"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.4. Ketemu.
Billie memapah Ziva yang sudah mabuk berat, mereka berdua keluar dari club dan kini berjalan menuju ke parkiran. Mereka sungguh tidak terlihat seperti majikan dan bodyguard nya, tapi lebih seperti teman sebaya yang baru selesai party.
Tapi bagaimanapun Ziva ini adalah putri dari Bilson Varlian.. pengusaha yang terkenal meski bukan yang paling kaya. Mereka sangat suka tersorot kamera untuk menunjukan pada dunia bahwa keluarga nya adalah keluarga yang kaya, bahagia, dan sempurna. Hanya.. mereka tidak suka sisi buruk nya sampai terlihat di kamera atau media manapun.
"HOEK!" Ziva malah muntah di parkiran di belakang mobil.
"Nona, pak Zico minta kamu pulang, kamu sudah mabuk parah." Ucap Billie.
"Hm, ayo balik." Ucap Ziva.
Billie membantu Viva masuk kedalam mobil, tapi Billie menyadari ada yang sedang memotret mereka. Setelah memasukan Ziva kedalam mobil, Billie berjalan mendekati pria yang memotret nya diam - diam dan mengeluarkan sejumlah uang.
"Hapus, ini untukmu atau.. tanganmu patah." Ucap Billie.
"Cih memang nya aku ngapain!" Ucap pria itu, tidak mengaku.
"Tiga.." Billie malah menghitung mundur. Aneh nya pria tadi ngeri dengan tatapan Billie yang dingin nya menusuk tulang.
"Dua.."
"S.."
"O- oke! oke!" Pria itu menghapus foto yang di ambil nya, Billie mengambil ponsel pria tadi dan memastikan tidak ada foto yang tersimpan.
"Sudah, nggak ada." Ucap pria tadi, Billie tersenyum kecil lalu memberikan uang nya pada pria tadi, sekaligus..
"KRAK!!"
"AAAA!" Pria tadi kesakitan karena pergelangan tangan nya di patahkan oleh Billie.
"Pake aja tangan itu buat cebok yang bener, nggak usah urusin kehidupan pribadi orang, atau.. lain kali lehermu yang patah." Ucap Billie, lalu pergi.
"Aaa! Tanganku patah." Pria tadi menangis.
Billie menarik tubuh Ziva masuk kedalam mobil, dalam posisi itu Billie bergerak begitu cepat dan mendominasi, Ziva yang memang sudah mabuk parah di lempar begitu saja lalu Billie sendiri masuk kedalam kemudi dan melaju pergi dari sana.
Semua itu tak luput dari pantauan mata elang seorang pria yang sejak tadi memang sudah menatap Billie diam - diam dalam gelap..
"Dia cekatan, bergerak seperti air, aku mau dia."
Entah dari mana, Zico muncul di lobby bersama tiga orang asisten nya, Dia menatap Billie tersenyum sambil menyalakan rokok di tangan nya.
"Pak Zico, tapi dia di pilih untuk non Ziva. Lagi pula, perempuan lebih lemah dari pria, saya khawatir..'' Ucap asisten nya menggantung.. karena dengan satu lirikan mata Zico, asisten nya itu tidak berani kembali bicara lagi..
"Akan saya atur, pak." Ucap asisten nya.
"Pulang, pertunjukan udah berakhir." Ucap Zico.
"Pak, pak Vincent dari FLY ada di sini sedang mengadakan acara ulang tahun." Ucap Asisten nya.
"Jadi kamu mau saya mendekati mereka? Jangan bodoh, orang - orang tinggi seperti mereka bukan orang yang bisa di ganggu, selagi nggak di butuhkan, jangan mendekat." Ucap Zico, asisten nya mengangguk. Mereka pun pergi dari sana.
Saat mereka pergi, mereka tidak sadar telah melewati Noah yang sejak tadi berdiri di sana sambil merokok. Noah yang memang tidak terkenal tentu hanya di anggap orang awam yang tidak penting, tapi Noah.. dia tersenyum setelah melihat hal yang sangat menarik. Noah mengambil hp nya dari saku lalu dia menghubungi Vincent..
"Dia ketemu.." Ucap nya.
"Siapa?" Tanya Vincent.
"Yang aku cari, tapi.. kayak nya butuh kamu buat turun tangan." Ucap Noah, sambil senyum.
"Bro, dimana lu sekarang?" Tanya Vincent.
"Jangan khawatir, dia juga udah pergi. Kalian lanjut saja, aku bosan.." Ucap Noah, lalu dia mematikan panggilan itu.
Noah menatap jari tangan kanan nya dan tersenyum karena dia mengingat kejadian yang singkat tapi membuat nya tidak akan bisa lupa, karena dia kembali mencium aroma wangi yang menghantui nya selama berhari - hari dan membuat nya nyaris gila.
Ternyata.. saat Noah yang sedang bosan itu berdiri di lorong lobby dan berbalik hendak masuk kedalam, dia secara tidak sengaja bertabrakan dengan Billie yang sedang memapah Ziva keluar dari dalam, Noah tanpa sengaja menyenggol bahu Billie dan Noah mencium wangi yang sudah menghantuinya itu.
__________________________
Billie sedang mengemudi pulang setelah dia mengantar Ziva dengan selamat ke rumah nya, Tugas nya hanya bagian menjaga Ziva saat di luar, saat Ziva di rumah akan ada pelayan lain yang mengurus Ziva. Tapi.. Billie terganggu dengan Zico yang seperti mempersulit nya..
"Dah lah, hari pertama kerja masih belum gitu kenal lingkungan mereka." Ucap Billie.
