NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Di kejar preman

Anjani duduk termenung, di bangku yang tersedia di bahu jalan. Menatap kendaraan yang masih berlalu lalang. Ingin pulang, namun ingat perkataan Keandra yang menyuruhnya untuk tetap menunggu.

"Huftt...." Anjani menghela nafas. Di saat sendiri seperti ini, tiba-tiba teringat ibunya. Andai saja ibunya tahu, apa yang sedang dirinya alami saat ini. Tidak dapat Anjani bayangkan mamah Mira pasti sangat sedih.

...----------------...

Di tempat lain Keandra terlihat kesal. Sebab Felicia selalu saja mencari alasan, supaya bisa bersamanya. Felicia meminta Keandra untuk menemaninya di rumah. Sebab kedua orang tua Felicia, sedang tidak ada di rumah.

"Honey.... masuk ke rumah dulu." ucap Felicia, dengan nada manjanya. Meraih tangan Keandra. Namun sayangnya Keandra dengan kasar menepisnya. "Honey. Ada apa?" Raut wajah Felicia berubah penuh kekecewaan. Namun sebisa mungkin ia menahannya.

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu. Menjijikkan!" balas Keandra dingin.

Felicia memaksakan senyumannya. Walaupun hatinya benar-benar sakit, mendengar ucapan Keandra yang terdengar sangat pedas. "Tapi...tidak ada salahnya, kan. Secara kita...."

"Stop! Jangan bahas hal itu lagi! Sudah aku bilang. Kalau aku tidak bisa menerima perjodohan itu. Dan perlu kamu tahu, jika aku akan memastikan jodoh ku sendiri." sela Keandra, panjang lebar.

Felicia mengepalkan tangan. Hatinya bergemuruh, mendengar ucapan Keandra. Jujur ia tidak terima, jika Keandra memilih wanita lain untuk menjadi istrinya. "Kenapa, Kean?" tanyanya, mengubah panggilan nama Keandra.

"Aku tidak bisa Felicia. Sebaiknya kamu cari laki-laki yang lebih baik dari, ku. Di luar sana banyak laki-laki yang menginginkan, mu. Ingin menjadikan mu pendamping mereka. Jadi, please. Jangan bahas soal perjodohan lagi. Dan lupakan, semua mimpi mu tentang hal itu."

Keandra pergi dari hadapan Felicia. Semua ini ia lakukan demi kebaikan semuanya. Keandra tidak pernah mencintai Felicia. Di hatinya hanya terpatri satu nama. Anjani.

"Tapi aku tidak bisa, Kean!" Felicia tiba-tiba memeluk tubuh Keandra dari belakang. Tak ingin melepaskannya. Hanya menginginkan Keandra tetap di sisinya. "Aku sangat mencintai mu, Kean. Beri aku kesempatan untuk membuktikan, jika aku bisa seperti mantan kekasih, mu. Bahkan aku bisa lebih menyayangi mu. Dari pada dia."

Keandra seketika marah mendengar ucapan Felicia. Tidak ada yang bisa menggantikan Anjani di hidupnya. Hanya Anjani. Wanita yang Keandra cintai sampai detik ini.

"Aku bilang tidak bisa! Jangan memaksa, ku! Jika kamu tidak ingin terluka!" Keandra dengan kasar melepaskan tangan Felicia, yang sedang memeluknya. Tak lagi menoleh, Keandra pergi dari sana membiarkan Felicia sendirian. Menangis.

"Aku tidak akan menyerah, Kean. Aku akan melakukan cara apapun, demi mendapatkan kamu." gumam Felicia, menatap kepergian Keandra. Walaupun sudah sering Keandra melukai hatinya. Felicia tetap tidak bisa berpaling ke lain hati. Ia benar-benar cinta pada Keandra. Cinta mati.

...----------------...

Di bahu jalan, Anjani masih diam menunggu Keandra yang tidak kunjung datang juga. Melihat ke sekeliling sudah mulai sepi. Tak lama terdengar suara petir. Pertanda jika hujan akan segera turun.

"Apa aku pulang saja?" gumam Anjani. Mengeluarkan ponsel . Bermaksud menghubungi Keandra. "Yah! Baterainya lowbat." desah Anjani, saat baru menyadari jika ponselnya mati. Kini Anjani kebingungan harus melakukan apa.

Di saat Anjani sedang bimbang, tiba-tiba datang dua orang laki-laki berpenampilan preman. Mereka menghampiri Anjani yang sedang sendirian.

