NovelToon NovelToon
Miss. Rich

Miss. Rich

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintamanis / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Wanita Karir / Romansa
Popularitas:231.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rosee_

"Aku bisa menjadi mommy-mu."

"Apa kau kaya?"

"Tentu saja! Aku sangat kaya dari para orang kaya di negara ini."

"Setuju, Mommy!"

Bukan kisah anak genius, melainkan kisah sederhana penguasa muda yang terlambat jatuh cinta. Melalui perantara manis, keduanya dipertemukan lagi sebagai sosok yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta Lain

Suara hentakan heels milik Oliver menggema di lorong mansion hingga menuju tangga yang langsung mengarah ke ruang tengah. Wanita itu telah siap dengan penampilan kerjanya serta tas tangan yang cukup besar di tangannya. Blazer hitam miliknya tersampir di lengannya.

Liam langsung turun dari sofa dan memeluk kaki jenjangnya.

"Mommy mau pergi?" tanyanya.

"Aku harus bekerja."

"Bagaimana denganku?" Liam memasang wajah sedih. "Mom akan meninggalkanku lagi?"

Tyler menatapnya dari sofa tanpa ekspresi.

"Siapa yang akan meninggalkanmu? Liam tahu kantorku, kan? Liam juga tahu rumah, ku. Kau bisa datang kapan saja." Mengelus pipi bocah itu dengan wajah datarnya.

Liam mengangguk pelan dengan terpaksa. Tidak akan mungkin jika ia menahan Oliver. Selama ini sudah cukup untuknya mengenal karakter Oliver.

"Ollie, bisa bicara sebentar?" Molina sudah berdiri di belakang Liam.

"Sure." Oliver mengikuti Molina ke lorong lain yang cukup jauh dari ayah dan anak itu. Molina kembali memeluknya seperti semalam.

"Thanks, Ollie! Kau mau datang lagi kesini." Ia pikir Oliver tidak akan bersedia datang lagi setelah hubungannya dengan Tyler selesai.

"Maaf, aku tidak pernah berkunjung. Aku yakin kau mengerti kondisiku, Molina." Ia tidak bisa datang meski hanya sekedar tamu.

"Aku mengerti, tapi aku ingin kau tahu jika Tyler tidak pernah kembali pada Caitlin sejak putus denganmu."

Oliver terdiam, menatap dengan sedikit kejutan di matanya.

"Kenapa kau membicarakan ini denganku?"

"Aku berpikir mungkin ada kesalahpahaman di antara kalian," jawab Molina

"Molina ... kau tahu jika hubungan kami tidak seserius itu."

"Aku tahu! Tapi, aku tetap ingin memberitahumu."

"Kami benar-benar selesai pada malam itu," kata Oliver sekali lagi.

"Aku tahu." Lagi-lagi Molina menjawab begitu.

"Kalau begitu apa aku boleh pergi sekarang?"

Tidak masuk akal baginya. Jika Tyler tidak kembali bersama Caitlin, lalu bagaimana bisa ada Liam? Molina terobsesi dengannya sejak dulu, berharap bahwa ia akan selalu bersama Tyler meskipun tahu kenyataan bahwa putranya itu mencintai wanita lain.

"Aku mengetahui berita tentang mereka malam itu, tapi Tyler tidak pernah tidur dengan Caitlin." Molina belum menyerah rupanya.

"Maksudmu— Bagaimana dengan Liam?" Oliver hampir tidak mempercayainya.

"Kau ingat Lohan? Kau pernah melihatnya sekali."

"Pria di pesta itu?"

"Ya! Dia putra pertamaku. Tyler tidak pernah cerita dia punya kakak, kan?" Oliver menggeleng.

"Dia jatuh cinta pada Caitlin." Molina mengambil sebelah tangannya. "Kau tahu ... Caitlin pernah bilang padaku— dia senang Tyler bersamamu," gumam Molina.

Oliver menggeleng pelan dengan senyum sumbang sambil melepas genggaman Molina dari tangannya. Mana mungkin Caitlin berkata begitu. Jelas-jelas, Caitlin memaksanya beberapa kali untuk menjauh dari Tyler. Namun, satu hal yang pasti—

"Jadi, Liam adalah—"

"Tyler mengambil alih hak asuhnya saat Lohan meninggal."

Sekarang ia mengerti. Pantas saja bukan nama Tyler yang ada di akta kelahiran tersebut. Bukan hanya seorang ibu, tetapi Liam juga kehilangan seorang ayah. Itulah yang dilakukan Tyler untuknya, menggantikan sosok ayah yang belum pernah ia rasakan. Perasaannya jadi tak menentu sekarang.

"Ollie ... aku tidak ingin ikut campur mengenai perasaan kalian. Tapi, kuharap kalian bisa memutuskan." Namun, Molina bisa melihat ada ketertarikan satu sama lain di mata mereka yang terhalangi oleh sesuatu. "Jangan jadikan Liam sebagai alasan. Itu tidak akan membuatnya bahagia."

"Kau bicara seolah aku akan bersama Tyler."

"Memangnya tidak? Aku tahu kau sedang memikirkannya. Kau harus menikah dengan Tyler jika ingin menjadi orang tua untuk Liam."

"Aku belum memikirkannya," bantah Oliver. Molina hanya tersenyum.

"Aku benar-benar tidak ingin membebanimu dengan apapun, tapi aku harus memberikan ini."

"Surat?" Oliver tersenyum remeh. Siapa yang memberikan surat di zaman sekarang?

"Kau tinggal membacanya."

Oliver tidak memikirkan apapun lagi dan memasukkannya ke dalam kantong blazernya.

"Aku akan pergi sekarang."

"Sampai jumpa lagi."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Bzaa
😎
yasmin
luar biasa
Endang Sulistia
Thor....bagus banget ceritanya
Endang Sulistia
kocak banget nih pasangan😄😄😄
Endang Sulistia
lucu liat Olie kalo dah selesai marah2....
Endang Sulistia
gemes liat pasangan ini
Endang Sulistia
makin banyak nanti anak yg terserempet mobil si Olie..🤭🤭🤭
Endang Sulistia
gila rame2..
Endang Sulistia
awas kena lempar ..baru tau
Endang Sulistia
kasian Olie...
Endang Sulistia
si Olie garang tapi polos....
Jeng Ining
mungkin Tyler trauma liat Caytlin melahirkan dn meninggal dunia, dia ketakutan akan kehilangan Ollie dg cara sprti itu jg🤔
Endang Sulistia
Luar biasa
Endang Sulistia
Olie mantap..
Endang Sulistia
bagus ceritanya...
Endang Sulistia
beraninya dalam hati kau jer...
Endang Sulistia
pada drama semua ini...
Sri Udaningsih Widjaya
Ceritanya bagus thor
Morince Moren
Biasa
Bengkalis- Eva Okktafia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!