NovelToon NovelToon
My Sexy Lady

My Sexy Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:462.7k
Nilai: 5
Nama Author: lena linol

"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.

"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.

DOR!

Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.

Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku suka

Nick menepis tangan bodyguard itu dengan kasar karena menghalanginya. "Kau tuli! Dia adalah kekasihku!" bentaknya, penuh amarah. Rahangnya mengencang sampai urat-urat di leher dan pelipisnya menonjol.

Bruk!

Salah satu bodyguard mendorong Nick dengan kuat hingga terjengkang ke lantai. Bertepatan dengan itu, tubuh Nick membentur sepasang kaki jenjang.

Saat akan hendak berdiri, Nick menoleh dan mendongak ke belakang, ternyata pemilik kaki itu adalah Nero.

Nick langsung berdiri tegap, menatap tajam Nero penuh permusuhan.

Sedangkan Nero tampak santai dengan gaya cool-nya.

"Kebetulan sekali kita bertemu di sini," ucap Nero dingin, dan datar.

"Pembunuh!" maki Nick seraya menunjuk Nero penuh emosi.

Nero menepis tangan itu, lalu berkata, "jika tidak tahu jalan alur cerita dan kejahatan kedua orang tuamu, jangan sok tahu!" balas Nero, masih santai. "Bukankah sejak dulu aku sudah memintamu menjauhi Ele!" Kali ini ia tidak sesantai tadi. Tangannya terkepal kuat, dan rahangnya mengeras.

Nick tersenyum sinis mendengar ucapan Nero. "Kau kalah saing denganku?" Ia mencibir pria itu. "Dia lebih memilihku dari pada tungannya sendiri. Ah, salah ... Lebih tepatnya mantan tunangan! Kasihan sekali hidupmu belum bisa move on dari Ele," ejeknya, puas.

Bugh!

Bugh!

Tanpa basa-basi, Nero melayangkan tinju ke wajah Nick berulang kali sampai babak belur.

Nick tak sempat menangkis ataupun menghindari pukulan itu karena gerakan Nero sangat cepat, secepat kilat.

"Aww!" Nick menundukka setengah badan, hidungnya sepertinya patah dan darah mengalir deras dari sana.

"Jangan pernah bermain-main denganku, bocah! Kau salah lawan!" sentak Nero mencengkram rambut Nick dengan kuat. "Mulai dari sekarang jauhi Ele, jika tidak, kau akan menyesal!" Ancamnya tidak main-main.

"Ha ha ha." Sudah babak belur tapi Nick masih sempat tertawa terbahak meledek Nero. "Aku tidak akan pernah menjauhi Ele sampai tujuanku tercapai! Bukankah gadis bodoh itu adalah kelemahanmu!" Nick menyeringai, memperlihatkan deretan giginya yang dipenuhi darah.

Nero semakin murka mendengar ucapan pemuda ini. Ia langsung menendang perut Nick dengan lutut. Tak sampai di situ saja, ia menyeret Nick tanpa melepaskan cengkramannya pada rambut pemuda itu. Ia menghantamkan kepala Nick ke meja pengunjung dengan kuat.

Brak!

Iblis dalam jiwa Nero bangkit. Ia tanpa ampun menghajar Nick di klub malam itu tanpa belas kasihan.

Aktivitas di klub tersebut seketika terhenti. Semua pengunjung menepi, ketakutan, melihat kejadian itu. Musik yang diputar juga turut berhenti yang membuat ruangan itu jadi senyap, hanya terdengar suara teriakan histeris beberapa pengunjung yang ketakutan melihat kejadian itu.

Nero mengeluarkan senjata api, lalu menembakkannya ke kaki Nick.

Dor!

Dor!

"Argh!!" Di sisa kesadarannya Nick masih merasakan sakit tiada terika di kedua kakinya yang ditembak. Ia tergelak bersimbah darah dengan berbagai luka lebam dan luka tembakan di kaki. Tak berselang lama, pemuda itu tak sadarkan diri.

