Nyari ide itu susah lho, so please jangan plagiat!
Marisa Ayu (Caca) selalu hidup sendiri tanpa kehadiran ayah dan ibunya yang super sibuk. Untung saja ada Rani sahabat yang sedari kecil menemaninya melalui hari-hari hampa di hidupnya.
Sampai ia bertemu Rendi Wijaya yang membuka hatinya dan membuatnya merasakan jatuh cinta.
Bagaimana kisah cinta pertama Caca akan berakhir ?
Enjoy reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan Rani
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘😘
*****
*** Dua Minggu kemudian ***
"Ca, pulang kampus nonton yuk, mau lihat film Kim Young-Kwang sama Bo-Young gue liat trailernya baper parah Ca." pinta Rani.
"Mana gue ngerti film Korea bahasanya aja gue gak paham cuy." jawab Caca.
"Et dah oon nya sohib gue, ada subtitle cuy tinggal baca paham kan...?" ucap Rani sambil menjitak kepala Caca.
"Ih kepala gue di fitrahin tau emang elo yang bayarin." sambil mengelus kepala nya yang dijitak Rani.
"Mau gue bayar berapa Hah? sini gue bayarin, ngutang tapi." jawab Rani tertawa kecil.
"Gue udah pesen tiket pokoknya di aplikasi Xtix jam dua, yuk ah buruan." ajak Rani menarik Caca menuju taxi online yang dipesannya barusan.
*** Di Mall ***
"Oh iya gue lupa gue ajak Rendi barusan, udah lama juga yak kita gak nonton barengan." ucap Rani memasuki mall.
"Hadeh apa sih yang bisa gue bantah dari Lo Ran." ucap Caca menarik nafas dalam.
"Anak pinter anak cakep Uhhhh anak siapa sih nih..." goda Rani mencubit kedua pipi Caca dengan gemas.
"Anak pak Adi sama bu Mira ngapa Lo?" pekik Caca kesakitan pipinya di cubit.
"Hahahaha uluh uluh jutek banget sih."
tawa Rani sampai orang-orang di sekitar melihatnya karena tertawa saking kerasnya.
"Tuh Rendi" ucap Rani sambil menunjuk lalu melambai
"Hai Ren...!!!" sapa Rani
"Hai, Ran, Hai Ca!" Rendi menyapa balik
"Pintu teaternya udah dibuka barusan tuh." ucap Rendi
"Oh iya gue print tiket dulu yak." Rani menuju kearah mesin print tiket.
Setelah Rani kembali ke Caca dan Rendi dia menyerahkan tiket tersebut.
"Nih punya elo Ca, ini punya elo Ren, masuk duluan gih gue kebelet." ucap Rani.
"Gue ikut Ran." pinta Caca.
"Enggak, enggak boleh gue bentar doang kok, dah masuk dulu sana!
oh iya beliin gue popcorn sama mbak-mbak cangcimen yang ngider didalam yak." perintah Rani sambil bergegas menuju toilet.
"Emangnya terminal apa ada cangcimennya ckckckckc." gumam Caca.
***
"B tiga oh disitu Ca." tunjuk Rendi.
Saat mbak cangcimen ala ala bioskop XX melintas di depan mereka.
"Mbak popcorn tiga ya, elo mau minum yang mana Ca?" Tanya Rendi.
"Air putih aja, si Rani juga biasanya air putih nih uangnya Ren." jawab Caca dari tempat duduknya.
"Wuih elo menghina gue nih, sembarangan, ambil ni mbak uangnya, terus kembaliannya ambil aja mbak." ucap Rendi.
"Hehehe makasih ya Ren." ucap Caca
"Sama-sama" ucap Rendi sambil tersenyum.
Duh senyum elo Ren manis banget sih bikin hati gue acak - acakan gak karuan ini.
batin Caca.
Sepuluh menit berlalu Caca tersadar kalau sahabatnya Rani belom kelihatan batang hidungnya.
"Ini Rani kemana ya?"
bisiknya perlahan pada Rendi.
"Lah iya, tuh bocah kemana ini belom masuk juga, jangan-jangan pingsan kali Ca." jawab Rendi berbisik.
"Duh gue samperin dulu yak." tapi Rendi menarik tangan Caca untuk duduk kembali.
"Gue telpon nih." ucap Rendi sambil menelpon Rani.
"Apaan, dih kok bisa." ucap Rendi di ponselnya
"Huusssstttt..." ucap penonton di sebelah yang merasa terganggu.
Rendi mengangguk meminta maaf.
"Sini telponnya Ren." Caca menarik ponsel Rendi tiba-tiba dengan tangan kanan, lalu tangan kirinya menahan tangan Rendi tanpa sadar menggenggam nya. Rendi tentu saja tidak melepaskannya sambil tersenyum - senyum.
"Heh elo kemana, Ran?" bisik Caca di ponsel.
"Sorry gue buru-buru nyokap tadi telpon emergeny Ca, udah elo nikmatin aja kapan lagi ngedate sama cowok kayak Rendi." jawab Rani
"Tapi Ran..."
"Husss udah nonton sana! inget yak gue udah ikhlas, jadi elo harus bahagia okeh bye..." ucap Rani seraya menutup ponselnya.
"Dih gak jelas masa." bisik Caca dan tersadar dari tadi menggenggamnya tangan Rendi lalu buru-buru menepisnya.
"Nih lagi diem aja, nih hape lo!" ucapnya mengembalikan ponsel Rendi.
Rendi hanya tersenyum dan melanjutkan fokus ke arah layar. Sebenarnya dia juga tidak menyukai film Korea namun kesempatan emas ini tak mungkin ia sia-siakan.
"Makasih ya Ran." gumam Rendi.
"Sialan elo Ran, awas Lo yak kalo nanti ketemu"
batin Caca.
Adegan romantis di film "On your Wedding Day" terpampang nyata, pastinya setiap adegan ciuman bibir para pemain film membuat mereka salah tingkah. Caca bahkan menolehkan pandangannya atau menutup wajahnya dengan telapak tangannya karena risih.
Selebihnya mereka hanya terdiam tidak saling berbicara sampai filmnya habis.
***
"Elo laper gak Ca?" tanya Rendi.
"Enggak langsung pulang aja yuk." ajak Caca.
Dan mereka akhirnya mengarah kan langkah kakinya menuju ke mobil Rendi di parkiran mall meski saat itu hujan deras.
"Elo yakin gak mau makan dulu mumpung hujan nih?" tanya Rendi berusaha menahan Caca pulang.
"Udah di dalem mobil gue males nih keluar lagi." jawab Caca.
"Gak apa-apa sih kalau elo laper nanti gue turun beli makanan." sahut Rendi.
"Gak usah, udah yuk jalan." pinta Caca.
Rendi belum menyalakan mesin mobilnya, keduanya terdiam hanya suara deras hujan yang terdengar kala itu. Akhirnya Rendi memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan nya pada Caca.
"Ehmmm Ca gue..., gue..." dengan gugup Rendi berkata.
"Gue apaan ?" tanya Caca
"GUE SUKA SAMA ELO!!"
ucap Rendi lantang dengan menatap mata Caca.
Caca tersentak, terdiam lalu menunduk tak berani menatap Rendi.
Hening didalam mobil dan hanya terdengar suara hujan yang deras di luar mobil mengiringi situasi kikuk dan canggung kala itu.
***
bersambung...
Caca rendi saudara😱😱