NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku menjadi tawanan?

"Saya akan membawanya ke penjara, jenderal." ucap Fu Tian yang mendekat.

Feng Shiyan menoleh menatap komandannya itu. "Siapa yang menyuruhmu untuk membawanya ke penjara?" tanya Feng Shiyan dengan sorot mata tajam yang membuat Fu Tian langsung menghentikan langkahnya. tangannya yang hendak menyentuh tubuh Yu-nian langsung terhenti.

"Lalu, kita akan membawanya kemana, Jenderal?" tanya Ren Fen.

"Jangan banyak bertanya, kalian lakukan apa yang Aku perintahkan tadi." jawab Feng Shiyan yang kemudian menggendong Yu-nian.

Sedangkan Yi-bao yang melihat itu dia nampak khawatir jika Yu-nian akan mendapatkan hukuman ataupun dia akan mendapatkan kekerasan yang menyakitkan. "Tuan jenderal, mau dibawa ke mana saudariku?" tanya Yi-bao.

"Kalau kamu mau ikut, ikut saja. Kalau kamu tidak mau ikut pulanglah ke rumahmu." jawabnya Feng Shiyan kemudian menggendong Yu-nian dan membawanya naik kuda. pria itu terlihat menatap ke arah lurus tanpa menoleh, padahal kedua matanya melirik sekilas ke wajah Yu-nian yang sudah tidak sadarkan diri.

Semilir angin menerpa rambut Yu-nian, wajah cantik dan imut mirip gadis berusia belia. Kedua mata Feng Shiyan tak henti menatap wajah Yu-nian. Seorang pria yang mempunyai julukan jenderal iblis itu nampak sedikit tersipu. Tiba-tiba jantungnya berdebar begitu kencang, terasa ada irama musik di hatinya.

Setelah perjalanan jauh dari desa Chi ke desa Nan, Feng Shiyan turun dari kudanya. Salah seorang pelayan nampak terlihat keluar dari kediaman, dia bersiap untuk membawa kuda sang Jenderal masuk ke kandang, namun tatapan matanya langsung tertuju kepada sosok gadis yang berada di gendongan majikannya itu.

"Cepat bawa kudaku ke kandangnya, beri makan dan bersihkan." perintah Feng Shiyan

Pelayan itu seolah tidak mendengar, Dia terpaku, kedua matanya menatap gadis yang berada di gendongan majikannya.

"Kenapa kamu diam saja, Cepat bawa kudaku ke kandangnya." kata Feng Shiyan kembali.

Perkataan itu membuat pelayan pria itu tersadar dari lamunannya, segera dia membawa kuda kesayangan Feng Shiyan kembali ke kandangnya. "Apa kedua mataku ini tidak salah lihat? Jenderal membawa pulang seorang gadis?" pelayan pria itu bukan hanya terkejut dan bingung. seolah dia tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.

Yi-bao dengan setia masih berada di belakang Feng Shiyan. Dia terlihat mengikuti pria itu masuk ke dalam kediamannya. "Tuan, apa yang akan Tuan lakukan pada saudariku?" tanya Yi-bao yang semakin panik.

"Kamu kembalilah ke rumahmu, saudarimu akan berada di kediamanku sampai permasalahan ini selesai. Kamu jangan khawatir, dia akan baik-baik saja." jawab Feng Shiyan.

Tentu saja Yi-bao tidak akan mau mendengar perkataan Feng Shiyan, dia masih mengikuti Feng Shiyan yang masuk ke dalam kediamannya.

"Sebentar lagi akan malam, kamu menginap di sini besok pagi kembalilah ke tempatmu." kata Feng Shiyan.

Beberapa pelayan wanita yang ada di rumah Feng Shiyan, mereka sama seperti pelayan pria, aktivitas yang mereka lakukan langsung terhenti. Sang jendral iblis yang terkenal kejam itu tiba-tiba membawa pulang seorang gadis. Gadis berparas cantik dengan kulit selembut sutra, bibir berwarna merah dan rambut panjang hitam kelam.

"Persiapkan kamar mendiang yang nyonya besar." perintah Feng Shiyan.

"Kamar mandi yang nyonya besar, tuan?" tanya salah satu pelayan yang nampak kebingungan.

"Cepat persiapkan kamar itu." jawab Feng Shiyan yang kemudian membawa Yu-nian ke kamarnya. Sebelum itu Feng Shiyan meminta salah satu pelayan untuk membawa baskom berisi air juga sapu tangan.

