Nama ku ailin putri berusia 7tahun dan terkenal gadis yang periang dan sangat suka tertwa. . tapi sejak kecelaka, an Mobil itu semua pun berubah, ayah ibu meninggal dalam kecelakaan itu, dan mereka membawa semua tawa dan bahagia yang aku miliki.
Sejak saat itu aku harus hidup bersama bibiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16.
Dii dalam mobil Radja dan Ailin tak saling bicara hingga hanya terdengar suara mesin mobil saja ditengah keheningan mobil itu
"Jadilah istri yang baik mulai hari ini!" Ucap Radja membelah kesunyian di dalam mobil.
"Baik sayang, aku akan jadi seperti apa yang kau inginkan." Jawab Ailin singkat sembari melirik kearah Radja yang sedang fokus menyetir mobil pribadinya.
Tanpa diduga Radja meminggirkan mobilnya di jalanan yang terlihat sepi. Tanpa diduga Radja diam-diam sedari tadi menatap kearah Ailin dengan merasa gemas dengan nada bicara istrinya yang selalu bernada mengoda itu. Radja meraih ragu Ailin dan mengulumnya bibir mereka saling menyatu sama lain.
Deg. . deg. . deg!
Suaran detak jantung Ailin yang semakin kencang jantung itu seakan hendak keluar dari tempatnya.
Apa ini, jantungku Kenapa terasa berdetak begitu kencang padahal ini bukan kali pertama Radja menciumiku namun untuk pertama kalinya aku merasakan perasaan seperti ini.
"Tuan. . tuan! Hentikan ini ada dipinggiran jalan nantik ada yang melihatnya." Gerutu Ailin sembari memundurkan badannya sedikit menjauhi Radja.
"Aku bukan tuan mu! Susah kubilang jika kita sedang berdua jangan memanggilku dengan sebutan formal seperti itu!" Tandas Radja sembari melepaskan ciumanya
"Sekali lagi kamu pangil aku tuan jika kita sedang berdua, maka aku akan memberi mu pelajaran!" imbuh Radja sembari menatap Ailin dari dekat.
Cih, dia selalu terlihat begitu menggoda!
"Dengarkan aku Tu," Ailin langsung mengehentikan niatnya untuk bicara karna dia tau jika dia hampir saja menangis Radja dengan sebutan tuan.
Radja yang mengetahuinya pun, kembali mendekati Ailin dan lidahnya dengan lihat menelusuri lekuk telinga Ailin, hingga tubuh Ailin merinding seketika.
"Hentikan, aku mohon sayang," Celetuk Ailin sembari mendorong tubuh Radja perlahan.
"kau boleh melakukan apa pun pada ku dan boleh menghukum ku! Tapi aku mohon jangan pukul tepat di wajahku." imbuh Ailin dengan wajah kelihatan ketakutan.
"Apa aku seburuk itu di dalam ingatan mu!"
Ucap Radja sembari menyentil pelan jidat Ailin. Awalnya Ailin sangat takut sampai dia memejamkan matanya dengan begitu rapat. Namun setelah dia merasakan sentilan lembut di keningnya perlahan Ailin mulai membuka matanya.
"Bukan begitu Maksudku," Jelas Ailin lirih sembari menundukkan kepalanya.
"Aku beri tau ya, aku bukan tipe pria yang suka memukul wanita." Bisik Radja perlahan ditelinga Ailin hingga tubuh Ailin kembali merinding.
"bagai mana jika kita mulai dari ranjang saja." imbuh Radja sembari menyungingkan sebelah senyuman mesumnya.
Sangat terlihat jelas jika Radja sedang membayangkan hal mesum jika dilihat dari caranya tersenyum. Namun Ailin hanya bisa pasrah karna bagaimanapun juga Radja sudah menjadi suaminya.
"Bisakah kita kembali melanjutkan perjalanan." " Celetuk Ailin sembari membuang wajahnya kesamping karna merasa malu dengan ucapan Radja tadi.
