Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duka
Di usia Ezra Nathanael Wibowo sebelas bulan, dia dibawa pulang oleh kedua orangtuanya ke kampung mamanya. Karena ini pertama kali Jefry dan Nael ke kampung, papa dan mama Agatha membuat adat penyambutan. Kain tenun disarungkan ke tubuh Jefry dan Agatha juga Nael. Oleh om dan tante Agatha. Orangtua Agatha sudah tidak menempati rumah dinas lagi. Karena Agatha dan Jefry sudah membeli rumah di perumahan elite di kota mereka dengan tipe tujuh puluh, sehingga tidak lagi ada drama tinggal di rumah sempit. Setelah meletakan barang mereka, membersihkan tubuh, mereka langsung ke rumah duka opa dan oma.
"Mas, ade dibawa?"
"Emang ngak boleh bawa bayi."
"Boleh mas. Hanya ade takut mas melarang Nael ke sana?"
"Ngak mengapa, kita bawa ya sayang itukan oma buyutnya Nael."
"Terima kasih mas. I love you."
"Agatha kamu itu wanita yang penting di hati mas." Jefry mencium dan memeluk istrinya.
Sampai dirumah opanya Agatha langsung mereka disambut oleh acara adat kembali. Nael dalam gendongan opanya Ezra, Bayi sebelas bulan itu tidak rewel, bahkan ketika ikut ibadah pemakaman, dia hanya duduk tenang. Adik dan kakak mamanya Agatha mau mengendong, namun Nael tidak mau dia hanya lengket pada opanya. Agatha, Jefry dan Nael sudah dibawa pulang duluan ke rumah, Karena dari tiba pagi tadi sampai sore hari mereka belum beristirahat.
Sampai dirumah, Agatha mengurus anaknya duluan dibersihkan badanya digosok minyak di pijit - pijit kecil, diberi makan dan minum susu langsung tidur. Nael tidak tahu bangun malam - malam. Kemudian Agatha mengurus makan suaminya. Dan dia pun beristirahat. Agatha mencium Jefry sangat mesra.
"Adek tahu mas kelelahan."
"Mas bahagia disamping kamu sayang. Semoga semua pelayat yang datang bisa makan. Karena kasihan mereka sudah begadang. Catering dirumah duka orangtua mamanya Agatha ditanggung semua oleh Jefry dan Agatha.
Pukul dua belas malam baru mama dan papanya tiba di rumah. Sempat melihat Nael cucunya yang sudah bobo nyenyak di kamarnya sendiri ditemani oleh Maria susternya.
Pagi - pagi sekali, Jefry sudah lari pagi, Jefry sangat kaget karena dia melihat sosok Rebeca di pantai dekat kompleks perumahan elite itu.
"Kamu mengikuti keluarga saya?"
"Bukan keluarga kamu, tetapi kamu Jefry. Jef aku cinta kamu. Hati ini masih ada kamu."
"Kamu sakit. Menjauh dari saya, jangan sampai kesabaran saya habis kamu di sel seumur hidup."
"Jef, tolong beri kesempatan buat saya, jadi istri kedua pun saya mau, saya rela."
"Sayangnya saya ngak."
"Mas....."
"Sayang mas disini?" Rebeca mau mendekat Jefry namun dengan cepat Jefry berlari kearah Agatha istrinya. Langsung dicium bibir Agatha begitu mesra didepan Rebeca.
"Ngapain dia disini."
"Dia mengikuti kita dek? Kita harus ngomong sama mama dan papa. Kamu temani mas ya?"
"Iya sayang."
"Agatha I love you."
"Love you more mas."
Berita kemunculan Rebeca di Atambua sudah didengar oleh orangtuanya disebabkan karena mamanya Jefry datang mengamuk dirumah mereka. Dan hal itu menyebabkan papanya menelepon lettingnya di Atambua menangkap Rebeca dan dikirim balik ke Surabaya dengan tangan diborgol, karena Rebeca tidak bisa bekerja sama. Waktu orangtuanya menjemput Rebeca, mamanya menangis tidak menyangka anaknya akan seperti ini.
Sementara Jefry mengcak anaknya Nael berenang di laut dengan menggunakan kapal kecil yang dibawa ketengah laut. Disitu Nael berenang bersama papinya. Agatha yang menggunakan bikini renang pun ikut berenang.
"Seksi amat istri mas ini."
"Cantik ngak?"
"Cantik baget, pengen di masukin deh."
"Mas....." Jefry tertawa, Suami Agatha ini kalau sudah lihat istrinya yang seksi memuji dan berbicara ngawur sampai lupa mereka ada dimana. Nael sangat senang. Opa dan omanya juga ada di kapal kecil itu.