"Hai cantik! Sendirian aja, nih." ucap preman berambut gondrong. Bernama Roni. Tersenyum penuh arti, menatap Anjani dari atas sampai bawah. "Dari pada sendirian, bagaimana kamu ikut sama kita berdua."

Kedua preman tertawa. Melihat Anjani yang ketakutan. Roni melirik ke arah temannya seakan memberikan kode.

"Neng cantik. Ikut abang, yuk!" ucap preman yang satunya lagi, hendak menyentuh tangan Anjani. Namun dengan cepat Anjani menjauhkan tangannya.

"Saya sedang menunggu suami. Sebentar lagi dia akan datang. Jadi tolong pergi. Jangan ganggu saya." Anjani mencoba pergi dari hadapan para preman. Walaupun hatinya takut, ia harus berusaha menyembunyikan ketakutannya.

"Ha... ha... ha...! Suami?" seru Roni. "Memang kemana suami, mu? Jangan bilang, dia jalan dengan wanita lain. Dan meninggalkan mu di sini. Ha... ha... ha...!"

Anjani mengepalkan tangan. Tak menyangka jika ucapan si Roni itu benar. Kini hati Anjani benar-benar kesal dan marah.

"Eh mau kemana. Dari pada nungguin suami yang tidak kunjung datang. Lebih baik main sama kita aja. Bagaimana?"

Kedua preman itu tersenyum bersama. Tidak sabar ingin bermain-main dengan wanita secantik Anjani.

"DIAM...!" teriak Anjani. Membuat kedua preman itu seketika terkejut. "Lebih baik sekarang kalian pergi! Sebelum saya meneriaki kalian, maling!" Nafas Anjani naik turun. Menandakan jika saat ini dirinya benar-benar sedang marah.

Anjani tidak peduli sedang berhadapan dengan siapa. Yang terpenting saat ini, dia bisa meluapkan rasa kesal dan kecewa.

"Bagaimana ini? " tanya preman yang satunya lagi. Terlihat ngeri, melihat Anjani yang sedang marah seperti itu.

"Alah... kenapa kamu? Takut?" tanya balik Roni. Terlihat kesal melihat temannya yang seketika ketakutan.

"Bukannya takut. Tapi bagaimana kalau dia benar-benar teriak, kalau kita maling?"

Roni memutar bola matanya malas. Bisa-bisanya temannya berpikir seperti itu. "Ingat! Kamu itu preman. Masa preman takut sama wanita seperti dia."

Preman yang lain, mengangguk pelan. Membenarkan apa yang di katakan oleh temannya itu. "Iya juga, ya."

Preman gondrong mendelik. Namun tanpa mereka sadari, jika Anjani kini sudah pergi dari hadapan mereka.

"WOOIII, TUNGGU! JANGAN LARI!" Roni berlari mengejar Anjani. Merutuki dirinya karena keteledorannya.

Anjani tetap berlari. Tidak peduli dengan Keandra yang akan mencarinya. Baginya saat ini, keselamatannya yang paling utama.

"Ya, kok lari." ucap teman preman. Membuat Roni merasa kesal kepadanya.

"Semua gara-gara elu! Coba saja tadi langsung kita seret. Enggak bakalan kaya gini!" kata preman gondrong kesal.

Teman preman tidak menanggapi ucapan ketuanya. Memilih mengejar Anjani, yang semakin berlari jauh.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Anjani dengan sekuat tenaga berlari tanpa memperdulikan jalan mana yang ia pilih. Sebab kedua preman itu masih mengejarnya.

"Hei tunggu! Jangan lari!" teriak preman Roni . Nafasnya terlihat ngos-ngosan. Mulai lelah mengejar Anjani yang menurutnya sangat lincah.

Anjani tidak memperdulikan teriakan Roni. Terus berlari. Berharap dirinya mendapatkan pertolongan.

"Tin... tin... tin!" Terdengar suara klakson mobil. Anjani yang sedang berlari, nampak terkejut melihat mobil yang melaju kencang ke arahnya.

"Aaaaaaa!"

"CKIIIIIIT."

Anjani menutup matanya. Waktu seakan berhenti berputar. Apakah hari ini dirinya akan mati?

"Anjani." gumam seseorang, yang ternyata adalah Keandra. Segera turun dari mobil. Menatap Anjani.

Anjani mengernyitkan dahi. Menatap Keandra. "Keandra.... " lirih Anjani. Memeluk erat tubuh Keandra, dengan keadaan seluruh badannya terasa gemetar.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!