NovelToon NovelToon
Benih Yang Kau Tinggalkan

Benih Yang Kau Tinggalkan

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:66.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fidia K.R

Mengidap Endometriosis, bagai vonis mimpi buruk bagi wanita mana pun hingga terpaksa melakukan operasi dan proses bayi tabung, namun perceraian justru harus terjadi.

Berjuang sebagai orang tua tunggal dengan kehadiran kedua buah hati yang terlahir fraternal, membuat hari-hari Irene tidak terduga hingga pertemuan tak terduga kembali terjadi dengan Hendrik, menyisakan pertanyaan yang tanpa diketahui ada bahaya mengancam di saat kebenaran mulai terungkap.

Di saat pertemuan dan genggaman tangan itu menarikmu, apa kau akan berbalik untuk bersama atau justru meninggalkan kembali?

Ikuti kisah Irene & Hendrik selanjutnya, tak lupa Xander & Xavia yang menggemaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fidia K.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persimpangan 1

“Mommy, Mommy, mobil Paman jauh lebih bagus dari pada mobil paman Luke,” ucap Xavia langsung melompat kegirangan di atas kursi, menikmati layar berukuran sedang yang menampilkan tayangan video anak.

“Wooahhh ... Paman, ini game yang waktu itu diberi Paman Bass, boleh kumainkan?” tanya Xavier begitu antusias saat melihat konsol game PS 5 milik Hendrik yang sengaja ditinggalkan.

“Xander ... Xavia ... ingat pesan Mommy? Ja—”

“Kalian sedang libur sekolah kan? Jadi gunakan waktu kalian dengan baik, oke? Tapi, ... Paman minta dengarkan Mommy kalian tanpa harus melawan perkataannya,” ucap Hendrik saat menggenggam tangan Irene seraya memintanya untuk berhenti berbicara sejenak.

“BAIK PAMANNN ...,” ucap serentak kedua kembar dengan begitu keras karena merasa senang.

Tak sadar akan tangan Hendrik yang sejak tadi menggenggamnya, Irene tak pun tak dapat menyembunyikan perasaan hatinya yang begitu berterima kasih pada Hendrik saat ini hingga sengaja menyiapkan fasilitas mewah untuk mereka berlibur.

BAV mobil kabin minibus asal Jerman keluaran Mercedes Benz Sprinter, sengaja Hendrik pilih untuk menciptakan perjalanan mewah di mana konsep untuk bisnis eksekutif dan mobilitas keluarga bisa Hendrik nikmati dengan Irene dan kedua kembar yang juga merasa nyaman.

Xander dan Xavia begitu sangat menyukai kabin belakang dengan saling melompat pada empat bangku eletrik dengan sandaran tangan dan kaki yang bahkan memiliki fitur pijat. Selain itu, mereka bisa menikmati berbagai hiburan dari Smart TV dan tablet android di bagian belakang bangku.

“Bagaimana keadaan nenek Emma dan Collie? Jauh lebih baik? Maaf aku belum sempat menjenguk kembali,” ucap Hendrik dengan nada pelan bagai berbisik.

“Jauh lebih baik dengan fasilitas yang kau berikan, terima kasih banyak,” balas Irene sedikit tersenyum merasa berat atas atas semua hal yang Hendrik berikan padanya.

Menyadari expresi Irene yang menunduk dengan menggigit bibir bawahnya, Hendrik yang sudah mengenalnya pun tahu bahwa jika saat Irene melakukan itu, pertanda saat ini ia merasa gugup atau tidak nyaman terhadap sesuatu di sekitarnya.

“Aku tahu kau pasti terkejut seolah aku menculik kalian untuk pergi berlibur. Aku akan menghubungi Luke untuk menjelaskan padanya,” ucap Hendrik saat melepas genggaman tangannya.

“Aku ... sebenarnya datang ke hotel hari ini untuk memberitahu Luke kalau aku berniat membawa Xander dan Xavia ke hotel lain untuk mengisi liburan mereka. Aku mencoba menghubunginya beberapa kali tapi ia tidak menjawab panggilanku,” jelas Irene.

“Aku tahu karena dia sibuk berbicara dengan Bastian, memintaku untuk mengulurkan niat membatalkan kontrak kerja dengan PT. Loic tempatmu bekerja,” balas Hendrik dengan santai.

