NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Masalah Pertumbuhan / Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Angin yang Berbalik Arah

.

"Ini tidak mungkin! Pasti ada yang salah!" seru nyonya Ratna histeris. “Mana mungkin seorang mantan pelayan seperti kamu bisa memiliki uang sebanyak ini? Kau pasti berbohong!" Wanita itu menunjuk Riko dengan jari telunjuknya.

"Tapi kenyataannya saya punya.” Riko mengangkat kedua bahunya santai.

Nyonya Ratna, Laras, dan Aldo terdiam membisu, syok karena Riko ternyata mampu membayar dua set perhiasan berlian mewah tanpa kesulitan sedikit pun. Namun, Nyonya Ratna, dengan egonya yang setinggi langit, tidak terima dengan kenyataan pahit ini. Ia merasa kalah, dipermalukan di depan banyak orang.

“Tidak mungkin. Itu sangat tidak mungkin. Atau... jangan-jangan kartu yang kau gunakan itu curian!"

Riko tergelak mendengarnya. Para pengunjung yang sejak tadi merekam saling bisik. Mengagumi Riko dan mencibir tiga orang itu.

Nyonya Ratna yang tidak terima dipermalukan, kemudian berteriak dengan mata melotot ke arah pramuniaga. "Panggil pemilik toko! Kecurangan ini harus diluruskan. Ada pencuri di toko ini!"

Salah seorang pramuniaga dengan cepat berlari ke belakang dan memanggil pemilik toko. Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya dengan setelan jas mahal dan wajah yang ramah datang menghampiri mereka.

"Ada apa ini? Kenapa ada keributan di toko saya?" tanya pemilik toko dengan nada tenang namun tegas.

Nyonya Ratna, tanpa basa-basi, langsung menyerang Riko. "Pria ini! Dia menggunakan kartu curian untuk membeli perhiasan di toko Anda! Saya tahu dia! Dulu dia adalah pelayan di rumah saya! Mana mungkin dia punya uang sebanyak itu?"

Riko, yang sejak tadi hanya diam, akhirnya angkat bicara. Pria tampan itu bersandar pada kaca etalase dengan dua tangan terlipat di dada, tampak sangat santai dan tidak terpengaruh dengan tuduhan Nyonya Ratna.

"Silakan saja, Pak," ucap Riko dengan nada tenang dan senyum mengejek. Tangannya mengulurkan kartu yang tadi sudah dikembalikan oleh pelayan toko. "Periksa saja kartunya. Saya tidak punya masalah dengan itu. Anda bisa melihat milik siapa kartu itu."

Pemilik toko menerima kartu itu dan menatap Riko dengan tatapan menyelidik, lalu mengangguk. Ia meminta kasir untuk memeriksa kartu hitam yang tadi digunakan Riko.

Kasir menerima kartu itu dan segera memeriksa. Setelah beberapa saat, kasir itu kembali dengan wajah yang masih dipenuhi ketegangan.

"Maaf, Nyonya," ucap pemilik toko dengan nada sopan namun tegas, "Setelah kami periksa, kartu ini sah dan berlaku. Kartu ini atas nama Riko Permana. Apakah Anda mengenal pemilik kartu ini?”

Ucapan pemilik toko itu bagaikan petir di siang bolong.

“Itu nama saya, Pak," jawab Riko yang kemudian menunjukkan kartu identitasnya.

Pemilik toko mengangguk dan menaruh hormat pada Riko.

"Tidak." Nyonya Ratna menggelengkan kepala berkali-kali. Kartu itu benar-benar milik Riko? “Ini tidak mungkin. Dari mana dia mendapat uang sebanyak itu?" Gumaman pelan keluar dari mulutnya. Ia masih tak bisa menerima kenyataan.

Keterkejutan juga menyerang Aldo dan Laras.

