Bagaimana hidup Naura yang harus di jodoh kan dengan orang yang sudah mati. selang sehari saat dia meraya kan ulang tahun ke 18.
Naura Isabella adalah seorang murid di SMA Nusa bangsa dengan jalur prestasi.
Di pagi yang mendung itu. Orang tua Naura Tiba tiba menyuruh putri semata wayang mereka untuk tidak ke sekolah.
Dan membawa Naura ke rumah mewah.
Naura yang sudah berdandan cantik layak nya pengantin sangat lah heran. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Banyak orang menangis. Dia bingung kenapa dia malah di dandani seperti seorang pengantin.
Dengan di gandeng oleh kedua orang tua nya. Naura berusaha bersabar dan tidak banyak bertanya.
Orang tua nya menjelas kan jika dia harus ikut karnaval agar bisa mendapat kan uang untuk makan besok. Itu ucapan singkat ke dua orang tua Naura.
Naura tiba di sebuah altar dan sudah ada pendeta di sana. Naura melihat ke sekeliling dan mata Naura terpaku pada mayat pria yang seumuran dengannya dengan wajah yang sangat pucat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16.
"Tapi sekarang sedang di adakan ujian semester. Apakah Liam mampu jika masuk sekolah ini sekarang dan mengejar beberapa pelajaran dan juga ujian yang tertinggal?" Tanya kepala sekolah sembari menunduk kan wajah nya. Dia sungguh tidak berani menatap nyonya Bouven itu.
"Bisa, mana kertas yang harus saya isi!" Ucap Liliana ke pada kepala sekolah.
Kepala sekolah itu pun dengan menghembus kan nafas kasar. Menyodorkan kertas yang Liliana maksud.
Liliana dengan tangan lentik dan anggun nya menerima kertas yang di berikan ke kepala sekolah.
"Stella cepat isi kertas kertas ini untuk saya," titah Liliana menoleh ke arah setela.
"Baik Bu," sahut Stella patuh dan langsung mengusir kertas kertas itu dengan berdiri.
"Tasya ... , Ambil beberapa dokumen dari tas yang kamu bawa. Tanya Stella apa saja yang harus di persiapkan," kata Liliana dengan penuh wibawa ke asisten pribadinya yang lain.
"Baik Bu," sahut Tasya.
Liam mendekat ke arah mamah nya itu. Membisikkan permintaan yang lain.
"Pak anak saya minta selalu satu kelas dengan Naura Isabella. Apakah bisa?" Ucap Liliana ke arah kepala sekolah.
"Naura Isabella, anak pintar beasiswa?" Tanya pak Didi bingung.
"Iya, bagiamana?" Tanya Liliana.
"Gak bisa Bu Liliana. Karena kelas Naura Isabella itu sudah penuh," tolak kepala sekolah dengan kata kata yang sangat halus.
"Saya bersedia menjadi donatur untuk sekolah ini," tawar Liliana memberikan penawaran.
"Tetap tidak bisa Bu, itu namanya suap," ucap pak Didi dengan polos.
"Apa perlu saya hancurkan sekolah ini. Lalu saya beli dan bangun kembali SUPAYA ANAK SAYA BISA SATU KELAS DENGAN NAURA ISABELLA!" bentak Liliana dengan penuh penekanan dan nada emosi. Dia merasa di permainkan oleh kepala sekolah itu. Karena terlalu lama mengganggu waktu nya.
'Apa dia itu tidak mengenal kekuasaan keluarga Boven' batin Liliana dengan wajah yang sudah emosi. Anak nya Liam mengelus punggung mamahnya. Berharap mamah nya itu bisa lebih sopan dan menghormati orang yang lebih tua.
"Tapi ini memang peraturan sekolah memang seperti itu," kilah kepala sekolah sembari menunduk kepala.
"APPA?" pekik Liliana dengan wajah sombong serta angkuh. Emang di kalangan nya. Liliana terkenal sangat lah sombong sungguh ber banding terbalik dengan putra semata wayang nya.
Akhir nya perdebatan antara kepala sekolah dan ibu Liliana berjalan alot dan sengit. Membuat Liam jengah sampai menguap berkali kali. Liam akhir nya pun memilih untuk berdiri di dekat jendela ruang kepala sekolah sembari memperhatikan dari jauh. Dimana dan sedang apa gadis yang saat ini menyandang sebagai istri nya itu.
Karena setelah bangkit dari kematian bukan hanya memiliki Indra pendengaran yang tajam. Liam juga bisa melihat apa yang ingin dia lihat dari jarak yang begitu jauh. Setelah 30 menit menelisik seluruh sekolah dengan mata batin nya. Liam akhir nya bisa menemukan kelas dimana istri nya itu berada.