Liburan tipis - tipis di kota kelahiran istrinya usai. Mereka bertiga bersama susternya Nael akan ke Surabaya. Nael akan merayakan ulang tahun pertamanya di kota kelahiran Nael dan papinya. Nael satu tahun sedangkan papinya tiga puluh dua tahun. Kerabat dan teman papinya Nael, oma dan opa juga budhe dan bulek Nael juga. Acara dirayakan disebuah hotel sekalian dengan ulang tahun Papinya. Kemeriahan ulang tahun Nael sudah berakhir, yang tertinggal hanyalah teman sekolah, Letting serta kerabat Jefry yang masih ada di aula hotel. Nael sudah tidur di kamar hotel bersama saudara sepupunya. Di sukacita ulang tahun hadir Rebeca yang mau membunuh diri di antara tamu yang hadir.
"Jef, aku akan mati didepan kamu. Aku hanya cinta kamu."
"Beca sadar, sadar." Teman - temannya coba menyadarkan Rebeca.
"Jangan mendekat, saya akan nekat. Jef jadikan saya istri kedua." Jefry yang berada didekat Agatha sudah dicubit oleh Agatha.
"Sayang, sakit."
"Siapa suruh dia berbicara begitu." Jefry semakin mengencangkan pelukannya kepada istrinya.
"I am yours honey."
Petugas keamanan datang mengamankan Rebeca yang sudah menusuk tubuhnya dengan benda tajam yang dia bawa sendiri. Dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong, karena pisau tepat mengena organ jantungnya. Berita kematian Rebeca sampai ke tempat acara ulang tahun Jefry. Tamu undangan yang sudah sedikit, yang ada hanya sahabat - sahabat Jefry saja.
"Mas kamu cinta ngak sih sama dia??"
"Penipu ya kalau ngak jujur. Sebelum tahu dan kenal kamu, dia masih urutan pertama dihati mas. Tetapi dia lebih memilih keputusan orangtua dari pada janji yang dia buat sendiri."
"Sekarang????"
"Ngak lah, kamu segalanya sayang. Kamu yang mas sayang. Agatha Anastasya yang mas cinta."
"Gombal???"
"Kita program adek buat Nael."
"Nael baru setahun mas, tetapi adek ngak nolak jika dipercayakan lagi."
Jefry dan Agatha hadir di pemakaman Rebeca, hadir mantan suaminya Esau dan Josep anak mereka.
"Turut berdukacita dok."
"Terima kasih sudah berkenan hadir disini. Maafkan maminya Josep dokter Agatha sudah membuat dokter dan suami tidak nyaman." Dokter Esau menghampiri Jefry dan Agatha yang hanya menunduk. Josep sudah tujuh belas tahun dia tumbuh semakin besar dan semakin berangsur penyakitnya menghilang. Dia menangis terus di samping peti dari masih di rumah sampai tempat pemakaman.
Jefry dan Agatha sedang melakukan hubungan suami istri. Hentakan tubuh Jefry membuat organ intim Agatha perih sehingga terdengar suara rintihan.
"Sakit sayang??? Katanya kuat??"
"Iya aku kuat, masih muda mas sudah tua. Aku cantik mas sudah tua." Jefry hanya mendengar, ada sakit hati dihatinya dikatain begitu oleh istrinya. Maka Jefry pun menaikan ritme persetubuhan mereka sehingga suara tubuh beradu terdengar nyaring.
"Iya mas sudah tua, ade cantik, manis dan Jefry Xaverius Wibowo ini sangat mencintai kamu Agatha Anastasya." Mereka berdua sama - sama melakukan pelepasan. Jefry langsung memeluk Agatha. Ini pertama kali, Agatha melihat Jefry marah dan ini pertama kali Jefry melakukan perminan panas yang menyakitkan. Agatha menangis dalam pelukan suaminya.
"Maafkan aku sayang, maafkan mas. Tidak akan sekasar ini lagi." Jefry takut Agatha trauma kalau nanti mereka berhubungan suami istri. Karena tadi Jefry seperti binatang yang lagi birahi.
"Ade yang salah, yang membuat mas marah. Karena ade capek dengan drama Rebeca."
"Sudah selesai sayang, dia yang memilih jalan itu. Hanya kamu cintanya mas." Jefry mencium istrinya. Tampak Agatha berantakan.
Jefry bangun dari tempat tidur secara perlahan,kemudian menyelimuti istrinya. Dia hendak membersihkan badannya. Selesai Jefry keluar dari kamar mandi sudah harum dan dia membawa handuk hangat. Dibersihkan tubuh istrinya. Organ intim yang terlihat memerah dan sedikit membengkak. Kemudian Jefry memberikan salep aman, mengurangi perih dan bengkak. Selesai dia mengenakan celana dan kaos. Agatha sudah berada dalam pelukan Jefry.
Jefry tersenyum, karena melihat aksi istrinya yang mengendus - endus tubuhnya dalam keadan tidur nyenyak.
"I am your honey. Just you. I love you."