" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menantu ?
Arron merasa kesal dengan kelakuan Aruna . Adiknya itu mengganggu jam lemburnya bersama Zea .
" Besok ada jadwal keluar negeri " ucap Gilang.
Gilang termasuk tangan kanan Arron di luar negeri . Sedangkan Kevin di negaranya sendiri .
" Harus besok ?" tanya Arron .
" Ya " ucap Gilang .
" Devina besok juga akan kembali " ucap Kevin .
" Aku tidak mau bertemu wanita itu " ucap Arron .
Kevin dan Gilang mengangguk .
Devina adalah perempuan gila . Menurut Arron . Devina selalu mengacau kehidupan Arron . Siapa pun yang mendekati Arron . Maka Devina tidak akan tinggal diam .
Zea dan Aruna sudah berada di bengkel . Aruna mengajak Zea untuk menuju mobil Zea
" Sudah beres semua kak " ucap Aruna .
" Terima kasih Aruna . Berapa semuanya ?" ucap Zea .
" Sudah di bayar oleh kakak ku " ucap Aruna .
" Aku tidak mau Aruna . Berapa semuanya " ucap Zea kekeh .
" Aku sendiri juga tidak tahu kak . Tadi kata orang bengkel sudah di bayar sama kakak " ucap Aruna .
" Kakak ? Oh ya tadi kamu panggil pria itu kakak . Apa dia kakak mu ?" ucap Zea .
" Iya . Dia itu kakak aku "ucap Aruna tersenyum .
Zea benar-benar tak habis pikir . Zea bisa jenal dengan adik Arron .
" Kakak tidak apa-apa?" tanya Aruna .
" Ya . Kamu mau pulang ?" tanya Zea .
" Iya . Besok ada ujian " ucap Aruna .
Zea juga pulang . Zea tidak perlu ijin lagi . Biarlah besok jadi urusan kakak beradik itu .
Billy dan Sarah berangkat bersama . Tak seperti biasanya . Billy akan menurunkan Sarah agak jauh dari kantor . Tapi kini mereka sudah berani berangkat bersama .
" Kamu bareng Sarah Bil ?" tanya Kevin .
" Oh iya pak . Kebetulan tadi mobilnya mogok . Jadi Sarah bareng sama saya " ucap Billy
" Bukannya kalian tidak satu arah ?" tanya Kevin .
" Itu Pak . Saya tadi habis dari rumah orang tua saya " ucap Billy .
" Oh begitu . Zea tidak berangkat bareng kamu ?" ucap Kevin .
" Tidak Pak . Lebih enak naik mobil sendiri " ucap Zea yang saat itu baru datang .
Kevin mengangguk . Zea lalu berpamitan untuk masuk terlebih dahulu . Tanpa melihat kedua manusia yang menatapnya .
Kevin menjatuhkan tubuhnya di kursi kebanggaannya .
" Heran . Cantik juga bininya . Tapi kok bisa ya " ucap Kevin .
" Tanyakan kepada dirimu sendiri " ucap Gilang yang berdiri di depan pintu .
" Kamu belum berangkat ?" tanya Kevin .
" Arron sudah . Aku sebentar lagi . Ada yang mesti aku urus " ucap Gilang lalu pergi .
Kabar kedatangan Billy dan Sarah bersamaan . Sudah menjadi berita utama di perusahaan . Zea yang mendengar desas desus itu tak menghiraukannya . Zea terlihat cuek dan tak peduli . Seakan memang sudah menyiapkan mental untuk masalahnya .
" Bu Zea cantik sekali hari ini " puji Dito .
" Berarti aku tidak cantik seperti biasanya " ucap Zea .
" Tentu saja bu Zea selalu cantik . Tapi ada aura yang terpancar di raut wajah cantik bu Zea " ucap Dito .
" Ya . Saya memang lagi bahagia " ucap Zea tersenyum lega .
Sidang perceraiannya sudah hampir selesai . Tinggal menunggu hari ini surat itu akan keluar dan Zea resmi menjadi janda muda .
Bukan tidak sedih menjadi wanita berstatus janda . Namun Zea lega karena bisa lepas dari Billy . Billy sama sekali tidak hadir ke persidangan . Hanya pengacara Billy yang tetap mengajukan untuk mediasi ulang . Namun di tolak . Karena Billy tidak pernah hadir ke persidangan .
Dan itu sangat menguntungkan bagi Zea .
