NovelToon NovelToon
ASLAN VALERION

ASLAN VALERION

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Penyelamat / Sistem
Popularitas:99
Nilai: 5
Nama Author: HUUAALAAA

Dua puluh kavaleri elit musuh terus bergerak mendekati lokasi persembunyian Aslan tanpa menyadari maut yang menanti. Pangeran itu telah menyiapkan jebakan mematikan melalui perhitungan sistem yang menjamin kemenangan mutlak bagi dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HUUAALAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

"Kiko, pastikan kereta kuda untuk Jax dan adiknya sudah siap di gerbang belakang," perintah Aslan sambil mengenakan kembali jubahnya.

"Semua sudah siap, Tuan. Saya sudah menyuap penjaga gerbang dengan koin emas yang Anda berikan," jawab Kiko dengan sigap.

"Si Tangan Besi, kau akan mengawal kereta itu secara terbuka sebagai tentara bayaran," lanjut Aslan sambil menatap pria raksasa itu.

"Siap, Pangeran. Tidak akan ada yang berani mendekati kereta itu selama saya memegang palu ini," Si Tangan Besi mengangguk mantap.

"Lalu bagaimana dengan Anda, Tuan? Dan Bayangan Merah?" tanya Jax yang sedang menggendong adiknya dengan hati-hati.

"Aku dan Bayangan Merah akan tinggal sedikit lebih lama untuk memastikan jejak kita benar-benar hilang," jelas Aslan dengan nada tenang.

[Sistem: Deteksi pergerakan militer di radius lima ratus meter. Unit Harimau Putih sedang melakukan patroli intensif.]

"Kita tidak punya banyak waktu. Cepat berangkat sekarang," tegas Aslan setelah mendengar peringatan dari sistemnya.

Jax dan Si Tangan Besi segera bergerak menuju kegelapan malam untuk memulai perjalanan panjang menuju wilayah Utara.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan?" tanya Bayangan Merah yang muncul dari balik bayangan pilar gudang.

"Kita akan membakar gudang ini. Sabotase energi yang kulakukan akan terlihat seperti kecelakaan akibat kelalaian penjaga," jawab Aslan dingin.

"Itu ide yang cerdik. Kael akan menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk menginvestigasi bawahannya sendiri," Bayangan Merah tersenyum tipis.

Aslan mendekati panel kontrol utama energi dan mulai melakukan dekripsi mekanis tingkat lanjut.

[Sistem: Proses dekripsi selesai. Memulai kelebihan beban pada batu inti cadangan dalam waktu tiga menit.]

"Ayo pergi. Kita akan melihat pertunjukan kembang api ini dari atap penginapan," ajak Aslan sambil melompat keluar melalui jendela atas.

Beberapa saat kemudian, ledakan besar mengguncang Kota Timur dan menghanguskan seluruh pasokan energi militer Kael di sektor tersebut.

Di tengah kekacauan itu, Aslan berdiri di ketinggian sambil memperhatikan para prajurit Kael yang berlarian dengan panik.

"Satu langkah lagi menuju kejatuhan Kael," bisik Aslan pada dirinya sendiri.

[Sistem: Sinkronisasi saraf meningkat menjadi dua puluh sembilan persen. Fitur baru 'Kamuflase Kehadiran' telah terbuka.]

"Sempurna. Bayangan Merah, mari kita menyusup ke kantor Baron Krow sekarang juga," perintah Aslan dengan visi yang semakin jelas.

"Apakah sekarang saat yang tepat? Kota sedang dalam keadaan siaga tinggi," tanya Bayangan Merah dengan ragu.

"Justru karena itu. Seluruh pasukan penjaga Baron Krow pasti dikirim untuk membantu memadamkan api di gudang militer," jawab Aslan yakin.

Mereka bergerak cepat melompati atap-atap bangunan menuju distrik bangsawan.

Aslan mengaktifkan fitur 'Kamuflase Kehadiran' untuk menyamarkan hawa keberadaan mereka dari para penjaga yang tersisa.

"Kita masuk melalui balkon lantai dua. Itu adalah ruang kerja pribadi sang Baron," bisik Bayangan Merah sambil menunjuk sebuah jendela besar.

Mereka mendarat tanpa suara di balkon kayu yang mewah tersebut.

Aslan segera memeriksa kunci pintu menggunakan kemampuan dekripsi sistemnya.