Nafas Nero memburu seraya menyimpan senjata api ke belakang pinggang.

Dua bodyguard yang turut menyaksikan ke brutalan boss-nya hanya bisa terdiam.

"Bungkam semua orang yang ada di sini. Jangan sampai kejadian ini bocor keluar!" kata Nero memberikan perintah pada pemilik klub malam itu. "Tulis nomer rekeningmu, aku akan membayar kerugianmu!" tegasnya, seraya merapikan jasnya yang sedikit kusut.

"Ba-baik, Tuan." Pemilik Klub malam itu ketakutan tapi juga patuh. Ia segera memberikan nomor rekeningnya pada Nero. Yang terpenting ia mendapatkan ganti rugi yang setimpal.

Nero berjalan santai menghampiri Ele yang meracau di depan meja bartender.

"Gadis ini ..." Nero berdecak kesal. Ia melepaskan jasnya untuk membungkus tubuh Ele yang terbuka. Setelah itu, ia menggendong Ele ala bridal style keluar dari klub malam tersebut.

Dua bodyguard itu mengikuti Nero dari belakang.

Ele melingkarkan kedua tangan di leher Nero, dan menyandarkan kepalanya di bahu Nero.

"Emh ... Aku merasa tubuhku melayang," racau Ele sambil tertawa kecil. "Hem, ini nyaman, dan harum sekali. Aromanya seperti aroma tubuh pria tua dan menyebalkan itu." Ele menduselkan wajahnya ke leher Nero, lalu mengendusnya berulang kali.

"Gadis nakal!" umpat Nero, karena tindakan gadis itu membuat darahnya berdesir dan sisi liarnya memberontak.

Sampai di mobil. Salah satu bodyguard membantu membuka pintu.

"Kalian pulang saja. Biar gadis nakal ini menjadi urusanku!" ucap Nero pada dua bodyguard itu.

"Baik, Tuan," jawab keduanya serempak, bernafas lega karena tidak mendapatkan hukuman dari Nero. Mereka berdua segera pergi sebelum Nero berubah pikiran.

*

Nero meletakkan Ele di jok dengan dengan sangat hati-hati.

Ele membuka matanya perlahan, pandangannya agak kabur karena efek mabuk berat. Ia melihat seperti Nero dihadapannya dengan jarak yang sangat dekat.

"Pria tua kau sangat menyebalkan, tapi ... Aku suka." Ele kembali meracau seraya menangkup wajah Nero, lalu memajukan wajah, dan mencium bibir pria itu.

Nero memejamkan mata saat gadis itu menciumnya. Jantungnya berdebar-debar, bukan karena ciuman, tapi karena pengakuan gadis itu tadi. Benarkah Ele suka padanya? Sejak kapan?

1
Nazwa Azzahra
lanjut
Anonim
Berta panik setelah melihat jam tangannya. Dia sudah melanggar aturan Botak.

Cammora tidak peduli dengan aturan Botak untuk Berta. Camorra mengajak Berta bersenang-senang. Cammora menggenggam erat tangan Berta menuju mobilnya.

Cammora membawa Berta ke salon kecantikan.

Cammora ingin pegawai salon merubah penampilan Berta menjadi cantik, sampai membuatnya pangling.
Anonim
Botak bisa galau juga - Berta sudah satu jam lebih pergi sama Cammora belum kembali.

Elle senang tersenyum puas menikmati kegalauan Botak.

Cammora pria yang bisa membuat Berta bisa tersenyum. Berta merasa di hargai, di inginkan, dan di perhatikan.

Berta hatinya tersentuh dengan perhatian-perhatian kecil dari Cammora.

Apalagi Cammora memberikan Berta semangat dan dukungan moril, juga memberi nasehat.

Berta tumbuh dengan rasa ketakutan, tidak percaya diri, dan terasingkan.

