkata tegas dalam hati, “Aku tidak tertarik. Jangan ulangi misi semacam ini.”

Layar bergetar halus, lalu menghilang. Sistem dimatikan paksa.

Naomi menghela napas panjang. Bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada kakak angkatku sendiri? pikirnya kesal.

“Selesai,” kata Max sambil menutup tas. “Ayo pulang. Mama dan Papa sudah menunggu di rumah.”

Naomi tersentak kecil, lalu mengangguk. “Iya.”

Ia berdiri, lalu teringat sesuatu. “Kak,” katanya ragu, “aku ingin ke kediaman Elios dulu. Aku mau mengambil barang-barangku.”

Wajah Max langsung berubah dingin. “Buang saja.”

Naomi menatapnya. “Apa?”

“Kita beli yang baru,” lanjut Max. “Yang lebih mahal.”

Naomi mengepalkan tangannya. “Ini bukan soal harga.”

Max menatapnya tajam. “Lalu soal apa?”

“Soal hakku,” jawab Naomi tegas. “Soal hidup yang ingin kututup dengan tanganku sendiri.”

Hening sejenak. Bukan hanya itu, Naomi juga ingin berpamitan pada nenek dan kakeknya. Meski keluarga Elios yaitu kedua orang tuanya serta kakaknya, jahat.

Tapi masih ada dua orang yang menyayangi Naomi. Dan Naomi berencana akan menolong nenek dan kakeknya itu.

Max menghela napas pelan. “Baik. Tapi cepat.”

Naomi mengangguk. “Terima kasih, Kak.”

Max berbalik lebih dulu menuju pintu. Naomi mengikutinya dari belakang dengan langkah mantap.

*

*

Beberapa menit kemudian, mobil yang mereka tumpangi akhirnya berhenti di depan kediaman keluarga Elios.

Gerbang besar itu terbuka perlahan. Mobil mewah Max masuk dan setelah itu Naomi turun lebih dulu. Begitu kedua kakinya menginjak tanah halaman itu, ia langsung menatap bangunan megah di hadapannya. Bibirnya terkatup rapat, matanya dingin.

Bagi orang lain mungkin rumah mewah. Bagi Naomi, ini lebih mirip neraka.

Di sinilah ia tumbuh dengan luka setahun ini. Disiksa bukan hanya oleh keluarga kandungnya, tetapi juga oleh para pelayan. Bahkan di kehidupan pertamanya, ia diperlakukan tak manusiawi.

Max ikut turun dari mobil dan berdiri di sampingnya. “Ayo. Kita ambil barang-barangmu. Setelah itu kita pergi.”

Naomi mengangguk pelan. “Iya.”

Begitu pintu utama terbuka, seorang pelayan muda berdiri di sana. Wajahnya langsung berubah sinis saat melihat Naomi.

“Oh, ternyata gadis tak tahu malu ini, masih ingat jalan pulang,” ucap pelayan itu dengan nada meremehkan.

Namun detik berikutnya, tatapannya berpindah ke Max.

Seketika wajahnya berubah manis. “Tuan Max,” sapanya ramah sambil sedikit menunduk. “Silakan masuk.”

Naomi menatap pelayan itu datar. Ia mengenalnya dengan sangat baik.

“Nina,” gumam Naomi pelan.

Pelayan muda itu adalah Nina orang yang paling sering menyiksanya di kehidupan pertama. Menumpahkan air panas, menyembunyikan makanannya, memfitnahnya. Dan setiap kali Naomi mengadu, keluarga Elios justru membela Nina karena Viviane selalu berpihak padanya.

Max melangkah masuk lebih dulu. Tatapannya sempat menyapu Nina sekilas, dingin dan tanpa emosi. Nina refleks menunduk lebih dalam.

Naomi mengikuti di belakang Max.

Begitu memasuki ruang keluarga, suasana riuh langsung menyambut mereka. Tawa terdengar di mana-mana. Di ruang tengah, Viviane duduk dikelilingi teman-teman kuliahnya. Di sana juga ada Erick tunangan Naomi dan Carlos bersama beberapa teman mereka.

Meja dipenuhi camilan dan minuman. Jelas mereka sedang merayakan sesuatu.

Naomi langsung teringat. Lomba matematika. Keberhasilan Viviane lolos seleksi. Posisi itu seharusnya miliknya.

Viviane yang pertama kali menyadari kehadiran Naomi langsung berdiri dan tersenyum cerah. “Kak Naomi!” serunya manis. Ia melangkah mendekat dan hendak menggandeng tangan Naomi. “Kakak sudah pulang? Ayo, gabung dengan kami.”

Tawa teman-teman Viviane perlahan mereda. Satu per satu menoleh ke arah Naomi. Senyum mereka memudar, digantikan tatapan sinis dan canggung.

Naomi menepis tangan Viviane begitu saja.

Gerakan itu membuat Viviane terhuyung kecil. Matanya langsung berkaca-kaca. “Kak Naomi … ada apa?” suaranya terdengar lembut dan terluka.

