NovelToon NovelToon
Cinta Ribuan Duri

Cinta Ribuan Duri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / CEO
Popularitas:455
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“Alasan untuk mencintaimu hanyalah soal sosial.”

Kalimat itu menghantam hatiku seperti ribuan duri. Aku terdiam, seakan waktu menarikku kembali ke masa lalu.Andai saja saat itu aku tidak menuruti egonya.
Andai saja aku lebih berani mengikuti kata hatiku… untuk menolak perjodohan itu. Mungkin sekarang, hatiku tidak akan dipenuhi luka.

— Cinta Ribuan Duri —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Berharap bahagia!

Mobil terhenti di salah satu rumah mewah, Ardila menatap Veni yang tersenyum sembari mengelus kepala Resa yang menyandar di lengan Ardila. Ketegangan merayap begitu saja, " Ayo, sayang kita sudah sampai! " Veni membantu Resa bangun anak kecil itu tersenyum. " Ayo, ma!.. Kila main! " Ia mengambil tangan Ardila dengan semangat,

Reksa sudah turun terlebih dahulu, Veni menatap Ardila lalu tersenyum " Ayo sayang, kita turun! " Ajaknya tangannya. Membuka pintu mobil lalu di susul oleh Resa dan Ardila yang turun dari mobil.

Ardila terpaku, oleh keindahan rumah tersebut rumah yang lebih mewah dari milik— sang suami rumah yang meninggal kan kenangan antaranya dan Areksa. " Mama! " Panggilan kecil itu membuyarkan lamunan Ardila, Tangan kecil Resa menggengam Tangan Ardila.

" Ayo, ma.. Banyal yang lesa. Mau main sama mama! " Kata bocah berusia, satu tahun dengan Suara belepotan nya Ardila tersenyum.

" Ayo, Ardila masuk!.. Anggap rumah sendiri seperti dulu! " Bu Veni tersenyum ramah membuat Ardila. Merasa nyaman di perlakukan seperti itu, " Makasih tante "

" Sama-sama, Resa sangat senang sama kamu tante jadi senang! " Sahutnya sembari melangkah ke ruang tengah.

Areksa sudah duduk di sana. Menatap wajah Ardila dengan tatapan tajam dan dingin, seolah menusuk pertahanan ardila. " Duduk! " Veni mempersilakan Ardila duduk. Ardila duduk di Sofa tersebut Bu Veni melangkah ke dapur meninggalkan dua orang yang mempunyai masalah di Masalalu mereka itu berdua,

Resa, ya dia ke kamar untuk mengambil mainan nya dengan susternya. Ardila meneguk Silvianya ia merasaa ponselnya bergetar ia segera membuka aplikasi, pesan ekspresi nya langsung berubah.

" Bajingan! " Umpat nya

Areksa menoleh, ke Ardila " Kamu, mengumpatku? " Tanya Areksa membuat Ardila menggeleng cepat.

" Kamu salah, paham mana ada aku.. Berbicara seperti itu! "

Areksa menatap Ardila dengan tatapan tajam, menelisik setiap raut wajah gadis itu. " Areksa, jangan natap Ardila kaya gitu. Dia Istri orang! " Suara Bu Veni memecahkan keheningan di ruangan tersebut ia menaruh, jus dan camilan di meja " Silakan di makan sayang! "

" Makasih tante! "

" Sama-sama, " Wanita itu, duduk berhadapan dengan Ardila " Ngomong-ngomong, udah berapa lama kamu menikah sama lelaki itu?. Siapa namanya? " Tanya Bu Veni sedikit penasaran

" Baru lima hari tante! " Sahut sedikit sendu, Raut wajahnya tidak menggambarkan kebahagiaan. " Wow, pengantin baru dong!. Kok ngga honeymoon? " Bu Veni tersenyum tetiba senyum nya patah kala melihat wajah Ardila yang begitu tidak tertarik, Dengan pembicaraan tersebut

" Dia baik kan sama kamu sayang? " Tanya Bu Veni Ardila tersenyum pahit, bagaikan memakan pil pahit — tidak pernah ada yang menanyakan seperti itu selain bu Veni setelah ia menikah kedua orangtuanya bagaikan, tidak mempedulikan nya seolah ia bahagia saja.

