" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 7
Sore itu di kantor Aditama grub.
Saka duduk di kursi kebesaran nya dengan tatapan kosong ,tanganya kini sibuk mengetuk ngetuk meja kerjanya. Pikiranya sedang mengingat gadis yang dua kali di temuinya,dan dua kali pula gadis itu membuatnya kesal, apalagi sampai mencibirnya.
" Apa tampangku ini memang tampang tampang laki laki yang sudah sesama jenis begitu , heran baru kali ini ada perempuan yang mengataiku seperti itu, biasanya juga mereka pada tertarik melihat pesonaku, tapi kenyataan tidak bagi gadis itu, jangan jangan matanya rabun tidak bisa melihat laki laki tampan seperti aku"! Gumam saka sambil membayangkan wajah gadis cantik misterius yang selalu mengatainya itu.
Saka mengambil ponselnya dan menyalakan camera nya, lalu mengambil foto dirinya sendiri.
Cekrek"!!
Laki laki 26 tahun tersebut memandangi foto dirinya.
"Tampan sekali" katanya mengangumi dirinya sendiri bahkan memperbesar wajah pada layar ponsel nya.
"Hidung mancung , bibir tipis ,mata indah alis tebal dan rambut yang hitam"! Semuanya perfect.
Tok.tok.tok.
Disela lamunannya pintu ruang CEO diketuk.
Masuk "!! Sahut saka dari dalam ruangnya. Asisten Dika pun masuk setelah membuka pintu.
"Boss sudah waktunya pulang"! Kata Asisten Dika yang kini sudah berdiri di depan meja kerja saka.
"Coba kau lihat ini" saka memberikan ponselnya yang ada foto dirinya sendiri. Asisten Dika mengernyitkan kening nya saat menatap benda pipih tersebut.
"Ini bukanya foto anda ,boss"! Tanya asisten Dika.
"Yaa, katakan apa aku tampan"! Celetuk saka ,wajahnya kini begitu menyebalkan saat di lihat.
"Pertanyaan macam apa ini"! Gumam asisten Dika tidak percaya dengan kelakuan boss nya itu.
"Dika"!! Pekik saka yang sejak tadi tidak mendapat jawaban dari asisten nya itu.
"Tampan boss, bahkan sangat tampan "! Mendengar jawaban tersebut saka pun beranjak dari duduknya lalu menyambar ponsel yang masih berada di genggaman asisten Dika.
"Aku tahu itu, ayo pulang"! Sahut saka sambil melangkah menuju pintu keluar ruang CEO.
"narsis banget sih". Sahut asisten Dika lirih. Saka sontak menoleh dan menatapnya tajam.
Hemmm"!! Asisten Dika segera memalingkan wajahnya dan melangkah menyusul saka.
Didalam mobil saka masih terdiam seribu bahasa tatapanya menatap lurus ke arah depan.
"Boss kenapa tidak cari pacar di biro jodoh begitu"! Kata Asisten dika memecah keheningan di dalam mobil.
"Apa kau pikir aku tidak selaku itu pakai acara cari jodoh segala, aku diam saja banyak wanita yang mau denganku, hanya saja aku tidak tertarik kepada mereka untuk saat ini. " Jelas saka mood nya kembali kacau jika sudah bicara masalah wanita.
"Saya pikir anda serius sudah ingin punya kekasih begitu"!
"Aku cari kekasih pura pura,bukan karena untuk serius "! Perdebatan kecil tersebut berlangsung hingga mobil mewah tersebut sampai di mansion keluarga Aditama.
Asisten Dika membuka pintu mobil untuk saka saat mobil mewah tersebut sudah berhenti tepat di halaman mansion tak jauh dari pintu utama.
Senyum mengembang pun terpampang jelas pada wajah sarline sore itu, meskipun asisten Dika tidak menghiraukan senyuman itu ,namun sarline juga tidak masalah, disini dia tidak hanya ingin melihat asisten Dika melainkan ingin memberikan kabar tentang kekasih pura pura nya.
"Selamat sore kakak ku yang paling tampan"! Sapa sarline sambil membungkuk kan setengah badanya ke arah saka.
Saka terdiam menatap adiknya penuh curiga.
"Apa kamu yakin disini ingin menyambut ku bukan ingin melihatnya"! Sahut saka sambil melirik sekilas ke arah asisten Dika yang masih berdiri disamping mobil.
" Tidak ,dia sudah punya pacar, malas aku"!
Glek"!!
Mendengar itu asisten Dika menelan ludah nya kasar.
"Sejak kapan nona sarline malas denganku". Gumam asisten Dika hatinya pun patah berkeping keping saat pengagum setianya kini sudah malas melihat wajahnya. Namun lain dengan saka senyum miring kini sudah terbit sempurna di wajah tampannya.
"Pulanglah Dika,apa kau dengar adikku malas denganmu"! Sahut saka sambil merangkul pindah saling dan membawanya masuk kedalam mansion.
