NovelToon NovelToon
Kapan Menikah?

Kapan Menikah?

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 5
Nama Author: Senjahari_ID24

Alurnya mengandung kontroversi, jadi cerdaslah dalam menyikapinya. Jika penasaran mengapa mengambil alur semacam ini disarankan membaca hingga tuntas agar paham akan pesan yang ingin disampaikan melalui cerita ini.

Yang tidak kuat dengan alur semacam ini harap diskip saja 😊🙏.

Terima kasih dan selamat membaca.

*****

Kisah tentang seorang gadis bernama Bunga berusia 23 tahun yang sering mendapatkan pertanyaan dari orang-orang terdekatnya. Sebuah pertanyaan yang menjadi stigma di masyarakat dan paling ingin dihindari oleh setiap orang yang tak kunjung mempunyai pasangan.

"Umur kamu sudah segitu, kapan menikah?"

Pertanyaan yang seakan sederhana bagi yang bertanya, tetapi tidak bagi orang yang mendapatkannya.

Kemudian dia bertemu dan jatuh cinta kepada lelaki yang bernama Sastra Prawira, seorang Sastra dengan sejuta pesona yang menyihir dirinya yang tak berpengalaman.

Namun, sayangnya Sastra adalah sosok yang tidak percaya terhadap ikatan pernikahan karena trauma masa lalu yang dialaminya, bertolak belakang dengan Bunga yang sangat mengejar status tersebut akibat tekanan dari orang-orang di sekitarnya.

Kisah dua jiwa terluka, yang tertatih-tatih mencari penawarnya.

Bagaimanakah kelanjutannya? Akankah berlabuh pada ikatan suci tersebut atau malah sebaliknya?

Selamat membaca....


---
Warning 21+ ⚠️. Harap bijak memilih bacaan.

DILARANG PLAGIAT CERITA INI!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjahari_ID24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KM Part 16

Setelah beberapa saat Bunga pun keluar, gadis itu merasa risih karena tidak memakai dalaman lalu dia menyilangkan kedua tangannya di dada.

Aku harus meminjam kaos dalam dan celana dalamnya walaupun aku malu setengah mati. Tak ada bra pun tak apalah, itu lebih baik daripada tidak memakai dalaman sama sekali.

Bunga keluar dari kamar dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Sastra sambil celingak celinguk seperti maling.

Terlihatlah Sastra yang sepertinya juga sudah mandi karena dia sudah berganti pakaian dengan kaos oblong dan training. Dia berkutat di dapur seperti sedang membuat sesuatu.

Saat Sastra sudah selesai, dia melihat Bunga yang ternyata sudah berdiri di dekat pintu kamarnya. Untuk sejenak dia tertegun melihat Bunga yang memakai kemeja longgarnya dengan wajah tanpa makeup sama sekali. Sastra memindai gadis itu dari ujung kepala hingga kaki.

Wow damn she's so beautiful and sexy.

Sastra cepat-cepat menyadarkan kembali pikirannya dan berusaha bersikap senormal mungkin, dia melangkah menuju sofa sambil membawa dua buah cangkir.

"Bunga kemari dan duduklah. Ini teh jahe madu. Minumlah, untuk membantu meredakan masuk angin," ucapnya sambil mendudukkan dirinya di sofa dan berusaha berpura-pura cool padahal jantungnya sedang berolahraga.

Bunga yang masih berdiri di depan pintu berjalan perlahan ke arah sofa masih dengan posisi tangan yang seperti memeluk dirinya sendiri.

Sastra mengerutkan keningnya melihat apa yang di lakukan Bunga. "Bunga, kamu kenapa? apa AC nya terlalu dingin sampai kamu memeluk dirimu sendiri. Atau ada yang sakit?" cecarnya.

Bunga duduk bersebrangan dengan Sastra. Ia segera mengambil cangkirnya dan meminum isinya hingga tandas. Gadis itu mengusap tengkuknya gusar dan mencoba memberanikan diri menatap Sastra.

"Ak-aku baik-baik saja, nggak ada yang sakit. Cuman anu itu... itu...."

"Kamu sebenarnya mau ngomong apa? kenapa gelisah begitu?" Sastra menatapnya bingung.

"Begini sebenarnya aku... aku... ehmmm, bolehkah aku meminjam kaos dalam dan juga celana dalammu? pakaian dalamku juga ikut basah saat menembus hujan tadi," Bunga bersuara pelan lalu langsung tertunduk malu.

Hening sejenak. Kemudian....

