NovelToon NovelToon
Tergoda Janda Kembang

Tergoda Janda Kembang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Janda / Crazy Rich/Konglomerat / Aliansi Pernikahan / Romansa pedesaan / CEO
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Setelah mengetahui pengkhianatan sang kekasih, serta ada masalah di pabriknya, Rayyan memutuskan untuk healing sejenak ke sebuah desa, tempat salah seorang sahabatnya berada.

Tapi, nasib justru mempermainkannya. Rayyan terjebak dalam sebuah kondisi, yang mana ia harus menikahi Lilis, seorang janda kembang.

Suatu hari, Rayyan pamit harus kembali ke Ibu Kota demi menyelesaikan urusannya. Tapi lama waktu berlalu, Rayyan tak kunjung kembali, hingga Lilis makin gelisah menanti.

Bagaimanakah lika-liku perjalanan mereka selanjutnya?

Apakah Rayyan akan tetap mempertahankan Lilis sebagai istri, dan menetap di desa tersebut?

Lantas apa yang sebenarnya terjadi pada Rayyan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya, SAH!

#12

“Saya mau, Pak! Nikahkan saja kami! Saya akan senang punya suami seorang penggembala ternak!” 

Jeder!

Kalimat itu sarat akan makna, bukan hanya sebuah kejujuran, namun, juga bermakna permohonan. Terutama ketika pandangan mata Lilis tertangkap oleh netra Rayyan, Lilis seolah memohon pertolongan dalam diamnya, 

Benak Rayyan masih di penuhi banyak pertanyaan, tapi bicara berdua dengan Lilis pun tak bisa. Satu-satunya kesempatan yang Rayyan miliki hanya di ruangan tersebut, di antara banyak tatapan dan sorot mata tajam penuh penghakiman. 

Benar-benar situasi memalukan yang tak akan bisa Rayyan lupakan seumur hidupnya. Lantas bagaimana dengan perasaan Lilis? Rayyan sama sekali tak bisa membaca isi hati dan isi kepala orang karena ia bukan cenayang. 

Setelah menunggu, beberapa saat kemudian, penghulu desa yang mereka nantikan pun tiba. Karena tak mungkin meninggalkan ruangan, Rayyan pun meminta izin bicara berdua dengan Lilis. 

“Silahkan,” jawab Pak Kades dengan bijak. 

Mereka pun menepi sejenak hingga beberapa meter dari teras rumah. 

“Lis, jelaskan apa maksudmu?” 

“Aku tak bermaksud apa-apa, hanya saja sulit bagi kita untuk menghindari situasi ini. Disamping itu—” Lilis terlihat ragu melanjutkan ucapannya. 

“Apa?! Jangan coba mengada-ada, ya? Kamu tahu yang sebenarnya terjadi, tapi kamu hanya bicara ketika mereka menanyakan kesediaan kita. Aku tak mau menikah!” 

“Aku pun tak mau, tapi— jika tidak menikah denganmu, maka aku akan menikah dengan pria yang lebih pantas menjadi kakekku. Kumohon, tolong aku, hai pria asing,” pinta Lilis. 

“Kalau aku menolongmu? Bagaimana dengan hidupku sendiri?” 

“Aku tak butuh status istri sungguhan, toh hanya kita yang tahu. Dan setelah urusanmu di desa ini selesai, kamu cukup bawa aku pergi dari desa ini, setelah itu kita berpisah. Sesederhana itulah keinginanku.” 

“Sederhana tapi gila! Sederhana tapi berdosa, Lis! Apa kamu tidak takut?!” 

Tubuh Lilis bergetar, tentu saja ia takut, tapi jika tidak begitu, maka seumur hidup ia akan terjebak dan tak bisa melarikan diri dari cengkeraman ibu tirinya, Bu Saodah. 

Lilis bertahan bersama Bu Saodah dan Arimbi karena amanah bapaknya, bukan hanya itu, rumah yang mereka tempati adalah rumah atas nama Lilis, jadi kemana lagi Lilis akan pergi jika tidak ke rumahnya sendiri? 

Sayangnya Bu Saodah justru semakin tak tahu diri, ia bersikap seenaknya pada Lilis, hingga tega menjadikan Lilis sebagai tulang punggung keluarga. 

