Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Naksir
"Kita akan menghadapi semuanya bersama, kita saling mencintai dan itu cukup" Kevin berusaha menyakinkan sang kekasih, ia tahu kekhawatiran yang wanita itu rasakan
Alanna mengangguk "Aku percaya sama kamu"
"Besok kamu libur aja! Biar bisa istirahat"
"Tapi gimana kalau aku dipecat?" Tanya Alanna dengan polosnya
"Kamu itu kekasihnya CEO Argantara group, dinikmati dong privilege nya"
"Aku nggak enak sama karyawan lain, gimana kalau mereka nanya-nanya?"
"Bilang aja kamu sakit!"
"Aku bohong dong?"
"Kamu nggak bohong, emang sakit kan?" Kevin menatap sang kekasih lalu tersenyum mengejek membuat wanita itu tersipu
"Secepatnya aku akan bawa kamu untuk bertemu Papa dan Mama ku" Ujar Kevin dan Alanna mengangguk
Ia telah menyerahkan semuanya pada pria yang ia cintai. Membiarkan pria itu meyakinkan keluarganya lalu hari bahagia itu akan datang
Alanna dapat membayangkan bagaimana hidupnya bersama pria yang sangat ia cintai. Kebahagiaan yang selama ini ia impikan akan datang sebentar lagi
***
Sudah cukup libur dua harinya, hari ini Alanna memutuskan untuk mulai bekerja walaupun kekasihnya telah melarang
"Kamu nggak bisa yaa seenaknya saja libur-libur seperti itu, kamu itu baru di perusahaan ini, Alanna!"
Omelan Amel hanya bisa didengar oleh Alanna tanpa bisa membalas. Ini semua karena Kevin yang mengatakan untuk mengambil cuti
Pria itu tak tahu saja bagaimana Omelan dari senior seperti ini, sungguh menyebalkan
"Maaf mbak, kemarin saya emang sakit!" Ujar Alanna, sesuai perintah kekasihnya
"Alah, alasan aja kamu! Kalau kamu udah nggak mau kerja yaa bilang! Kamu bisa keluar dari perusahaan ini"
Alanna mendengar saja, memilih untuk diam dan membiarkan senior nya ini bicara "Maaf mbak"
Alanna mengetuk pintu ruang CEO, terdengar sahutan lalu ia masuk. Ternyata Kevin tidak sendiri melainkan bersama seorang pria
"Maaf tuan, saya bawakan kopi"
"Letakkan disini!" Alanna mengangguk, mendekat dan meletakkan dua gelas kopi diatas meja
"Terima kasih!" Pria yang berada disampingnya ini tersenyum, Alanna membalas dan ternyata terlihat oleh kekasihnya yang duduk didepan
"Saya permisi tuan" Wanita cantik itu menunduk hormat, saat hendak melangkah, tiba-tiba saja seseorang memanggilnya
"Nama kamu siapa?" Tanya pria tampan itu
"Saya Alanna tuan" Alanna masih berusaha bersikap sopan, namun wajah kekasihnya sudah sangat menggangu "Maaf, saya harus kembali bekerja"
Alanna berlalu, pria yang merupakan sahabat Kevin itu tersenyum, senyum itu justru membuat kekasih Alanna kesal
"Dia cantik, office girl baru yaa?"
"Hmm"
"Gue suka dia!"
Ucapan itu membuat Kevin terkejut, didepannya seorang pria mengungkapkan ketertarikannya pada kekasihnya
"Denger Gerry, dia pekerja disini! Jadi Lo jangan ganguin" Kevin memberi peringatan. Namun Gerry bukan pria yang mudah menyerah
"Gue udah jatuh cinta pada pandangan pertama, jadi gue bakal deketin Alanna!" Ujarnya "Ahh kenapa gue baru ketemu dia sekarang sih"
Melihat sang sahabat yang senyum-senyum sendiri membuat Kevin semakin kesal. Bagaimana caranya untuk memberi tahu jika Alanna adalah kekasihnya
"Mending lo balik sana! Gue sibuk!"
"Kok lo ngusir gue? Kita baru ketemu Vin, emangnya Lo nggak kangen sama gue?" Gerry bingung melihat sahabatnya yang tiba-tiba saja badmood persis seperti wanita yang kedatangan tamu bulanan
"Udah sana! Mending lo ke restoran! Udah lama kan nggak cek cabang yang disini!"
