NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Iblis / Misteri / Roh Supernatural
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Di dalam sungai istana para siluman, Ratih hidup dalam kemewahan. Dirinya akan melakukan penyempurnaan malam ini setelah Naga Seta menyelesaikan urusannya.

Entah urusan apa, tapi Ratih tak boleh banyak tahu sebelum mereka melakukan penyempurnaan, Ratih amat tak mengerti penyempurnaan apa yang di maksud Naga Seta----yang sekarang sudah menjadi suaminya.

Ratih yang duduk di kursi kayu kamarnya yang mengarah langsung ke taman istana, hari ini dirinya masih mengenakan kemben warna merah, kain batik coklat keemasan, dan rambutnya masih di sanggul.

Tangannya sedang membatik, tangan kiri memegang kain dan tangan kanan memegang canting. Ini adalah kegiatan para wanita di jaman kerajaan Nusantara----bisa di sebut seni.

"Gusti...apa tak sebaiknya anda istirahat?" tanya salah satu dayang.

Ratih menghentikan kegiatan membatiknya menatap salah satu dayang yang mengatakan hal barusan, lalu dayang itu hanya menunduk.

"Maaf Gusti jika hamba lancang," jawabnya dengan menunduk.

Mata Ratih menatap salah satu dayang yang mengatakan itu, lalu Ratih tersenyum dengan manis menatap dayang itu.

"Tak perlu meminta maaf," ucap Ratih dengan tersenyum.

"Aku sedang menunggu suamiku yang sudah dua hari ini tak menemuiku dan bahkan tak memperbolehkanku keluar," jawab Ratih dengan nada kecewa.

"Tapi Gusti putri harus istirahat karena pesta kemarin---" ucapan salah satu dayang yang duduk di lantai di hentikan oleh dayang lainnya.

Dayang lainnya memberikan kode dengan menyentuh lengan temannya, lalu menggelengkan kepala.

Ratih menatap dua dayang itu secara bergantian, dan senyuman di bibirnya terbit.

"Aku tahu pesta kemarin memang memang melelahkan...Tapi aku sedang menunggu Pangeran masuk ke kamarku," ujar Ratih memejamkan matanya.

"Entah urusan apa itu, yang jelas saat pesta selesai dia menyuruhku langsung ke kamar."

Dari suara Ratih terdengar amat kecewa lantaran, saat malam pertama suaminya tak bersamanya----padahal sudah dua hari ini, Naga Seta tak menemuinya entah ada apa.

"Sabarlah Kanjeng Putri, Yang Mulia Pangeran mungkin sedang ada urusan mendesak sehingga tak bisa menemui anda," hibur salah satu dayang yang duduk di bawahnya.

"Huft," Ratih hanya menghela napasnya.

Padahal dulu, Naga Seta yang sangat menginginkan menikahinya---tapi sekarang kenapa seolah Ratih merasa diabaikan.

Sebenernya apa tujuan Naga Seta menikahinya, sungguh tak bisa di mengerti bangsa siluman ini.

Ratih setuju menikahi Naga Seta karena demi keamanan Desa Cempaka. Tapi hatinya masih mengingat beberapa kenangan di desa Cempaka---terutama ibunya.

Tak ada lagi kain murah----tak ada lagi yang namanya makanan tak enak---tak ada lagi yang namanya kekurangan---semuanya yang ada hanya kemegahan dan kemewahan.

Ratih menghentikan kegiatan membatiknya dan mencoba menanyakan pada salah satu dayang kemana suaminya, tapi seolah para dayang itu menutupi sesuatu sambil menggelengkan kepala mereka.

"Kemana Naga Seta," batin Ratih.

Ratih belum mau menyebut Naga Seta dengan panggilan suami dan istri, antara tak tahu atau memang tidak tahu cara menyapa suami dalam etika kerajaan.

"Kami tak tahu Gusti Putri, kami hanya bertugas melayanimu."

Dayang hanya menjawab hal yang sama, ketika Ratih menanyakan dimana Naga Seta.

Tangannya sibuk melukis batik dan hanya fokus dengan itu saja, Ratih juga belum menganti bajunya karena belum diizinkan oleh Naga Seta----karena gadis ini sampai saat ini masih menjadi manusia.

Masih melakukan ritual sebelum sepenuhnya mendampingi Naga Seta sebagai Ratu yang sah.

Di alam manusia, waktu menunjukkan sudah malam hari. Semua warga desa tidur beralaskan daun pisang dan kelapa, tak lupa para pria berganti shift untuk membuat ronda

Di atas sungai, seekor ular welang berwarna hitam kuning muncul dari arah sungai merayap ke permukaan lalu nampak ular itu menuju suatu rumah gubuk.

Gubuk yang masih berdiri kokoh meski rumah di sekitarnya sudah di terjang banjir, memang Pangeran Naga Seta sengaja menghindari rumah itu----karena itu rumah mertuanya.

Rumah gubuk itu di huni wanita tua yang tertidur dengan lelap, tanpa menyadari sosok ular yang masuk ke rumahnya.