Aldo, yang selama ini selalu merendahkan Riko, terdiam kaku. Dalam hatinya berkecamuk pertanyaan. “Bagaimana mungkin Riko, mantan pelayan rendahan itu, memiliki kartu eksklusif seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi?"

Sementara itu, Laras, jantungnya berdebar kencang. Ia menatap Riko dengan tatapan yang bercampur aduk antara rasa terkejut, kagum, dan penyesalan. Jadi, Riko benar-benar orang kaya sekarang?

Tanpa sadar, mata Laras kembali memindai penampilan Riko. Pria itu jauh berbeda dari yang diingatnya. Tidak ada lagi sosok pemuda dekil dan lusuh yang dulu tinggal di rumahnya sebagai babu gratisan.

Riko kini tampil dengan gaya yang elegan dan berkelas. Pakaian bermerek, jam tangan mahal, dan yang terpenting, aura percaya diri yang terpancar dari dirinya membuat Riko semakin mempesona.

Sebuah desir halus kembali menghampiri hati Laras. Ia mengingat kembali saat masih bersama dengan Riko dulu. Pria itu selalu perhatian, penyayang, dan selalu berusaha membahagiakannya. Namun, saat itu, ia hanya menganggap Riko sebagai alat. Alat untuk memuluskan jalan Bagas. Laras lebih memilih Aldo, seorang aktor terkenal dan kaya raya, karena ia tergiur dengan kemewahan dan popularitas.

“Apakah aku salah telah mencampakkan Riko?” tanya Laras dalam hati, bibirnya bergetar.

"Laras, kau tidak apa-apa?" tanya Aldo dengan nada khawatir, menyadari perubahan ekspresi di wajah Laras. Laras adalah wanita yang selalu tergila-gila pada kemewahan. Ia takut Laras akan kembali pada Riko.

Laras tersentak dan menoleh ke arah Aldo. Ia tersenyum tipis, berusaha menutupi kebingungan dan penyesalan yang berkecamuk di dalam hatinya.

"Aku baik-baik saja, sayang," jawab Laras dengan nada lembut, lalu menggenggam erat tangan Aldo. Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia telah membuat pilihan yang tepat.

Namun, jauh di lubuk hatinya, Laras merasa ragu. Ia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Riko kini telah berubah menjadi pria yang jauh lebih menarik dan sukses dari Aldo.

Pemilik toko, setelah melihat wajah Nyonya Ratna yang semakin memerah, memutuskan untuk angkat bicara. “Jadi, bagaimana? Sudah clear? Kartu ini benar-benar milik tuan Riko.”

Nyonya Ratna, Aldo, dan Laras terdiam membisu. Mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Riko tersenyum sinis menikmati ekspresi syok dan kekalahan di wajah mereka. Dengan tenang mengambil paper bag berisi perhiasan berlian dari tangan pramuniaga dan menggenggam tangan ibunya yang terlihat cemas. “Semua baik-baik saja, Ibu," ucapnya.

"Dan, Nyonya?" Tatapan Riko tertuju pada Nyonya Ratna. "Sekarang giliran Anda. Anda pasti datang untuk membeli, kan? Mana mungkin orang kaya seperti Anda datang hanya untuk melihat-lihat. Jangan sampai omongan Anda tidak terbukti."

Nyonya Ratna, merasa terpancing dengan provokasi Riko, mengangkat dagunya tinggi-tinggi, berusaha menutupi rasa malunya.

"Tentu saja!" jawabnya dengan nada angkuh. "Calon menantuku ini aktor hebat dengan bayaran tinggi. Selain itu, dia juga berasal dari keluarga kaya raya. Sudah pasti mampu membayar berlian-berlian ini. Kau tunggu saja!"

Nyonya Ratna kemudian berbalik dan menghampiri Aldo, menyuruhnya untuk segera memilih perhiasan yang diinginkan. Aldo, yang masih terpaku karena malu, dengan terpaksa mengikuti perintah Nyonya Ratna.

