NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia / Tamat
Popularitas:577.2k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Pilihan

Gaun pengantin berwarna cream berkilau, membalut tubuh Celine dengan sempurna seolah setiap kain diciptakan hanya untuknya. Potongan off-shoulder memperlihatkan garis leher yang anggun, detail mutiara kecil menjalar halus di bagian bodice, tidak begitu mencolok namun tegas menunjukkan kelasnya. Tidak ada kemewahan berisik di sana, hanya keanggunan yang lahir dari selera tinggi dan ketenangan seorang perempuan yang tahu siapa dirinya.

“Papa,” panggil Celine pelan.

Golda menatapnya lama, dari ujung rambut hingga ujung gaun seolah ingin mengabadikan momen itu dalam ingatannya. Matanya berkaca-kaca, namun bibirnya tersenyum penuh kebanggaan.

“Wanita tercantik dalam hidup Papa,” ucapnya akhirnya.

Ia melangkah maju dan memeluk Celine erat, pelukan seorang ayah yang jarang menampakkan perasaannya namun selalu hadir tanpa syarat. “Selamat menikah, anakku.”

Celine mengangguk kecil di bahu ayahnya. “Terimakasih, Pa.” Ia menoleh ke pintu, sinar di matanya seketika meredup, “Mama benar-benar tidak bisa datang, ya?”

Golda melepas pelukannya perlahan. Tangannya tetap bertahan di pundak Celine, memberi kekuatan di hari bahagia ini.

“Mama masih sakit,” katanya lembut. “Papa harap kau bisa memakluminya, Sayang. Hari ini adalah hari bahagiamu. Jangan biarkan apa pun merusak atau mematahkan hatimu.”

Celine menatap ayahnya, lalu mengangguk pelan.

Seorang petugas mengetuk pelan pintu ruang persiapan membuat keduanya menoleh. Petugas itu masuk dengan sikap hormat.

“Maaf mengganggu,” katanya. “Saya ingin menginfokan bahwa pendeta sudah siap. Pengantin perempuan dipersilakan menuju tempat pemberkatan.”

Golda mengangguk singkat. Wajahnya tenang, namun sorot matanya menyimpan begitu banyak doa yang tak terucap. Ia menengadahkan tangannya ke arah Celine.

“Kau siap?” tanyanya lembut.

Celine menatap tangan itu sejenak, tangan yang waktu kecil selalu menjadi tempatnya bersandar meski jarang diucapkan dengan kata-kata. Ia mengangguk pelan, lalu meletakkan tangannya di atas tangan ayahnya.

“Ya, Papa.”

Golda menggenggamnya mantap. Bersama mereka melangkah keluar ruangan, menuju altar, menuju satu titik yang akan mengubah hidup Celine selamanya.

Pemberkatan pernikahan Ethan Solomon Montgomery dan Celine Attea dilangsungkan secara privat di taman kediaman utama keluarga Montgomery. Sebidang tanah luas yang dirancang seperti halaman bangsawan Eropa lama. Pilar-pilar batu berwarna gading berdiri di sisi altar terbuka, dililit rangkaian bunga hidup: mawar putih dan bunga lily yang mekar sempurna. Setiap kursi tamu dilapisi kain linen krem lembut dan seikat bunga mawar di belakangnya.

Musik klasik mengalun pelan, gesekan biola berpadu piano mengisi udara pagi yang jernih. Ketika melodi itu berubah, para tamu menoleh serempak.

Golda melangkah perlahan, membawa Celine di lengannya. Celine tampak seperti lukisan hidup. Gaun pengantinnya menjuntai anggun, ekor gaun memanjang menyapu rumput hijau. Wajahnya tenang, namun mata itu menyimpan gelombang perasaan yang hanya bisa dimengerti oleh dirinya sendiri.

Ethan menunggunya di altar. Pria itu berdiri tegap dalam balutan jas senada yang berpotongan pas dibahunya, kemeja putih tanpa cela, dan kupu-kupu senada. Pandangannya menyorot dalam ketika Celine semakin mendekat, sebuah fokus yang mutlak yang ia tampilkan saat momen penting saja.