“Aa-apa?! Kau bilang apa? Ke-kenapa kau berniat memba—”

“Karena aku menyukai desain bangunanmu dan tidak ada yang bisa membuatnya. Tidak berlebihan namun terkesan kuat, tidak begitu sederhana juga banyak ruang gerak. Saat kau mengirimkan hasil desainmu ke perusahaanku, kau tidak mencantumkan namamu. Jadi, aku benar-benar memilih desain yang menurutku sempurna, tanpa tahu itu kau yang membuatnya.”

Perkataan Hendrik membuat Irene terdiam sejenak, tak kala hatinya berniat untuk menjaga jarak kembali dengan membangun tembok tinggi. Namun memuaskan selera Hendrik yang diatas rata-rata, membuat arsitek yang bekerja di perusahaan gugur satu per satu hingga Luke sebagai CEO pun meminta Irene untuk tetap menjadi arsitek dalam proyek ini.

Terlepas dari ikatan pekerjaan, Irene kembali menitikkan perhatiannya pada kejadian hari ini yang dianggap sebagai tolak ukur Irene, menganggap Hendrik bertindak berlebihan bahkan bisa menimbulkan persepsi lain akan kesalahpahaman bagi siapa pun yang melihatnya.

Bukan hanya pada bidang ekonomi, PT. Etheral yang merambah dunia sosial bahkan politik di mana produk mereka dipasarkan dengan sangat baik. Siapa yang tidak mengenal CEO muda yang tampan, melajang sejak lama dengan berita yang simpang siur terdengar tak masuk akal.

“Kau bisa menurunkan kami di hotel yang sudah kupesan sebelumnya ... hanya tinggal berbelok 2 tikungan lagi di depan,” ucap Irene tanpa berbasa-basi.

“Kebetulan aku besok kosong karena Bastian sudah mengurus pekerjaan dengan sangat baik. Jadi, aku juga berniat pergi berlibur,” ucap Hendrik seraya menatap sinis pada Bastian yang kala ini mencuri pandang dari kaca spion dengan mata yang menyempit.

“Ka-kalau begitu selamat berlibur ... sungguh, kau tidak perlu repot-repot mengan—”

“Baseline resort, aku akan ke sana. Kau?” tanya Hendrik berpura-pura tidak tahu.

“Ba-bagaimana bisa kita memesan tempat yang sa—”

“Bagus sekali, berarti kita satu arah bukan? Hey, tuan putri bagaimana kau suka animasi ini? Wahai ksatria raja Xander, apa kursi pijat itu membuatmu nyaman?” Hendrik mencoba menghindari berbicara dengan Irene dengan berpindah tempat duduk ke kursi belakang, bercanda tawa bersama Xander dan Xavia.

Sungguh tidak mungkin! Bagaimana bisa berakhir seperti ini?! Gumam Irene dalam hati seraya memerantakkan rambut mencoba menahan teriakan hatinya. Terdengar suara tawa Bastian berujung tatapannya yang tersimpul dan tertunduk pada Irene yang terlihat bagai naga bertaring begitu menyeramkan.

***

-Baseline Resort-

“Maaf, bisa ulangi yang anda katakan barusan?” tanya Irene pada petugas resepsionis.

“Tipe kamar yang anda pesan sudah penuh Miss Irene ... seharusnya anda langsung melakukan pembayaran saat melakukan reservasi,” balas resepsionis itu kembali yang ternyata sudah berniat bekerja sama dengan Hendrik.

“Tapi aku sudah bayar, ini buktinya! Mungkin ada masalah pada jaringan? Bisa kau cek ulang kembali?” pinta Irene sembari memperlihatkan bukti pembayaran online dari balik handphonenya.

“Miss Irene, anda reservasi kamar 2 bulan sebelumnya dan sepertinya anda tidak membaca pengumuman baru di hotel kami, bahwa harus melakukan reservasi ulang mendekati hari menginap anda, terlebih kamar saat ini sudah penuh karena ini musim liburan ....”

