NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*16

Mika langsung melepas tangan Naya dari tangannya. "Tidak." Mika berucap sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak bisa, mbak. Tidak bisa. Aku tidak akan pernah bisa masuk ke dalam rumah tangga orang lain. Aku tidak akan pernah jadi orang ketiga, mbak. Tidak akan pernah."

"Tidak semua orang ketiga itu salah, Mika. Kau hadir karena aku yang minta. Jadi, kamu tidak salah."

"Bagaimanapun pendapatmu, mbak. Aku tidak pernah siap untuk jadi orang ketiga. Apapun itu alasannya, aku tidak akan bersedia. Karena masuk, lalu berdiri di tengah-tengah dua orang itu rasanya tidak akan pernah nyaman. Walaupun masuk karena di undang. Rasa tidak nyaman itu tetap akan menghampiri."

Mika lalu melangkah, bersiap-siap untuk pergi. Namun tangan Naya langsung mencengkram pergelangan tangan Mika yang sontak membuat langkah kaki Mika tertahan. Mika pun kembali menoleh. Sementara itu, Naya tidak ingin lagi membuang-buang waktu. Peluru terakhir dia lepaskan.

"Kamu sedang membutuhkan uang yang banyak, bukan, Mika? Kamu sedang membutuhkan biaya yang besar untuk mengobati mama mu. Terima tawaranku untuk menjadi istri kedua. Uang seratus lima puluh juta akan aku berikan padamu. Dengan uang itu, kamu bisa mengobati mama kamu, Mika."

Wajah kesal Mika kini terlihat dengan sangat jelas. Dia sangat dongkol ketika mendengar Naya melontarkan kata-kata barusan. Dia yang sangat membutuhkan uang, tetap saja tidak merasa tertarik untuk menukar harga dirinya dengan uang yang Naya janjikan.

Saat Mika ingin mengangkat bibir buat bicara, Naya yang sebelumnya duduk langsung bangun. Cengkraman tangan Naya sudah pun wanita itu lepaskan dari pergelangan tangan Mika.

"Apakah kamu masih ingin menolak tawaranku, Mika? Apakah nyawa mama kamu tidak lebih berharga dari pada pendirian dan harga diri yang kamu punya."

"Ya. Semuanya memang tidak bisa di bayar dengan uang. Uang bukanlah segalanya. Tapi, segalanya butuh uang, bukan?" Naya berucap lagi sambil berjalan-jalan dengan langkah kecil.

"Aku juga tahu, Mika. Kamu bukan wanita yang mata duitan. Tapi saat ini, kamu sangat membutuhkan uang untuk menyelamatkan nyawa mama kamu. Tolong pertimbangkan lagi tawaranku ini dengan baik. Mama kamu sangat membutuhkan dirimu, Mik."

Mika terus terdiam. Dua bagian hatinya sedang berlawanan sekarang. Sebagain hati Mika ingin menerima. Tapi, sebagiannya lagi masih tetap menolak.

Lalu tiba-tiba saja, dering ponsel Mika terdengar. Perhatian keduanya pun langsung teralihkan. Mika mengeluarkan ponsel itu dari saku celana yang dia pakai. Nama Nathan tertulis dengan jelas di layar ponsel tersebut. Tanpa membuang waktu lagi, Mika langsung menjawab panggilan tersebut.

"Kamu di mana, Mika? Kondisi mama kamu semakin memburuk sekarang. Proses penanganan operasi harus segera di lakukan."

"Ap-- apa?" Buliran bening langsung jatuh melintasi pipi Mika. "Mama."

"Mika. Jangan menangis. Segeralah kembali ke rumah sakit. Kamu harus melakukan prosedur untuk mengirim mama kamu ke ruang operasi."

Batin Mika benar-benar di pukul dengan sangat keras. Gadis itu tergugu sekarang. Naya yang melihat Mika menangis, semakin merasa tidak nyaman.

"Mika."