Sean, Ariana, Serena, dan Florence duduk di barisan terdepan. Rega, Raga dan Sambo duduk di barisan kedua disusul oleh keluarga besar dan teman-teman dekat mereka. Ariana menyeka sudut matanya, Serena menggenggam tangan ayah dan ibunya, sementara Florence duduk anggun seperti seorang bangsawan tua.

Waktu seolah meregang, langkah menuju altar terasa panjang. Hari ini tidak sempurna, ibunya tak hadir di hari bahagianya. Namun hari ini cintanya akan berlabuh. Ethan adalah pria yang ia pilih, satu-satunya pria yang ia perjuangkan.

Golda berhenti di hadapan altar. Dengan tangan bergetar ia meletakkan tangan Celine ke tangan Ethan.

“Aku sudah memberimu peringatan jauh sebelum hari ini. Jangan menyakiti putriku.” ucap Golda pelan, namun sarat makna.

Ethan mengangguk singkat, pandangannya tak lepas dari Celine. Ia melangkah hendak membawa Celine ke altar, namun Celine menahan tangannya. Ethan menoleh, menatapnya penuh tanda tanya.

“Aku mencintaimu lebih dari hidupku,” kata Celine lirih namun tegas. “Tapi jika kau ragu pada pernikahan ini, lepaskan tanganku sekarang, Ethan.”

Ethan menatapnya tajam. “Jangan main-main, Celine.”

“Apa aku terlihat bermain-main?” balas Celine. Suaranya lembut, namun tiap kata berdiri kokoh. “Jika kau menikahiku, maka aku satu-satunya wanita yang menjadi prioritasmu. Tinggalkan semuanya dan fokuslah hanya padaku.”

Keheningan jatuh di antara mereka. Para tamu mulai berbisik, kedua pengantin terlihat berdebat di depan altar. Florence menggenggam sandaran kursinya gelisah.

Ethan menatap mata Celine, mata itu sedang tak menawarkan kompromi, persis saat Amox sedang beroperasi.

“Aku berjanji,” katanya akhirnya.

Napas Celine berhembus lebih dalam, matanya berkaca. Ia menguatkan dirinya sendiri, lalu melangkah mengikuti Ethan menuju altar.

Pendeta membuka kitab di hadapannya. Suaranya tenang, khidmat, membacakan makna pernikahan tentang kesetiaan, pengorbanan, dan komitmen yang tak bergantung pada waktu maupun keadaan.

“Ethan Solomon Montgomery,” ucap sang pendeta, “apakah engkau menerima Celine Attea sebagai istrimu yang sah, untuk kau cintai, hormati, dan lindungi, dalam suka maupun duka, selama hidupmu?”

Ethan menatap Celine, suaranya terdengar tegas tanpa lapisan dingin.

“Aku menerimanya.”

Ia menarik napas, lalu melanjutkan dengan janji yang ia ucapkan sendiri.

“Celine Attea, aku mungkin bukan pria yang pandai menunjukkan perasaan. Hidupku dibentuk oleh tanggung jawab dan kekuasaan. Namun hari ini, di hadapan Tuhan dan semua yang hadir, aku berjanji kau akan menjadi rumahku, pilihanku, dan satu-satunya wanita yang berdiri di sisiku. Aku akan melindungimu, menghormatimu, dan tidak membiarkan siapa pun termasuk diriku sendiri mengabaikanmu.”

Celine memejamkan mata, meresapi janji-janji itu ke dalam jiwanya.

“Celine Attea,” kata pendeta lembut, “apakah engkau menerima Ethan Solomon Montgomery sebagai suamimu yang sah?”

“Aku menerimanya,” jawab Celine tanpa ragu.

Ia menatap Ethan, suaranya bergetar namun penuh keyakinan.

