"Menjadi adik dari 7 megabintang dunia adalah satu hal, tapi menjadi penulis misterius yang diperebutkan oleh 4 pangeran kampus sambil menyamar jadi siswi biasa adalah tantangan yang sesungguhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kde_Noirsz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 : Kilatan Kamera dan Benteng Persahabatan
Hanlim High School pagi itu mendadak riuh. Setelah film 'The Silent Muse' meledak, sosok Kim Aira menjadi buruan setiap mata. Namun, tidak ada yang bisa mendekat. Sebuah barisan pelindung sudah terbentuk bahkan sebelum kaki Aira menyentuh aspal sekolah.
Mobil van hitam keluarga Kim berhenti. Begitu pintu terbuka, Aira disambut oleh tiga orang yang merupakan dunianya di sekolah ini.
Minju, kakak kelas yang paling tenang dan terorganisir, berdiri di depan dengan tablet di tangan. Di sampingnya, Beomgyu sedang asyik memainkan kunci motornya dengan gaya cuek. Dan di belakang mereka, Ryujin berdiri tegak dengan tangan bersedekap, menatap tajam siapapun yang berani mengeluarkan ponsel untuk memotret Aira secara ilegal.
"Aira! Sini cepat!" panggil Minju lembut.
"Kak Minju! Ryujin! Beomgyu!" Aira langsung berlari kecil dan menghambur ke arah mereka. Ia langsung bergelayut manja di lengan Ryujin dan Minju. "Aira takut banget... tadi di jalan kayaknya ada yang ngikutin mobil Aira," rengek Aira dengan suara manjanya.
Ryujin mendengus, ia mengacak rambut Aira pelan. "Tenang aja. Kalau ada yang berani macam-macam, biar aku yang urus urusan fisiknya. Kamu fokus aja sama jadwal BA kamu hari ini."
Beomgyu terkekeh, ia menyentil dahi Aira gemas. "Manja banget sih. Ayo masuk, para pangeran pemuja kamu itu sudah nunggu di taman dalam dari tadi."
Set pemotretan agensi "Small Steps" di taman dalam sekolah sudah mulai sibuk. Namun, situasi menjadi canggung karena kehadiran Guanlin, Eunwoo, Sunoo, dan Heeseung. Mereka berempat berdiri di sudut yang berbeda, memantau setiap gerak-gerik kru seolah-olah mereka adalah pemilik sekolah.
Aira mulai merasa tidak nyaman. Ia menarik-narik ujung baju Minju. "Kak Minju... Aira risih dilihatin mereka terus. Aira jadi nggak fokus mau pose..."
Minju, sebagai yang paling dewasa di antara mereka, langsung mengambil kendali. Ia melangkah maju menemui keempat pangeran itu. "Guanlin-ssi, dan kalian semua. Saya mengerti kalian peduli pada Aira, tapi kehadiran kalian di sini justru mengganggu kinerjanya. Sebagai asisten pribadi Aira hari ini, saya minta kalian mundur ke area penonton."
"Kami hanya ingin memastikan keamanannya, Minju-ssi," jawab Guanlin dengan nada datar namun tegas.
Ryujin yang berdiri di belakang Minju langsung maju dan menatap Guanlin tepat di matanya. "Keamanan Aira itu urusan aku dan Beomgyu. Kalian mending cari kegiatan lain daripada bikin Aira grogi. Paham?"
Melihat Ryujin sudah mulai menunjukkan aura "bertarung"-nya, keempat pangeran itu akhirnya menyerah. Mereka mundur beberapa meter, namun tetap tidak mau pergi sepenuhnya, membuat suasana pemotretan tetap terasa panas karena persaingan aura mereka.
Pemotretan dimulai. Aira tampak menggemaskan memeluk boneka kelinci rajut. Namun, fotografer merasa ada yang kurang. "Kita butuh model pria sebagai pendamping, tapi cukup terlihat dari samping atau belakang saja. Ada yang bersedia?"
Guanlin dan Eunwoo baru saja hendak melangkah maju, namun Minju dengan cepat menarik kerah seragam Beomgyu.
"Gyu, masuk. Kau yang paling pas," perintah Minju.
"Oke, Kak!" Beomgyu langsung melompat ke samping Aira dengan santai.
Karena mereka seumuran dan sudah bersahabat lama, chemistry mereka sangat alami. Beomgyu tidak kaku seperti para pangeran. Ia justru menggoda Aira dengan menggelitik pinggangnya, membuat Aira tertawa lepas dan menyandarkan kepalanya di bahu Beomgyu dengan sangat nyaman.
"Beomgyu! Geli tahu!" tawa Aira pecah.
