NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA

Suara langkah kaki berhenti di depan pintu kamar. Sofia bisa merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Siapa yang datang?

Pintu kamar terbuka, dan seorang pelayan masuk ke dalam kamar. "Ampun, Tuan Jabez Ezaz," pelayan itu berkata, suaranya lembut. "Ada pesan dari Putri Calista. Dia ingin bertemu dengan Anda di ruang tamu."

Jabez Ezaz memandang Sofia dengan serius. "Aku harus pergi," dia berkata. "Tapi aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Aku akan meminta penjaga untuk menjaga kamu."

Sofia mengangguk. "Aku baik-baik saja," dia berkata. "Pergi saja, aku akan menunggu di sini."

Jabez Ezaz mengangguk dan meninggalkan kamar, diikuti oleh pelayan itu. Sofia merasa dirinya sedikit sendirian sekarang, tapi dia tahu bahwa Jabez Ezaz akan selalu ada di sisinya.

Tapi ketika Sofia menunggu di kamar, dia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres...

Sofia mencoba untuk mengalihkan pikirannya dengan membaca buku atau melakukan sesuatu yang lain, tapi dia tidak bisa fokus. Dia terus memikirkan tentang Putri Calista dan apa yang dia rencanakan.

Setelah beberapa saat, Sofia memutuskan untuk mengambil sedikit udara segar di taman. Dia berjalan ke jendela dan membuka tirai, memandang keluar ke taman yang indah.

Tapi ketika dia melihat ke luar, Sofia melihat seseorang yang tidak dia kenal berdiri di dekat kolam. Orang itu berpakaian gelap dan memakai topi yang menutupi wajahnya.

Sofia merasa dirinya sedikit curiga. Siapa orang itu? Dan apa yang dia lakukan di taman?

Tiba-tiba, orang itu melihat ke arah jendela dan menangkap pandangan Sofia. Sofia merasa dirinya sedikit kedinginan ketika orang itu mengangguk sedikit dan kemudian berbalik dan menghilang ke dalam bayangan.

Sofia merasa dirinya sedikit gemetar. Apa yang terjadi? Dan siapa orang itu?

Sofia merasa dirinya sedikit penasaran dan khawatir. Siapa orang itu? Dan apa yang dia lakukan di taman?

Sofia memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut. Dia meninggalkan kamar dan berjalan ke taman, mencari jejak orang itu. Dia melihat sekeliling, tapi tidak ada tanda-tanda orang itu.

Tiba-tiba, Sofia mendengar suara di belakangnya. "Sofia," suara itu berbisik.

Sofia berbalik dan melihat orang itu berdiri di belakangnya. Orang itu menurunkan topinya, dan Sofia terkejut ketika dia melihat wajah yang familiar.

"Riven," Sofia berkata, suaranya lembut. "Apa yang kamu lakukan di sini?"

Riven adalah teman lama Sofia, yang telah lama menghilang. Sofia tidak tahu apa yang terjadi padanya, tapi sekarang dia ada di sini, di depan mata Sofia.

Riven tersenyum, tapi ada sesuatu yang tidak beres di matanya. "Aku ada di sini untuk membantu kamu, Sofia," dia berkata. "Kamu dalam bahaya."

Sofia merasa dirinya sedikit bingung. "Bahaya?" dia mengulangi. "Apa yang kamu maksud?"

Riven memandang sekeliling dengan waspada. "Tidak di sini," dia berkata. "Ayo, kita pergi dari sini."

Sofia ragu-ragu sejenak, tapi rasa ingin tahu dan kekhawatiran tentang keselamatannya membuatnya mengikuti Riven. Mereka berjalan ke arah yang tidak terlalu jauh dari istana, sampai mereka tiba di sebuah tempat yang tersembunyi di balik pohon-pohon.

"Aku tahu kamu tidak percaya padaku," Riven berkata, "tapi aku ada di sini untuk membantu kamu. Putri Calista tidak seperti yang kamu pikir."

Sofia merasa dirinya sedikit penasaran. "Apa yang kamu maksud?" dia bertanya lagi.

Riven mengambil napas dalam-dalam. "Putri Calista memiliki motif tersembunyi," dia berkata. "Dia ingin menguasai istana dan semua yang ada di dalamnya. Dan kamu, Sofia, adalah bagian dari rencananya."

Sofia merasa dirinya sedikit kedinginan. Apa yang Riven katakan? Apakah benar Putri Calista memiliki motif tersembunyi? Dan apa peran Sofia dalam semua ini?

Sofia merasa dirinya sedikit terkejut dan bingung. "Apa yang kamu maksud?" dia bertanya lagi. "Mengapa Putri Calista ingin menguasai istana?"