"Kau hancur kan hatiku," gumam asisten Dika, lalu membalikan badan dan kembali masuk kedalam mobil.
"Kak, ada kabar baik"! Celetuk sarline saat kakak beradik tersebut berjalan menaiki anak tangga.
"Katakan, apa nilai mu bagus hari ini"! Sarline menggeleng,
"ujian 2 hari lagi jadi belum dapat nilai untuk saat ini, "sahut sarline yang selalu nya bisa menjawab ucapan kakak nya.
"Lalu"!! Saka menatap adik satu satunya itu.
"Aku sudah dapatkan pacar untuk mu kak"! Mendengar itu saka menghentikan langkahnya menatap serius kepada adiknya.
"Ayo cepat masuk ke kamarku"! Ajak saka menarik lengan sarline begitu saja.
"Katakan , wanita mana yang akan menjadi pacar kakak mu yang tampan pari purna ini.
"CK, "!! Sarline mencibir kakaknya yang pedenya sudah kelewat batas itu.
"Tapi tunggu sampai selesai ujian ya, paling tidak satu Minggu lagi, nanti aku akan kenalkan kakak dengan Alea"!
"Alea"!! Sahut saka dengan cepat sarline mengangguk.
"Cantik tidak"? Tanya saka kembali.
"Pastilah, kalau tidak cantik masa akan aku kenalkan sama kakak,lagian Alea sangat pintar, tapi"! Ucapan sarline pun menggantung di udara. Membuat saka semakin penasaran di buatnya.
"Tapi apa"!
"Tapi aku bilang kalau kak saka akan membayarnya 10 juta sebulan"! Jelas sarline ragu ,melihat saka terdiam dirinya takut saka akan menolak kerja sama tersebut,pasalnya sarline sudah terlanjur deal dengan Alea masalah ini.
"Tidak masalah, asal kinerjanya bagus, bahkan aku bisa membayarnya lebih,apalagi sampai bisa membuat mama yakin dan tidak memintaku kencan buta lagi"! Jelas saka. Sarline pun spontan membelala kan matanya tidak percaya dengan jawaban yang keluar dari mulut saka.
"Deal ya"! Sarline mengulurkan tanganya ke arah saka,dan saka pun menerimanya ,walaupun masih belum ada senyum terukir pada sudut bibirnya,setidaknya sarline merasa lega saat kakaknya mau menerima sahabatnya menjadi pacar pura puranya.
Setelah itu sarline pun langsung keluar dari kamar saka dan menuju kamarnya sendiri untuk memberi tahu perihal ini kepada Alea.
"Alea, nama yang imut, semoga tidak menyebalkan seperti sarline"! Gumam saka ,tidak sadarkah jika sudut bibirnya kini sudah tertarik ke atas saat menyebut nama tersebut .**
Malam itu di meja makan, mama Zahra dan tuan bhara sudah menunggu kedua anak nya yang tak kunjung turun untuk makan malam bersama.
"Pak Her ,bisa panggilkan anak anak"! Kata mama Zahra kepada kepala pelayan yang sejak tadi berdiri tak jauh dari meja makan.
"Baik nyonya"! Sahut pak har, lalu berjalan menuju anak tangga, namun baru beberapa langkah terdengar suara kaki beriringan menuruni anak tangga, dan itu bisa di pastikan. Jika sarline dan saka yang sedang turun.
"Selamat malam,mama ,papa"! Sapa sarline dengan senyum manisnya.
"Selamat malam sayang"! Sahut mama Zahra ,membalas senyuman putrinya.
Saka"!! Panggil mama Zahra.
"Sst, aku sudah punya kekasih,ma"! Celetuk saka tiba tiba, mama zahra pun mengernyitkan keningnya mendengar itu,padahal mama Zahra tidak ingin menanyakan hal itu, tapi kenapa sepertinya saka sangat sensitif sekali dan menjerumus ke sana.
" Mama tidak perlu menyuruh saka kencana buta lagi"! Sahut nya lagi saat sang mama masih diam dan menatapnya dengan ekspresi seterkejut.
"Benarkah, padahal mama tadi tidak bermaksud menanyakan hal itu,tapi karena kamu sudah jujur apa salahnya jika di kenalkan dengan mama dan papa"! Kata mama Zahra dan langsung mendapat anggukan dari tuan bhara.
"Jadi"!? Saka mengernyitkan keningnya.
"Mama mau minta tolong, besok antarkan mama ke butik langganan mama, mama mau ambil pesenan baju,soalnya papa tidak besok ada janji dengan temanya mau main golf. " Jelas mama Zahra membuat saka ngangak seketika.
"Is,, is,, kak saka ,kak saka"! Sahut sarline sambil geleng gelang kepala.
'hemmmm"!! Sahut saka celingukan.
"Bisa bisa aku semakin gila karena kekasih yang tidak nyata" gumam saka dalam hati .