Kiran adalah wanita yang mempunyai wajah jelek, bahkan semua orang menyebutnya dengan sebutan wanita si buruk rupa. Kiran dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pengusaha tampan bernama Viki.
Viki terpaksa menikahi Kiran untuk menyelamatkan perusahaan orangtuanya yang hampir bangkrut.
Kehidupan Kiran sangatlah menderita, hingga suatu saat Kiran memergoki Viki sedang selingkuh dengan wanita lain. Kiran memutuskan untuk bercerai dengan Viki, dan bertekad ingin membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang sudah membuatnya menderita.
Akankah Kiran berhasil membalaskan dendamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 DESI
Keesokan harinya...
Viki menuruni anak tangga dengan bernyanyi-nyanyi kecil, sungguh Viki merasa sangat bahagia karena Kiran sudah mulai meresponnya.
"Pagi Ma, Pa."
"Kamu kenapa Vik? Sepertinya sangat bahagia?" tanya Papa Ajay.
"Iya Pa, Viki sangat bahagia saat ini."
"Viki, tadi malam kamu kenapa? Kok kamu sampai bisa ketinggalan cincin untuk Ishika, kasihan loh Ishika," seru Mama Sasmita.
"Sepertinya Viki tidak jadi melamar Ishika," sahut Viki dengan santainya.
"Apa? Kenapa? Jangan macam-macam kamu Viki, kamu tidak akan bisa mendapatkan wanita sempurna seperti Ishika," geram Mama Sasmita.
"Siapa bilang, Tina jauh segala-galanya dibandingkan dengan Ishika."
"Tina, siapa dia?" tanya Papa Ajay.
"Tina itu artis pendatang baru tapi sekarang kepopulerannya sudah mengalahkan Ishika, Tina wanita yang sangat cantik dan Viki sudah jatuh cinta kepadanya," sahut Viki dengan senyumannya.
"Kamu gila, Viki. Terus, bagaimana dengan Ishika?"
"Viki akan segera mengakhiri hubungan Viki dengan Ishika karena Viki juga sudah bosan dengan Ishika. Dia hanya ingin memeras Viki saja, buktinya Viki sudah menghabiskan banyak uang perusahaan hanya demi mengikuti semua keinginannya," sahut Viki.
"Memangnya si Tina itu anaknya siapa? anak orang kaya bukan?" tanya Papa Ajay.
"Tina adalah sepupunya Kiran."
"Apa?"
Mama Sasmita dan Papa Ajay sampai kaget mendengar ucapan dari anaknya itu.
"Kamu benar-benar sudah gila Viki, bagaimana kalau dia tahu kita yang sudah merencanakan semuanya. Mulai dari kecelakaan Tuan Rahul, kepergian Kiran yang sekarang entah di mana keberadaannya, dan semua harta kekayaan Kiran yang sudah kita palsukan, kalau sampai dia tahu, bisa-bisa kita semua masuk penjara!" sentak Papa Ajay.
"Tenang saja Pa, Viki akan membuat Tina tergila-gila sama Viki dan setelah itu Viki akan membujuk Tina supaya berada dalam pihak kita," sahut Viki.
"Terus bagaimana dengan Ishika? Apa kamu tidak takut, Ishika sakit hati karena kamu sudah memutuskannya? Dan dia pasti akan buka suara di media kalau kita adalah dalang dari kematian Tuan Rahul," seru Mama Sasmita.
"Mama tenang saja, masalah Ishika biar Viki yang urus."
Mama Sasmita dan Papa Ajay hanya bisa terdiam, mereka tidak tahu apa yang ada di otak putranya itu.
Setelah selesai sarapan, Viki pun segera pergi. Dia berencana mau ke rumah Kiran untuk menjemput Kiran, sementara itu Kiran saat ini tampak sedang mengobrol dengan Raj lewat sambungan ponselnya.
📞"Sayang, aku yakin kalau pagi ini si pria brengsek itu akan ke rumah kamu untuk menjemput kamu, jadi kamu berakting lah sebagus mungkin," seru Raj.
📞"Tapi Raj, kamu tidak apa-apa kalau aku dekat dengan Mas Viki?"
📞"Sebenarnya aku marah dan cemburu, tapi aku rela kamu berdekatan dengan pria brengsek itu demi kelancaran balas dendam kamu."
📞"Terima kasih ya Raj, kamu memang pria yang sangat baik. Aku sangat mencintaimu, Raj."
📞"Aku juga sangat mencintaimu, Kiran. Pokoknya kamu jangan khawatir, aku akan selalu memantau kalian karena aku juga tidak mau sampai dia melakukan sesuatu kepadamu."
Tin..tin..
📞"Raj, sepertinya itu suara mobil Mas Viki, sudah dulu ya, nanti kalau aku sudah selesai shooting aku akan menemanimu."
📞"Baiklah, I love you."
📞"I love you too."
Kiran pun dengan cepat memutuskan sambungan teleponnya, Kiran memang saat ini sudah siap untuk pergi. Kiran menghembuskan napasnya dengan pelan.
"Kamu pasti bisa, Kiran," gumam Kiran.
Kiran segera mengambil tas selempangnya dan dengan cepat menuruni anak tangga untuk menemui Viki. Viki menunggu di teras karena satpam menahan Viki untuk tidak masuk ke dalam rumah Kiran.