Riven memandang Sofia dengan serius. "Karena dia memiliki dendam terhadap keluarga kerajaan," dia berkata. "Dan kamu, Sofia, adalah kunci untuk mencapai tujuannya."

Sofia merasa dirinya sedikit gemetar. "Apa yang kamu maksud dengan kunci?" dia bertanya.

Riven mengambil napas dalam-dalam. "Kamu memiliki darah kerajaan di dalam diri kamu," dia berkata. "Dan Putri Calista membutuhkan darah itu untuk menguasai istana."

Sofia merasa dirinya sedikit kedinginan. Apakah benar dia memiliki darah kerajaan di dalam diri nya? Dan apa yang Putri Calista rencanakan untuk dia?

Tiba-tiba, Riven menarik Sofia ke dalam bayangan pohon. "Ssst, diam," dia berbisik. "Ada seseorang yang datang."

Sofia mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Siapa yang datang? Apakah Putri Calista?

Sofia memegang napas, menunggu untuk melihat siapa yang akan muncul dari balik pohon. Langkah kaki itu semakin dekat, dan Sofia bisa merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.

Tiba-tiba, Jabez Ezaz muncul dari balik pohon. "Sofia, apa yang kamu lakukan di sini?" dia bertanya, suaranya sedikit khawatir.

Sofia merasa dirinya sedikit lega ketika melihat Jabez Ezaz. "Aku... aku hanya ingin mengambil udara segar," dia berkata.

Tapi Riven masih memegang lengan Sofia, dan dia tidak melepaskannya. "Jangan percaya padanya," Riven berbisik di telinga Sofia. "Dia tidak seperti yang kamu pikir."

Sofia merasa dirinya sedikit bingung. Apa yang Riven maksud? Apakah Jabez Ezaz tidak seperti yang Sofia pikir?

Jabez Ezaz memandang Riven dengan curiga. "Siapa orang ini?" dia bertanya.

Sofia ragu-ragu sejenak. Apakah dia harus percaya pada Riven atau Jabez Ezaz? Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Sofia memutuskan untuk tidak mengatakan apa-apa tentang Riven dan alasan sebenarnya dia berada di sana. "Tidak apa-apa, Jabez Ezaz," Sofia berkata. "Aku hanya... aku hanya tersesat."

Jabez Ezaz memandang Sofia dengan khawatir. "Aku akan menemani kamu kembali ke istana," dia berkata. "Kamu tidak seharusnya berjalan sendirian di taman."

Sofia mengangguk, merasa sedikit lega. "Terima kasih, Jabez Ezaz," dia berkata.

Riven masih memegang lengan Sofia, dan dia tidak melepaskannya. "Sofia, jangan pergi," Riven berbisik. "Dia tidak akan memberitahu kamu kebenaran."

Sofia merasa dirinya sedikit tarik-ulur. Apakah dia harus percaya pada Riven atau Jabez Ezaz? Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Jabez Ezaz memandang Riven dengan curiga. "Siapa orang ini?" dia bertanya lagi.

Sofia memutuskan untuk mengambil keputusan. "Aku akan memberitahu kamu nanti, Jabez Ezaz," dia berkata. "Tapi sekarang, aku ingin kembali ke istana."

Jabez Ezaz mengangguk, tapi Sofia bisa melihat keraguan di matanya.

Riven melepaskan lengan Sofia, dan Sofia mengikuti Jabez Ezaz kembali ke istana. Tapi dia bisa merasakan mata Riven memandangnya, dan dia tahu bahwa ini belum berakhir.

Sofia dan Jabez Ezaz berjalan kembali ke istana dengan suasana yang sedikit tegang. Sofia bisa merasakan bahwa Jabez Ezaz masih penasaran tentang Riven, tapi dia tidak bertanya lagi.

Ketika mereka tiba di istana, Sofia berpamitan kepada Jabez Ezaz dan berjanji untuk memberitahu dia tentang Riven nanti. Jabez Ezaz mengangguk dan memandang Sofia dengan khawatir sebelum berbalik dan pergi.

Sofia menarik napas dalam-dalam dan memandangi sekeliling istana. Dia tahu bahwa dia tidak bisa menghindari Riven selamanya. Dia memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang Riven dan apa yang dia inginkan.

Sofia berjalan ke arah yang berlawanan dengan Jabez Ezaz, mencari tempat yang sunyi untuk berpikir. Tapi dia tidak sendirian. Riven sudah menunggunya. "Sofia, kita perlu bicara," dia berkata dengan suara yang rendah dan serius.

1
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!