.
"Melihat wajahnya yang ketakutan kenapa aku merasa terhibur " Gumam Radja sembari melirik ke arah Ailin yang tidak menatapnya itu.
Setelah bicara Radja kembali mengemudikan mobilnya. Beberapa waktu kemudian mobil yang dikemudikan oleh Radja mulai memasuki halaman rumahnya.
Sesampainya di rumah Ailin segera masuk kedalam kamar dan dia membersihkan tubuhnya terlebih dulu sebelum akhirnya dia melangkah menuju dapur.
"Aku lupa tidak berbelanja, hanya tersisah mie instan, telur dan sawi saja." Gumam Ailin sembari menatap kearah kulkas yang kosong melompong itu.
"Entah dia mau atau tidak aku akan membuat makanan seadanya dengan ketiga bahan ini." Gumam Ailin lirih sembari membawa bahan yang masih tersisa di kulkas itu Tak butuh waktu yang lama makanan alakadarnya itupun sudah siap dan Ailin segera pergi ke kamar untuk mengajak Radja makan malam.
Radja melangkah memasuki dapur dia segera mendudukkan tubuhnya dimeja makan. Matanya menyapu sekeliling meja itu yang terlihat banyak sekali ruang kosong dan hanya berisikan dua piring lengkap dengan bahan yang masih tersisa tadi.
"Ailin apa kamu tidak salah makan apa ini! Kau mau meracuniku." Maki Radja yang tidak pernah memakan mie instan sebelumnya.
.
"Hanya tersisah ini di dapur, jadi aku memasaknya!" j?Jawab Ailin dengan memaksakan senyumannya.
"Aku tidak mau memakannya!" Ujar Radja namun yang tak disangka Ailin malah memasukkan sesondok makanan ke mulut Radja.
"Ku mohon makanlah sedikit," Ailin memohon sembari menyatuhkan kedua tangannya didepan wajahnya.
Radja yang tidak tega menolak permintaan Ailin deengan terpaksa mengunyah makanan itu dan menelannya agar Ailin tak merasa kecewa.
"Hahaha!" Ailin pun tersenyum terbahak2 melihat expresi wajah Radja yang baru pertama kali memakan mie instan itu.
"Sayang, apa kamu tau ini adalah makanan favorit ku." Jelas Ailin sembari tersenyum tanpa beban dia tertawa melihat saat Radja mencoba menelan mie instan itu.
"Baru kali ini aku melihat senyum nya yang tidak dibuat-buat!" Gumam Radja dalam hati sembari menatap Ailin dengan terpesona akan kecantikannya.
"Ailin suapi aku!" Minta Radja yang mulai bisa menerima makanan yang di masak istrinya itu.
Baiklah." sambung Ailin singkat sembari mengambil mie Tersebut dan langsung memasukkannya kedalam mulut Radja.
Radja mengambil garpu yang ada dihadapannya dan dia segera memutar mie itu. Radja hendak menyuapi Ailin namun wanita itu menolaknya.
"Tidak perlu aku bisa makan sendiri," Ucapanya dengan wajah tersipu malu.
"Apa kamu tidak menghargai ku, baru kali ini aku menyuapi seorang wanita!" Maki Radja dengan menunjukkan wajah kesal akhibat penolakan Ailin tadi.
Di tolak sedikit saja dia sudah hampir meledak!
"Baiklah selain orang tua ku dan Bibi ku tersayang, kamu pria pertama yang menyuapi aku." Jawab Ailin jujur sembari membuka mulutnya dan memakan mie yang Radja berikan.
Sangat jelas terlihat jika Radja sangat bahagia mendengar ucapan Ailin tadi.
order mertua model begini satu aja thor, kirim ke rumah ku ya 🤣🤣🤣
tenang ada CCTV rumah..kau mau berakting keren