Klik! Klik! Fotografer sangat puas. "Bagus sekali! Ini baru namanya interaksi yang tulus!"
Di balik lensa, Guanlin mengepalkan tangannya kuat-kuat melihat betapa mudahnya Beomgyu membuat Aira tertawa. Eunwoo pun tampak membuang muka dengan rahang yang mengeras. Mereka merasa iri melihat kedekatan Golden Fourth Circle yang tidak bisa mereka masuki dengan mudah.
"Lihat tuh, Aira," bisik Beomgyu sambil tetap berpose. "Para Pangeranmu itu mukanya sudah seperti mau meledak. Puas banget aku."
Aira cekikikan manja, ia semakin merapatkan duduknya ke arah Beomgyu. "Kamu nakal banget sih, Gyu. Tapi makasih ya, Aira jadi nggak tegang lagi."
Sesi pemotretan iklan boneka rajut sempat terhenti karena cuaca mendadak menjadi terlalu terik. Bu Han, sang pemilik agensi, meminta Aira untuk beristirahat sejenak di ruang tunggu khusus. Minju dengan sigap membimbing Aira menuju gedung utama, sementara Beomgyu tertinggal di belakang untuk membantu kru membereskan beberapa kabel agar tidak tersandung oleh Aira.
Namun, saat Aira baru saja berbelok di lorong menuju ruang ganti, ia dicegat oleh sekelompok siswi senior yang dipimpin oleh Soyeon. Soyeon adalah mantan primadona sekolah yang merasa tahtanya digulingkan oleh kehadiran Aira dan dominasi Golden Fourth Circle.
"Wah... wah... wah..., lihat siapa ini. Si 'Muse' kesayangan sutradara," sindir Soyeon sambil melipat tangannya di dada. Ia menghalangi jalan Aira. "Aira... Aira..., kau pikir dengan menjadi Brand Ambassador agensi murahan begini kau jadi terlihat hebat? Kau hanya merusak standar Hanlim, Kim Aira."
Aira mencengkeram boneka kelincinya erat-erat, matanya mulai berkaca-kaca. "Kak Soyeon, tolong minggir. Aira mau istirahat," rengek Aira dengan suara yang gemetar.
"Apaaa...? Istirahat? Setelah kau menggoda Guanlin dan Eunwoo seharian? Kau benar-benar rubah kecil ya," Soyeon maju satu langkah, hendak menarik bahu Aira.
TAK!
Sebuah tangan yang kuat mencengkeram pergelangan tangan Soyeon tepat sebelum menyentuh Aira. Itu adalah Ryujin. Ia muncul entah dari mana, matanya menatap Soyeon dengan pandangan yang sanggup membekukan darah mereka.
"Lepaskan tangan kotor kalian dari Aira," desis Ryujin. Suaranya rendah namun penuh ancaman.
"Ryujin! Jangan ikut campur! Kau itu cuma pengawal pribadinya saja kan?" teriak Soyeon, mencoba melepaskan diri namun cengkeraman Ryujin justru semakin kuat.
"Aku bukan pengawalnya. Aku adalah sahabatnya. Dan di Golden Fourth Circle, menyentuh satu orang berarti berurusan dengan kami semua," Ryujin menyentakkan tangan Soyeon hingga siswi senior itu terhuyung ke belakang. "Sekali lagi kulihat kau mengganggu Aira, aku tidak akan segan-segan menggunakan teknik Taekwondo-ku di lorong ini. Pergi."
Aira langsung memeluk Ryujin dengan manja, ia menangis sesenggukan di bahu Ryujin. "Ryujin... makasih... Kak Soyeon serem banget..."
Minju datang dengan membawa botol air mineral dan handuk kecil. Ia melihat pemandangan itu dan langsung tahu apa yang terjadi. Berbeda dengan Ryujin yang menggunakan kekuatan fisik, Minju melangkah maju dengan keanggunan seorang senior yang disegani.
Ia menatap Soyeon dan teman-temannya yang masih berdiri di sana dengan wajah kesal. "Soyeon-ssi," panggil Minju dengan suara yang sangat tenang. "Aku baru saja mencatat kejadian ini di tablet asistenku. Jika kau tidak ingin foto dan rekaman CCTV saat kau mengintimidasi Aira ini sampai ke tangan dewan kedisiplinan atau lebih buruk lagi, sampai ke tangan agensi kakak-kakak Aira, aku sarankan kau segera meminta maaf."
Soyeon memucat. Ia tahu bahwa satu telepon dari keluarga Kim bisa menghancurkan masa depannya di industri hiburan bahkan sebelum dimulai. "M-maaf... aku tidak bermaksud begitu..." gumam Soyeon sebelum akhirnya lari terbirit-birit diikuti teman-temannya.