“Ethan, aku telah mencintaimu dengan seluruh jatuh bangunku. Aku tahu mencintaimu berarti berbagi dengan dunia yang keras dan penuh tuntutan. Namun aku berjanji akan berdiri di sisimu sebagai pasangan yang setara. Aku akan mencintaimu, mengingatkanmu, dan memilihmu setiap hari, selama kau juga memilihku.”

Keduanya saling menyematkan cincin sebagai lambang kesetiaan. Dingin ketika menyentuh jari, namun kehangatan janji menyusup ke dada.

“Atas kuasa yang diberikan kepadaku,” ucap pendeta, “aku menyatakan kalian telah sah menjadi pasangan suami dan istri.”

Musik mengalun kembali, lebih penuh dan lebih hidup.

“Ethan Solomon Montgomery, kau boleh mencium istrimu.”

Ethan menangkup wajah Celine dengan tangan yang tak lagi ragu. Ia menunduk, mencium Celine dengan lembut namun pasti, sebuah ciuman tanda pernikahan di hadapan Tuhan juga di hadapan dunia.

Tepuk tangan menggema di antara angin. Mawar-mawar putih bertebaran tertiup angin. Di bawah langit biru, dua takdir akhirnya diikat oleh satu nama yang disebut ‘pernikahan’.

1
GISTHA
terimakasih kasih Kak thor ^⁠_⁠^💜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk bahkan nenek nya yg bisa ngelawan satu dunia demi ethan skrg aja ga mihak ethan, bayangin seketerlaluan apa berarti menurut neneknya 🤣
Vanni Sr
yaaaaah endd , sedihhh
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dr kalimat ini aja udah bisa kebaca secinta apa celine sampe ethan nyepelein, dia pikir cinta celine ratusan kayak lapisan wafer tango wkwk aku yg baca aja emosi, apalagi kalo ada tokoh celina irl, bisa bayangin secapek & semuak apa dia, move on nya ga bakal setengah2, sekali mutusin buat berhenti ga ada puter balik 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"dimini celine" halah basi, urusin noh cantika, terusin aja pelukan sana 🤬
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bodo amat tan setan, gampang banget rasa kasihan nya ke perempuan lain 😏
murni ali
Aaaahhhh akhirnya cerita indah berakhir bahagia 🤭seneng nya makasih mbak penulis... Setiap ceritanya bagus banget sukakkk dehhh

Semangattt terus mbak penulis sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
welcome baby girl 🌹
Ivy
ngk ada bonchap y thor 😄
Ivy
happy ending celine ethan ❤️❤️❤️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kayaknya mulai paham, si ethan manfaatin cantika kayaknya buat tujuan tertentu tp tetep aja ya ngeselin sampe bikin isteri nya gondok 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kapook 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya semua isteri sah ga suka sama perempuan gatel yg naksir suami nya lah, itu normal mbak 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini beda nya lu sm celine, celine emang dasar nya cinta sedangkan lu ngeliat ethan sebagai jalan pintas naikin derajat 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kan si tolol wkwk
Zafir Nadin
hmm apa kabar rega dan alyaa ya atau mungkin jodoh zelina turunan dari anak rega atau dari anak si max??
Semangat selalu kak otor
Zafir Nadin
hufftt finally ethan celine hidup bahagia,semoga tahun ini banyak berkah di hidup aku dan di beri kelancaran rezeki dan di bukakan pintu hati untuk selalu ingat akan perinta allah swt doakan aku ya temen² biar bisa hidup lebih baik kedepannya dan untuk kalian semua semoga sehat selalu dan mudah rezeki aamiin
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"wanita yg mengisi pikiran nya sejak tadi" preet kalo emang dia kepikiran sm celine kenapa milih nolongin perempuan lain, si tolol 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eh kocak, masalahnya bukan celine punya kaki atau enggak tp masalah ente itu suami nya kenapa milh nolongin perempuan lain di hari pernikahan kalian, hr pertama aja begini, dah lah bye kalo jd celine pergi aja cari pangetan dubai 👋🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!