Gimana ya rasanya punya empat kakak yang bad boy? Ditambah satu sahabat dari kecil yang sama bad boy nya?
Itu yang Clarissa rasakan. Awalnya gadis itu merasa senang, karena ia merasa terlindungi dengan adanya cowok-cowok itu. Tapi lama kelamaan ia merasa terkekang karena sifat protektif kakak dan sahabatnya itu. Apalagi saat Clarissa jatuh hati kepada seorang laki-laki yang awalnya adalah musuh bebuyutannya.
Akankah Clarissa diijinkan untuk merasakan manisnya jatuh cinta di masa putih abu-abu ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kdk_pingetania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian Cinta
"Gue masih ragu sama Darrel," ujar Verrel.
"Emangnya kenapa sih?" tanya Clarissa. Kini Clarissa sudah tahu kalau kakak-kakaknya telah menginjinkan dirinya untuk dekat dengan Darrel.
“Jadi, gue punya ide,” kata Verrel.
“Apa? Apa?”
"Kita harus mastiin dia suka atau enggak sama elo."
"Gue nggak suka sama dia," ujar Clarissa.
"Nggak ada yang bilang lho!" ujar Ryan. Pipi Clarissa memerah.
"Tuhkan, lo tu suka sama Darrel, tapi nggak semudah itu dia dapetin adik gue, harus ada ujian," kata Bryon.
"Ujian apaan?" tanya Verrel.
"Ujian cinta," kata Bryon dramatis.
"Pakai ujian segala," gerutu Clarissa kesal.
"Ujian apa sih?" tanya Ryan.
"Sa, lo harus nolak permintaan maafnya terus cuekin dia, anggap dia nggak ada," kata Bryon.
"Nggak!" tolak Clarissa.
"Dengerin gue dulu, itu cuma ujian aja. Kalau dia bener-bener suka sama lo, dia pasti nggak akan nyerah," kat kat Bryon.
"Tapi gue rasa ini nggak bener," kata Ryan.
"Gue setuju," kata Verrel.
"Ujiannya bakal mulai besok," kata Verrel.
"Lo setuju gak Chel?" tanya Bryon. Marchelle yang sedari tadi memainkan hp pun kaget.
"Apa?" tanya Marchelle.
"Jadi lo nggak dengerin omongan kita?" tanya Verrel. Marchelle mengangkat bahu acuh.
"Kakak lagi bbman sama siapa?" tanya Clarissa yang secara tiba-tiba menarik iphone Marchelle.
"Cielah cewek nih? Siapa namanya? Veriska? Cie ...” goda Clarissa sambil membaca nama yang tertera di layar ponsel kakaknya itu.
"Apaan sih lo!" Marchelle merebut ponselnya lalu berjalan menuju kamarnya.
***
Clarissa menatap kotak yang diberikan Darrel. Sebenarnya sih dia tidak sengaja melihat kotak itu terjatuh di lantai waktu Clarissa mau mengambil catatan yang ketinggalan. Karena penasaran, Clarissa pun akhirnya membuka kotak tersebut.
Di dalamnya ada sebuah boneka berbentuk russa berukuran cukup besar. Dia mengambil boneka itu dan memeluk boneka itu erat-erat. Lalu beralih mengambil bucket bunga dengan bunga yang sudah mulai layu. Buru-buru Clarissa mengambil vas bunga dan memasukan tangkai bunga tersebut kedalamnya, tak lupa ia memberikan air di dalam vas tersebut. Kemudian Clarissa menaruh vas itu di atas nakas sebelah kasurnya.
Clarissa kembali fokus dengan kotak itu. Ia mengeluarkan surat singkat yang telah ia baca dan juga mengambil kotak coklat yang ada di sana. Di kotaknya tertulis 'gue buat coklat ini sendiri, khusus buat lo'. Clarissa tersenyum melihat tulisan itu. Ia pun membuka kotak coklat dan terkagum melihat coklat berbentuk love yang bertuliskan namanya. Clarissa mengambil satu buah coklat dan megigitnya.
Kok rasanya beda ya? Lebih enak yang ini daripada yang pernah gue beli! batin Clarissa dalam hati.
Clarissa menutup kotak coklat itu, lalu memasukannga ke dalam lemari es yang ada di kamarnya. Lalu Clarissa menaduh kotak yang berukuran lumayan besar itu di dalam lemari bukunya. Setelah itu ia memutuskan untuk tertidur sambil memeluk boneka russa yang diberikan.
***
Darrel tersenyum menunggu seseorang yang telah mencuri hatinya. Saat orang itu datang dia memasang senyum lebar lalu mendekati gadis itu, tapi hanya dibalas tatapan singkat. Darrel hanya bisa menghembuskan nafas kasar.
"Sabar, emang susah dapetin adek gue.” Ryan menepuk bahu Darrel pelan. Darrel hanya mengangguk lalu berlalu begitu saja. Sementara Clarissa sudah mulai mengobrol dengan teman sekelasnya.
Verrel melihatnya hanya tersenyum, pilihannya ternyata tidak salah. Dia bisa melihat senyum adiknya itu.
Bel berbunyi. Semua murid duduk di tempatnya masing-masing.
Clarissa mendapatkan kotak kecil di kolong mejanya, ia membukanya. Kotak itu berisi gantungan kunci russa, kalung dengan liontin nama 'risda' dan ada satu buah kertas kecil.
To : Russa
Maafin gue ya soal kejadian waktu itu. Gue beneran gak sengaja ngelakuin hal itu ke lo, gue cuma kebawa suasana. Dan sebagai permintaan maaf gue, gue kasi ini buat lo. Kalungnya dipakai ya, oh, iya risda itu singkatan dari nama kita, Rissa Darrelz Semoga lo suka, dan mau maafin gue.
Clarissa tersenyum membaca tulisan yang dituliskan oleh Darrel.
"Kenapa senyam-senyum?" tanya William. Cepat-cepat Clarissa memasukkan kotak tersebut ke dalam kolongnya lagi.
"Nggak papa."