Kini ada pria yang mengatakan Berta berharga. Jangan pernah lagi merasa rendah diri. Berta gadis hebat dan kuat.

Berta dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih pada Cammora.
Berta tersentuh, terharu dengan apa yang dikatakan Cammora.
Anonim
Sepertinya Cammora mau ngajak Berta jalan-jalan sore.

Cammora bertanya pada Berta - Botak yang menjawab.

Cammora tak terima pada Botak yang ikut campur urusannya dengan Berta.

Elle datang - menyelamatkan Berta dari aturan Botak yang seenaknya sendiri.

Botak kalau suka sama Berta bicara terus terang. Sok meremehkan Berta. Nyatanya cemburu Berta didekati Cammora.

Rasain Batak. Suka memarahi Berta - mana bilang bukan hanya wajah Berta yang jelek, tapi cara kerjanya juga jelek.

Lihat tuh si jelek disukai Cammora yang kaya raya. Botak tak ada apa-apanya dibanding Cammora.
Anonim
Cammora tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Tinggal di rumah Nero hanya di beri batas waktu seminggu.

Cammora memanfaatkan waktunya untuk mendekati Berta.

Bahkan kemanapun Berta pergi, Cammora mengikuti.

Berta sampai protes pada Cammora.
Anonim
Cammora memaksa Berta untuk duduk di sampingnya. Cammora memperkenalkan diri.

Berta menyebut nama sekalian nama panggilannya.

Elle dan Nero berada di kamar menatap mereka.

Nero tak terima istrinya memuji Cammora yang gentelman.
Yennie Ika
lanjut thorrrr.... dabel uppp🔥🔥
isni afif
next kak....paling botak nyeselll tow....
isni afif
lanjut kak...🥰🥰🥰
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
jare wong jowo anak Pitu meteng telu🤣
Anonim
Cammora gombalannya maut. Berta baginya berlian wkwkwk.

Meronalah kedua pipi Berta mendengar tamu majikannya mengatakan - berliannya Berta.
Anonim
Cammora benar-benar mengincar Berta. Sampai menginap di rumah Nero.

Di kasih waktu satu minggu oleh Nero.

Nero mengancam Cammora akan kehilangan kepalanya kalau melakukan hal bahaya atau melukai penghuni rumah Nero.

Elle memperbolehkan Cammora menginap - biar Botak cemburu dan sakit hati.

Elle syok mendengar penuturan Nero - Botak tidak pernah mau menikah. Mungkin Botak tidak tertarik pada wanita.

Sepertinya Botak tidak mau menikah bukan karena gay, Elle.
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋😘💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣upin ipin
Ayna Adam
ditunggu updatenya lagi kak 😊
Ainal Fitri
Mak Lena aku jd terkikik sendirian ngebayangin paman botak sampe shock gt seandai nya ad gambar pasti lebih seru lg liat nya 😂😂😂😂🤣 entah knp akunikut bhgia seperti Elle liat paman botak mnderita gegara galu. lanjut ya Mak aku dukung Elle buat nyiram bensin knhati nya paman botak wlonpun bensin lg mahal tak masalah 🤣🤣🤣
🥰🥰🥰🥰
Ainal Fitri: bener kak LANY lengah dikit batu x jd berlian d tangan cammora.. 🤭
total 2 replies
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘣𝘰𝘵𝘢𝘬 𝘨𝘦𝘨𝘢𝘯𝘢🤣🤣🤣
Ainal Fitri
nah itu dia bawa k salon dan permak sebaik mgkn pasti nya bakalan mirip Kim Kardashian 🥰
biar nti pulang paman botak pangling dan lupa ngasih hukuman 🤣🤣🤣
Ainal Fitri: auto d ganti kak.. maka nya paman botak sampe pangling Krn Berta waktu pergi dan daaat pulang bukan Berta yg sama lg penampilan nya 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Tuti Tyastuti
𝘤𝘢𝘮𝘮𝘰𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘳𝘦𝘯 𝘥𝘢𝘩👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!