"Mas Viki."
Kiran berlari dan langsung memeluk Viki membuat Viki merasa terkejut dengan perlakuan Kiran yang tiba-tiba itu.
"Ka-mu ke-napa?" tanya Viki gugup.
Kiran melepaskan pelukannya dan memasang raut wajah yang pura-pura sedih itu.
"Hai, kamu kenapa? Kok sedih?" tanya Viki dengan menangkup wajah Kiran.
"Raj, ternyata Raj sudah selingkuh di belakang aku Mas. Dia bohong ada bisnis di luar kota, ternyata dia malah selingkuh dan bermesraan dengan wanita lain," sahut Kiran.
"Apa? Dasar pria brengsek, kamu tahu dari siapa?"
"Temanku banyak Mas, aku dapat info dari teman aku."
Viki kembali memeluk Kiran. "Sudah, kamu jangan sedih masih ada aku di sini dan aku akan selalu ada untukmu," seru Viki dengan mengusap punggung Kiran.
"Tapi, bagaimana dengan Ishika? Bukannya Ishika itu pacar kamu?" tanya Kiran.
Viki melepaskan pelukannya dan menatap Kiran dengan penuh cinta.
"Aku sudah tidak mencintainya Tina, ternyata Ishika hanya ingin hartaku saja dan sebentar lagi aku akan memutuskannya," seru Viki.
"Jangan bilang, kamu memutuskan Ishika karena aku? Aku tidak mau ya, sampai di cap sebagai pelakor."
"Tidak, tenang saja kalau ada yang berani menyebut kamu pelakor, orang itu akan berurusan denganku."
"Terima kasih ya Mas."
"Sama-sama Tina, sekarang kamu mau ke mana?"
"Aku ada shooting buat FTV."
"Ya sudah, ayo aku antar."
Viki pun menggandeng tangan Kiran, sedangkan Kiran terpaksa harus berpura-pura manis di hadapan pria yang sangat dia benci itu.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Viki sampai di tempat shooting. Ishika yang memang sudah berada di lokasi, tampak marah saat melihat mobil yang dia kenal datang dan yang keluar dari dalam mobil itu adalah Kiran.
"Apa, bisa-bisanya Viki mengantarkan wanita itu," geram Ishika.
Ishika sangat emosi, dia pun segera menghampiri Viki dan Kiran lalu Ishika mendorong Kiran sampai terjatuh ke tanah.
"Aw."
"Astaga Ishika, apa yang kamu lakukan?" bentak Viki.
"Justru aku yang harusnya bertanya seperti itu, apa yang kamu lakukan dengan wanita itu? Kenapa kalian bisa satu mobil seperti ini?" teriak Ishika.
Viki menarik Ishika untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Tina, maaf ya aku mau bicara dulu dengan Ishika."
"Iya Mas."
Viki dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan membawa Ishika dari sana, sedangkan Tina hanya bisa menyunggingkan senyumannya.
"Ishika, sebentar lagi kamu akan menangus darah karena pria yang sangat kamu cintai akan jatuh ke pelukanku," batin Kiran.
Viki menghentikan mobilnya di jalanan sepi...
"Kamu jahat Viki, kamu ternyata berselingkuh dengan Tina."
"Diam kamu Ishika, aku sudah muak denganmu. Aku tahu kamu hanya memanfaatkan hartaku saja dan sekarang aku sudah bosan berhubungan denganmu, jadi mulai sekarang aku akan mengakhiri hubungan ini dan mulai detik ini kita tidak punya hubungan apa-apa lagi."
Plak...
Ishika menampar Viki dengan kerasnya membuat Viki geram.
"Berani sekali kamu menamparku!" bentak Viki.
"Kalau kamu berani memutuskanku, aku akan beberkan rahasia kejahatan kamu dan kedua orang tuamu," ancam Ishika.
Viki mencengkram wajah Ishika membuat Ishika meringis kesakitan "Berani kamu mengancam ku? Kalau kamu sampai membocorkan semua kejahatan ku, aku juga akan membocorkan kejahatan mu," seru Viki.
"Lucu sekali, memangnya aku sudah melakukan kejahatan apa?" seru Ishika dengan senyumannya.
"Kamu tahu kan siapa aku? Dan tidak ada satu pun yang aku tidak tahu mengenai dirimu. Kamu saat ini sedang menjalani bisnis bodong, kamu menjual tas-tas branded kepada orang-orang dengan memalsukan surat-suratnya padahal kenyataannya tas itu adalah tas KW dan kamu juga sengaja menjualnya kepada orang-orang awam supaya mereka mudah dibodohi. Jika kamu berani melaporkanku, maka kamu juga harus siap-siap masuk penjara," seru Viki dengan senyumannya.
Ishika membelalakkan matanya dan Viki melepaskan cengkeramannya.
"Keluar dari mobilku," seru Viki.
"Tapi Vik---"
"Aku bilang, KELUAR!"
Ishika sampai terperanjat mendengar teriakan Viki, akhirnya karena merasa takut Ishika pun keluar dari dalam mobil Viki. Viki segera melajukan mobilnya meninggalkan Ishika sendirian di jalan.
"Brengsek, ini semua gara-gara wanita sialan itu, awas kamu Tina," geram Ishika.