Ya, Kevin benar juga. Ia baru tiba beberapa jam lalu dan langsung menemui sahabatnya ini
"Oke!" Gerry pasrah, bangun dari duduknya dan berlalu meninggalkan ruangan CEO
Gerry hendak meninggalkan perusahaan tersebut, namun pandangannya tertuju pada seorang wanita yang sepertinya baru selesai membawa pesanan karyawan
"Alanna!" Yang dipanggil menoleh, Alanna memaksakan senyum diwajahnya "Kamu sibuk?"
"Iya tuan, tuan sudah ingin pergi?"
Gerry tersenyum, mengulurkan tangan dan Alanna menyambutnya. Takut nanti disebut sombong terlebih pria dihadapannya ini adalah sahabat dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja
"Aku Gerry"
"Alanna" Alanna hendak menarik tangannya, namun Gerry menahan
Tak jauh dari sana, seorang pria mengepal. Rasa cemburu memenuhi hatinya melihat sang kekasih disentuh oleh pria lain walaupun hanya sekedar bersalaman
"Alanna"
Wanita cantik itu menoleh, dengan cepat menarik kembali tangannya yang masih digenggam oleh Gerry
"Keruangan saya sekarang!"
"Baik tuan" Alanna menelan ludah, kekasihnya itu pasti tengah kesal saat ini "Saya permisi tuan Gerry"
"Ya" Gerry tersenyum, pandangannya tak lepas dari wanita cantik itu hingga Alanna hilang dibalik pintu ruangan Kevin
Begitu masuk, pintu ruangan itu ditutup bahkan dikunci. Wajah tampan itu kini tak enak dipandang
"Ada apa?" Tanya Alanna
"Ada apa?" Kevin malah balik bertanya "Aku cemburu"
"Kamu berlebihan, tuan Gerry hanya menyapa"
"Udah tau kamu namanya Gerry?" Kevin jika cemburu malah terlihat seperti remaja yang baru pertama jatuh cinta
"Tadi kenalan"
Kevin mendekat, memeluk pinggang sang kekasih lalu menyandarkan kepalanya di bahu wanita itu
"Aku gak suka kamu deket-deket sama cowok lain!" Keluhnya membuat Alanna tak tahan untuk tersenyum
"Dia temen kamu kan? Aku gak enak kalau bersikap cuek, apalagi ini dikantor!" Ujar Alanna
Kevin mengangkat wajahnya, menatap manik indah berwarna hitam itu lalu melabuhkan satu kecupan dibibir
Tubuh Alanna melayang, Kevin membuatnya duduk diatas meja kerja bersama beberapa berkas yang meminta tanda tangan
Alanna menutup mulut kekasihnya dengan telapak tangan "Ini dikantor!"
Kevin tak menjawab, ia turunkan tangan lembut itu lalu mengecupnya. Wajahnya mendekat hingga dua belah bibir itu bertemu
Tok
Tok
Alanna mendorong kekasihnya membuat Kevin merasa kehilangan. Wajah cantik itu seketika panik, bagaimana jika orang kantor melihatnya bersama CEO
"Ada orang!"
"Kamu bisa pergi Evan! Saya sedang tidak ingin diganggu!" Teriak Kevin
Tak ada sahutan dari luar, ia yakin asisten pribadinya itu telah pergi "Sudah"
"Aku mau balik kerja!" Alanna hendak turun namun Kevin berhasil mencegahnya
Keduanya kembali larut dalam ciuman mesra itu, baik Kevin dan Alanna sama-sama menikmatinya, seolah dunia ini hanya milik mereka berdua
***
Kevin benar-benar kesal, entah kenapa Gerry jadi tertarik untuk datang kekantor. Bahkan hampir setiap hari pria ini datang
Yang membuat lebih kesal adalah Gerry datang dengan segala hadiahnya yang jelas untuk Alanna
Kemarin seikat bunga mawar, lalu coklat dan sekarang sebuah boneka beruang besar berwarna merah muda
"Alanna!" Panggil Gerry
"Tuan Gerry?"
"Ini untuk kamu" Alanna melihat boneka beruang itu, apa menurut Gerry dia anak kecil hingga diberikan boneka, tapi boneka ini sangat manis
"Tapi tuan, saya sedang bekerja" Alanna ingin menolak, kemarin Kevin sudah kesal karena seikat bunga dan coklat
Gerry yang kerasa kepala, memaksa wanita cantik itu memeluk boneka beruang besar itu, bahkan Alanna tertutupi oleh boneka berwarna merah muda itu