“Takut, sangat takut, tapi aku minta maaf, karena aku rasa hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa lepas dari kekangan ibu. Mari masuk, mereka sudah menunggu,” pungkas Lilis mengakhiri kalimat yang seharusnya ia katakan. Wanita itu pun berjalan kembali, masuk ke rumah Pak Kades. 

“Lis! Aku belum selesai bicara!” jerit Rayyan frustasi, tapi Lilis tak lagi menghiraukan seruan Rayyan. Hanya sebuah kata maaf, memangnya maaf bisa menyelesaikan semua. 

Lalu nanti bagaimana? Setelah berpisah, dirinya tak akan mendapatkan lagi gelar perjaka, melainkan gelar duda walau masih perjaka. 

“Aaaaarrrggghh!” jerit Rayyan dalam hati. Ia  kembali mengacak-acak rambutnya, habislah sudah, ia seperti dipaksa mengalungkan tambang ke leher kemudian digantung hidup-hidup di depan banyak orang. 

Pernikahan yang unik, tak ada tawa bahagia, tada persiapan serta seserahan mewah, lalu mas kawin? Rayyan merogoh saku celana pendeknya. 

Aneh memang, tak ada niat menikah, tapi dia kelimpungan ketika hanya mendapati uang berwarna hijau terang serta satu biji koin 500 an. “Apes! Apes!” gerutu Rayyan. 

Cita-cita nya adalah, ketika menikah ia akan memberikan mahar fantastis untuk istrinya, sebuah rumah mewah beserta kendaraan, perhiasan, serta nominal rupiah yang pastinya tidak sedikit jumlahnya. 

Tapi sekarang? Bila Rayyan mengatakan maharnya itu semua, pastilah dirinya menjadi bahan cemoohan. Karena dikira ngibul, alias bohong. 

Setidaknya mereka meminjamkan pakaian rapi untuk Rayyan, dan Bu Kades memberikan sepasang kebaya bekas untuk dikenakan Lilis. Hingga suasana ini layak disebut pernikahan sungguhan padahal Lilis hanya ingin mereka menikah diatas kertas semata, tapi tidak demikian dengan hati mereka yang amburadul tak karuan. 

Rayyan mengeluarkan uang dari saku celananya, ia tak punya banyak uang tunai, karena harus ke kota dulu bila ingin ke ATM. Seadanya saja, sejumlah 20.500 rupiah. 

“Segini saja?” ejek salah satu hansip. 

“Bagaimana lagi, memang aku punya alasan untuk pergi menyiapkan uang mahar? Terima atau batalkan saja!”

“Aku ikhlas, berapapun maharnya.” 

“Apakah pernikahan ini sah?” tanya Rayyan memastikan. 

“Sah secara adat istiadat desa, dan secara agama. Ditambah lagi, bapaknya Lilis sudah meninggal,”  ungkap Pak Penghulu desa. 

“Lalu besok pagi, pak Kades akan meminta pihak KUA di kantor kecamatan untuk mencatat pernikahan ini, sekaligus mengesahkan pernikahan kalian secara hukum negara.” 

Rayyan menelan ludah, hukum negara? Sepertinya masalah pernikahan ini tak sesederhana yang ada dalam pikiran Lilis. 

Beberapa saat kemudian—

“Bagaimana saksi?”

“Sah!”

“Sah!” 

“Sah!” 

Semua orang berteriak sekencang-kencangnya, namun, tidak demikian dengan Rayyan yang mendadak merasa meriang tak karuan di waktu bersamaan. Terutama saat Lilis meminta punggung tangannya untuk dicium. 

Ada getaran hangat yang menjalar perlahan dimulai dari tangan yang digenggam oleh wanita yang kini berstatus sebagai istrinya tersebut. Getaran hangat itu, mengalir perlahan-lahan hingga rata keseluruh tubuhnya. 

Wajah Rayyan masih pucat, padahal semua orang sudah merasa lega, karena masalah ini bisa selesai dengan aman sentosa. 