[Sistem: Mengunci target mekanisme. Dekripsi kunci mekanis tipe tiga berhasil dilakukan.]

Pintu terbuka perlahan tanpa mengeluarkan suara derit sedikit pun.

Di dalam ruangan, Aslan segera mencari dokumen laporan pajak yang asli untuk membandingkannya dengan laporan palsu yang ia buat sebelumnya.

"Cari buku besar dengan segel merah. Itu adalah catatan transaksi gelapnya dengan Kael," perintah Aslan kepada Bayangan Merah.

"Aku menemukannya, Tuan. Ternyata dia menggelapkan lebih banyak dana daripada yang kita duga," ucap Bayangan Merah sambil menunjukkan sebuah buku tebal.

"Bagus. Dengan bukti ini, kita bisa memerasnya atau menghancurkan reputasinya di depan publik Kota Timur," ujar Aslan dengan senyum puas.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar mendekat ke arah pintu ruang kerja.

"Seseorang datang. Bayangan Merah, bersiaplah," bisik Aslan sambil menarik belatinya.

Pintu terbuka dengan sentakan kasar. Baron Krow melangkah masuk dengan wajah pucat karena panik akibat ledakan di kota. la langsung terhenti ketika melihat dua sosok asing berdiri di depan meja kerjanya.

"Siapa kalian? Bagaimana kalian bisa masuk ke sini?" teriak Baron Krow sambil berusaha meraih lonceng pemanggil pelayan.

Bayangan Merah bergerak secepat kilat dan menempelkan ujung belati dingin ke leher sang Baron.

"Jangan bergerak atau suara lonceng itu akan menjadi hal terakhir yang kau dengar," ancam Bayangan Merah dengan suara rendah yang mematikan.

Aslan melangkah maju ke bawah cahaya lampu meja, memperlihatkan wajahnya yang tenang namun penuh intimidasi.

[Sistem: Mengaktifkan fitur 'Tekanan Mental'. Target dalam kondisi sangat tertekan.]

Baron Krow merasakan tubuhnya menjadi berat dan sulit untuk bernapas. Aura yang dipancarkan Aslan membuatnya merasa seperti sedang berdiri di hadapan seorang predator.

"Duduklah, Baron. Kita punya banyak hal untuk dibicarakan mengenai buku besar yang menarik ini," ucap Aslan sambil mengetuk buku bersampul merah itu.

"Darimana kau mendapatkan itu? Itu adalah dokumen pribadi," suara Baron Krow bergetar hebat.

"Dokumen pribadi yang berisi pengkhianatan terhadap distribusi energi kerajaan? Kael tidak akan senang jika tahu kau menyembunyikan sebagian besar keuntungan dari batu inti asli," balas Aslan dengan nada mengejek.

Baron Krow langsung lemas dan terduduk di kursi mahoninya. la tahu rahasia ini bisa merenggut nyawanya jika sampai ke telinga Kael.

"Apa yang kau inginkan dariku? Aku akan memberikan emas jika kau mengembalikan buku itu," tawar Baron Krow dengan putus asa.

"Aku tidak butuh emasmu yang kotor. Aku butuh tanda tanganmu pada surat perintah evakuasi untuk tahanan politik di penjara bawah tanah Kota Timur," perintah Aslan.

"Itu mustahil. Penjaga penjara adalah orang-orang Kael secara langsung," tolak Baron Krow.

Aslan mencondongkan tubuhnya ke depan dan menatap tajam mata sang Baron.

"Pilihannya sederhana. Berikan perintah itu sekarang, atau aku akan mengirimkan buku ini langsung ke markas besar Harimau Putih malam ini juga," ancam Aslan.

Baron Krow menelan ludah dengan susah payah. Dengan tangan yang gemetar, ia mengambil pena dan menuliskan perintah yang diminta Aslan.

[Sistem: Analisis psikologis target menunjukkan kepatuhan total karena rasa takut. Rekrutmen aset tidak langsung berhasil.]

"Bagus. Bayangan Merah, ikat dia. Kita akan pergi setelah Kiko memberikan sinyal aman," kata Aslan sambil mengambil dokumen berharga itu.

Malam itu, Aslan tidak hanya melarikan diri dari Kota Timur, tapi ia juga telah mengamankan kendali atas penguasa wilayah tersebut.

1
anggita
mampir like👍aja Thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!