"Hahaha... kukira ada apa. Maaf, aku lupa tentang hal itu, ayo ikut ke kamar." Sastra menarik lengan Bunga lembut tetapi gadis itu menahannya.

"Mau ngapain?" tanya Bunga takut-takut.

"Menurutmu?" Sastra tersenyum jahil dan tetap membawa bunga menuju kamarnya walaupun yang di gandeng setengah meronta.

Sesampainya di dalam kamar ia menuju ruangan di dekat kamar mandi, tampaklah berjejer lemari-lemari besar di sana. Sastra membuka salah satu lemarinya dan mencari-cari benda yang dimaksud.

"Ini masih baru, pakailah!" Sastra memberikan pakaian dalam yang masih baru dan bersegel. Gadis itu langsung mengambilnya, berlari menghambur ke kamar mandi dan mengunci pintunya lalu dengan cepat memakainya.

Hhh... yang benar saja, aku memakai dalaman pria, apakah aku mesum? Ah bodo amat lah.

Klekkkk....

Bunyi pintu kamar mandi terbuka dan ternyata Sastra sudah berdiri di depan pintu sambil bersandar ke dinding dengan melipat kedua tangannya. Bunga yang melihat keberadaannya di situ sedikit terperanjat.

"Eh ka-kamu... ngapain berdiri di situ? kamu ngintip ya!" tuduhnya dengan tatapan mata curiga.

Sastra tertawa geli melihat ekspresi gadisnya, lalu tersenyum nakal. Kemudian Bunga menepuk jidatnya sendiri.

"Ya ampun aku lupa, pasti kamu mau mandi kan? maaf karena tadi aku mandi terlalu lama sehingga lupa bahwa kamu juga harus membersihkan diri akibat terkena air hujan. Tapi kamu udah ganti baju? apa kamu mengganti bajumu tanpa mandi?" tanyanya ingin tahu.

"Kamu tenang aja aku udah mandi di kamar tamu," sahut Sastra.

"Jadi kamu mandi air dingin? setelah hujan hujanan begini?" Bunga merasa tidak enak pada yang punya rumah.

"Hahaha... aku baik-baik saja Nona. Tubuhku tidak selemah dirimu yang tak tahan dengan udara dingin. Perlu kamu ketahui aku ini pria tangguh," ucapnya narsis..

Bugh... Bunga mencebikkkan bibirnya sebal dan memukul-mukul bahu Sastra. Namun dengan sigap Sastra menangkap tangan gadisnya, lalu membawa Bunga untuk duduk di tepi ranjang.

"Kamu... kamu mau apa?" ucap Bunga terdengar cemas.

"Aku mau mengeringkan rambutmu." Sastra membawa sisir dan hairdryer.

"Sekarang kamu duduklah dan biarkan aku jadi penata rambutmu malam ini."

"Tapi aku bisa sendiri." Bunga menolak hendak mengambil alih hair dryer dari tangan Sastra.

"No no no..., jangan membantah."

"Baiklah tuan tangguh," sahutnya sambil tersenyum manis. Kali ini Bunga tidak banyak menolak dan langsung menurut, dia sangat senang karena Sastra begitu perhatian padanya.

Saat baru saja selesai kegiatan mengeringkan rambut, Bunga sudah sangat mengantuk dan tanpa disadarinya dia langsung jatuh tertidur ke atas ranjang.

Sastra mengulum senyumnya melihat gadis polos itu tertidur dengan mudahnya. Dia meraup tubuh ramping Bunga dan membetulkan posisi tidurnya ke tengah ranjang. Sastra pun menyusul bergabung berbaring di sana, merengkuh gadisnya dalam pelukannya menarik selimut dan mengecup puncak kepalanya.

Sebenarnya Sastra gelisah dengan posisi sedekat ini karena hasrat yang mendesak pada dirinya, hanya saja rasa kantuk dan

lelah lebih mendominasinya saat ini. Akhirnya ia ikut menyusul tertidur dengan lelapnya.

****

Pagi telah datang, cahayanya masuk menyeruak melalu celah-celah jendela kamar. Terlihat dua insan yang berlainan jenis itu masih tertidur bergelung dalam satu selimut saling memeluk satu sama lain.

Bunga terbangun mengerjap ngerjapkan matanya, dan saat membuka mata yang pertama kali dia lihat ada wajah tampan yang akhir-akhir ini mengisi hatinya. Bunga melepaskan pelukannya karena tanpa sadar dalam tidurnya ternyata dia memeluk Sastra layaknya guling.