" Baik Tan! " Areksa menelisik wajah tersebut, ia ragu percaya dengan senyum Ardila begitu pun bu Veni yang yakin. Ardila sedang menyembunyikan sesuatu " Namanya, juga perjodohan.. Ngga ada yang enak sayang!. Tante tahu kamu kuat kok! " Dengan lembuat bu Veni menepuk bahu Ardila

" Mama! " Panggil Resa yang datang dengan satu mobil-mobilan. Di tangannya ia duduk di pangkuan Ardila membuat Veni tersenyum hangat

" Resa, duduknya yang sopan! " Tegur Areksa

Namun, peringatan itu bagaikan angin segar saja baginya. Anak kecil itu tersenyum ke ardila lalu berkata

" Mama, kita main. Obil-obilan tuk! " Ia mengangkat mobil-mobilan nya ke arah Dila membuat, Ardila menoleh ke Areksa yang wajahnya Terlihat dingin

" Resa, sama omah dulu papa mau bicara sama tante Dila! " Kata Areksa lalu bangkit ia menoleh sejenak ke Dila " Kita ke taman! "

" Ayo sayang, sama omah! " Veni langsung mengambil Resa dari Dila yang bangkit.

Keduanya berjalan ke taman belakang rumah, tidak ada percakapan di antara mereka. Hingga keduanya sampai di Taman, Areksa menatap lurus ke Arah Tanaman yang tertanam di Taman tersebut. " Berhenti dekat-dekat dengan Resa!, " Suara Areksa menyapa dengan dingin, membuat Ardila mengigit bibir dalamnya. " Tapi, aku sayang sama Resa "

" Kamu, hanya mengasihnya harapan palsu! "

" Tap—"

𝗗𝗿𝗿𝗿𝘁!

Areksa menoleh ke Ardila, yang langsung mengambil ponselnya yang bergetar itu Ardila menghela napas panjang. " 𝗞𝗮𝗺𝘂 𝗱𝗶 𝗺𝗮𝗻𝗮?," Suara agresif Rafa terdengar " 𝗔𝗸𝘂, 𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝘁𝗲𝗺𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂" Sahutnya bergetar bibirnya

" 𝗞𝗮𝗺𝘂 𝗸𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝘀𝗶𝗵 𝗵𝗼𝗯𝗶𝗻𝘆𝗮, 𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗵𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂 𝗸𝗮𝘆𝗮 𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗮𝗻 𝗮𝗷𝗮!. 𝗞𝗮𝗺𝘂 𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗸𝗮𝗻? " Cecar Rafa membuat Ardila menggela napas panjang, " 𝗞𝗮𝗺𝘂 , 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂 𝘀𝗶𝗯𝘂𝗸!. 𝗔𝗸𝘂 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗱𝗶 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗱𝗶𝗮𝗺𝗸𝗮𝗻 𝗹𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂 𝗰𝘂𝗺𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗴𝗶 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿! " Sahut Ardila meradang

" 𝗞𝗮𝗺𝘂, 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗶 𝗺𝗲𝗹𝗮𝘄𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗮𝗸𝘂?.. 𝗞𝗮𝗺𝘂 𝗶𝘁𝘂 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗹𝗶𝗺𝗮 𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗮𝗸𝘂! " Ardila terdiam tanpa ia sadar tadi ia melawan 𝗥𝗮𝗳𝗮

" 𝗔𝗸𝘂 𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗺𝗮𝗮𝗳, 𝘀𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗹𝗲𝘀𝗮𝗶 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗶𝗻𝗶 𝗮𝗸𝘂 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻𝗴! "

" 𝗬𝗮 𝘂𝗱𝗮𝗵! "

Areksa berdecak sebal ia sempat, mendengar pembicaraan Dila dengan Suaminya. " Kamu bahagia sama orang seperti dia? " Tanya Areksa Dila termangu sebentar " Bahagia sangat! " Areksa melihat wajah Ardila yang seperti terpaksa. Ia menganggukkan kepalanya

" Aku harap, kamu bahagia dengannya! "

" Terimakasih, aku harap kamu bahagia dengan Resa dan Mamanya Resa! " Areksa mengigit bibir dalamnya, hatinya berdenyut nyeri kala mendengarnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!