Yu-nian yang masih terlelap itu dia masih belum menyadari di mana tempat keberadaannya. Kedua matanya masih tertutup, dia masih tenggelam dalam mimpinya yang mungkin itu indah atau tidak. di luar kamar Feng Shiyan, para pelayan yang ada di kediaman Jenderal nampak mereka membicarakan mengenai gadis yang dibawa oleh Jenderal besar kerajaan Tangyu.

"Siapa gadis yang dibawa oleh jenderal?" tanya pelayan setengah baya. dia nampak terkejut ketika melihat Feng Shiyan kembali dari tugasnya dengan membawa pulang seorang gadis. Kejadian yang sangat aneh dan baru terjadi hari itu membuat orang-orang yang ada di rumah Feng Shiyan nampak kebingungan.

Semilir angin malam itu perlahan memasuki sebuah kamar tempat sang Jenderal. Yu-nian membuka matanya, dia menatap penuh dengan kebingungan, menatap sebuah tempat yang tidak dia kenali, tempat asing bukan tempat Yi-bao.

"Aku di mana ini?" ucap Yu-nian bingung. dia bangun dari tidurnya duduk sembari memperhatikan tempatnya berada. "Apa yang terjadi padaku?" ucapnya. Yu-nian mencoba untuk mengingat apa yang terjadi kepadanya. Beberapa ingatan mengenai kejadian ketika di desa Chi, mulai dari kepala yang terlempar dan ditangkap oleh anak buah Adipati Bao Jing hingga beberapa prajurit datang. Beberapa ingatan itu membuat Yu-nian sedikit menggelengkan kepalanya. "Apa mungkin Yi-bao sudah membawaku pulang?" ucapnya. Dia kemudian turun dari ranjang kayu yang terlihat begitu kokoh, kedua matanya menatap tempatnya berada, Yu-nian berjalan mendekat di pintu kamar.

Trakk..

Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka, Yu-nian yang sudah mengulurkan tangannya itu nampak dia menatap pintu yang tiba-tiba terbuka sebelum dia menyentuh pintu itu. Di depannya seorang pria bertubuh tinggi dan berbadan besar itu tiba-tiba muncul di depan pintu, Kedua mata Yu-nian menatap sosok pria yang tidak lain adalah Feng Shiyan.

Kedua mata Yu-nian langsung membulat, sesaat kemudian keterkejutan itu diiringi dengan suara teriakan yang begitu menggelegar. "Se-setan!!!!" teriak Yu-nian sembari menunjuk ke arah Feng Shiyan.

"Se-setan! ada setan! ada setan!" teriak Yu-nian kembali. dia nampak ketakutan, sebenarnya bukan takut pada hantu tapi Yu-nian terkejut melihat salah satu pria yang sudah menghukum orang-orang yang ada di desa Chi.

"Ternyata kamu sudah bangun ya?" ucap Feng Shiyan dengan nada santai

"Ke-kenapa.. kenapa kamu ada di sini? Kenapa kamu ada di rumah saudaraku?" Yu-nian semakin panik. Dia berjalan mundur ketika Feng Shiyan memasuki kamarnya.

"Siapa bilang ini rumah saudaramu, ini adalah kediaman jenderal." jawab Feng Shiyan dengan nada datar.

"Kamu gila ya, Kamu bilang ini kediaman jenderal? lalu, kenapa aku di sini?" Yu-nian memang dari tadi memperhatikan kamar yang begitu asing itu. dia berjalan mundur hingga tubuhnya terpojok di dinding.

"Tentu saja kamu di sini sebagai tawanan, karena kamu sudah melihat apa yang terjadi tadi siang." jawab Feng Shiyan.

Yu-nian tersenyum antara kebingungan dan ketakutan. "Mak-maksudmu?" tanyanya dengan ragu. Yu-nian menatap pria yang bertubuh begitu besar itu.

"Tentu saja kamu adalah tawanan di tempatku, karena aku yakin kamu tahu mengenai penjahat itu." jawab Feng Shiyan.

"Aku tawanan?" dia menunjuk dirinya sendiri.

"Ya, kamu adalah tawanan. Dan, kamu akan tinggal di sini sampai masalah yang ada di desa Chi selesai." kata Feng Shiyan yang nampak menatap raut wajah ketakutan yang ditunjukkan oleh Yu-nian.

*bersambung*

1
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!