NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:427
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 1

Di sebuah rumah yang terlihat sederhana tinggal lah sepasang suami istri yang tengah bahagia. Bagaimana tidak hubungan yang mereka jalani hampir lima tahun lamanya kini bisa bersama dalam ikatan pernikahan.

"Sayang, aku sudah siapkan sarapannya. Apa kau sudah bersiap?" terdengar suara Arumi dari ruang makan di mana ia telah selesai menata piring beserta lauk pauk yang baru saja ia masak.

"Wah, seperti nya enak ini," senyum mereka terukir di wajah Natan sembari menarik kursi dan bersiap makan bersama dengan sang istri tercinta.

Di sela makan mereka Natan menanyakan kembali pada Arumi apakah dia bersedia untuk keluar dari pekerjaannya di sebuah restoran yang berada di sebuah hotel keluarga Dirgantara.

Bukan tanpa sebab Natan menyuruh istrinya berhenti karena menurutnya penghasilan dirinya yang saat ini bekerja sebagai supervisor di sebuah toko ternama sudah sangat cukup.

"Kau diam berarti tidak mau menuruti keinginanku bukan?" seru Natan.

"Mas, bukan begitu maksudku sampai kita punya anak aku akan berhenti bekerja mengurus kamu dan anak kita nanti,"

Dengan nada sangat lembut Arumi berusaha membujuk suaminya yang lagi-lagi tidak bisa berkata lagi dan luluh begitu saja.

"Aku pegang janjimu, sayang," ujar Natan.

Natan langsung bergegas menaiki motor nya dan segera berangkat, biasanya mereka berangkat bersama tapi kali ini tidak karena Arumi akan berangkat pukul dua siang nanti.

Dalam perjalanan Natan terjebak macet membuat dirinya harus bersabar padahal ia sudah berusaha berangkat lebih pagi tapi tetap saja ia terjebak di jalanan yang sangat padat.

"Kenapa hari ini ramai sekali, apa akan ada pawai? Padahal ini masih terbilang subuh loh," gerutu Natan menahan kekesalannya.

"Loh, memangnya kau tidak tau?" ucap seseorang yang berada di sebelahnya yang tidak sengaja mendengar ocehan Natan.

"Tau apa?" balas Natan.

"Putra tunggal keluarga Dirgantara akan datang, di depan sedang ada persiapan seperti nya acaranya akan meriah sekali di hotel itu dan akan ada santunan,"

"Karena, ya yang seperti kita tau keluarga Dirgantara itu sangat dermawan dan juga aku dengar mereka akan mencari jodoh untuk putra tunggalnya,"

Natan menatap Hotel yang di maksud dan benar dugaannya itu lah tempat di mana sang istri bekerja.

"Putra tunggal? Bukan kah dia punya adik perempuan?" tanya Natan.

"Iya, tapi adik nya tidak begitu terkenal karena dia sangat berbeda dengan kakaknya,"

"Kenapa perasaanku mendadak tidak enak ya," Natan sempat melamun, tetapi ia tersadar oleh notif pesan yang tidak lain dari sang istri.

"Sayang, manager hotel menghubungiku agar datang pagi ini. Aku berangkat dulu,"

Natan tidak membalas ia langsung melajukan motor nya menuju toko tempat dia bekerja.

***

"Sudah dua hari kau di sini tapi tidak sekalipun keluar kamar,"

Suara ocehan seorang wanita paru baya yang masih terlihat cantik itu berjalan masuk menghampiri pria yang kini sedang fokus dengan laptop nya.

"Aku sibuk, tolong mih jangan ganggu," ucapnya tanpa menoleh ke arah Tiara yang merupakan ibu kandung nya.

Tiara menarik napas panjangnya lalu ia perlahan duduk mendekati putra kesayangannya itu.

"Apa kau tidak bosan sepanjang hari di depan layar laptop mu itu? Helen menanyakan mu terus dan dia ingin ..."

"Aku tidak mau," sela kenan.

"Kenan, kau selalu menghindari Helen kenapa?" tanya Tiara.

Pria itu sama sekali tidak menjawab ia malah melangkah pergi meninggalkan sang mami yang melongo menatap sedikit kesal pada putranya yang sama sekali tidak tertarik pada wanita pilihannya itu.

"kakak, kau mau ke mana?" tanya Riana.

"Hotel"

Bugh

Suara pintu mobil yang tertutup mengakhiri pertanyaan Riana padahal sebenarnya dia ingin ikut dengan Kenan, tetapi melihat sang kakak yang terlihat kesal ia pun mengurungkan niatnya.

