NovelToon NovelToon
Ketika Restu Jadi Penghalang

Ketika Restu Jadi Penghalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta setelah menikah
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Muliana95

Bagas, seorang petani yang hidup di desa. Walaupun seorang pertani, dia mempunyai keuangan yang stabil. Bahkan bisa di katakan dia dan keluarga termasuk orang berada.

Namun, uang bukan segalanya. Buktinya, walaupun banyak uang dia tidak bisa menikah dengan pacar yang sudah menemaninya sejak delapan tahun terakhir.

Kenapa begitu?
Dan alasan apa yang membuat mereka tidak menyatu ...
Yuk, ikuti kisah Bagas ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliana95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlindungan Dari Mertua

Pagi ini, di kampung. Tak seperti biasanya Hesti memilih untuk jalan-jalan, menikmati udara segar.

Sesekali dia mengobrol dan menyapa orang-orang yang di temuinya.

Hingga akhirnya dia tiba di depan rumah Bagas. Bak pucuk di cinta ulam pun tiba. Hesti mendapati Hayati sedang menyapu teras rumahnya.

Tanpa rasa malu, ataupun sungkan. Hesti mendekati rumah yang masih berpagarkan bambu itu.

"Rajin banget bu Hayati, pagi-pagi," sapa Hesti, dengan posisi masih di luar pagar.

Hayati tersentak. Dia sempat mengernyit, kala melihat Hesti yang menyapanya.

"Mumpung masih pagi, masih kuat," balas Hayati sekenanya.

"Mantunya mana bu? Kok gak kelihatan?" Hesti kembali bertanya. Berharap, Hayati mau meladeninya.

Syukur-syukur diajak mampir.

"Lagi ada acara sama Bagas," sahut Hayati. Dia gak mau secara gamblang menjelaskan pada Hesti.

"Oo gitu!" Hesti manggut-manggut.

Geram, karena Hayati tak menyuruhnya untuk masuk. Akhirnya, Hesti pamit undur diri.

Hesti sadar, orang seperti Hayati gak bisa langsung di ajak ngobrol panjang kali lebar.

Setidaknya, setelah mengajak Hayati bicara, di pagi ini. Hesti berharap, hubungan mereka ke depannya, semakin membaik.

Sepeninggalan Hesti, Hayati melanjutkan siram tanaman. Sejak, Safira menetap di rumahnya. Halaman rumah di penuhi aneka bunga.

Selain membelinya, Safira juga meminta bibitnya pada tetangga-tetangga disini. Bahkan tak jarang, Safira saling menukar jenis tanaman bunga.

Tak lama kemudian, Nazir memapah Yusuf untuk ke gazebo. Hayati, langsung masuk ke dalam. Membantu Yusuf, walaupun sekedar dengan membawakan botol minum, serta roti sebagai cemilan Yusuf.

"Kamu udah makan?" tanya Hayati, berpapasan dengan Nazir, yang hendak mengambil sesuatu di dalam.

"Sudah wak," balas Nazir singkat.

"Yang di rantang biru itu, kamu bawa pulang ya," perintah Hayati.

Dan Nazir mengangguk patuh.

"O iya, ini tanda terima kasih dari uwak," Hayati, menyelipkan uang merah dua lembar ke kantong baju Nazir.

"Gak usah wak, aku udah di kasih sama bang Bagas," tolak Nazir, mengembalikan uang Hayati.

"Itu dari Bagas. Ini dari uwak. Kamu terima ya," pinta Hayati, mendesak.

Dan desakan-desakan itu terus berlanjut. Sampai akhirnya Hayati berseru.

"Kalo kamu menolak, berarti sawah yang kamu kelola, uwak ambil balik," ancam Hayati.

Dan mau tak mau, Nazir mengambil uang itu. Dia juga mengucapkan terima kasih berulang kali.

Siangnya, Safira dan Bagas kembali. Mereka membawakan durian sebagai oleh-oleh. Hanya satu kardus, karena keduanya kesusahan jika membawa banyak.

"Untuk besanku, gak ada?" tanya Hayati, membuka kardus yang hanya diisi empat durian saja.

"Besok bu ... Aku udah memesannya. Besok dikirim lewat mobil penumpang," terang Bagas menggeleng-gelengkan kepalanya.

Iya, sejak punya besan, Hayati selalu mengingatkan Bagas untuk adil. Dia gak mau, jika sang anak tak adil ke mertuanya. Apalagi, sampai membuat Safira bersedih.

✨✨✨

Seminggu kemudian. Hesti, hampir setiap hari bertegur sapa dengan Hayati.

Dan kini, Hayati mulai heran. Apalagi, Hesti selalu ada saat dia beli ikan. Seolah-olah mencari kesempatan untuk akrab kembali.

Tak jarang, Hesti juga meminta maaf karena kesilapannya di masa lalu. Tentang, penolakan lamaran Bagas tempo hari.

Beruntung Hayati bukan orang yang suka basa-basi. Dia hanya mengatakan sudah memaafkan, tanpa berniat ngobrol lebih lama dengan Hesti.

Dan disini lah, Hesti mengunjungi Hayati kala melihat Bagas dan Safira melewati rumahnya, dengan pakaian bagus.

Setidaknya, mereka pergi jauh. Dan mungkin pulang lebih lama. Begitu lah, dugaan Hesti.

"Aku ingin bicara serius bu Hayati," Hesti menatap Yusuf dan Hayati secara bergantian.

"Iya, ini menyangkut masa depan Nadia," sambung Anwar, yang juga ikut serta.