Namun persidangan tinggal satu kali lagi . Dan semua selesai .
Zea hari ini pulang dan tidak lembur . Zea memutuskan untuk berbelanja keperluan di rumah .
" Menantu " ucap Seorang wanita paruh baya menghampiri Zea .
Zea menatap mengingat siapa wanita di depannya itu . Dan benar saja . Dia adalah ibu dari Arron .
" Menantu ?" tanya Aruna yang menemani ibunya belanja .
Zea menatap Aruna yang juga menatapnya . Dunia terasa sempit sekali pikir Zea .
" Ibu apa maksud dari menantu ?" tanya Aruna .
" Ini calon kakak ipar mu " ucap Ibu Amora .
" Oh my god . Dunia terasa sempit sekali . Pantas saja kakak menatapmu dengan . Oh ya ampun kakak ipar " ucap Aruna .
Zea menggeleng lirih tak percaya . Jika ibu dan anak ini benar-benar menganggapnya calon istri Arron .
" Kamu sedang beli apa nak ?" tanya Ibu Amora dengan perhatian .
Ibu Amora bisa melihat kalau Zea terlihat canggung .
" Itu tante . Saya sedang membeli keperluan rumah " ucap Zea .
" Selesai ini kita makan malam bersama ya . Temani Ibu makan " ucap Ibu Amora .
Ibu Amora mengatakan itu supaya Zea tidak menolak .
Tapi Zea masih terlihat bingung .
" Aduh Ibu belum makan seharian ini Aruna " ucap Ibu Amora .
" Baik tante " ucap Zea .
Aruna memilih tempat untuk mereka .
" Kakak yakin dengan kakak ku ?" tanya Aruna langsung kepada Zea
Plak
" kamu ini kalau bicara " ucap Ibu Amora .
" Ibu . Kakak itu kalau sama perempuan seperti anti . Aku saja takut kalau kakak ku itu ..." ucap Aruna .
Plak
Aruna kembali mendapat pukulan dari Ibu Amora .
" Jangan sembarangan kamu . Kakak kamu itu normal " ucap Ibu Amora .
" Ya. Ya Aruna tahu . Tapi apa Ibu pernah melihat kakak bersama perempuan . Bahkan kakak hanya bersama kedua sahabat gilanya itu . " ucap Aruna .
" Zea jangan dengarkan dia ya . Dia itu kalau ngomong memang suka asal "ucap Ibu Amora .
" Tidak apa-apa bu " ucap Zea dengan tersenyum .
Mereka lalu makan sambil berbincang . Membicarakan Arron yang memang menyukai bisnis . Sampai Arron tinggal di luar negeri dan tak mau pulang .
" Sekarang dia pergi keluar negeri . Pasti dia tidak akan pulang lagi " ucap Aruna .
" Ya begitulah kakak mu " ucap Ibu Amora .
" Maafkan Arron ya . Pasti dia sering membuatmu susah " ucap Ibu Amora menegang tangan Zea
" Sebenarnya saya dan juga anak ibu ...
" Siapa yang membuatnya susah . Aku tidak membuatnya susah " ucap Arron yang tiba-tiba datang .
" Arron sedang apa kamu di sini ?" tanya Ibu Amora .
Aruna dan Zea ikut menoleh ke arah sumber suara .
" Aku tidak bisa jauh dari dia " ucap Arron menatap Zea .
Arron memang harus ke luar negeri . Namun Arron mengerjai Gilang . Mereka tidak berangkat bersama. Gilang di beri pekerjaan lain oleh Arron . Dan Arron hanya berada di apartemennya . Tidak pergi keluar negeri .
Gilang yang sedang berada di sana . Merasa kesal dengan Arron . Bisa-bisanya Arron membohonginya . Tapi Gilang bisa menanganinya .
" Kapan kakak kenal kak Zea ?" tanya Aruna selidik .
" Urusan pekerjaan " ucap Arron apa adanya .
" Benar kak Zea ?" tanya Aruna yang tak mempercayai kakaknya .
" Iya " jawab Zea .
" Tapi kami tidak ... " ucapan Zea terpotong .
" Sudah ayo makan lagi . Arron kamu juga makan . Kamu pasti belum makan " ucap Ibu Amora .
Arron tahu Zea pasti akan menjelaskan hubungannya hanya sebatas rekan kerja . Tapi Arron tidak akan membiarkan itu . Arron akan mengejar Zea . Tak peduli apa status Zea .