Riana adik perempuan Kenan yang tidak jauh berbeda umurnya itu sudah terbiasa dengan sikap Kenan dan ia tahu betul apa penyebab kakanya terlihat kesal siapa lagi kalau bukan maminya yang memaksa dirinya menemui Helen.

***

Terlihat dari kejauhan Arumi yang tengah sibuk dengan pekerjaannya di restoran. Hari ini banyak sekali pengunjung datang karena berharap mereka bisa melihat putra tunggal keluarga Dirgantara sebelum acara malam nanti yang diadakan di hotel miliknya.

"Kenapa hari ini ramai sekali, Anita," tanya Arumi sembari membersihkan meja bersama teman nya.

"Ih kamu emang ga tau kalau nanti malam ada acara. Mereka itu sengaja datang lebih awal karena ingin melihat ..."

"Hei kalian jangan mengobrol saja, cepat bersihkan,"

"Baik, pak,"

"Kalian, malam ini lembur pulang malam karena nanti malam kita akan ke acara keluarga Dirgantara di hotelnya," titah sang manager.

Mereka menganggukkan kepalanya pelan, tetapi berbeda dengan Arumi yang terlihat bingung karena malam ini pasti Natan menunggunya untuk makan malam.

Namun, ia juga tidak bisa membantah karena pastinya managernya itu tidak akan mengizinkannya pulang kalau tidak resikonya dia bisa dipecat.

Arumi bergegas ke arah pojok meja dengan memegang ponselnya berniat untuk menghubungi Natan. Saking fokusnya menata layar ponsel ia pun tidak memperhatikan ke arah depan yang mana ada seseorang yang berjalan tertunduk menuju ke arahnya.

Bruugh

"Akhhh, ponsel ku!" seru Arumi langsung mengambil kembali ponsel itu, tetapi terlebih dahulu seorang pria mengambilkan ponselnya lalu memberikannya pada Arumi.

"Terimakasih, maaf aku tidak melihat anda, Tuan," ujar Arumi

Degh

"Suara itu?" batin Kenan yang menatap dengan kedua matanya yang terbelalak menatap wanita yang kini tersenyum sambil meminta maaf.

Kenan langsung pergi meninggalkan restoran dengan sangat tergesa-gesa seraya menahan dadanya yang mana jantung nya terus saja berdetak cepat membuat Arumi yang menatap aneh pada pria yang mengenakan serba hitam dan sangat tertutup karena ia memakai topi dan juga masker.

Tidak lama ponselnya berdering lalu ia segera mengangkat nya dan berbicara pada sang suami yang menghubunginya balik.

Sedangkan Kenan yang kini sudah berada di dalam mobil perlahan membuka topi dan masker nya menatap kosong kedepan masih mengelus elus dadanya tanpa sadar senyuman terukir di wajahnya yang mana ia sangat senang bertemu kembali setelah beberapa tahun lamanya semenjak lulus kuliah dan menetap di luar negri.

"Kau masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah. Senyum mu, wajahmu, tingkah mu membuat ku tidak ..."

"Tidak apa? kenapa kau meninggalkanku apa kita tidak jadi makan ... Bos?"

Plakk

Arghhh

"Kira-kira dong sampe merah kan tangan saya," seru Jimmy yang merasa kesal.

"Sejak kapan aku mengajakmu, hah! Kenapa kau ada di sini," pekik Kenan yang langsung menyalakan mesin dan bergegas meninggalkan restoran.

"Lupakan itu kau tadi sedang membicarakan siapa. Kekasih mu ya si Helen?" ledek Jimmy.

"Tidak perlu ku jawab tugasmu sekarang kumpulkan pegawai restoran di hotel dan suruh mereka berkumpul di ruang rapat sebelum acara di mulai," titah Kenan.

"Kenapa? Ada apa? Apa mereka membuat kesalahan?" cerocos Jimmy.

"Tidak, aku ingin memastikan seseorang saja," jawab Kenan.

Jimmy masih bingung dengan sikap Kenan yang begitu aneh menurut nya, sejak kapan ia peduli dengan pegawai restoran nya?

Sesekali Jimmy menoleh menatap Kenan yang sepertinya tidak fokus menyetir, Kenan melamun sambil tersenyum membuat Jimmy menggelengkan kepalanya seraya memijit pelipis alisnya.

Bruugh

Jimmy terkejut saat Kenan tiba-tiba menginjak rem membuat ia hampir membentur box yang ada di depannya.

"Kau ini bisa hati ... Kenan, Kenan kau kenapa?" panik Jimmy lalu ia menoleh ke arah depan tepat saat Kenan menunjuk ke arah depannya.

"Astaga, ke ... Nan, kau menabraknya,"

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!