'Shhh! Tapi jelas - jelas gue udah selidiki dan bahkan mengikuti perkembangan keluarga itu dari dulu, Zico itu bukan orang yang suka mengurusi pengawal Ziva. Atau jangan - jangan.. dia tau sesuatu?' Batin Billie lagi.
'Dah lah, selama nggak ada pergerakan mencurigakan, harus nya dia nggak sadar gue siapa.' Batin Billie lagi, lalu mobil pun masuk kedalam apartemen tempat nya tinggal.
Billie masuk kedalam unit apartemen nya tapi dia terdiam saat mencium bau yang asing, Billie mencium bau parfum pria dari brand ternama. Billie tau banyak jenis wangi parfum terkenal yang di pakai oleh kalangan atas, yang masuk kedalam ruangan nya jelas bukan orang biasa.
'Zico?' Batin Billie.
'Bukan, parfum dia bukan ini..' Billie ingat wangi parfum Zico.
Billie menutup pintu dan berjalan keliling ruangan nya, wangi parfum orang itu tercium di semua ruangan yang artinya orang itu berkeliling. Billie lalu masuk kedalam kamar nya, di kamar nya pun terdapat wangi parfum itu, jelas ruangan nya baru di cek oleh seseorang.
'Secepet itu meriksa, kayak nya mereka bener - bener ketat bahkan sama pengawal.' Batin Billie.
Billie mengamati satu persatu barang nya, tidak ada yang berubah, tidak ada yang di ganti, kecuali..
'Sial..' Batin Billie.
Akhir nya dia meletakan tas nya dan pergi ke kamar mandi, dia mengeluarkan hp nya di kamar mandi dan mengecek cctv ruangan nya, dan ya.. seorang pria masuk kedalam ruangan nya, salah satu dari asisten yang berdiri di sisi Zico. Sekarang Billie tidak bisa sembarangan membuka hp nya di luar ruangan, satu - satu nya yang aman adalah kamar mandi, karena di kamarnya sudah di pasang penyadap suara.
"Seorang asisten pakai parfum mewah, jelas dia bukan orang sembarangan bukan? Atau.." Gumam Billie, dia melihat di wastafel nya yang terdapat satu botol parfum mahal.
"Sebuah bonus?" Gumam Billie, dia heran sekarang.
Billie mengirim pesan pada Valo, dia mengirim foto - foto yang di dapat nya saat dia bersama Ziva di dalam ruang club, foto - foto aktifitas Ziva dan wajah - wajah teman - teman Ziva, dia kirimkan pada Valo. Dari mana Billie mendapatkan nya? Dia memasang kamera di baju nya yang dia samarkan menjadi kancing jaket nya, dan alat itu terkoneksi dengan Billie, jika dia berkedip maka itu memotret.
Setelah semua nya sudah selesai, Billie lalu menghapus nya dari ponsel nya dan kemudian dia matikan kembali ponsel nya. Billie pun mandi..
Di tempat lain..
Noah sedang berdiri di dalam kamar nya, dia berdiri di dekat jendela yang terbuka dan menerbangkan hordeng - hordeng putih yang tertiup oleh angin malam. Wajah dingin, mata setajam elang, garis rahang yang tegas, janggut yang terbelah dan.. dada yang lapang dan kekar itu menyatu dengan harmoni malam, di tangan nya memegang segelas anggur merah.
"Billie.." Gumam nya, lalu meneguk anggur yang di pegang nya tadi.
____________________________
Esok harinya, Billie datang ke kediaman Varlian.. saat datang dia sudah mendengar sedikit desas - desus dari kalangan pengawal pria yang lebih senior darinya, dan sepertinya.. mereka membicarakan dirinya.
"Abang - abang, kalian ngomongin aku?" Tanya Billie dengan wajah polos nya.
Billie mencoba akrab dengan mereka meski dia trust isue, Billie yakin gosip yang ada di lingkungan itu tidak lebih dan tidak kurang hanya tentang majikan mereka. Billie menyebutnya, sekali lompat buaya mengantri jadi pijakan.
"Billie, kamu sudah tau?" Tanya salah satu pengawal.
"Tau apa?" Tanya Biliie, dia memang belum mendengar apapun.
"Kamu mau di minta pak Zico." Ucap salah satu pengawal tadi, Billie tertegun.
'Hah!?' Billie membatin terkejut.
"Billie!'' Seseorang memanggil Billie, dan dia adalah pria yang semalam datang ke unit nya.
"Ya." Sahut Billie.
"Pak Zico mencarimu." Ucap nya, Billie mengangguk lalu pergi masuk kedalam.
Billie bertanya - tanya kenapa tiba - tiba Zico malah mau meminta nya, selama bertaun - taun Billie menyelidiki mereka dia tidak pernah melihat pengawal perempuan di sisi Billie.
"Ya, pak." Billie sudah sampai di ruangan Zico.
"Kamu pindah tim, kamu ikut saya." Ucap Zico, Billie terdiam..
"Kenapa? Kamu nggak jawab, apa kamu keberatan?" Tanya Zico.
"Saya nggak berani, pak. Tapi.. apa bapak udah yakin memindah saya ke tim bapak?" Ucap Billie.
"Yakin atau tidak itu urusan saya, kamu hanya harus mengalir.." Ucap Zico, akhir nya Billie mengangguk meski dalam hatinya kesal.
'Dah lah, Zico atau Ziva sama aja. Yang penting gue bisa gali lubang di tengah muka mereka.' Batin Billie.
"Baik, pak. Maaf saya lancang." Ucap Billie, dia menunduk, Zico tersenyum tipis.
"Ikut saya." Ucap Zico, Billie kembali mengangguk.
'Lagian ngurus Ziva yang kerja nya main di bar gitu, nggak seru.' Batin Billie, sambil senyum dingin nya terbit.
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