Tiba-tiba tangannya terulur menyentuh pipi sastra. Bunga menyapukan jarinya di wajah tampan itu mulai dari alis, mata, turun ke hidung kemudian bibir. Bunga tersipu malu mengingat bibir itu menciumnya kemarin.

Dari jarak dekat begini aku bisa melihatnya dengan jelas bahwa dia memang sangat tampan. Bahkan bulu matanya lebih panjang dari punyaku, dan bibir ini... haishhh aku malu.

Sastra sebetulnya sudah terbangun saat Bunga menelusuri wajahnya. Dia menahan senyumnya karena ternyata Bunga sedang memperhatikannya.

Kemudian mata elang itu terbuka dan langsung bersirobok dengan mata indahnya Bunga. Gadis itu kaget karena Sastra terbangun saat jarinya masih berada di bibir pria itu.

"Apa kamu sedang mengagumi ketampanaanku," ucapnya menggoda.

Bunga yang terciduk langsung tersipu dan hendak beranjak bangun dari ranjang, tetapi Sastra tak membiarkannya. Ia menahan pinggang Bunga dan menariknya hingga terjatuh ke atas tubuhnya.

"Mau kemana, hmmm? jadi setelah ketahuan menyentuh nyentuh wajahku kamu mau kabur begitu saja? kamu harus membayar kompensasi."

"Untuk apa aku membayar! Yang kusentuh adalah wajah pacarku, lagipula gajiku tidak banyak apa kamu ingin memerasku hah? " seru gadis itu kesal.

Cup....

"Morning kiss baby, itu adalah bayarannya."

Blushhh.

Wajah Bunga langsung merona, dengan cepat dia bangkit dari atas tubuh Sastra dan berlari ke kamar mandi.

1
demoet..
Luar biasa
Marliyanilintangpratama
bisa gk ibu nya aja yg metong gitu.. dri awal baca selalu mendesak bunga kan kasian dia.. udah mah jdi tulang punggung keluarga di teken abis" pula tih biar cepet nikah heran deh yg di sebut perawan tua tuh klo udah umur 40ke atas... ini kan bunga bru umur 20an bukan yah.. ?? siapa tau si ina² itu MBA (marriage bay accident) kan kita gk tau yah
Widi Safitri
😭😭😭😭😭
Widi Safitri
kok sedih bnget kak ceritanya 😭😭😭
Widi Safitri
Luar biasa
Moertini
sudah baca mantap bagus aku suka
Moertini
sudah baca juga thor terimakasih
Moertini
sudah baca thor sampai 2 kali baguuus alur ceritanya dan bahasa nya mudah dipahami
Moertini
terimakasih thor mantap seru asyiiik lucu juga aku suka semua karyamu terus berkarya yaaa thor semangat dan selalu sehat
Moertini
sebaiknya suami isteri saling terbuka dimasa lalunya meskipun itu sangat menyakitkan untuk kekalnya sebuah perkawinan
Moertini
benar kan Caroline jodohnya Kevin akhirnya mereka menikah selalu deh Sastra ribut dengan Arion dimanapun tempatnya tapi lucuuu
Moertini
Bunga begitu besar rasa sayangnya kepada Arion pastinya kaget dan bingung setelah bangun tidur tidak ada Arion di boxnya karena capek main bola tadi malam yaaa hingga g denger Arion nangis kencang 🤭
Moertini
terimakasih thor sudah memberikan cerita yang bagus penuh tauladan bagi sebuah hubungan dan rumah tangga akhirnya Bunga hidup bahagia bersama Sastra dan baby Arion juga keluarga besarnya selamat terus berkarya thor semangat
Moertini
lucunya Bunga kesakitan mau melahirkan malah pingin empal gentong kok aku dulu tidak yaaa..
Moertini
akhirnya Caroline menyadari bahwa Sastra bukan jodohnya mungkin Cavin jodohnya
Moertini
harusnya Bunga menemui Caroline dengan bawa pentung untuk jaga2 atau tlp Sastra
Moertini
bahagianya Bunga dan Santra kalau betul Bunga hamil calon opa juga Papa Arya dan keluarga besar pastinya
Moertini
tanda tanda ngidam simpatik yaaa Sastra ikut bahagia deh aku
Moertini
mantap Bunga hajar saja tuu mak lampir Caroline emang sudah keterlaluan g tahu malu godain suamimu terus
Moertini
aduuuh Caroline akan bikin ulah niii thor janganlah berhasil yaaa kasihan Bunga dan Sastra baru bahagia2nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!