Yusuf menghela napas. Dia seakan tahu, kemana arah pembicaraan ini, berakhir.

"Nadia, dia di nyatakan stres ... Itu semua, karena dia dan Bagas tak bisa bersama," papar Hesti, dengan wajah sedih.

"Jadi, apa hubungan dengan kami?" Yusuf angkat bicara.

Sedangkan Hayati masih diam saja. Memilih menyimak, lebih dulu.

"Jelas ini ada hubungannya dengan kalian. Karena Bagas, anak kalian. Dan seharusnya dia harus bertanggung jawab," ungkap Anwar sedikit emosi.

Yusuf terkekeh, "kalian lupa? Bahkan aku dan anakku kamu haramkan, untuk menginjakkan kaki di rumahmu. Lantas, bagaimana bisa dia menikahi Nadia?" tanya Yusuf, teringat ucapan Anwar, waktu dulu.

"I-itu, hanya ucapan, ketika aku emosi," dalih Anwar kikuk.

"Yang lalu biar lah, berlalu ... Lagipula, bu Hayati, telah memaafkan kami," nasehat Hesti.

Merasa namanya di singgung. Hayati menghela napas.

"Aku memang memaafkan. Tapi, tidak dengan melupakan ... Tiga kali. Tiga kali kami datang, dengan membawa niat baik. Namun, tiga kali juga kalian menghina kami. Dan itu, gak bisa kami lupakan. Bahkan, sampai kapanpun," terang Hayati lembut.

Hesti dan Anwar saling pandang. Keduanya saling sikut—menyikut.

"Tapi, apa kalian tidak memikirkan Bagas? Bahkan, setahuku, Bagas masih menyimpan cinta dan rindu untuk Nadia," ucap Anwar, tersenyum penuh kemenangan.

Kini giliran Yusuf dan Hesti yang saling pandang.

"Kita gak boleh egois ... Sebagai orang tua, kita harus memikirkan kebahagian untuk anak-anak kita," nasihat Hesti.

"Jika kami dibilang egois. Namun, apa kabarnya dengan kalian? Aku sebagai orang tua Yusuf. Menolak tegas niat kalian," ujar Yusuf menepuk-nepuk dadanya.

"Selama Bagas masih sama Safira. Kami berdua gak akan merestui pernikahan itu," sambung Hayati.

"Apakah kalian ingin keturunan dari Bagas putus? Tak mau kah, kalian punya cucu dari Bagas?" Hesti mengompori dengan senjata terakhir.

"Cucu kami sudah banyak. Dan jika Safira tidak hamil. Itu bukan masalah bagi kami," sahut Hayati.

Hesti mendengus. Kesal, karena Hayati dan Yusuf punya semua jawaban untuk membuat mereka kalah.

Dan kini. Satu-satunya cara mereka ialah mendekati Bagas.

Akhirnya mau, tak mau Anwar dan Hesti pergi. Keduanya hanya bisa ngedumel sepanjang jalan.

"Kita doakan, semoga iman Bagas kuat," lirih Hayati.

Jujur, ada ketakutan disana. Dia memang tidak membenci Nadia.

Tapi, dia gak rela jika Safira ikut terluka.

1
Zenun
sesuai kok😁
Zenun
jangan lupa di rekam mak, kasih unjuk ke Bagas biar dia ilfil
Wanita Aries
ihh gak ad adabnya si nadia, gk tau malu main nyelonong masuk.
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰: dan berharap, di terima jadi mantu /Facepalm/
total 1 replies
sjulerjn29
iya bagas betapa hancurnya hati shafira kalo km masih menyimpan rasa untuk orang lain coba bayangkan..
Nadinta
amiiinnn
Nadinta
Nadia plis deh, let Safira dan Bagas hidup bahagia.
@Resh@
aneh perempuan ini, giliran bagas dah nikah nikah niat banget nguber2 , duluaja si bagas ngemiss2 kerumahnya gak ada tu perjuangannya minimal bunuh diri kek brontak kek biar orang tuanya restui, 🤣🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰: Hehh, kok bisa bunuh diri pula /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Xlyzy
ah si ibu sebenarnya niat ga sih mintak maaf ke anak nya
Xlyzy
ya begitulah cinta kalok ga membahagiakan ya merepotkan
☕︎⃝❥Ƴ𝐀Ў𝔞 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪 🩷
/Facepalm/ bagas udah nyaman sama kamu makanya mulai keliatann tuh bandel²nya si Bagas 🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
baru nikaah perasaan dah ditanya kapan hamil
kebiasaan ih
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
krn dia kan bisa kerja masa iya laki msh dibiayain ortuu
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
yaa duitnya banyak berarti 🤣🤣
Zenun
walah, ganteng tenan petaninya😄
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰: hehe, baru pertama kalinya, aku up visual 🤭
total 1 replies
Zenun
Nadia, kalau kau nekat maju, Bagas malah jadi ilfil
Zenun
so sweeet
checangel_
Di dunia ini tak ada yang sempurna Nad, harap jangan terlalu percaya diri🤧
checangel_
No Nad, cinta lama belum tentu menang mencapai garis finish 'Karena, jika dia sudah mencintainya lebih dalam, cintamu tak akan sanggup menyelam, yang ada nanti kamu tenggelam' /Facepalm/
Wanita Aries
ihh dasar nadia kok nekat bgt sih
L̲̅I̲̅L̲̅Y̲̅V̲̅E̲̅Y̲̅
ini kan orang tuanya nadia. belagu banget sumpah. ada intan malah nyari tembaga. kapan ya karmanya datang 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!