Minju menghela napas, ia berbalik dan mengusap pipi Aira dengan sangat lembut. "Sudah, jangan nangis lagi. Kamu aman sama kami. Ryujin akan menjagamu di lorong, dan aku akan mengawasi semua orang yang mendekat."
"Kak Minju... Ryujin... makasih ya," bisik Aira sambil menyeka air matanya. Ia merasa sangat beruntung. Meskipun ia dikejar oleh pangeran-pangeran tampan, namun perlindungan dari kedua sahabat perempuannya inilah yang membuatnya merasa benar-benar dihargai sebagai manusia, bukan sekadar objek kecantikan.
Sore hari tiba, dan pemotretan akhirnya selesai dengan sukses besar. Bu Han sangat puas melihat hasil fotonya, terutama foto-foto chemistry alami antara Aira dan Beomgyu yang terlihat sangat hangat dan bersahabat.
Keempat pangeran Guanlin, Eunwoo, Sunoo, dan Heeseung masih saja setia menunggu di luar, namun mereka tampak sangat frustrasi karena seharian ini mereka sama sekali tidak diberi celah sedikitpun oleh Minju dan Ryujin untuk mendekati Aira.
"Aira, ini kado kecil dari kami bertiga," ucap Beomgyu sambil menyodorkan sebuah kotak kecil.
Saat Aira membukanya, isinya adalah sebuah gelang persahabatan buatan tangan yang memiliki empat warna berbeda Biru untuk Minju, Hitam untuk Ryujin, Kuning untuk Beomgyu, dan Pink untuk Aira.
"Ingat, ini adalah jimat kita," ujar Ryujin sambil menunjukkan gelang yang sama di pergelangan tangannya. "Biar semua orang tahu kalau kau punya benteng yang nggak bisa ditembus oleh siapapun kecuali sama 7 Harimaumu itu."
Aira tersenyum sangat lebar, ia memakai gelang itu di tangan kanannya (tangan kiri masih penuh dengan gelang dari kakak-kakaknya). Kini, Aira merasa seperti ksatria yang lengkap. Ia memiliki perlindungan dari 7 harimau maut di rumah, dan memiliki benteng Golden Fourth Circle di sekolah.
Guanlin mendekat, mencoba memberikan buket bunga perayaan, namun Ryujin menghalangi jalan dengan tatapan "Jangan ganggu". Guanlin hanya bisa menghela napas dan memberikan bunga itu pada Minju. "Tolong berikan ini pada Aira. Katakan padanya... dia sangat hebat hari ini."
Minju menerima bunga itu dengan senyum tipis. "Akan kusampaikan, Sultan. Tapi untuk sekarang, Aira akan pulang bersama kami untuk makan es krim sebagai hadiah perayaan. Dan maaf, kalian tidak diundang."
Aira tertawa terbahak-bahak melihat wajah pasrah para pangeran itu. Ia melambaikan tangan dengan manja sambil menggandeng lengan Minju dan Ryujin. "Dadah Kak Guanlin! Dadah semuanya! Aira mau kencan sama sahabat-sahabat Aira dulu ya!"
Sore itu berakhir dengan kemenangan mutlak Golden Fourth Circle. Mereka membuktikan bahwa di Hanlim, bukan hanya status pangeran yang berkuasa, tapi kekuatan persahabatan sejati jauh lebih sulit untuk dikalahkan.
📢 KEREN BANGET! 😍 Golden Fourth Circle bener-bener gak ada tandingannya! Ryujin yang jago berantem dan Minju yang pinter diplomasi sukses bikin Soyeon dan para pangeran mati kutu! 😂 Kira-kira rencana apa lagi yang bakal dibuat Guanlin buat nembus benteng sahabat Aira?
👇 VOTE [A] TEAM GOLDEN FOURTH CIRCLE! | [B] Guanlin jangan mau kalah dong! | [C] Aira tetep paling imut kalau lagi dilindungi!
💬 KOMEN : Menurut kalian, pangeran mana yang bakal paling berjuang buat dapet restu dari Ryujin dan Minju selanjutnya? 😂
🔔 SUBSCRIBE & FAVORITE! Bab Selanjutnya bakal ada pesta dansa sekolah di mana rahasia Miss KA terancam terbongkar!
⭐ KASIH RATING 5 STARS buat kekompakan Aira, Beomgyu, Minju, dan Ryujin!
BehindTheSpotlight #MangaToonRomance #GoldenFourthCircle #RyujinProtector #MinjuDiplomat #BeomgyuBestie