"Mbak, aku terima tawaran dari mbak Naya. Tapi, bisakah mbak berikan aku uangnya sekarang juga?"

"Uang? Baiklah. Aku akan memberikan uang yang aku janjikan padamu."

Naya langsung merogoh tas tangan yang dia bawa. Sebuah kartu dia keluarkan dari tas tersebut. Lalu, Naya mengulur kartu berwarna emas itu ke tangan Mika.

"Ambillah kartu ini dulu, Mika. Di dalamnya ada uang sebanyak seratus sepuluh juta. Kamu bisa pakai kartunya untuk mengobati mama kamu. Sandinya ini dia," ucap Naya sambil menyerahkan secarik kertas dengan beberapa buah angkat.

"Mbak Naya. Terima kasih."

"Pergilah. Mama kamu sangat membutuhkan dirimu sekarang."

"Baik, mbak."

Mika pergi meninggalkan ruangan tersebut. Entahlah. Entah apa yang harus dia rasakan saat ini. Entah bahagia, atau merana. Karena di satu sisi, dia bahagia karena telah menerima uang yang banyak. Uang yang bisa dia pergunakan untuk mengobati sang mama. Tapi di sisi lain, ada imbalan yang harus dia lakukan sebagai ganti dari uang tersebut.

"Mika."

"Aku harus segera kembali ke rumah sakit, Sinta. Mama sangat membutuhkan diriku sekarang."

"Baiklah. Ayo!"

Tidak ada pembicaraan selama perjalanan menuju rumah sakit. Keduanya memilih diam, sibuk dengan pikiran masing-masing.

Beberapa saat berkendara, mereka akhirnya tiba ke tempat yang ingin mereka tuju. Tanpa membuang banyak waktu, Mika berlari menuju ruangan Natha. Tidak lagi Mika hiraukan yang lainnya lagi. Dunia sekitarnya tidak lagi penting bagi Naya. Karena yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah untuk mengobati sang mama.

Proses untuk membawa mama Mika ke ruang operasi telah pun selesai. Uang yang Naya berikan, akhirnya Mika pakai juga. Meskipun dengan perasaan berat hati tentunya. Tapi tetap saja, Mika harus menggunakan uang tersebut. Karena dirinya sudah tidak lagi punya jalan lain selain jalan buntu yang satu ini.

"Mika. Maaf," ucap Sinta pada akhirnya sesaat setelah mama Mika dipindahkan ke ruang operasi.

Jujur, Sinta merasa sangat bersalah pada sahabat baiknya itu. Jika saja dia punya uang sebanyak yang Mika butuhkan. Tentu saja dia tidak akan membuat Mika berjalan di jalan yang tidak ingin Mika lewati.

"Aku tidak lagi tahu harus berbuat apa. Maafkan aku yang sudah membuat kamu-- "

Tidak ada kata-kata yang terucap. Omongan Sinta terputus karena Mika menjatuhkan pelukannya pada si sahabat.

"Jangan minta maaf, Sinta. Kamu tidak salah."

"Tidak, Mik. Aku salah. Aku yang telah menjerumuskan kamu. Andai saja aku punya uang sebanyak yang kamu butuhkan. Aku tidak akan merekomendasikan dirimu pada mbak Naya."

"Jangan bicara lagi, Sinta. Aku tahu seperti apa dirimu. Kamu tidak salah. Mungkin ini adalah takdir yang harus aku tempuh. Demi mama, jadi orang ketiga aku akan lakukan."

"Mika." Sinta menangis sesenggukan. Sungguh, hatinya masih tetap merasa tidak nyaman. Meskipun dia sudah meminta maaf pada Mika. Tetap saja, rasa tidak nyaman itu tetap ada.

Dia menyesali apa yang telah ia lakukan. Tapi mau bagaimana lagi, hanya ini jalan satu-satunya yang bisa dia tempuh untuk Mika.

1
Ani Basiati
aku pernah baca deh thor alur cerita sama nm2 nya jg sama tp sdh lm.
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!