Penjelasan terakhir petugas resepsionis membuat Irene bagai hilang akal saat menatap Xander dan Xavia yang begitu terlihat bahagia akan menghabiskan waktu liburan mereka berada di dekat pantai. Dengan jarak tempuh yang jauh, sungguh tidak mungkin bagi Irene untuk mencari penginapan yang baru untuk mereka reservasi saat ini juga.

“Kenapa kalian masih di sini?” tanya Hendrik tiba-tiba datang dengan kembali berpura-pura polos, terlihat sudah berganti pakaian layaknya pria lajang yang sedang pergi berlibur.

“Paman, kamar yang kami pesan dibatalkan,” balas Xavia dengan wajah penuh kecewa bersama Xander yang memuncungkan bibir mungilnya memeluk boneka beruang kesayangannya.

Hendrik kembali berpura-pura terkejut saat menatap Irene yang terlihat kebingungan merasa kecewa karena merusak waktu liburan kedua buah hatinya. Merasa puas dalam hati, Hendrik menahan tawanya seraya memberikan sebuah kunci ruangan pada Irene.

Tidak mengatakan apa pun, Hendrik pergi begitu saja melewati Irene yang saat ini tengah tercengang pada sebuah kartu kamar yang diberikan Hendrik bertulis covent garden. Sebuah cottage berfasilitas president suite khusus untuk keluarga yang harga mencapai ratusan dollar untuk sekali menginap.

“Mommy, Mommy, sudah dapat kuncinya? HOREEE ... KITA JADI LIBURAN DI SINI MOMMY?? YEAAAA!” teriak Xander begitu bahagia dengan Xavia yang ikut melompat kegirangan.

Tidak sanggup untuk mengatakan atau melakukan apa pun lagi, kali ini Irene terpaksa kembali menerima niat baik Hendrik padanya meski Irene begitu tidak menyukai ide ini. Bersama kedua kembar, Irene pun akhirnya sampai di sebuah cottage mewah yang indah.

Bukan hanya pemandangan pantai yang indah, namun cottage ini lengkap dengan fasilitas bermain yang bisa membuat kedua kembar kehilangan tenaga karena kelelahan bermain. Dekorasi kamar yang imut tertema kayu berhias tanaman hijau dan bunga disekelilingnya, membuat Irene terbawa suasana hingga tanpa sadar tertawa bersama layaknya anak kecil bersama kedua buah hatinya.

“Baiklah, aku tinggalkan kalian ... selamat berlibur,” ucap Bastian sembari menepuk pundak Hendrik, berjalan berlalu pergi tidak ingin dianggap sebagai benalu.

“Giselle juga berlibur di dekat sini, lihat postingan media sosialnya,” balas Hendrik mencoba memberikan kabar pada Bastian yang sejak tadi sibuk mengurus keperluan sandiwara Hendrik.

“Aku juga sudah memesan sebuah kamar di hotel tempat Giselle menginap, gunakan waktu kalian dengan baik. Aku memberimu cuti 2 hari,” Hendrik tersenyum kecil pada Bastian yang terkejut.

“Su-sungguh? Cu-cuti? 2 hari? Kau! Jangan sampai menarik kata-katamu ini! Aku pergi sekarang!” balas Bastian langsung berlari pergi, membuat Hendrik tertawa melihat reaksinya.

Hendrik kembali menitikkan perhatiannya pada Irene dan kedua kembar dari kejauhan yang terlihat begitu bahagia berlarian di bibir pantai, bermain air dan tertawa lepas. Sungguh jika ia dapat berkata, betapa merindunya diri menantikan moment tawa Irene yang sudah buram tersapu kenangan masa lalu yang kelam.

Membiarkan mereka menikmati waktu bersama, Hendrik terduduk pada sebuah bangku taman seraya memperhatikan Irene dan kedua kembar dari jauh, menjaga mereka jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Memesan minuman dingin, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama dengan datangnya kehadiran sosok pria tak di undang di tengah-tengah mereka.

“Hey Irene, ternyata kau di sini,” ucap Luke berbisik, tiba-tiba datang memeluk Irene dari belakang.

Terkejut pada sosok seorang pri yang tiba-tiba memeluknya, Irene tanpa sadar menginjak kaki Luke hingga pelukannya terlepas dan Irene pun langsung menjaga jarak.

“LUKE?? Apa yang kau lakukan?! Kau tidak lihat ada Xander dan Xavia?!” Irene begitu terkejut dengan langsung mendorong dan memukul dada Luke penuh kesal.