•••

Sementara itu, di rumah Lilis, Bu Saodah tengah meradang, karena ia sudah merasa dipermalukan oleh sang anak tiri. Ia bahkan tak sempat memikirkan ada kehebohan apa di desa setelah terdengar bunyi kentongan saling bersahutan. 

“Berapa lama lagi, kami harus menunggu?” tanya Juragan Sastro yang saat ini di dampingi Wardah, istri pertamanya. 

“Iya, Juragan, sebentar lagu, Lilis pasti! Pulang,” jawab Bu Saodah gugup, tapi Arimbi pun cuek saja, tak mau mengerti kesulitan ibunya. 

“Pokoknya, kalau sampai kamu bohong, uang tanda jadi kemarin harus kamu kembalikan sesuai dengan adat istiadat.” Ucapan Bu Wardah, membuat Bu Saodah menelan ludah. 

Jika menuruti adat istiadat, maka pembatalan uang tersebut, harus dikembalikan sebesar lima kali lipat. Anggap saja untuk menutupi rasa malu dari pihak yang sudah di tolak. 

“Assalamualaikum.” 

Suara Lilis membuat Bu Saodah tersenyum lega. “Nah, apa ku bilang, itu Lilis pulang.”

Bu Saodah segera berdiri bermaksud menyambut kedatangan Lilis, tapi penampilan wanita itu terlihat berbeda dengan kebaya yang masih melekat di tubuhnya. Dan juga ada seorang pria yang pulang bersamanya. 

“Lis— kamu dari mana? Jam segini baru pulang? Dan laki-laki ini?” 

“Kami dari rumah Pak Kades untuk dinikahkan.” 

Jeder! 

“Apa?! Bagaimana bisa?! Siapa yang memberimu izin menikah?!” 

Tak lama kemudian, Pak Kades dan beberapa sesepuh desa ikut datang. 

“Lilis tak perlu izin siapapun, karena ia janda dan sudah tak memiliki bapak wali sah.” 

1
Esther
waduh Rayyan langsung tancap gas....ditunggu cerita unboxingnya😂
Esther
Lilis disulap jadi semakin cantik...siap membikin Rayyan terpesona
Ayesaalmira
wah saking senengnya...
Bunda Idza
kejutan yang menyenangkan 🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
aawww... ada yg menjerit tp bukan bibirnya😂
Felycia R. Fernandez
rasakan,selama ini hidup hanya enak enakan,biar sekarang merasakan kerja seperti Lilis
Shee_👚
aduh giliran nya nambah bab pas lagi hot🔥🔥🔥🔥 malah di gantung kaya jemuran belum kering 🤣🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
awas mungkin ini ya kak
Shee_👚
Alhamdulillah lilis selamat dari niat buruk para istri-istri solehot🔥
Shee_👚
mampus g tuh, orang dah punya madu ampe 3 malah di suruh nambah lagi ap ya g murka itu istri 3🤣
Shee_👚
sabar mulu tanpa kerja ya rejeki juga minggat odah😒
Shee_👚
biat tau rasa gimana capenya nyari duwit, jangan cuma bisanya minta sama protes doank😏
🌷Vnyjkb🌷
tte rosa baikkk, pengertiannn,👍👍lilis otw bahagia nih,,, lilis layak menuai kebahagiaan,,, awassss ktmu si dio,,, tunjukkan pesonamu ,liss🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
yang sedang lelah,eh dapat vitamin😅😅😅
🌷Vnyjkb🌷
benerrr!! ini Sekolahan yg pAs buat mbee, klu blm sadarr yo kudu d PerLamaaa sekolahnya, biar cumlaude,🤣🤣
Nar Sih
surpraise untuk mu rayyan ,dri lilis untuk mu ,semgatt lepas rindu nya 😂😂
🌷Vnyjkb🌷
eeee, gak sadarrrr benerr,, km tu yg hrs d awas²,,, lilis korban mu dan ibumu,, gak tau diri amattt!!
Rahmawati
asek asek😂
🌷Vnyjkb🌷
itu juga yg terjadi pd Tubuh Lilis,,, nikmatilahhhh hari² tuaianmu odahhh🤣🤣sukuurrr!!!
Rahmawati
mantep nih bu Rosa.
setelah Rayyan liat apa akan langsung ehem ehem ya🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!