Sosok ular welang itu berubah menjadi manusia, sosoknya bertelanjang dada dengan ikat kepala dan bawahnya mengenakan celana.

Sesuai perintah Naga Seta, Patih kerajaan itu memberikan emas di dalam lemari sebagai mahar karena telah mengambil Ratih.

Kali ini emas itu berupa kepingan yang ada di sebelah Mak Sarti.

"Aku sudah menunaikan tugasku, sekarang aku harus ke dukun untuk meminta sayeba."

Sosok ular welang itu berubah kembali menjadi sosok ular melata keluar gubuk, menuju tempat dukun yang ada di atas gunung dimana banyak orang memujanya.

Sayeba yang di maksud adalah tumbal orang-orang, yang mengikuti ritual pesugihan dan sejenis sesajen yang disiapkan untuk keraton.

"Chandra Welang," panggil pangeran Naga Seta yang mencegatnya.

"Hamba, gusti pangeran."

Entah tiba-tiba saja Chandra Welang di halangi oleh Naga Seta menuju gunung untuk meminta sesaji, "aku menugaskanmu di desa ini," ujarnya.

"Apa maksudnya gusti pangeran," tanya Chandra welang yang masih menjadi sosok ular.

"Aku mau warga desa kembali memuja kita, dan sebagai gantinya lahan dan perkebunan mereka akan makmur dan ternak mereka kembali."

Naga Seta bicara pada salah satu patihnya, dan Chandra Welang menatap heran pada Pangerannya.

"Lalu untuk meminta Sayeba yang di atas gunung itu bagaimana, Pangeran?" tanya Patih Welang.

"Aku akan tugaskan Sanca Kama untuk mengambil sesaji, jika kamu berhasil kamu berhak atas wilayah desa ini dan hidup bersama ular welang lainnya."

"Terimakasih Gusti akan Hamba pastikan berhasil," ucapnya lalu tak jadi pergi.

Naga Seta kembali menjadi sosok ular putih menuju sungai, dirinya harus membereskan masalah yang ada sebelum meresmikan dirinya sudah memiliki pendamping atau Ratu.

TENANG AJA POKOKNYA SEHARI UPDATE SATU BAB, JADI JANGAN TAKUT GAK UPDATE

*

1
Ai Emy Ningrum
Sukirin 😳😳
Putri Sabina: pada seneng yaa kak warga desa🤣🤭
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap...
Dika Pm
semakin menegangkan
Putri Sabina: Iyaa kak, besok aku lanjut yaa🙏🙏dukung teruss🙏
total 1 replies
kinoy
bijak x Rara ni..AQ sukak
Putri Sabina: kan di antara siluman ular, Kirana doang yang paling waras kak🤣
total 1 replies
neni nuraeni
aduuuh masih teka teki ini.... lnjut
neni nuraeni: 👌thorr 😁
total 2 replies
neni nuraeni
mungkin kah anaknya yg melindungi ibunya,,, kalau iya bkl tmbh seruuu ni
Putri Sabina: Yah itu udah insting anak laki-laki kak, kalo dimana² pasti akan melindungi ibunya
total 1 replies
kinoy
kyknya pemuda tu anak Ratih ma seta deh
Putri Sabina: itu kekuatan nya kak dari bangsa siluman🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok deh😉
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐱 𝐬𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐤𝐞 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡.
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐤 𝐝 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡. 😞
Putri Sabina: ikutin aja kak alurnya😄
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Putri Sabina: besok lanjut kakak
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap.. lnjut
Putri Sabina: besok kak pasti lanjut kok😄
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
Ke desa Cempaka baru rencana, kpan ksitu nya Rania. 😂
Putri Sabina: sabar atuhh, kan lagi persiapan Dania juga masih sekolah jugaa kak😩
total 1 replies
neni nuraeni
semoga aja Ratih kuat...
neni nuraeni: iya ksian... 🙂
total 2 replies
kinoy
si Ambar cr mati..JD dia yg nambahin racun ke tubuh Ratih..SMG aj CPT ketauan trus dipateni
Putri Sabina: tunggu aja kak, karmanya buat kobra Ambarwati😄 dan orang jahat pasti akan ada karmanya🤭
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐉𝐝 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐭𝐮 toh😳😆, 𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫. 😂
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹: 𝐛𝐚𝐠𝐮𝐬 𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐥𝐨 𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐦𝐚𝐡. 😁
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐮 𝐍𝐚𝐠𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚. 😃😃
Putri Sabina: aminn😉🙏
total 1 replies
neni nuraeni
jgn smpai dong Ratih meninggal kasian ibu ya,,,
neni nuraeni: ya dehhh
total 2 replies
kinoy
waduh..gmn nasib Ratih y
Putri Sabina: tunggu kelanjutannya kak, besok update koo😄
total 1 replies
Nur Bahagia
kamyuuu nanyaaa? 🤭
Nur Bahagia
ternyata pangerannya jahad 🤨
Putri Sabina: namanya juga siluman kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!