“Bukankah kita berniat berlibur bersama? Kenapa? Kau berubah pikiran?” tanya Luke yang kini terlihat begitu menyeramkan, dengan Xander dan Xavia yang terlihat ketakutan berlindung di belakang Irene.

“Dengar kau salah paham, aku menolak ajakanmu, sungguh! Dari kemarin aku mencoba menghubungimu, tapi kau sama sekali tidak mem— AAAKKHH!” teriak Irene saat Luke tiba-tiba menarik tangan Irene dengan begitu kasar.

“MOMMY!!” teriak Xander dengan penuh kesal dan khawatir.

“Lepaskan dia! Kau tidak lihat dia kesakitan? Lepaskan dia, Luke!” kedatangan Hendrik pun langsung mencengkram kuat tangan Luke yang saat ini menggenggam tangan Irene hingga membuatnya kesakitan.

“Kenapa? Apa yang akan kau lakukan? Irene adalah kekasihku! Jadi lebih baik kau pergi dari sini,” peringatan yang diberikan Luke begitu lantang.

“LEPASKAN IRENE!” Hendrik menarik kasar tangan Luke hingga akhirnya terlepas. Irene pun langsung memeluk Xander dan Xavia, membawa mereka berlindung di belakang Hendrik.

Sebuah tantangan kesanggupan diri pun diterima sudah. Pernyataan akan melawan balik mulai terlihat di saat Hendrik sejak tadi mencengkram tangan Luke tanpa berniat melepaskannya. Bagai berada di tungku perapian, api seperti apa yang akan kau mainkan untuk membuatnya terbakar?

1
Katherina Ajawaila
William di mana, sm Mia 😆
Katherina Ajawaila
Iren terlalu anggap semua masalah bsa di selesaikan mertua udh tangan msh belagu dasar, keras kepala, rendah hati kalau ma sukse
Katherina Ajawaila
Iren gayanya ngeselin. juga kaya perek mau aja di buat bulan2 an, udh Terima suami lagi, msh aja gengsi mertua minta maaf msh keras tapi sm luke jawab nya spt jablai , colin saudara laki2 sprt banci. kel edan
Katherina Ajawaila
siap2 aja Anna, sarah , Jk Terima karma mu🤓
Katherina Ajawaila
Iren gemesin, hendrick. lemot, di luar netizen pada ngibah, bikin gemes, anak dia jadi korban. 🥸
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
Iren aneh aja senang di dlm lingkaran setan, udh jelas kehidupan di salah guna in org bukan nya cerita biar hendrick tau😎
Katherina Ajawaila
makin tegang aja, semoga ketangkap Jk bersama luke dan Anne
Katherina Ajawaila
Hendrick, gercep donk kalau tdk mau kehilangan anak2 mu, iren juga ngulur2 waktu utk blbg identitas si kembar. outhour plases, yg baca jd snewen🥸
Katherina Ajawaila
mis komunikasi Iren, cerita biarHendrick tau selesai deh masalahnya, biar Anna Terima akibatnya
Katherina Ajawaila
gercep lah hendrick itu Anna dan antek2 nya JK😡
Katherina Ajawaila
pasti itu ulah Nya Anna, yg sering neror kel Iren 🥸
Katherina Ajawaila
hendrick kenapa mgk jebak Tantemu, Anna dan cecukuk nya JK,
Katherina Ajawaila
itu ulah ana yg ingin anaknya sarah menjadi istri hendrick 😁
Katherina Ajawaila
kenapa hendrick bisa menceraikan Irene thour, kelihatannya hendrick ngk merasa berbuat menceraikan, jadi penasaran 🥸
Katherina Ajawaila
awal cerita yg menarik, kasihan! irene, punya tante matre 😖
Surati
bagus
Ririn Nursisminingsih
kesalahpahaman yg dibuat oleh seseorang ane karena harta dan tahta
Fidia K.R ✨: /Grimace/ harta dunia memang menyesakkan..
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
duh semoga Irena anak2nya aman
Fidia K.R ✨: Gereget emang ka /Right Bah!/
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
Cerita yang menarik
Fidia K.R ✨: Terima kasih bnyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!