“Apa Kakak marah karena kami tidak menjemput Kakak di rumah sakit? Maaf, waktu itu aku benar-benar sibuk persiapan lomba .…”

Nada suaranya terdengar tulus.

Carlos langsung maju satu langkah. “Naomi! Hentikan. Kau terus saja berbuat ulah!”

Naomi hanya diam.

Carlos kembali berkata, “Ternyata kau pulang juga. Kupikir kau akan terus drama.”

Erick ikut bersuara dengan nada sinis. “Masih belum puas mempermalukan Viviane di rumah sakit?”

Suasana langsung menegang.

Max hendak membuka mulut, namun Naomi cepat menahan lengannya. Ia menatap Max sekilas, lalu melangkah maju setengah langkah.

“Aku tidak datang untuk itu,” ujar Naomi tenang. “Aku hanya ingin mengambil barang-barangku dan berpamitan pada Kakek dan Nenek.”

Ucapan itu membuat Carlos, Viviane, dan Erick tertegun.

“Apa maksudmu?” tanya Carlos kaget.

Viviane membelalakkan mata. “Kak Naomi Kakak mau pergi?”

Naomi menatap mereka tanpa emosi. “Iya.”

Mereka saling berpandangan, jelas tidak menyangka. Mereka pikir ancaman Naomi di rumah sakit hanyalah gertakan.

Naomi menoleh ke Max. “Kak, tunggu di sini saja. Aku akan masuk ke kamar.”

Max mengangguk singkat. “Aku di sini.”

Naomi berbalik dan melangkah pergi, melewati lorong menuju tangga kecil di sisi rumah. Ia tidak menuju kamar utama di lantai atas, melainkan berhenti di sebuah pintu kecil di lantai bawah.

Ia membuka pintu itu.

Sebuah kamar sempit menyambutnya. Tidak lebih besar dari gudang. Hanya ada sebuah tempat tidur tua dengan kasur tipis, sebuah lemari kayu kecil yang catnya mengelupas, dan sebuah meja reyot. Inilah “kamarnya”.

Naomi berdiri di ambang pintu, menatap ruangan itu lama.

Ia tersenyum pahit. Anak kandung diperlakukan seperti pembantu, pikirnya. Bahkan pembantu pun hidup lebih layak dariku.

Ia masuk, membuka lemari kecil itu, lalu mulai membereskan barang-barangnya. Tidak banyak, beberapa helai pakaian, dokumen pribadi, dan buku-buku kuliah yang selama ini ia jaga seperti harta karun. Satu per satu ia masukkan ke dalam tas.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Timmy kayak emak" yg suka barang diskonan 😅😅
Dew666
💃💃💃💃💃
Miss Typo
sopo meneh sing rep ngerjain Naomi itu 😤
Hanima
minta pelasah 🤭
Tiara Bella
kepedean bngt sh tuh orang....
mama_im
orang gila mana lagi ini 😤😤😤
Zeepree 1994
Thor bilang ke Naomi dah ini para emak2 pengagum diskon mau ikut bantu belanja 😅🤭
Emmastlen95
jangan lupa upnya ya buat lebih sikit okey 👌👏🤜🤛♥️💗💓💞💕🤗👍/Smile//Scream//Determined/
Queen adzilla👑
mampus emang enak😂dasar kakak laknat😤pasti bakal nyesal kalau tau kelakuan si anak pungut/Grimace/
Miss Typo
wahahaha sukurin emang enak,,,
kedua orang tua dan Kaka Naomi suatu saat hancur dan akan menyesal telah memilih ular seperti Viviane itu
Kusii Yaati
sekalian Sonya burung perkutut nya yang kecil itu kasih alat kejut listriknya biar nggak bisa bangun lagi 🤭
Lyvia
suwun thor upnya
sukensri hardiati
ni volkov yg sama dengan klan zoe dallen volkov ?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Beda kak🤣🤣
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo penyakit hati mulai mendera, madu yang manis pun bagaikan racun yang mematikan
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehhh kapok 1 mobil di rusak maka gantinya. 2mobil hahahha lebih dr impas
tp kek mana kira2 nnti reaksi max ya klo tau mobil yg baru di beli di rusak carlos hadeh apa g mikir tuh belakangnya naomi ada siapa 🙈🙈🙈
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
mampus
udh di bilang naomi bukan bodoh lagi ehhh masih cari gara2
batu nya sebesara pa ya 🤔🤔🤔
Noey Aprilia
Bagooooosss......
emng msti gtu kl ngsih pljran sm orng dungu....kl prlu,lmpar aja sklian sm orangnya....bkin ksel aja......
hiiiihhhhh.....pgn getok....
sambua
syukurin ini msh blm seberapa 😤
sambua
yg ada kau yg akan menyesal nanti Krn sdh salah milih membela si rubah betina itu/Sly/
sambua
jgn bilang nanti clay ini jdi calon jodoh nya sonya ya kak othoorr/Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!