Dengan keringat dingin yang mulai membasahi keningnya, Aldo menghampiri etalase perhiasan dan memilih satu set berlian yang tadi ditunjukkan oleh Laras. Ia mencoba memasang senyum percaya diri di wajahnya, meski hatinya berdebar-debar tidak karuan.

"Saya ambil yang ini," ucap Aldo dengan nada yang dipaksakan, menyerahkan kartu kreditnya kepada kasir.

Kasir itu mengangguk dan menggesek kartu Aldo. Namun, setelah beberapa saat, wajah kasir itu yang tadinya begitu ramah, seketika berubah.

"Maaf, Tuan," ucap kasir itu dengan nada gugup. "Transaksi Anda ditolak. Sepertinya saldo dalam kartu Anda tidak mencukupi."

Aldo pucat pasi mendengar ucapan kasir itu. Ia tidak percaya bahwa kartunya ditolak. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya ia mengalami kejadian seperti ini.

"Apa? Tidak mungkin!" seru Aldo dengan nada panik. "Coba lagi! Pasti ada kesalahan!"

Kasir itu mencoba menggesek kartu Aldo beberapa kali, namun hasilnya tetap sama. Transaksi tetap ditolak.

Nyonya Ratna, yang melihat kejadian itu, terbelalak kaget. Ia tidak percaya bahwa calon menantunya yang kaya raya itu ternyata tidak mampu membayar berlian yang diinginkan.

"Apa-apaan ini, Aldo? Kamu tidak bisa membayar?”

Laras, di sisi lain, menatap Aldo dengan tatapan kecewa. "Sayang, apa yang terjadi?” Walaupun kecewa, Laras tetap berusaha percaya. Karena selama ini Aldo juga selalu bisa memberikan apapun yang ia inginkan.

“Sayang, tenang dulu. Ini pasti kesalahan. Aku akan mengkonfirmasinya dengan bagian keuangan perusahaan nanti. Kita belinya lain kali saja, ya?"

"Huu… uuu …”

Riuh suara para pengunjung toko yang sejak tadi menyaksikan drama itu.

"Gak punya uang jangan masuk toko mewah dong!”

1
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
gak tahunya perhiasannya KW🤭
Aidil Kenzie Zie
Aldo mana Aldo
Yana Phung
sepertinya berlian pemberian aldo juga palsu
aduh.. kalo sampai terjadi apes berkali-kali si laras
ditambah emaknya model itu lagi
mungkin emaknya aja yg dijual 😅😅😅
ora
Yakin bisa di jual kan, Ras😁😁
ora
Kamu juga usaha dong, jangan nyuruh aja bisanya...
Tini Uje
jangan2 palsu lagi kan prhiasan nya 😅😅
Masha 235: ho oh...kalo palsu, kasian.....rugi berkalikali🤭
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎
Masha 235
andaikan hukum di negeri ini sperti cerita ini,,,,alangkah senangnya hati ini....
Cindy
lanjut
Piet Mayong
daripada hotel mending cari kontrakan donk Bu Ratna yg terhormat
🤭😁😁😁😄
Patrick Khan
guna nya aldo apa sih😅😅😅
Tini Uje
yg kata nya horang kaya pacar nya larass kmnaa atuhh..bantuin tuh ayang mbeb kamu aldo 😅😅
Ayudya
lanjut kak
juwita
si aldo kmn laras bknya pacar km🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
anda
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sorry, gak nerima barang bekas
Gadis misterius
Lnjutkan riko memang harus begitu .....jngn smpai lengah dan tertipu dngn laras lg cukup 1 x
Ayudya
seperti bom waktu yg kapan aja meledak itu lah amarah riko🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Ayudya
lah Laras kok ga tau malu banget mau minta balikan ma Riko mimpi kali kamu laras
Patrick Khan
lanjut riko. aku suka keributan yg meledakkkk🔥🔥🔥🔪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!