Liam melihat istri nya itu di ganggu oleh seorang anak laki laki. Anak laki laki yang begitu terobsesi untuk memiliki istri nya. Saat Liam ingin keluar dari ruangan kepala sekolah untuk menghampiri Naura yang sedang di ganggu oleh anak laki laki lain. Tiba tiba mamah nya melarangnya untuk tidak keluar dari ruangan ini. Karena di butuh kan sidik jari nya untuk proses pendaftaran.
Tapi Liam lega melihat respon istri nya yang mempunya watak untuk tidak mudah di taklukan oleh laki laki lain.
Setelah selesai dengan proses yang panjang. Liliana pun pamit pulang ke rumah. Untuk kembali bekerja. Liliana yang mengurus dari belakang layar perusaahan Bouven. Maka nya per kembangan nya bisa sepesat ini.
Saat Liam menelisik lagi dimana istri nya berada. Dia di kaget kan oleh istri nya yang hampir di cium paksa oleh anak laki laki yang tadi menganggu istri nya itu. Dengan berlari Liam segera menghampiri. Dan langsung memukul anak laki laki yang menggangu istri nya dengan membabi buta.
Ternyata anak laki laki yang menggangu istri nya itu adalah sahabat dari Aron sepupu nya. Terlihat Aron yang datang ber sama dua teman nya untuk membantu anak laki laki yang wajah nya udah babak belur.
Liam menatap sepupu nya dengan tatapan penuh dendam dan penuh permusuhan. Aron tak kalah sengit juga menatap Liam dengan penuh permusuhan.
Liam dengan wajah khawatir membawa istri ke dalam UKS SMA Nusa Bangsa.
Flash back off
Kembali ke masa Liam dan Naura saat di dalam mobil.
Tiba tiba Liam menepi kan mobil nya kepinggir jalan. Naura shock melihat ke adaan suami nya. Yang terlihat seperti mayat hidup dengan urat urat yang menonjol keluar dan juga gigi taring yang memanjang.
"Maaf," ucap Liam sembari memeluk Naura dengan erat. Lalu dengan gigi taring nya menusuk leher Naura. Dan menghisap darah yang menjadi kesukaan bagi Liam.
"Akhhhhh hiks hiks hiks lepasin sakit banget," Naura menjerit panjang saat leher nya seperti di suntik. Naura juga reflek menangis. Naura begidik ternyata Liam sedang asyik menghisap darah dari leher nya.
****
"hiks hiks hiks, kenapa kalian semua membohongi ku" ucap Cherly parau. Setelah pulang dia langsung menangis dan marah marah. Dia juga tidak mau makan.
Orang tua Cherly yang ber nama Adam Aisley dan Vivi Aisley pun bingung. Tidak mengerti apa yang terjadi dengan anak nya?. Mereka yang di beritahu oleh maid. Jika anak nya itu mogok makan setelah pulang dari sekolah pun buru buru pulang dari kantor mereka. Kantor yang di beri nama Anastasya corp yang bergerak di bidang jasa kontruksi terbesar seAsia. Sesuai dengan putri tunggal mereka yang bernama Cherly Anastasya.
"Maksud kamu siapa yang membohongi sayang? Kami sungguh tidak mengerti apa kamu ucap kan," ucap Vivi dengan lembut. Karena pembawaan Vivi yang memang berhati lembut dan penyayang bak malaikat.
Walupun Vivi orang kaya dan dari turunan keluarga yang kaya raya. Tidak menjadi kan Vivi sombong dan angkuh. Sungguh watak yang berbanding terbalik dengan anaknya yang bernama Cherly.
Mungkin karena sedari kecil Vivi maupun Adam selalu menuruti apa yang Cherly minta dan selalu memanjakan Cherly. Makanya gadis itu menjadi pribadi yang buruk seperti itu.
Mereka berdua juga selalu berkata lembut dan kepada anak nya yang sudah seperti jelmaan seorang anak setan itu.
Apalagi Cherly yang mempunyai riwayat lambung. Mendengar kabar anaknya gak mau makan apalagi menangis. Membuat kedua orang tua yang sedang bekerja itu langsung bergegas untuk pulang ke rumah nya.
"Hiks hiks hiks," Cherly masih terisak. Merasakan dadanya yang sakit.
Karena perlakukan Liam yang biasanya menatapnya penuh cinta, penuh damba dan sellau menjadikan dirinya itu ratu. Seketika berubah tiga ratus enam puluh derajat, bahkan tatapan Liam sekarang ini kepada dirinya penuh kebencian bahkan tidak menganggapnya sama sekali.